WhatsApp Icon
BAZNAS Purbalingga Salurkan Zakat Produktif Rp54,4 Juta kepada 71 Penerima Manfaat

PURBALINGGA – BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyalurkan zakat kepada masyarakat yang membutuhkan. Sebanyak Rp54.400.000 bantuan untuk usaha atau zakat produktif disalurkan kepada 71 penerima manfaat yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Purbalingga.

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya BAZNAS dalam mendorong masyarakat agar lebih mandiri secara ekonomi. Melalui zakat produktif, penerima manfaat diharapkan dapat mengembangkan usaha yang dijalankan sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan memenuhi kebutuhan keluarga.

Penyaluran bantuan diserahkan oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Purbalingga, Junus Wahiddiyantoro, S.IP, didampingi Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga H. Sudijanto, S.Sos., M.Si., unsur pimpinan BAZNAS, serta tamu undangan.

Dalam sambutannya, Kabag Kesra Setda Purbalingga Yunus Wahidiantoro menyampaikan apresiasi atas peran BAZNAS dalam menghimpun dan menyalurkan zakat kepada masyarakat. Bantuan zakat produktif diharapkan tidak hanya memberikan manfaat untuk kebutuhan saat ini, tetapi juga menjadi dorongan bagi penerima manfaat untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga H. Sudijanto, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa zakat yang dihimpun dari para muzaki terus diupayakan agar memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat. Salah satunya melalui program zakat produktif yang diarahkan untuk membantu penerima manfaat agar lebih berdaya dan mandiri.

“Zakat bukan hanya tentang membantu memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga bagaimana bantuan tersebut dapat menjadi jalan bagi penerima manfaat untuk bangkit dan menjadi lebih mandiri,” ujar H. Sudijanto.

Selain zakat produktif, pada kesempatan tersebut BAZNAS Kabupaten Purbalingga juga menyerahkan satu unit kursi roda kepada warga Penambongan. Bantuan ini diharapkan dapat membantu penerima dalam menjalankan aktivitas sehari-hari serta memberikan kemudahan dalam mobilitas.

Salah satu penerima manfaat, Tumiati, warga Babakan, Kecamatan Kalimanah, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diterimanya. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti dan menjadi tambahan semangat untuk terus berusaha memenuhi kebutuhan keluarga.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS serta para muzaki yang telah memberikan bantuan. Semoga bantuan ini membawa manfaat dan menjadi berkah bagi semua yang telah membantu,” ungkap Tumiati.

Penyaluran ini menjadi salah satu wujud nyata pengelolaan zakat yang amanah dan tepat sasaran. BAZNAS Kabupaten Purbalingga berkomitmen untuk terus menghadirkan manfaat zakat bagi masyarakat, sekaligus menguatkan kemandirian para mustahik menuju kehidupan yang lebih baik.

 

06/10/2026 | Kontributor: Admin
Zakat untuk Pendidikan, Menjaga Asa Anak Negeri Tetap Menyala

PURBALINGGA – Pendidikan merupakan salah satu jalan penting untuk membuka masa depan. Namun, bagi sebagian keluarga, keterbatasan ekonomi dapat menjadi tantangan yang membuat kebutuhan pendidikan terasa semakin berat. Di tengah kondisi tersebut, BAZNAS Kabupaten Purbalingga hadir untuk membantu meringankan beban pendidikan para siswa dari keluarga yang membutuhkan.

Melalui dana zakat yang dihimpun dari para muzaki, BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyalurkan bantuan pendidikan kepada penerima manfaat mulai dari tingkat pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. Bantuan diberikan sebagai bentuk kepedulian agar keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk terus belajar dan meraih cita-cita.

Salah satunya dirasakan oleh Afit Noviandi, siswa SMK YPT 1 Purbalingga, yang mendapatkan bantuan pendidikan. Bantuan serupa juga diberikan kepada Zain Hibatullah, siswa SMAN 1 Purbalingga, serta Jamiatin Nisa, siswi SMA 1 Muhammadiyah Purbalingga, dan masih banyak pelajar lainnya yang membutuhkan dukungan dalam melanjutkan pendidikan.

Bagi BAZNAS, bantuan pendidikan bukan sekadar memberikan sejumlah dana. Lebih dari itu, bantuan tersebut merupakan ikhtiar untuk menjaga semangat belajar, meringankan beban keluarga, dan membuka kesempatan bagi anak-anak untuk tetap melanjutkan pendidikan di tengah keterbatasan ekonomi.

Peran tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS dalam mengelola dan menyalurkan zakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat. Zakat yang ditunaikan para muzaki tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga dapat menjadi investasi kebaikan melalui pendidikan generasi penerus.

