Berita Terbaru
232 Ribu Liter Air Bersih BAZNAS Mengalir, Ribuan Warga Purbalingga Terbantu
Memasuki hari ke-12 distribusi air bersih, BAZNAS terus bergerak membantu masyarakat yang terdampak kekeringan. Hingga saat ini, sebanyak 232.000 liter air bersih telah disalurkan dan diterima oleh 9.655 jiwa yang tersebar di 15 desa di Kabupaten Purbalingga.
Distribusi air bersih tersebut mencakup Desa Kasih dan Margasana, Kecamatan Kertanegara; Desa Slinga, Pagerandong, dan Sidanegara, Kecamatan Kaligondang; Desa Tegalpingen, Tetel, dan Pasunggingan, Kecamatan Pengadegan; Desa Candinata dan Karangjengkol, Kecamatan Kutasari; Desa Karanganyar, Kecamatan Karanganyar; serta Desa Gumiwang dan Bandingan, Kecamatan Kejobong.
Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kondisi kemarau. Dalam pelaksanaannya, BAZNAS bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Purbalingga untuk memperluas jangkauan distribusi kepada masyarakat yang membutuhkan.
Air bersih yang disalurkan tidak hanya menjadi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi harapan bagi warga untuk tetap dapat menjalankan aktivitas rumah tangga dengan layak di tengah kondisi kekeringan.
BAZNAS memastikan distribusi air bersih akan terus dilakukan hingga musim penghujan tiba, dengan menyesuaikan kebutuhan dan kondisi di wilayah terdampak. Langkah ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan air bersih tetap terpenuhi selama musim kemarau.
Melalui gerakan ini, BAZNAS mengajak masyarakat untuk bersama-sama menghadirkan manfaat bagi sesama. Setiap tetes air yang disedekahkan, menjadi harapan bagi mereka yang sedang membutuhkan.
BERITA26/08/2026 | Admin
Silaturahmi Saudagar Z Mart BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Dorong Penguatan Usaha dan Kemandirian Ekonomi
Purbalingga – BAZNAS Kabupaten Purbalingga menggelar kegiatan Silaturahmi Saudagar Z Mart bersama para penerima bantuan Program Z Mart pada Sabtu (23/8/2026) di Aula BAZNAS Kabupaten Purbalingga.
Kegiatan ini menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi antara BAZNAS dengan para penerima manfaat Program Z Mart. Selain itu, pertemuan tersebut bertujuan untuk memberikan motivasi, memperkuat semangat berusaha, serta mendorong para penerima agar mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, para saudagar Z Mart mendapatkan motivasi dan penguatan mengenai pentingnya mengelola usaha dengan tekun, meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, serta terus berupaya mengembangkan kapasitas usaha. Melalui kegiatan ini, BAZNAS juga mendorong para penerima manfaat agar tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi dapat tumbuh menjadi pelaku usaha yang mandiri dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya.
Program Z Mart merupakan salah satu bentuk pemberdayaan ekonomi BAZNAS dalam bentuk usaha ritel mikro. Program ini diarahkan untuk meningkatkan eksistensi dan kapasitas usaha para penerima manfaat sehingga dapat menjadi salah satu upaya dalam mengatasi kemiskinan, khususnya di wilayah urban.
Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Sudijanto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa bantuan Z Mart bukan sekadar pemberian modal usaha, tetapi merupakan bagian dari ikhtiar pemberdayaan agar para penerima manfaat dapat meningkatkan taraf kehidupannya.
“Program Z Mart ini bukan hanya tentang bantuan yang diberikan, tetapi bagaimana bantuan tersebut dapat berkembang dan memberikan manfaat dalam jangka panjang. Kami berharap para saudagar Z Mart terus semangat, menjaga amanah, dan mengelola usahanya dengan baik sehingga ke depan dapat semakin mandiri,” ujar Sudijanto.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan saling berbagi pengalaman antar penerima manfaat. Menurutnya, keberhasilan Program Z Mart tidak hanya diukur dari berkembangnya usaha, tetapi juga dari kemampuan penerima manfaat untuk meningkatkan kesejahteraan dan perlahan keluar dari keterbatasan ekonomi.
Melalui silaturahmi ini, BAZNAS Kabupaten Purbalingga berharap para saudagar Z Mart dapat terus berkembang, saling menguatkan, dan menjadi bagian dari ekosistem pemberdayaan ekonomi yang mampu menciptakan kemandirian serta mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Purbalingga.
BERITA22/08/2026 | Admin
BAZNAS Purbalingga Distribusikan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
Memasuki musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Niño 2026, sejumlah wilayah di Indonesia mengalami peningkatan risiko kekeringan, termasuk Kabupaten Purbalingga. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian masyarakat mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dalam menghadapi kondisi ini, BAZNAS Kabupaten Purbalingga turut hadir membantu masyarakat melalui program pendistribusian air bersih.
Sejak Kamis (13/8/2026), BAZNAS mulai menyalurkan air bersih ke sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan. Di antaranya, distribusi dilakukan di Desa Kasih, Kecamatan Kertanegara, sebanyak 4 titik, serta Desa Slinga, Kecamatan Kaligondang, sebanyak 3 titik.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 24.000 liter air bersih telah didistribusikan dan diterima oleh 282 kepala keluarga (KK). Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan masyarakat, khususnya untuk memenuhi kebutuhan air bersih selama musim kemarau.
Distribusi air bersih ini akan terus dilakukan secara bertahap hingga musim penghujan tiba, dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayah yang mengalami kekeringan. BAZNAS juga terus melakukan pemantauan terhadap wilayah yang membutuhkan bantuan air bersih.
BAZNAS Kabupaten Purbalingga mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menggunakan air, menghemat persediaan air, serta saling membantu sesama selama musim kekeringan. Sebab, bagi sebagian masyarakat, setetes air bukan sekadar kebutuhan, tetapi menjadi harapan untuk menjalani kehidupan sehari-hari.
Mari bersama hadirkan manfaat di tengah kekeringan. Salurkan sedekah air melalui BAZNAS Kabupaten Purbalingga, karena setiap tetes yang kita sedekahkan dapat menjadi sumber kehidupan dan keberkahan bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan.
BERITA15/08/2026 | Admin
Di Tengah Sakit, Nofal Tetap Berjuang Mengejar Mimpi Sekolah
Di usia 12 tahun, ketika sebagian anak seusianya sedang sibuk mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, Nofal Putra, anak asal Desa Pekalongan, Kecamatan Bojongsari, justru harus berjuang menghadapi sakit yang telah lama dideritanya. Tumor liver yang ia derita membuat kondisi tubuh Nofal perlahan semakin melemah. Namun, rasa sakit tidak serta-merta memadamkan semangatnya untuk belajar.
Nofal merupakan siswa kelas 6 sekolah dasar. Di tengah kondisi kesehatannya, ia tetap berusaha mengikuti kegiatan belajar hingga menyelesaikan ujian sekolah. Ada satu mimpi yang terus ia genggam, yaitu dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP. Mimpi sederhana itu menjadi salah satu alasan Nofal untuk tetap bersemangat menjalani hari-harinya, meski tubuhnya harus menahan rasa sakit.
