Sunyi di Kandang Kambing, Harapan Datang dari BAZNAS
18/12/2025 | Penulis: Admin
BAZNAS melakukan asasmen kepada Mbah Kardi, tunanetra yang tinggal di kandang kambing
Purbalingga — Di sebuah sudut sunyi, di balik bau tanah dan suara embikan yang menemani malam, Mbah Kardi (60) menjalani hidupnya di Dusun Pentul, Gunung Wuled, Rembang. Ia tunanetra, renta, dan selama lima tahun terakhir memilih tinggal di sebuah kandang kambing milik keponakannya. Bukan karena ia tak punya keluarga, melainkan karena ia tak ingin menjadi beban. Sang adik hidup serba kekurangan dan menumpang di rumah anaknya; rumah sempit yang bahkan untuk beristirahat pun terasa sesak.
Setiap hari, Mbah Kardi menakar nasibnya dengan kesabaran. Ia tidak memiliki lahan, tidak memiliki apa-apa untuk membangun rumah, bahkan sekadar ruang kecil untuk merebahkan tubuhnya. Keluarga sudah membujuknya agar tetap tinggal bersama, namun ia menolak—bukan karena tak ingin ditemani, melainkan karena kasihnya yang memilih mengalah. Dengan berat hati, keluarga akhirnya mengizinkan Mbah Kardi tinggal sendiri di kandang kambing itu. Bukan melepaskan, melainkan menjaga dari kejauhan.
Keluarga tetap menyuplai makan setiap hari—nasi seadanya, kopi hangat, dikirim sebagai tanda cinta yang tak pernah putus. Di sanalah Mbah Kardi tidur, beristirahat, dan menyusun hari demi hari dalam keterbatasan yang memprihatinkan.
Melihat kondisi tersebut, Pak RT setempat mengusulkan bantuan kepada BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Usulan itu ditindaklanjuti dengan asesmen pada Rabu (18/12/2025) oleh BAZNAS yang turun langsung menyaksikan kenyataan hidup Mbah Kardi—sebuah potret kemiskinan yang senyap, namun menusuk nurani. Dari hasil asesmen, diputuskan bahwa Mbah Kardi akan dibangunkan rumah sehat oleh BAZNASKabupaten Purbalingga, yang rencananya didirikan di sebelah rumah keponakannya, agar ia tetap dekat dengan keluarga dan mudah dipantau.
Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Rahmat Basuki, S.Pd yang memimpin asasmen tersebut, menyampaikan keprihatinan sekaligus harapan.
“Apa yang dialami Mbah Kardi adalah panggilan kemanusiaan bagi kita semua. BAZNAS hadir untuk memastikan tidak ada saudara kita yang harus bertahan hidup di tempat yang tidak layak. Insyaallah, melalui program rumah sehat ini, Mbah Kardi dapat hidup lebih aman, bermartabat, dan dekat dengan keluarganya,” ujarnya.
Kisah Mbah Kardi mengajarkan kita tentang ketabahan tanpa keluhan, tentang cinta yang memilih menyingkir agar tak merepotkan. Dan hari ini, di tengah sunyi yang selama ini ia peluk, harapan mulai dibangun—bukan hanya dinding dan atap, tetapi juga masa depan yang lebih manusiawi. BAZNAS hadir, agar seorang kakek tak lagi menua di kandang, melainkan beristirahat dengan layak, dalam pelukan kepedulian bersama.
Berita Lainnya
BAZNAS Purbalingga Gelar Bimtek Mitra BAZNAS Bersama Penyuluh Agama se-Kabupaten Purbalingga
BAZNAS Purbalingga Laksanakan Latihan Dasar Kelompok Program ZMart
Di antara harap dan lelah, Ambulans Gratis BAZNAS selalu dinantikan kehadirannya
Zakat Menguatkan Indonesia, BAZNAS Purbalingga Fasilitasi Khitan Massal Gratis
Kolaborasi Kemanusiaan, BAZNAS Purbalingga Salurkan Bantuan Diapers bagi Penyintas Banjir Bandang dari BAZNAS Provinsi Jawa Tengah
BAZNAS Nyambung Rasa, Menguatkan Ikatan dengan Pasien di Momen HUT ke-25

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