Ketika zakat membantu seorang anak tetap bersekolah, ada cita-cita yang terus dijaga. Ketika ilmu terus dipelajari dan kelak diamalkan untuk kebaikan, insyaallah manfaatnya akan terus mengalir.

Dari zakat para muzaki, tumbuh harapan. Dari pendidikan, lahir masa depan. Semoga setiap rupiah yang ditunaikan melalui BAZNAS menjadi keberkahan bagi muzaki dan manfaat yang terus mengalir bagi para penerima.

 

26/09/2026 | Kontributor: Admin
Setetes Air, Sejuta Manfaat: BAZNAS Bantu Kebutuhan Air Bersih Ponpes Minhajut Thullab

KARANGANYAR – Musim kemarau yang semakin meluas di Kabupaten Purbalingga membawa dampak nyata bagi masyarakat. Salah satunya adalah semakin sulitnya mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut juga dirasakan oleh keluarga besar Pondok Pesantren Minhajut Thullab – Kaliputat, Desa Karanganyar, Kecamatan Karanganyar.

Keterbatasan air bersih mulai mengganggu aktivitas para santri, terutama untuk kebutuhan sehari-hari, kebersihan, dan kegiatan ibadah. Di tengah kondisi tersebut, BAZNAS Kabupaten Purbalingga hadir dengan menyalurkan bantuan toren air pada Kamis (24/9/2026).

Bantuan toren air ini diberikan untuk membantu pondok pesantren dalam menampung dan menyediakan cadangan air bersih, sehingga kebutuhan para santri dan pengelola pesantren dapat tetap terpenuhi meskipun ketersediaan air semakin terbatas. Dengan adanya tempat penyimpanan air yang memadai, diharapkan aktivitas belajar, ibadah, dan kehidupan sehari-hari para santri dapat berjalan dengan lebih nyaman.

Bantuan ini juga menjadi pengingat bahwa zakat yang ditunaikan para muzaki melalui BAZNAS tidak berhenti sebagai sebuah kewajiban, tetapi dapat tumbuh menjadi manfaat yang terus dirasakan oleh sesama. Ketika zakat digunakan untuk membantu menyediakan kebutuhan air bagi para santri, setiap tetes air yang digunakan untuk berwudu, membersihkan diri, belajar, dan menjalani aktivitas sehari-hari menjadi bagian dari kebaikan yang insyaallah terus mengalir.

Dari zakat para muzaki, lahir manfaat yang nyata. Dari setiap tetes air yang mengalir, semoga mengalir pula pahala dan keberkahan sebagai amal jariyah bagi mereka yang telah menunaikannya.

BAZNAS Kabupaten Purbalingga terus berkomitmen menyalurkan amanah zakat, infak, dan sedekah agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan, termasuk mereka yang sedang menghadapi kesulitan akibat kekeringan.

24/09/2026 | Kontributor: Admin
KUA Padamara, SMAN 1 Padamara berkolaborasi dengan BAZNAS Gelar Salat Istiska, Ikhtiar Bersama Hadapi Kekeringan

PADAMARA – Menyikapi dampak kekeringan yang semakin meluas di Kabupaten Purbalingga, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Padamara berkolaborasi dengan SMAN 1 Padamara dan BAZNAS Kabupaten Purbalingga menggelar Salat Istiska di Lapangan SMAN 1 Padamara, Rabu (16/9/2026).

Salat Istiska diikuti oleh para guru dan siswa SMAN 1 Padamara, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Padamara, Dinas Pendidikan, tokoh masyarakat, serta organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam. Kegiatan tersebut menjadi momentum bersama untuk bermunajat kepada Allah SWT sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan.

Bertindak sebagai imam, KH. Roghib Abdurrahman, Ketua MUI Kabupaten Purbalingga. Sementara khutbah disampaikan oleh H. Sukarman, S.Ag., Waka IV BAZNAS Kabupaten Purbalingga.

Dalam khutbahnya, H. Sukarman mengajak jamaah menjadikan kekeringan sebagai momentum untuk bermuhasabah, memperbanyak istighfar dan taubat, serta memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, sesama manusia, dan lingkungan. Ia mengingatkan bahwa istighfar tidak cukup hanya diucapkan dengan lisan, tetapi harus diwujudkan dengan memperbaiki perilaku dan ketaatan.

Mengutip kandungan QS. Nuh ayat 10–12, H. Sukarman menyampaikan bahwa memperbanyak istighfar dan kembali kepada Allah merupakan salah satu bentuk ikhtiar untuk memohon turunnya hujan dan keberkahan.

“Jangan sampai kita hanya sibuk memohon hujan, tetapi lupa memperbaiki cara kita memperlakukan alam, mengelola sumber daya air, dan memperhatikan saudara-saudara kita yang sedang mengalami kesulitan. Doa harus berjalan bersama ikhtiar,” pesannya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak berlebihan dalam menggunakan air. Menurutnya, ketika air masih tersedia, masyarakat harus mampu menjaga dan menggunakannya secara bijak. Kekeringan juga perlu menjadi momentum untuk menumbuhkan kepedulian terhadap warga yang harus berjalan jauh atau mengeluarkan biaya lebih untuk mendapatkan air bersih.