Sayangnya, kondisi kesehatan Nofal semakin memburuk setelah menyelesaikan ujian sekolah. Ia harus lebih sering bolak-balik ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Hingga akhirnya, keinginannya untuk melanjutkan sekolah ke jenjang SMP harus tertunda. Nofal harus menjalani perawatan intensif dan mendapatkan rujukan ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta untuk penanganan lebih lanjut.
Di tengah kondisi tersebut, orang tua Nofal hanya bisa menemani dan menguatkan buah hatinya. Keterbatasan ekonomi membuat perjuangan keluarga ini terasa semakin berat. Sang ayah dan ibu hanya bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ketika sakit datang dan membutuhkan biaya, kemampuan mereka pun sangat terbatas.
Sebagai orang tua, harapan mereka kini sederhana. Mereka ingin Nofal segera mendapatkan kesembuhan, kembali sehat, dan suatu hari dapat melanjutkan sekolah serta mengejar cita-citanya yang sempat tertunda.
Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Kabupaten Purbalingga turut hadir meringankan beban keluarga Nofal dengan memberikan bantuan sebesar Rp1.000.000 untuk membantu memenuhi kebutuhan selama menjalani perawatan di rumah sakit. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi sedikit penguat bagi Nofal dan keluarganya dalam melewati masa sulit yang sedang mereka hadapi.
Kisah Nofal mengingatkan kita bahwa di balik setiap bantuan, ada harapan yang sedang diperjuangkan. Ada anak-anak yang ingin tetap sekolah, ada keluarga yang ingin tetap bertahan, dan ada doa-doa yang menanti untuk dikabulkan. Melalui zakat yang ditunaikan melalui BAZNAS Kabupaten Purbalingga, masyarakat turut mengambil bagian dalam menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan. Semoga semakin banyak zakat yang ditunaikan, semakin banyak pula Nofal-Nofal lainnya yang dapat dibantu dan dikuatkan dalam menghadapi ujian kehidupan.
BERITA10/08/2026 | Admin
Rumah Layak Huni untuk Mbah Satimi, Menghadirkan Harapan di Usia Senja
Purbalingga,— Di usia yang telah menginjak 80 tahun, Mbah Satimi menjalani hari-harinya seorang diri di sebuah rumah sederhana di Desa Tidu, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga. Rumah yang selama ini menjadi tempatnya berteduh masih berdinding bambu, dengan lantai tanah. Sementara untuk memasak sehari-hari Mbah Satimi hanya mengandalkan tungku tradisional berbahan bakar kayu. Ia juga belum memiliki kamar mandi yang layak. Kondisi tersebut membuat kehidupan Mbah Satimi semakin berat, terlebih di usia senjanya.
Mbah Satimi tidak memiliki anak. Suaminya pun telah lama meninggal dunia. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah dan desa. Dalam kesederhanaannya, Mbah Satimi tetap menjalani kehidupan dengan penuh ketabahan.
Kondisi Mbah Satimi kemudian mendapat perhatian Bupati Purbalingga saat melakukan kunjungan ke Desa Tidu. Melihat kondisi tempat tinggal yang membutuhkan perhatian, Pemerintah Kabupaten Purbalingga bersama BAZNAS Kabupaten Purbalingga bergerak untuk memberikan solusi agar Mbah Satimi dapat memiliki tempat tinggal yang lebih sehat, aman, dan nyaman.
Hari ini, Senin (10/8/2026), langkah tersebut mulai diwujudkan melalui peletakan batu pertama pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) untuk Mbah Satimi. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Sudijanto, Camat Bukateja, dan Kepala Desa Tidu sebagai tanda dimulainya proses rehab rumah.
BAZNAS Kabupaten Purbalingga memberikan bantuan sebesar Rp12.000.000 yang akan digunakan untuk membantu merehab rumah Mbah Satimi. Bantuan tersebut diharapkan dapat menghadirkan tempat tinggal yang lebih sehat dan nyaman, sekaligus memberikan rasa aman bagi Mbah Satimi dalam menjalani hari-harinya.
Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Sudijanto, menyampaikan bahwa bantuan rumah layak huni merupakan salah satu bentuk kepedulian BAZNAS kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya mereka yang berada dalam kondisi kurang mampu dan memiliki tempat tinggal yang belum memenuhi standar kelayakan.
“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi Mbah Satimi. Rumah bukan hanya tempat untuk berteduh, tetapi juga tempat untuk merasa aman dan nyaman. Di usia beliau yang sudah lanjut, tentu kami ingin Mbah Satimi dapat tinggal di tempat yang lebih layak dan sehat.”
Sudijanto juga menyampaikan bahwa terlaksananya program tersebut merupakan bentuk sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan BAZNAS dalam membantu masyarakat.
“Apa yang kita lakukan hari ini mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi Mbah Satimi ini tentu memiliki arti yang besar. Semoga pembangunan rumah ini berjalan lancar dan nantinya dapat memberikan kenyamanan bagi beliau. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah ikut mendukung dan membantu.”
Sementara itu, Camat Bukateja yang diwakili oleh Sekretaris Camat Bukateja, Galih Nirmala, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian Pemerintah Kabupaten Purbalingga serta BAZNAS terhadap kondisi Mbah Satimi.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Purbalingga dan BAZNAS kepada Mbah Satimi. Kondisi beliau memang membutuhkan perhatian kita bersama. Semoga dengan adanya bantuan ini, rumah Mbah Satimi dapat segera diperbaiki dan menjadi tempat tinggal yang lebih layak, sehat, dan nyaman.”
Galih juga berharap sinergi antara pemerintah, BAZNAS, pemerintah desa, dan masyarakat dapat terus terjalin sehingga semakin banyak warga yang membutuhkan dapat memperoleh perhatian dan bantuan.
Peletakan batu pertama rumah layak huni Mbah Satimi menjadi bukti bahwa kepedulian dapat menghadirkan perubahan nyata. Di balik rumah sederhana yang mulai dibangun, ada harapan seorang perempuan lanjut usia untuk menjalani sisa hidupnya dengan lebih nyaman dan tenang.
Semoga ikhtiar bersama ini menjadi jalan kebaikan bagi Mbah Satimi dan seluruh pihak yang terlibat. Melalui zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan melalui BAZNAS, kepedulian masyarakat dapat terus disalurkan kepada mereka yang membutuhkan. Karena setiap rupiah yang ditunaikan bukan sekadar bantuan, tetapi dapat berubah menjadi rumah yang lebih layak, kehidupan yang lebih nyaman, dan harapan baru bagi sesama.
BERITA10/08/2026 | Admin
BAZNAS Purbalingga Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 32 Siswa Yatim, Piatu, dan Dhuafa di SMPN 2 Bukateja
Purbalingga – Senyum bahagia tampak menghiasi wajah puluhan siswa di Aula SMP Negeri 2 Bukateja, Jumat (7/8/2026). Pada kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyalurkan bantuan pendidikan kepada 32 siswa yatim, piatu, dan dhuafa sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan generasi muda. Bantuan senilai Rp9.600.000 tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan sekaligus menumbuhkan semangat belajar para penerima manfaat dalam meraih cita-cita mereka.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Sudijanto, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, Heru Sri Wibowo, bersama jajaran sekolah, guru, serta para siswa penerima manfaat.
Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Sudijanto, menyampaikan bahwa bantuan pendidikan ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS kepada para siswa yang memiliki keterbatasan ekonomi agar tetap semangat dalam menempuh pendidikan.
"Kami berharap bantuan ini dapat meringankan kebutuhan pendidikan para siswa. Jangan pernah menyerah untuk meraih cita-cita. Teruslah belajar dengan sungguh-sungguh karena pendidikan adalah salah satu jalan untuk mengubah masa depan menjadi lebih baik," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, Heru Sri Wibowo, mengapresiasi sinergi yang terus terjalin antara BAZNAS Kabupaten Purbalingga dan dunia pendidikan dalam memberikan perhatian kepada peserta didik yang membutuhkan.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Purbalingga atas kepeduliannya terhadap dunia pendidikan. Bantuan ini tidak hanya bernilai materi, tetapi juga menjadi penyemangat bagi para siswa agar terus berprestasi dan tidak putus asa dalam menggapai impian mereka," ungkapnya.
Melalui program bantuan pendidikan ini, BAZNAS Kabupaten Purbalingga berharap semakin banyak anak-anak dari keluarga yatim, piatu, dan dhuafa yang dapat terus melanjutkan pendidikan tanpa terkendala keterbatasan ekonomi. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam menciptakan generasi yang cerdas, mandiri, dan berakhlak mulia.
BERITA07/08/2026 | Admin
BAZNAS Purbalingga Salurkan Bantuan Rp3 Juta untuk Misran, Penjual Pentol Korban Kebakaran Gerobak Dagangan
PURBALINGGA – BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyalurkan bantuan sebesar Rp3 juta kepada Misran, warga Desa Pekiringan, Kecamatan Karangmoncol, yang mengalami musibah kebakaran gerobak dagang saat berjualan. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, saat mengunjungi kediaman Misran pada Jumat (31/7/2026) di Pekiringan.
Musibah yang menimpa Misran terjadi ketika ia sedang berjualan pentol menggunakan gerobak dorong miliknya. Api tiba-tiba membakar gerobak tersebut hingga ludes. Beruntung, Misrandi berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak mengalami luka. Namun, seluruh gerobak yang menjadi satu-satunya sarana untuk mencari nafkah bagi keluarganya hangus terbakar.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah, BAZNAS Kabupaten Purbalingga bersama Bupati Purbalingga mendatangi langsung rumah Misran. Dalam kesempatan tersebut, bantuan uang tunai senilai Rp3 juta diserahkan untuk membantu meringankan beban sekaligus menjadi modal awal agar Misrandi dapat kembali menjalankan usahanya.
Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang dialami Misran. Menurutnya, pemerintah daerah bersama BAZNAS hadir untuk memberikan dukungan agar masyarakat yang mengalami musibah tidak merasa sendirian.
"Kami turut prihatin atas musibah yang dialami Pak Misran. Semoga beliau diberikan kekuatan dan ketabahan. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Purbalingga bersama BAZNAS agar dapat sedikit meringankan beban yang dirasakan dan membantu beliau kembali bangkit menjalankan usahanya. Kami berharap semangat Pak Misran tidak padam meskipun gerobaknya terbakar," ujar Bupati.
Sementara itu, BAZNAS Kabupaten Purbalingga menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan bantuan kepada masyarakat yang mengalami musibah maupun kesulitan ekonomi. Melalui program kemanusiaan yang dijalankan, BAZNAS berupaya membantu memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat sekaligus memberikan harapan agar para penerima manfaat dapat kembali produktif dan melanjutkan kehidupan mereka dengan lebih baik.
BERITA31/07/2026 | Admin
BAZNAS Purbalingga Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Rumah di Desa Karangcegak
Purbalingga – BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyalurkan bantuan kepada keluarga korban kebakaran rumah, Sukono dan istrinya, Miswati, warga Desa Karangcegak RT 02 RW 01, Kecamatan Kutasari, pada Selasa (28/7/2026). Bantuan berupa uang tunai sebesar Rp3.000.000 dan paket logistik keluarga tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Purbalingga, Fahmi M. Hanif, saat mengunjungi lokasi kejadian.
Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS Kabupaten Purbalingga dalam membantu meringankan beban keluarga yang terdampak musibah sekaligus mendukung proses pemulihan pascakebakaran.
Peristiwa kebakaran terjadi pada Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.45 WIB oleh personel Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Purbalingga bersama warga setempat. Akibat kejadian tersebut, seluruh kerangka atap rumah hangus terbakar dan hampir seluruh harta benda di dalam rumah tidak dapat diselamatkan. Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta, Allhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.
Dalam kunjungannya, Bupati Purbalingga Fahmi M. Hanif turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat yang telah bergotong royong membantu keluarga korban sejak hari pertama musibah terjadi. Menurutnya, kepedulian dan semangat kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat menjadi bukti kuatnya solidaritas sosial dalam menghadapi bencana.
"Semoga berbagai bantuan yang diberikan dapat bermanfaat untuk membantu proses pemulihan sehingga keluarga Pak Sukono dapat kembali memiliki kediaman yang layak," harap Bupati.
Melalui penyaluran bantuan ini, BAZNAS Kabupaten Purbalingga berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi keluarga Sukono serta mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat kepedulian dan gotong royong dalam membantu sesama yang sedang mengalami musibah.
BERITA28/07/2026 | Admin
BAZNAS Purbalingga Gelar Kuliah Amil UPZ, Perkuat Kapasitas Pengelola Zakat yang Profesional dan Akuntabel
BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyelenggarakan Kuliah Amil Unit Pengumpul Zakat (UPZ) selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu, 27–29 Juli 2026, bertempat di Gedung Operation Room Kompleks Pendopo Dipokusumo, Purbalingga. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pengurus UPZ dari unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD), rumah sakit, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), kecamatan, hingga desa se-Kabupaten Purbalingga.
Kuliah Amil diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pengelola zakat agar mampu menjalankan tugas secara profesional, sesuai syariat Islam, regulasi yang berlaku, serta prinsip tata kelola yang transparan dan akuntabel. Melalui kegiatan ini, para pengurus UPZ dibekali pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam menghimpun, mengelola, serta melaporkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara optimal.