Lebih lanjut, H. Sukarman mengingatkan pentingnya kepedulian sosial. Ketika ada masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air, mereka yang memiliki kemampuan hendaknya membantu, baik melalui pemberian air, sedekah maupun donasi.

Ia menegaskan bahwa menghadapi kekeringan bukan hanya persoalan berdoa agar hujan turun, tetapi juga tanggung jawab bersama. Pemerintah, masyarakat, dunia usaha, lembaga pendidikan, keluarga, dan seluruh elemen lainnya memiliki peran dalam menjaga lingkungan serta sumber daya air.

“Jangan sampai kita hanya memohon hujan, tetapi lupa menjaga nikmat air yang telah Allah berikan. Mari kita jadikan kekeringan ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri, menggunakan air dengan bijak, menjaga lingkungan, dan semakin peduli kepada sesama,” tutur H. Sukarman.

Dalam khutbahnya, ia juga menyampaikan bahwa doa dan ilmu pengetahuan bukanlah dua hal yang bertentangan. Berbagai ikhtiar manusia, termasuk pemanfaatan teknologi dalam upaya menghadapi kekeringan, dapat dilakukan selama tetap disadari bahwa hujan dan segala ketentuan berada dalam kehendak Allah SWT.

BAZNAS Salurkan 657.000 Liter Air Bersih

Sejalan dengan pesan tersebut, BAZNAS Kabupaten Purbalingga terus melakukan ikhtiar membantu masyarakat yang terdampak kekeringan melalui pendistribusian air bersih.

Hingga Selasa (15/9/2026), BAZNAS Kabupaten Purbalingga tercatat telah mendistribusikan 657.000 liter air bersih yang telah diterima oleh 7.322 KK atau 24.912 jiwa di berbagai wilayah terdampak.

Distribusi air bersih tersebut menjangkau sejumlah wilayah di Kecamatan Kertanegara, Karanganyar, Pengadegan, Kutasari, Kejobong, dan Kemangkon.

Selain menyalurkan air bersih, BAZNAS Kabupaten Purbalingga juga membuka donasi untuk membantu masyarakat terdampak bencana kekeringan yang semakin meluas. Dalam momentum  Salat Istiska, donasi berhasil terkumpul mencapai Rp2.074.000.

Kolaborasi KUA Kecamatan Padamara, SMAN 1 Padamara dan BAZNAS Kabupaten Purbalingga bersama berbagai unsur masyarakat tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama menghadapi kekeringan. Salat Istiska tidak hanya menjadi sarana untuk memohon turunnya hujan, tetapi juga pengingat agar manusia senantiasa bersyukur, menjaga lingkungan, menggunakan air secara bijak, dan hadir membantu sesama yang membutuhkan.

Semoga Allah SWT mengabulkan doa yang dipanjatkan, menurunkan hujan yang membawa keberkahan, serta memberikan kekuatan kepada seluruh masyarakat Purbalingga dalam menghadapi dampak kekeringan.

 

16/09/2026 | Kontributor: Admin
Di Usia Senja, Sumiyati dan Khadmini Terbaring Lemah, BAZNAS Hadirkan Bantuan Diapers

PURBALINGGA – Di usia senja, sakit membuat Ibu Sumiyati dan Khadmini, warga Desa Baleraksa, Kecamatan Karangmoncol, harus lebih banyak menghabiskan waktu di atas tempat tidur. Keduanya mengalami stroke dan kini hanya bisa terbaring lemah, sementara berbagai aktivitas sehari-hari harus dilakukan dari tempat tidur.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan diapers menjadi bagian penting dalam keseharian mereka. Namun, keterbatasan ekonomi keluarga membuat kebutuhan tersebut tidak selalu dapat terpenuhi. Keluarga harus berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus merawat anggota keluarga yang sedang sakit.

Seperti yang dialami keluarga Ibu Sumiyati. Ia memiliki dua orang anak. Salah satu anaknya masih duduk di bangku SMA, sedangkan anak lainnya telah berumah tangga dengan kondisi ekonomi yang masih terbatas. Di tengah kondisi tersebut, keluarga tetap berusaha memberikan perawatan terbaik bagi Ibu Sumiyati.

Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Kabupaten Purbalingga hadir memberikan bantuan diapers kepada Ibu Sumiyati dan Khadmini. Bantuan ini diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, khususnya selama keduanya menjalani masa sakit.