Acara dibuka oleh Bupati Purbalingga yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Purbalingga, Drs. Suroto, M.Si. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Purbalingga terus mendorong penguatan kapasitas Unit Pengumpul Zakat (UPZ) agar pengelolaan zakat semakin profesional, transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
Dalam rangkaian pembukaan Kuliah Amil tersebut, BAZNAS Kabupaten Purbalingga juga menyerahkan bantuan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) secara simbolis kepada Ibu Satimi, warga Desa Tidu, Kecamatan Bukateja, senilai Rp12.000.000. Bantuan ini merupakan salah satu bentuk pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun BAZNAS untuk membantu masyarakat kurang mampu memperoleh hunian yang lebih layak, sehat, dan aman.
Menurut Surto, peningkatan kualitas pengurus UPZ menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat tata kelola zakat di daerah. Dengan pengelolaan yang baik, kepercayaan masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS akan semakin meningkat sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas dalam mendukung pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Pengurus UPZ perlu memiliki pemahaman yang baik mengenai syariat zakat, regulasi pengelolaan zakat, serta tata kelola kelembagaan agar mampu menjalankan amanah secara profesional, akuntabel, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Melalui Kuliah Amil ini, kami berharap seluruh peserta dapat meningkatkan kompetensi sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin optimal," ujar Suroto.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, H. Sudijanto, S.Sos., M.Si, menyampaikan bahwa peran UPZ sangat penting sebagai ujung tombak penghimpunan zakat di berbagai instansi dan wilayah. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas pengurus menjadi kebutuhan yang harus dilakukan secara berkelanjutan.
Dalam paparannya, Sudijanto menjelaskan bahwa hingga Juni 2026, BAZNAS Kabupaten Purbalingga telah berhasil menghimpun dana zakat, infak, dan sedekah sebesar Rp3,45 miliar. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp3,14 miliar telah disalurkan kepada masyarakat melalui berbagai program yang mencakup bidang dakwah, kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, serta bantuan sosial seperti rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembangunan jamban keluarga, hingga distribusi air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan.
"Kami berharap melalui Kuliah Amil ini, seluruh pengurus UPZ semakin memahami tugas dan tanggung jawabnya, sehingga penghimpunan dana ZIS dapat terus meningkat. Semakin besar dana yang dihimpun, semakin besar pula manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan," ungkap Sudijanto.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan materi dari para narasumber yang berkompeten, meliputi Fiqih Zakat yang disampaikan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Purbalingga, Regulasi Pengelolaan Zakat oleh Drs. Suroto, M.Si, serta Teknis Pengelolaan Zakat oleh BAZNAS Kabupaten Purbalingga.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Purbalingga berharap seluruh pengurus UPZ memiliki pemahaman yang utuh mengenai aspek syariah, regulasi, hingga teknis operasional pengelolaan zakat. Dengan kompetensi yang semakin baik, UPZ diharapkan mampu meningkatkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah secara optimal, menyusun administrasi dan pelaporan yang tertib, memberikan pelayanan yang prima kepada para muzaki, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat. Pada akhirnya, penguatan kapasitas amil diharapkan dapat memperluas manfaat zakat sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Purbalingga.
BERITA27/07/2026 | Admin
BAZNAS Tanggap Bencana Bantu Evakuasi Jenazah Korban yang Ditemukan di Sungai Kaliori
Purbalingga – BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Purbalingga bersama unsur SAR gabungan melakukan respons cepat dalam proses evakuasi jenazah yang ditemukan di aliran Sungai Kedung Kudi, Desa Kaliori RT 02 RW 08, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga, pada Jumat (24/7/2026) malam.
Korban diketahui bernama Toro, laki-laki, warga Desa Tangkisan RT 02 RW 08, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga. Proses evakuasi dilakukan setelah BTB menerima laporan adanya penemuan jenazah di lokasi sekitar pukul 18.26 WIB.
Menindaklanjuti laporan tersebut, BTB BAZNAS Kabupaten Purbalingga segera berkoordinasi dengan berbagai unsur SAR untuk bergerak menuju lokasi kejadian. Berkat sinergi seluruh tim, jenazah berhasil dievakuasi dari sungai pada pukul 19.10 WIB.
Selanjutnya, jenazah menjalani proses identifikasi oleh Tim INAFIS dan pemeriksaan oleh dokter dari Puskesmas Karanganyar. Setelah seluruh prosedur selesai pada pukul 20.45 WIB, jenazah kemudian diberangkatkan menuju rumah duka di Desa Tangkisan, Kecamatan Mrebet, untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Proses penanganan berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur, di antaranya BAZNAS Kabupaten Purbalingga, BPBD Kabupaten Purbalingga, Pramuka Peduli Purbalingga, SAR Purbalingga, RAPI, TNI, POLRI, pemerintah desa setempat, serta masyarakat sekitar. Personel BTB yang bertugas dalam kegiatan tersebut adalah Bayu Krisna.
Kolaborasi lintas instansi dalam penanganan kejadian ini menjadi wujud komitmen bersama untuk memberikan respons yang cepat, terkoordinasi, dan profesional dalam setiap kondisi darurat, sekaligus memastikan proses evakuasi hingga penyerahan jenazah kepada keluarga dapat berlangsung dengan aman dan lancar.
BERITA24/07/2026 | Admin
BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Purbalingga Bentuk Kampung Tanggap Bencana di Desa Sangkanayu
Purbalingga – BAZNAS RI berkolaborasi dengan BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyelenggarakan kegiatan Kampung Tanggap Bencana (Katana) di Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, pada 21–23 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana melalui edukasi, pelatihan, dan simulasi kebencanaan.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purbalingga, Revon Hapridiat, S.Sos., yang mengajak seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan saat menghadapi situasi darurat di lingkungan masing-masing.
Selama tiga hari pelaksanaan, warga Desa Sangkanayu mendapatkan berbagai materi mengenai kesiapsiagaan bencana yang disampaikan oleh narasumber dari BPBD Kabupaten Purbalingga, Palang Merah Indonesia (PMI), dan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Materi yang diberikan meliputi pertolongan pertama pada korban bencana, manajemen kebencanaan, serta pengetahuan mengenai langkah-langkah mitigasi dan penanganan saat terjadi bencana.
Sebagai penutup kegiatan, seluruh peserta mengikuti simulasi penanganan bencana banjir. Dalam simulasi tersebut, warga mempraktikkan prosedur evakuasi, koordinasi antarrelawan, penanganan korban, hingga langkah-langkah penyelamatan sesuai dengan materi yang telah dipelajari selama pelatihan.
Program Kampung Tanggap Bencana (Katana) bertujuan membentuk masyarakat yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat peran masyarakat sebagai garda terdepan dalam upaya mitigasi, mengurangi risiko bencana, serta mempercepat penanganan ketika terjadi keadaan darurat di tingkat desa.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purbalingga, Revon Hapridiat, S.Sos., menyampaikan bahwa kesiapsiagaan merupakan kunci utama dalam mengurangi dampak bencana.
"Bencana tidak dapat diprediksi kapan terjadi, namun risikonya dapat diminimalkan melalui kesiapsiagaan. Melalui kegiatan Kampung Tanggap Bencana ini, kami berharap masyarakat Desa Sangkanayu memiliki kemampuan untuk mengenali potensi ancaman, melakukan evakuasi secara tepat, serta mampu memberikan pertolongan pertama sebelum bantuan datang."
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, H. Sudijanto, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa BAZNAS tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan pascabencana, tetapi juga mendorong penguatan kapasitas masyarakat melalui program mitigasi.
"BAZNAS berkomitmen untuk hadir dalam setiap tahapan penanggulangan bencana, mulai dari mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan. Melalui kolaborasi dengan BAZNAS RI, BPBD, PMI, dan berbagai pihak lainnya, kami berharap Desa Sangkanayu menjadi contoh desa yang tangguh, siap menghadapi bencana, serta mampu melindungi masyarakatnya melalui budaya gotong royong dan kepedulian bersama."
Melalui penyelenggaraan Kampung Tanggap Bencana ini, diharapkan masyarakat Desa Sangkanayu semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana, sehingga risiko korban jiwa maupun kerugian dapat diminimalkan melalui kesiapsiagaan, koordinasi, dan respons yang cepat serta tepat.
BERITA23/07/2026 | Admin
BAZNAS Purbalingga Berkolaborasi Fasilitasi Kepulangan Warga Terlantar dari Situbondo
Purbalingga – BAZNAS Kabupaten Purbalingga berkolaborasi dengan DINSOSPERMASDESP3A Kabupaten Purbalingga dan DINKESPPKB Kabupaten Purbalingga memfasilitasi kepulangan Riki Arif Wijaya (47), warga Desa Bojanegara, Kecamatan Padamara, yang terlantar di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, akibat menderita stroke.
Riki diketahui berangkat ke Situbondo dengan tujuan mencari pekerjaan. Namun, sesampainya di terminal, ia tiba-tiba jatuh sakit dan mengalami stroke. Kondisi tersebut membuatnya tidak mampu beraktivitas dan hanya terbaring di tempat tidur. Tanpa keluarga maupun kerabat yang dapat membantu di Situbondo, Riki akhirnya terlantar. Keterbatasan ekonomi yang dimilikinya juga membuat ia tidak mampu membiayai perjalanan pulang ke kampung halamannya.
Mengetahui kondisi tersebut, berbagai pihak bergerak cepat melakukan koordinasi untuk memberikan solusi. Proses penanganan dilakukan melalui kolaborasi antara Dinas Sosial Kabupaten Situbondo, Dinas Sosial Kota Surabaya, dan Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah. Setelah seluruh proses administrasi dan koordinasi selesai, kepulangan Riki ke Kabupaten Purbalingga akhirnya dapat direalisasikan.
Setibanya di Purbalingga, BAZNAS Kabupaten Purbalingga bersama DINSOSPERMASDESP3A dan DINKESPPKB Kabupaten Purbalingga turut mendampingi proses penjemputan serta memastikan Riki dapat kembali ke keluarganya dengan aman. Sinergi antarlembaga ini menjadi wujud kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya warga Purbalingga yang mengalami kondisi darurat di luar daerah.
Kolaborasi lintas daerah dan lintas instansi tersebut diharapkan menjadi contoh bahwa kepedulian dan kerja sama yang baik mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan. BAZNAS Kabupaten Purbalingga berkomitmen untuk terus bersinergi dengan berbagai pihak dalam memberikan pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA22/07/2026 | Admin
BAZNAS Purbalingga Salurkan Bantuan Rp138,57 Juta dan Raih Penghargaan pada Soft Launching Program Purbalingga Gotong Royong
Purbalingga – BAZNAS Kabupaten Purbalingga turut berpartisipasi dalam Soft Launching Program Purbalingga Gotong Royong yang dirangkaikan dengan peluncuran Sistem Informasi Pelaporan Intervensi Penanggulangan Kemiskinan Terpadu (SIPINTER), di OR Graha Adiguna Kompleks Pendopo Dipokusumo, Kabupaten Purbalingga, Selasa (21/7/2026). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Purbalingga tersebut menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya percepatan penanggulangan kemiskinan berbasis data.
Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyalurkan bantuan senilai Rp138.572.000 sebagai bentuk komitmen mendukung program pengentasan kemiskinan di Kabupaten Purbalingga. Bantuan tersebut meliputi bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebesar Rp80.000.000, stimulan pembangunan jamban sebesar Rp12.000.000, sumur air bersih sebesar Rp25.000.000, kursi roda sebesar Rp6.000.000, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) susu sebesar Rp1.922.000, kaki palsu sebesar Rp3.500.000, bantuan pendidikan sebesar Rp6.150.000, serta modal usaha sebesar Rp4.000.000.
Selain menyalurkan bantuan, BAZNAS Kabupaten Purbalingga juga menerima penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Purbalingga sebagai lembaga yang telah berkontribusi aktif melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas komitmen BAZNAS dalam mendukung berbagai program kesejahteraan masyarakat melalui pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Purbalingga, Suroto, menyampaikan bahwa peluncuran Program Purbalingga Gotong Royong merupakan langkah awal untuk menyinergikan potensi serta sumber daya dari berbagai pihak agar penanganan kemiskinan tidak berjalan secara parsial.
"Soft launching ini adalah langkah awal menyinergikan potensi dan sumber daya pemerintah, dunia usaha melalui CSR, serta masyarakat untuk bergotong royong menangani kemiskinan secara bersama-sama," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Purbalingga, Herni Sulasti, menegaskan bahwa penanggulangan kemiskinan memerlukan pendekatan yang lebih terintegrasi dan berorientasi pada hasil. Menurutnya, keterbatasan ruang fiskal pemerintah daerah menjadikan kolaborasi sebagai kebutuhan strategis. Melalui Program Purbalingga Gotong Royong, pemerintah menghubungkan peran pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi keagamaan, BAZNAS, PMI, media, komunitas, hingga masyarakat dalam satu gerakan bersama untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Purbalingga.
Melalui partisipasi aktif dalam Program Purbalingga Gotong Royong, BAZNAS Kabupaten Purbalingga menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Purbalingga dan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadirkan program-program yang tepat sasaran, sehingga manfaat zakat dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan.
BERITA21/07/2026 | Admin
BAZNAS Purbalingga, Koramil Bobotsari, dan Pemdes Bobotsari Wujudkan Rumah Layak Huni untuk Novi Fitriani
Purbalingga – Senyum haru akhirnya menghiasi wajah Novi Fitriani (20), warga Desa Bobotsari, Kecamatan Bobotsari, setelah rumah yang selama ini menjadi tempat tinggalnya selesai direhabilitasi melalui program Rumah Layak Huni BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Berkolaborasi dengan Koramil Bobotsari dan Pemerintah Desa Bobotsari, rumah yang sebelumnya nyaris tidak layak huni kini berubah menjadi tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan nyaman. Peresmian rumah dilaksanakan pada Jumat (17/7/2026).