Bantuan diapers diharapkan dapat sedikit meringankan beban keluarga serta membantu memenuhi kebutuhan perawatan Ibu Sumiyati dan Khadmini. Bagi keluarga yang tengah berjuang menghadapi sakit dan keterbatasan, perhatian dan kepedulian sekecil apa pun menjadi penguat yang begitu berarti.

Melalui zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan masyarakat melalui BAZNAS, kepedulian dapat terus hadir bagi mereka yang membutuhkan. Zakat yang ditunaikan, insyaallah menjadi manfaat dan menghadirkan harapan bagi sesama.

16/09/2026 | Kontributor: Admin

Berita Terbaru

BAZNAS Purbalingga Salurkan Zakat Produktif Rp54,4 Juta kepada 71 Penerima Manfaat
BAZNAS Purbalingga Salurkan Zakat Produktif Rp54,4 Juta kepada 71 Penerima Manfaat
PURBALINGGA – BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyalurkan zakat kepada masyarakat yang membutuhkan. Sebanyak Rp54.400.000 bantuan untuk usaha atau zakat produktif disalurkan kepada 71 penerima manfaat yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Purbalingga. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya BAZNAS dalam mendorong masyarakat agar lebih mandiri secara ekonomi. Melalui zakat produktif, penerima manfaat diharapkan dapat mengembangkan usaha yang dijalankan sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan memenuhi kebutuhan keluarga. Penyaluran bantuan diserahkan oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Purbalingga, Junus Wahiddiyantoro, S.IP, didampingi Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga H. Sudijanto, S.Sos., M.Si., unsur pimpinan BAZNAS, serta tamu undangan. Dalam sambutannya, Kabag Kesra Setda Purbalingga Yunus Wahidiantoro menyampaikan apresiasi atas peran BAZNAS dalam menghimpun dan menyalurkan zakat kepada masyarakat. Bantuan zakat produktif diharapkan tidak hanya memberikan manfaat untuk kebutuhan saat ini, tetapi juga menjadi dorongan bagi penerima manfaat untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga H. Sudijanto, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa zakat yang dihimpun dari para muzaki terus diupayakan agar memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat. Salah satunya melalui program zakat produktif yang diarahkan untuk membantu penerima manfaat agar lebih berdaya dan mandiri. “Zakat bukan hanya tentang membantu memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga bagaimana bantuan tersebut dapat menjadi jalan bagi penerima manfaat untuk bangkit dan menjadi lebih mandiri,” ujar H. Sudijanto. Selain zakat produktif, pada kesempatan tersebut BAZNAS Kabupaten Purbalingga juga menyerahkan satu unit kursi roda kepada warga Penambongan. Bantuan ini diharapkan dapat membantu penerima dalam menjalankan aktivitas sehari-hari serta memberikan kemudahan dalam mobilitas. Salah satu penerima manfaat, Tumiati, warga Babakan, Kecamatan Kalimanah, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diterimanya. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti dan menjadi tambahan semangat untuk terus berusaha memenuhi kebutuhan keluarga. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS serta para muzaki yang telah memberikan bantuan. Semoga bantuan ini membawa manfaat dan menjadi berkah bagi semua yang telah membantu,” ungkap Tumiati. Penyaluran ini menjadi salah satu wujud nyata pengelolaan zakat yang amanah dan tepat sasaran. BAZNAS Kabupaten Purbalingga berkomitmen untuk terus menghadirkan manfaat zakat bagi masyarakat, sekaligus menguatkan kemandirian para mustahik menuju kehidupan yang lebih baik.
BERITA06/10/2026 | Admin
Zakat untuk Pendidikan, Menjaga Asa Anak Negeri Tetap Menyala
Zakat untuk Pendidikan, Menjaga Asa Anak Negeri Tetap Menyala
PURBALINGGA – Pendidikan merupakan salah satu jalan penting untuk membuka masa depan. Namun, bagi sebagian keluarga, keterbatasan ekonomi dapat menjadi tantangan yang membuat kebutuhan pendidikan terasa semakin berat. Di tengah kondisi tersebut, BAZNAS Kabupaten Purbalingga hadir untuk membantu meringankan beban pendidikan para siswa dari keluarga yang membutuhkan. Melalui dana zakat yang dihimpun dari para muzaki, BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyalurkan bantuan pendidikan kepada penerima manfaat mulai dari tingkat pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. Bantuan diberikan sebagai bentuk kepedulian agar keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk terus belajar dan meraih cita-cita. Salah satunya dirasakan oleh Afit Noviandi, siswa SMK YPT 1 Purbalingga, yang mendapatkan bantuan pendidikan. Bantuan serupa juga diberikan kepada Zain Hibatullah, siswa SMAN 1 Purbalingga, serta Jamiatin Nisa, siswi SMA 1 Muhammadiyah Purbalingga, dan masih banyak pelajar lainnya yang membutuhkan dukungan dalam melanjutkan pendidikan. Bagi BAZNAS, bantuan pendidikan bukan sekadar memberikan sejumlah dana. Lebih dari itu, bantuan tersebut merupakan ikhtiar untuk menjaga semangat belajar, meringankan beban keluarga, dan membuka kesempatan bagi anak-anak untuk tetap melanjutkan pendidikan di tengah keterbatasan ekonomi. Peran tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS dalam mengelola dan menyalurkan zakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat. Zakat yang ditunaikan para muzaki tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga dapat menjadi investasi kebaikan melalui pendidikan generasi penerus. Ketika zakat membantu seorang anak tetap bersekolah, ada cita-cita yang terus dijaga. Ketika ilmu terus dipelajari dan kelak diamalkan untuk kebaikan, insyaallah manfaatnya akan terus mengalir. Dari zakat para muzaki, tumbuh harapan. Dari pendidikan, lahir masa depan. Semoga setiap rupiah yang ditunaikan melalui BAZNAS menjadi keberkahan bagi muzaki dan manfaat yang terus mengalir bagi para penerima.
BERITA26/09/2026 | Admin
Setetes Air, Sejuta Manfaat: BAZNAS Bantu Kebutuhan Air Bersih Ponpes Minhajut Thullab
Setetes Air, Sejuta Manfaat: BAZNAS Bantu Kebutuhan Air Bersih Ponpes Minhajut Thullab
KARANGANYAR – Musim kemarau yang semakin meluas di Kabupaten Purbalingga membawa dampak nyata bagi masyarakat. Salah satunya adalah semakin sulitnya mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut juga dirasakan oleh keluarga besar Pondok Pesantren Minhajut Thullab – Kaliputat, Desa Karanganyar, Kecamatan Karanganyar. Keterbatasan air bersih mulai mengganggu aktivitas para santri, terutama untuk kebutuhan sehari-hari, kebersihan, dan kegiatan ibadah. Di tengah kondisi tersebut, BAZNAS Kabupaten Purbalingga hadir dengan menyalurkan bantuan toren air pada Kamis (24/9/2026). Bantuan toren air ini diberikan untuk membantu pondok pesantren dalam menampung dan menyediakan cadangan air bersih, sehingga kebutuhan para santri dan pengelola pesantren dapat tetap terpenuhi meskipun ketersediaan air semakin terbatas. Dengan adanya tempat penyimpanan air yang memadai, diharapkan aktivitas belajar, ibadah, dan kehidupan sehari-hari para santri dapat berjalan dengan lebih nyaman. Bantuan ini juga menjadi pengingat bahwa zakat yang ditunaikan para muzaki melalui BAZNAS tidak berhenti sebagai sebuah kewajiban, tetapi dapat tumbuh menjadi manfaat yang terus dirasakan oleh sesama. Ketika zakat digunakan untuk membantu menyediakan kebutuhan air bagi para santri, setiap tetes air yang digunakan untuk berwudu, membersihkan diri, belajar, dan menjalani aktivitas sehari-hari menjadi bagian dari kebaikan yang insyaallah terus mengalir. Dari zakat para muzaki, lahir manfaat yang nyata. Dari setiap tetes air yang mengalir, semoga mengalir pula pahala dan keberkahan sebagai amal jariyah bagi mereka yang telah menunaikannya. BAZNAS Kabupaten Purbalingga terus berkomitmen menyalurkan amanah zakat, infak, dan sedekah agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan, termasuk mereka yang sedang menghadapi kesulitan akibat kekeringan.
BERITA24/09/2026 | Admin
KUA Padamara, SMAN 1 Padamara berkolaborasi dengan BAZNAS Gelar Salat Istiska, Ikhtiar Bersama Hadapi Kekeringan
KUA Padamara, SMAN 1 Padamara berkolaborasi dengan BAZNAS Gelar Salat Istiska, Ikhtiar Bersama Hadapi Kekeringan
PADAMARA – Menyikapi dampak kekeringan yang semakin meluas di Kabupaten Purbalingga, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Padamara berkolaborasi dengan SMAN 1 Padamara dan BAZNAS Kabupaten Purbalingga menggelar Salat Istiska di Lapangan SMAN 1 Padamara, Rabu (16/9/2026). Salat Istiska diikuti oleh para guru dan siswa SMAN 1 Padamara, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Padamara, Dinas Pendidikan, tokoh masyarakat, serta organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam. Kegiatan tersebut menjadi momentum bersama untuk bermunajat kepada Allah SWT sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan. Bertindak sebagai imam, KH. Roghib