Novi merupakan seorang buruh pabrik triplek yang hidup seorang diri di rumah peninggalan kedua orang tuanya yang telah meninggal dunia. Meski memiliki kakak-kakak yang telah berkeluarga, ia memilih tinggal sendiri agar tidak membebani keluarganya. Dengan penghasilan yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Novi tidak pernah memiliki kesempatan untuk memperbaiki rumah yang kondisinya semakin memprihatinkan.
Rumah yang ditempatinya berdinding papan kayu dengan lantai tanah. Di dalamnya tidak terdapat dipan maupun kasur yang layak untuk beristirahat. Bahkan, rumah tersebut belum memiliki dapur dan kamar mandi yang memadai, sehingga aktivitas sehari-hari harus dijalani dengan segala keterbatasan.
Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Kabupaten Purbalingga memberikan bantuan senilai Rp12 juta melalui program Rumah Layak Huni. Pembangunan dilakukan secara gotong royong bersama Koramil Bobotsari, Pemerintah Desa Bobotsari, serta masyarakat sekitar sehingga proses renovasi dapat berjalan dengan lancar.
Kini rumah Novi telah berubah. Lantai tanah berganti menjadi lantai yang kokoh, tersedia dapur sederhana untuk memasak, serta kamar mandi yang bersih dan nyaman digunakan. Perubahan itu tidak hanya menghadirkan tempat tinggal yang layak, tetapi juga memberikan harapan baru bagi Novi untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik.
Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, H. Sudijanto, mengatakan bahwa zakat yang dititipkan masyarakat harus mampu memberikan manfaat nyata bagi para mustahik.
"Alhamdulillah, hari ini kita bersama-sama menyaksikan hasil dari amanah para muzaki yang telah mempercayakan zakatnya kepada BAZNAS. Bantuan ini bukan sekadar membangun rumah, tetapi juga membangun harapan dan menghadirkan kehidupan yang lebih layak bagi saudari Novi. Kami mengucapkan terima kasih kepada Koramil Bobotsari, Pemerintah Desa Bobotsari, serta seluruh masyarakat yang telah bergotong royong sehingga rumah ini dapat berdiri dengan baik. Semoga sinergi ini terus memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan."
Sementara itu, Danramil Bobotsari, Kapt. Inf. Mohamad Iskandar, menyampaikan bahwa semangat gotong royong menjadi kunci keberhasilan dalam membantu masyarakat.
"TNI selalu siap hadir bersama masyarakat. Program seperti ini menunjukkan bahwa ketika pemerintah, BAZNAS, TNI, dan warga bersatu, maka persoalan sosial dapat diselesaikan bersama. Kami berharap rumah yang telah direnovasi ini menjadi tempat tinggal yang nyaman serta memberikan semangat baru bagi Novi untuk terus bekerja dan meraih masa depan yang lebih baik."
Suasana peresmian berlangsung penuh haru. Novi beberapa kali mengusap air matanya ketika melihat rumah yang selama ini hanya bisa ia impikan akhirnya berdiri dengan kondisi yang jauh lebih layak.
Dengan suara bergetar, ia mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantunya.
"Saya benar-benar bersyukur. Terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Koramil Bobotsari, Pemerintah Desa Bobotsari, dan semua yang sudah membantu saya. Semoga Allah membalas semua kebaikan Bapak dan Ibu."
Program Rumah Layak Huni ini menjadi bukti nyata bahwa zakat mampu mengubah kehidupan masyarakat yang membutuhkan. Dana zakat yang dihimpun oleh BAZNAS tidak hanya disalurkan sebagai bantuan sesaat, tetapi diwujudkan dalam program-program yang memberikan manfaat jangka panjang dan meningkatkan kualitas hidup para mustahik.
BERITA17/07/2026 | Admin
MANTAB 2026 Berakhir, Puluhan Siswa MI Maarif NU 01 Maribaya Praktik Langsung Simulasi Penanggulangan Bencana
Memasuki hari terakhir pelaksanaan Madrasah Tanggap Bencana (MANTAB) pada Rabu (15/7/2026), seluruh peserta mengikuti simulasi penanggulangan bencana yang dipandu langsung oleh tim dari BPBD Kabupaten Purbalingga. Simulasi ini menjadi puncak rangkaian kegiatan setelah para siswa memperoleh berbagai materi mengenai mitigasi dan kesiapsiagaan bencana selama dua hari sebelumnya.
Dalam simulasi tersebut, para siswa mempraktikkan langkah-langkah penyelamatan diri saat terjadi bencana sesuai prosedur yang telah dipelajari. Kegiatan diawali dengan penyampaian skenario bencana, dilanjutkan dengan bunyi tanda peringatan sebagai isyarat dimulainya evakuasi. Dengan tertib dan didampingi para guru serta fasilitator, siswa bergerak menuju titik kumpul melalui jalur evakuasi yang telah ditentukan. Seluruh rangkaian simulasi dilaksanakan secara sistematis agar peserta memahami tindakan yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat.
Selain melatih kecepatan dan ketepatan dalam proses evakuasi, simulasi ini juga bertujuan membangun sikap tenang, disiplin, serta kemampuan bekerja sama saat menghadapi bencana. Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap arahan dari instruktur dan aktif mempraktikkan teknik penyelamatan diri yang benar. Melalui pengalaman belajar secara langsung, siswa diharapkan lebih mudah memahami materi kebencanaan dibandingkan hanya melalui penyampaian teori di dalam kelas.
Tim BPBD Kabupaten Purbalingga juga memberikan evaluasi terhadap pelaksanaan simulasi serta mengingatkan pentingnya mengenali potensi risiko bencana di lingkungan sekitar. Para siswa diajak untuk selalu waspada, memahami jalur evakuasi di sekolah maupun di rumah, serta membiasakan diri menerapkan budaya aman dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala MI Ma'arif NU 01 Maribaya menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Purbalingga, dan BPBD Kabupaten Purbalingga atas terselenggaranya program MANTAB. Menurutnya, kegiatan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi para siswa karena tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter tangguh, disiplin, dan peduli terhadap keselamatan diri maupun orang lain.
Berakhirnya kegiatan Madrasah Tanggap Bencana (MANTAB) di MI Ma'arif NU 01 Maribaya menjadi langkah nyata dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan sekolah. Melalui kolaborasi antara BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Purbalingga, dan BPBD Kabupaten Purbalingga, diharapkan para siswa mampu menjadi generasi yang lebih siap, tanggap, dan memiliki kepedulian terhadap upaya pengurangan risiko bencana, sehingga dapat mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.
BERITA16/07/2026 | Admin
Bersama BAZNAS ada Setitik Harapan untuk Mbah Minem
Di sudut sederhana Desa Gemuruh, Padamara, berdiri sebuah gubuk rapuh yang nyaris roboh dimakan usia. Dindingnya lapuk, atapnya bocor, dan lantainya jauh dari kata nyaman. Di tempat itulah Mbah Sarminem (60), yang akrab disapa Mbah Minem, menjalani hari-harinya seorang diri tanpa pendamping hidup maupun anak yang tinggal bersamanya.