Abdurrahman, Ketua MUI Kabupaten Purbalingga. Sementara khutbah disampaikan oleh H. Sukarman, S.Ag., Waka IV BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Dalam khutbahnya, H. Sukarman mengajak jamaah menjadikan kekeringan sebagai momentum untuk bermuhasabah, memperbanyak istighfar dan taubat, serta memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, sesama manusia, dan lingkungan. Ia mengingatkan bahwa istighfar tidak cukup hanya diucapkan dengan lisan, tetapi harus diwujudkan dengan memperbaiki perilaku dan ketaatan. Mengutip kandungan QS. Nuh ayat 10–12, H. Sukarman menyampaikan bahwa memperbanyak istighfar dan kembali kepada Allah merupakan salah satu bentuk ikhtiar untuk memohon turunnya hujan dan keberkahan. “Jangan sampai kita hanya sibuk memohon hujan, tetapi lupa memperbaiki cara kita memperlakukan alam, mengelola sumber daya air, dan memperhatikan saudara-saudara kita yang sedang mengalami kesulitan. Doa harus berjalan bersama ikhtiar,” pesannya. Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak berlebihan dalam menggunakan air. Menurutnya, ketika air masih tersedia, masyarakat harus mampu menjaga dan menggunakannya secara bijak. Kekeringan juga perlu menjadi momentum untuk menumbuhkan kepedulian terhadap warga yang harus berjalan jauh atau mengeluarkan biaya lebih untuk mendapatkan air bersih. Lebih lanjut, H. Sukarman mengingatkan pentingnya kepedulian sosial. Ketika ada masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air, mereka yang memiliki kemampuan hendaknya membantu, baik melalui pemberian air, sedekah maupun donasi. Ia menegaskan bahwa menghadapi kekeringan bukan hanya persoalan berdoa agar hujan turun, tetapi juga tanggung jawab bersama. Pemerintah, masyarakat, dunia usaha, lembaga pendidikan, keluarga, dan seluruh elemen lainnya memiliki peran dalam menjaga lingkungan serta sumber daya air. “Jangan sampai kita hanya memohon hujan, tetapi lupa menjaga nikmat air yang telah Allah berikan. Mari kita jadikan kekeringan ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri, menggunakan air dengan bijak, menjaga lingkungan, dan semakin peduli kepada sesama,” tutur H. Sukarman. Dalam khutbahnya, ia juga menyampaikan bahwa doa dan ilmu pengetahuan bukanlah dua hal yang bertentangan. Berbagai ikhtiar manusia, termasuk pemanfaatan teknologi dalam upaya menghadapi kekeringan, dapat dilakukan selama tetap disadari bahwa hujan dan segala ketentuan berada dalam kehendak Allah SWT. BAZNAS Salurkan 657.000 Liter Air Bersih Sejalan dengan pesan tersebut, BAZNAS Kabupaten Purbalingga terus melakukan ikhtiar membantu masyarakat yang terdampak kekeringan melalui pendistribusian air bersih. Hingga Selasa (15/9/2026), BAZNAS Kabupaten Purbalingga tercatat telah mendistribusikan 657.000 liter air bersih yang telah diterima oleh 7.322 KK atau 24.912 jiwa di berbagai wilayah terdampak. Distribusi air bersih tersebut menjangkau sejumlah wilayah di Kecamatan Kertanegara, Karanganyar, Pengadegan, Kutasari, Kejobong, dan Kemangkon. Selain menyalurkan air bersih, BAZNAS Kabupaten Purbalingga juga membuka donasi untuk membantu masyarakat terdampak bencana kekeringan yang semakin meluas. Dalam momentum Salat Istiska, donasi berhasil terkumpul mencapai Rp2.074.000. Kolaborasi KUA Kecamatan Padamara, SMAN 1 Padamara dan BAZNAS Kabupaten Purbalingga bersama berbagai unsur masyarakat tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama menghadapi kekeringan. Salat Istiska tidak hanya menjadi sarana untuk memohon turunnya hujan, tetapi juga pengingat agar manusia senantiasa bersyukur, menjaga lingkungan, menggunakan air secara bijak, dan hadir membantu sesama yang membutuhkan. Semoga Allah SWT mengabulkan doa yang dipanjatkan, menurunkan hujan yang membawa keberkahan, serta memberikan kekuatan kepada seluruh masyarakat Purbalingga dalam menghadapi dampak kekeringan.
BERITA16/09/2026 | Admin
Di Usia Senja, Sumiyati dan Khadmini Terbaring Lemah, BAZNAS Hadirkan Bantuan Diapers
Di Usia Senja, Sumiyati dan Khadmini Terbaring Lemah, BAZNAS Hadirkan Bantuan Diapers
PURBALINGGA – Di usia senja, sakit membuat Ibu Sumiyati dan Khadmini, warga Desa Baleraksa, Kecamatan Karangmoncol, harus lebih banyak menghabiskan waktu di atas tempat tidur. Keduanya mengalami stroke dan kini hanya bisa terbaring lemah, sementara berbagai aktivitas sehari-hari harus dilakukan dari tempat tidur. Kondisi tersebut membuat kebutuhan diapers menjadi bagian penting dalam keseharian mereka. Namun, keterbatasan ekonomi keluarga membuat kebutuhan tersebut tidak selalu dapat terpenuhi. Keluarga harus berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus merawat anggota keluarga yang sedang sakit. Seperti yang dialami keluarga Ibu Sumiyati. Ia memiliki dua orang anak. Salah satu anaknya masih duduk di bangku SMA, sedangkan anak lainnya telah berumah tangga dengan kondisi ekonomi yang masih terbatas. Di tengah kondisi tersebut, keluarga tetap berusaha memberikan perawatan terbaik bagi Ibu Sumiyati. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Kabupaten Purbalingga hadir memberikan bantuan diapers kepada Ibu Sumiyati dan Khadmini. Bantuan ini diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, khususnya selama keduanya menjalani masa sakit. Bantuan diapers diharapkan dapat sedikit meringankan beban keluarga serta membantu memenuhi kebutuhan perawatan Ibu Sumiyati dan Khadmini. Bagi keluarga yang tengah berjuang menghadapi sakit dan keterbatasan, perhatian dan kepedulian sekecil apa pun menjadi penguat yang begitu berarti. Melalui zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan masyarakat melalui BAZNAS, kepedulian dapat terus hadir bagi mereka yang membutuhkan. Zakat yang ditunaikan, insyaallah menjadi manfaat dan menghadirkan harapan bagi sesama.
BERITA16/09/2026 | Admin
BAZNAS Purbalingga Wujudkan Khitan Gratis bagi Anak dari Keluarga Pra Sejahtera
BAZNAS Purbalingga Wujudkan Khitan Gratis bagi Anak dari Keluarga Pra Sejahtera
PURBALINGGA – BAZNAS Kabupaten Purbalingga menghadirkan kepedulian bagi masyarakat melalui program khitan gratis bagi anak-anak dari keluarga pra sejahtera. Kali ini, bantuan diberikan kepada Gibran Mahardika Putra Himfa, warga Desa Losari, Kecamatan Rembang, dan Aditiya Rifki Hanizan, warga Kelurahan Purbalingga Lor, Kabupaten Purbalingga. Keduanya merupakan anak-anak yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Bagi sebagian keluarga, khitan mungkin menjadi salah satu kebutuhan yang dapat dipersiapkan dengan mudah. Namun, bagi keluarga pra sejahtera, biaya khitan sering kali menjadi beban yang harus dipikirkan dan ditunda karena kebutuhan sehari-hari lebih mendesak. Seperti yang dialami keluarga Aditiya Rifki Hanizan. Orang tuanya sehari-hari bekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. Penghasilan yang diperoleh selama ini sebagian besar hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan dan keperluan keluarga sehari-hari. Di sisi lain, Aditiya yang kini mulai beranjak remaja memiliki keinginan untuk segera melaksanakan khitan. Namun, keterbatasan biaya membuat keinginan tersebut belum dapat diwujudkan oleh keluarganya. Melalui BAZNAS Kabupaten Purbalingga, harapan tersebut akhirnya dapat terwujud. Gibran dan Aditiya mendapatkan fasilitas khitan secara gratis tanpa harus membebani keluarga mereka dengan biaya. Seluruh proses khitan hingga pengobatan ditanggung oleh BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Program ini menjadi salah satu bentuk kepedulian BAZNAS Kabupaten Purbalingga dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya keluarga pra sejahtera, agar kebutuhan penting bagi anak-anak mereka dapat terpenuhi tanpa harus menambah beban ekonomi keluarga. Senyum dan rasa lega yang dirasakan oleh keluarga penerima manfaat menjadi pengingat bahwa bantuan yang diberikan mungkin terlihat sederhana, namun dapat memiliki arti yang sangat besar bagi mereka yang sedang berada dalam keterbatasan. Mari bersama-sama menebarkan lebih banyak manfaat dan menghadirkan harapan bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Zakat yang Anda titipkan akan dikelola dan disalurkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan serta menghadirkan kebermanfaatan yang nyata bagi sesama. Zakat Anda, Harapan Mereka. Bersama BAZNAS Kabupaten Purbalingga, mari kuatkan kepedulian dan wujudkan kesejahteraan masyarakat.
BERITA01/09/2026 | Admin
Zakat Menguatkan Usaha, BAZNAS Purbalingga Salurkan Modal Usaha Rp61,2 Juta untuk 55 Mustahik
Zakat Menguatkan Usaha, BAZNAS Purbalingga Salurkan Modal Usaha Rp61,2 Juta untuk 55 Mustahik