Usia senja yang seharusnya diisi dengan ketenangan justru menjadi masa yang penuh ujian bagi Mbah Minem. Selain harus bertahan hidup dalam keterbatasan, ia juga berjuang melawan penyakit kanker hidung yang dideritanya. Kondisinya semakin berat karena selama ini ia tidak memiliki jaminan kesehatan apa pun. Keterbatasan pengetahuan dan tidak pernah mengurus administrasi kependudukan membuatnya tidak terdaftar dalam program perlindungan kesehatan yang seharusnya dapat membantunya.
Saat harus menjalani perawatan di rumah sakit, Mbah Minem dihadapkan pada kenyataan yang tidak mudah. Tagihan biaya pengobatan yang mencapai lebih dari Rp7 juta menjadi beban yang mustahil ia tanggung seorang diri. Bagi seseorang yang bahkan tidak memiliki penghasilan tetap, angka tersebut terasa seperti tembok tinggi yang sulit dilalui.
Namun di tengah kesulitan itu, kepedulian hadir membawa harapan. Melalui kolaborasi antara BAZNAS, Pemerintah Desa, dan pihak rumah sakit tempat Mbah Minem dirawat, biaya pengobatan tersebut akhirnya dapat diselesaikan. Langkah kecil yang menjadi penyelamat besar bagi seorang lansia yang sedang berjuang mempertahankan hidupnya.
Perjuangan Mbah Minem ternyata tidak berhenti pada persoalan kesehatan. Tempat tinggal yang selama ini ia huni pun sangat memprihatinkan dan jauh dari standar kelayakan. Gubuk reyot yang menjadi tempat berlindung dari panas dan hujan sudah tidak lagi mampu memberikan rasa aman. Lebih memilukan lagi, Mbah Minem tidak memiliki tanah maupun harta benda. Selama ini ia hanya menumpang tinggal di sebidang tanah milik saudaranya.
Melihat kondisi tersebut, BAZNAS turut memberikan bantuan rehabilitasi rumah agar Mbah Minem dapat memiliki tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan nyaman untuk menjalani masa tuanya. Bagi sebagian orang, rumah mungkin hanya sebuah bangunan. Namun bagi Mbah Minem, rumah yang layak adalah harapan baru, tempat beristirahat dengan tenang setelah melewati begitu banyak ujian hidup.
Kisah Mbah Minem mengingatkan kita bahwa masih banyak saudara-saudara kita yang hidup dalam keterbatasan dan membutuhkan uluran tangan. Kehadiran zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar bantuan materi, melainkan juga wujud kasih sayang dan kepedulian yang mampu mengembalikan harapan bagi mereka yang hampir kehilangan harapan.
Di balik senyum sederhana Mbah Minem hari ini, tersimpan doa-doa tulus yang mungkin tidak terdengar oleh manusia, tetapi sangat berharga di hadapan Allah SWT. Semoga setiap kebaikan yang diberikan kepada mereka yang membutuhkan menjadi jalan keberkahan bagi seluruh pihak yang telah peduli dan membantu.
BERITA14/07/2026 | Admin
BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Purbalingga Gelar Madrasah Tanggap Bencana di MI Maarif NU 01 Maribaya
Purbalingga – BAZNAS RI berkolaborasi dengan BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyelenggarakan kegiatan Madrasah Tanggap Bencana (MANTAB) di MI Ma'arif NU 01 Maribaya, Desa Maribaya, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, pada Senin (13/7/2026). Program ini diikuti oleh 48 siswa dari kelas IV hingga kelas VI dan akan berlangsung selama tiga hari, hingga Rabu (15/7/2026).
Kegiatan MANTAB merupakan program edukasi kebencanaan yang bertujuan membangun budaya sadar bencana di lingkungan madrasah. Melalui kegiatan ini, para siswa dibekali pengetahuan mengenai berbagai potensi bencana, langkah-langkah mitigasi, cara menyelamatkan diri saat terjadi bencana, serta pentingnya membangun kesiapsiagaan sejak usia dini.
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Sekretaris Badan Penanggulanagan Bencana, Aris Mulyanto. Dalam sambutannya, Aris menyampaikan bahwa pendidikan kebencanaan perlu ditanamkan sejak dini agar anak-anak memiliki pengetahuan, keterampilan, dan keberanian dalam menghadapi situasi darurat.
"Anak-anak merupakan kelompok yang rentan ketika terjadi bencana. Oleh karena itu, pendidikan kebencanaan harus diberikan sejak usia sekolah agar mereka memahami langkah penyelamatan diri, mampu mengenali potensi bahaya di lingkungan sekitar, serta dapat menjadi agen penyebar informasi kesiapsiagaan bagi keluarga dan masyarakat," ujarnya.
Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Sudijanto, mengatakan bahwa program Madrasah Tanggap Bencana merupakan wujud komitmen BAZNAS dalam mendukung terciptanya satuan pendidikan yang aman dan tangguh terhadap bencana.
"BAZNAS tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan saat bencana terjadi, tetapi juga mendorong upaya pengurangan risiko melalui edukasi dan peningkatan kapasitas masyarakat. Kami berharap para siswa memiliki bekal pengetahuan yang cukup sehingga mampu melindungi diri sendiri maupun membantu orang lain ketika menghadapi kondisi darurat," tutur Sudijanto.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai materi dan praktik yang dikemas secara interaktif, mulai dari pengenalan jenis-jenis bencana, simulasi evakuasi, penyusunan jalur evakuasi, pembentukan budaya aman di lingkungan sekolah, hingga latihan tanggap darurat bersama para fasilitator.
Melalui program Madrasah Tanggap Bencana (MANTAB), BAZNAS RI bersama BAZNAS Kabupaten Purbalingga berharap dapat meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan kesiapsiagaan warga sekolah terhadap potensi bencana. Dengan demikian, madrasah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi lingkungan pendidikan yang aman, tangguh, dan mampu meminimalkan risiko bencana bagi seluruh warga sekolah.
BERITA13/07/2026 | Admin
Kursi Roda untuk Mbah Wayem, Wujud Kepedulian Zakat Membantu Lansia Tetap Beraktivitas
Purbalingga – Zakat yang ditunaikan melalui BAZNAS Kabupaten Purbalingga terus diwujudkan menjadi program-program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Salah satunya melalui bantuan alat bantu jalan berupa kursi roda bagi lansia dan warga kurang mampu yang mengalami keterbatasan mobilitas. Program ini menjadi bentuk kepedulian terhadap kelompok rentan agar tetap dapat beraktivitas dengan lebih mudah, aman, dan mandiri dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Salah satu penerima manfaat adalah Mbah Wayem (75), warga Desa Karangnangka, Kecamatan Bukateja. Di usia senjanya, Mbah Wayem mengalami kesulitan untuk berjalan dan beraktivitas sehingga mobilitas sehari-hari menjadi sangat terbatas.
Melalui usulan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa Karangnangka, BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyalurkan bantuan satu unit kursi roda kepada Mbah Wayem. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung pada Jumat (10/7/2026) di kediaman Mbah Wayem oleh UPZ Desa Karangnangka, didampingi Kepala Desa Karangnangka bersama perwakilan BAZNAS Kabupaten Purbalingga.
Bantuan kursi roda ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi Mbah Wayem dalam melakukan aktivitas sehari-hari, mengurangi ketergantungan kepada orang lain, serta meningkatkan kualitas hidup di masa lanjut usia. Kehadiran alat bantu mobilitas juga menjadi bentuk kepedulian terhadap lansia agar tetap dapat menjalani aktivitas dengan lebih layak dan bermartabat.
Program bantuan alat bantu jalan merupakan salah satu bentuk pendayagunaan zakat yang disalurkan BAZNAS Kabupaten Purbalingga kepada masyarakat yang termasuk dalam golongan penerima zakat (mustahik). Melalui pengelolaan zakat yang amanah, profesional, dan tepat sasaran, dana zakat dapat menghadirkan manfaat nyata bagi mereka yang membutuhkan, mulai dari bantuan kesehatan, pendidikan, kemanusiaan, hingga pemberdayaan ekonomi.
BAZNAS Kabupaten Purbalingga mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi agar pengelolaannya lebih optimal, transparan, dan memiliki dampak yang lebih luas. Zakat yang disalurkan melalui BAZNAS tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga menjadi ikhtiar bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi beban kaum dhuafa, serta menghadirkan keberkahan bagi muzaki dan penerima manfaat.
Semakin banyak zakat yang ditunaikan melalui BAZNAS, semakin banyak pula masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya, sehingga semangat gotong royong dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di Kabupaten Purbalingga.
BERITA10/07/2026 | Admin
BAZNAS Purbalingga dan MWCNU Bukateja Tingkatkan Kapasitas Pelaku UMKM Kuliner Melalui Pelatihan Bidang Boga
Purbalingga – BAZNAS Kabupaten Purbalingga berkolaborasi dengan MWCNU Bukateja menyelenggarakan pelatihan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bidang boga selama dua hari, Sabtu–Ahad, 4–5 Juli 2026, di Gedung Workshop MWCNU Bukateja. Kegiatan ini diikuti oleh para pegiat kuliner dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Bukateja sebagai upaya meningkatkan keterampilan sekaligus mendorong tumbuhnya usaha kuliner yang lebih produktif dan berdaya saing.
Selama pelatihan, peserta memperoleh materi praktik pembuatan berbagai produk olahan yang memiliki nilai jual, meliputi roti manis, kroket kentang, dan pie buah. Materi disusun agar mudah diterapkan oleh peserta, baik yang telah memiliki usaha maupun yang baru akan merintis usaha di bidang kuliner.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pelaku UMKM, memperluas peluang usaha, menambah variasi produk yang dipasarkan, serta mendorong lahirnya wirausaha mandiri yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kabupaten Purbalingga dalam memberdayakan masyarakat melalui program ekonomi produktif, sehingga zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga menjadi sarana menciptakan kemandirian ekonomi mustahik dan masyarakat.
Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Sudijanto, mengatakan bahwa penguatan kapasitas pelaku usaha merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Kami berharap pelatihan ini tidak berhenti pada proses belajar saja, tetapi mampu melahirkan produk-produk kuliner yang berkualitas dan memiliki daya saing di pasar. BAZNAS ingin zakat dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan melalui pemberdayaan ekonomi sehingga masyarakat semakin mandiri dan usahanya terus berkembang," ujar Sudijanto.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi UKM Kabupaten Purbalingga yang diwakili oleh Kepala Bidang Usaha Mikro, Wasis Pambudi, mengapresiasi sinergi antara BAZNAS Kabupaten Purbalingga dan MWCNU Bukateja dalam mendukung pengembangan UMKM.
"Pelatihan seperti ini sangat penting karena pelaku UMKM tidak hanya membutuhkan modal, tetapi juga peningkatan keterampilan, inovasi produk, dan semangat untuk terus berkembang. Kami berharap peserta mampu mengembangkan ilmu yang diperoleh menjadi usaha yang berkelanjutan dan mampu menciptakan peluang ekonomi di lingkungannya," ungkap Wasis.
Melalui kolaborasi ini, BAZNAS Kabupaten Purbalingga bersama MWCNU Bukateja berharap semakin banyak pelaku UMKM yang memiliki keterampilan, inovasi, dan kepercayaan diri untuk mengembangkan usahanya. Dengan demikian, sektor usaha mikro di Kabupaten Purbalingga dapat terus tumbuh, membuka lapangan pekerjaan, serta memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
BERITA06/07/2026 | Admin
Harapan dan Kepedulian untuk Elvan, Pejuang Kecil dari Kutasari
Di usia yang seharusnya dipenuhi dengan keceriaan dan bermain bersama teman-teman, Elvan (8) harus menjalani perjuangan besar melawan penyakit Leukimia yang dideritanya sejak tahun 2025. Anak asal Karanglewas, Kecamatan Kutasari ini tetap berusaha kuat menjalani berbagai pengobatan, didampingi sang ibu tercinta, Ari Yuniah.
Di tengah perjuangan merawat buah hati, Ari Yuniah tetap berusaha memenuhi kebutuhan keluarga dengan berjualan es dari rumah. Dengan penghasilan sekitar Rp15–20 ribu per hari, ia tetap bertahan sembari fokus menjaga Elvan agar bisa menjalani pengobatan dengan baik.
Dalam perjalanan pengobatannya, Elvan menjadi salah satu penerima manfaat layanan ambulan gratis BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Setiap kali harus menjalani kemoterapi ke rumah sakit di Purwokerto, layanan tersebut menjadi salah satu ikhtiar yang membantu Elvan dan keluarganya agar tetap bisa mendapatkan perawatan.
Sebagai bentuk kepedulian dan dukungan, BAZNAS Kabupaten Purbalingga bersama TP PKK Kabupaten Purbalingga hadir memberikan perhatian untuk Elvan dan keluarga, Kamis (25/6). BAZNAS menyalurkan bantuan uang tunai sebesar Rp1 juta serta paket logistik keluarga untuk membantu meringankan kebutuhan sehari-hari.
Tidak hanya itu, TP PKK Kabupaten Purbalingga juga menyerahkan bantuan uang tunai, paket sembako, serta satu unit sepeda dari Bupati Purbalingga, Fahmi M. Hanif. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Purbalingga, Syahzani Fahmi M. Hanif.
Kehadiran bantuan ini menjadi bukti bahwa kepedulian dan kepedulian bersama mampu menghadirkan harapan bagi mereka yang sedang berjuang. Semoga Elvan diberikan kekuatan, kesembuhan, dan keluarga diberikan ketabahan dalam melewati setiap prosesnya.
Melalui zakat, infak, dan sedekah yang dikelola dengan amanah, BAZNAS Kabupaten Purbalingga terus berupaya menghadirkan manfaat dan menemani perjuangan masyarakat yang membutuhkan.
BERITA25/06/2026 | Admin

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Purbalingga.
Lihat Daftar Rekening →