PURBALINGGA – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyalurkan bantuan modal usaha senilai Rp61.200.000 kepada 55 penerima manfaat dari berbagai wilayah di Kabupaten Purbalingga. Penyaluran bantuan dilaksanakan pada Senin, 31 Agustus 2026, di Aula BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Mengusung tema “Zakat Menguatkan Usaha, Merdeka dari Keterbatasan”, kegiatan ini menjadi wujud nyata peran zakat dalam mendorong kemandirian ekonomi mustahik. Bantuan modal usaha diharapkan dapat menjadi penguat bagi para penerima manfaat untuk mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan, serta secara bertahap mengurangi berbagai keterbatasan ekonomi yang dihadapi. Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Sudijanto, menyampaikan bahwa bantuan modal usaha bukan sekadar bentuk bantuan finansial, melainkan bagian dari upaya pemberdayaan mustahik agar memiliki kesempatan untuk tumbuh dan mandiri. “Semangat kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi juga bagaimana masyarakat dapat bangkit dan berjuang untuk merdeka dari keterbatasan ekonomi. Melalui zakat, kami ingin memberikan dorongan dan kesempatan kepada para mustahik untuk mengembangkan usaha serta meningkatkan kesejahteraan keluarganya,” ujar Sudijanto. Menurutnya, zakat memiliki peran penting dalam membangun kemandirian mustahik. Dana zakat yang dikelola secara amanah dan disalurkan melalui program pemberdayaan dapat menjadi modal awal bagi masyarakat yang memiliki usaha maupun potensi usaha, namun terkendala keterbatasan permodalan. Salah satu penerima manfaat, Mutmainah pedagang rames dan soto, mengaku bersyukur atas bantuan modal usaha yang diterimanya. Ia menilai bantuan tersebut menjadi tambahan semangat untuk terus mengembangkan usaha dan memenuhi kebutuhan keluarganya. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Purbalingga atas bantuan yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi saya untuk menambah dan mengembangkan usaha. Semoga usaha saya bisa semakin berkembang dan memberikan manfaat bagi keluarga,” ungkap Mutmainah. Melalui penyaluran bantuan modal usaha ini, BAZNAS Kabupaten Purbalingga terus berupaya menghadirkan zakat yang tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif dan berkelanjutan. Zakat diharapkan mampu menjadi instrumen pemberdayaan yang membuka jalan bagi mustahik untuk bangkit, berkembang, dan meraih kemandirian. Bertepatan dengan momentum HUT ke-81 Republik Indonesia, semangat “Zakat Menguatkan Usaha, Merdeka dari Keterbatasan” menjadi pengingat bahwa kemerdekaan juga dapat diwujudkan melalui kemandirian ekonomi. Dari zakat yang ditunaikan para muzaki, tumbuh harapan dan kesempatan bagi para mustahik untuk memperkuat usaha serta membangun masa depan yang lebih baik. ‘
BERITA31/08/2026 | Admin
232 Ribu Liter Air Bersih BAZNAS Mengalir, Ribuan Warga Purbalingga Terbantu
232 Ribu Liter Air Bersih BAZNAS Mengalir, Ribuan Warga Purbalingga Terbantu
Memasuki hari ke-12 distribusi air bersih, BAZNAS terus bergerak membantu masyarakat yang terdampak kekeringan. Hingga saat ini, sebanyak 232.000 liter air bersih telah disalurkan dan diterima oleh 9.655 jiwa yang tersebar di 15 desa di Kabupaten Purbalingga. Distribusi air bersih tersebut mencakup Desa Kasih dan Margasana, Kecamatan Kertanegara; Desa Slinga, Pagerandong, dan Sidanegara, Kecamatan Kaligondang; Desa Tegalpingen, Tetel, dan Pasunggingan, Kecamatan Pengadegan; Desa Candinata dan Karangjengkol, Kecamatan Kutasari; Desa Karanganyar, Kecamatan Karanganyar; serta Desa Gumiwang dan Bandingan, Kecamatan Kejobong. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kondisi kemarau. Dalam pelaksanaannya, BAZNAS bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Purbalingga untuk memperluas jangkauan distribusi kepada masyarakat yang membutuhkan. Air bersih yang disalurkan tidak hanya menjadi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi harapan bagi warga untuk tetap dapat menjalankan aktivitas rumah tangga dengan layak di tengah kondisi kekeringan. BAZNAS memastikan distribusi air bersih akan terus dilakukan hingga musim penghujan tiba, dengan menyesuaikan kebutuhan dan kondisi di wilayah terdampak. Langkah ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan air bersih tetap terpenuhi selama musim kemarau. Melalui gerakan ini, BAZNAS mengajak masyarakat untuk bersama-sama menghadirkan manfaat bagi sesama. Setiap tetes air yang disedekahkan, menjadi harapan bagi mereka yang sedang membutuhkan.
BERITA26/08/2026 | Admin
Silaturahmi Saudagar Z Mart BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Dorong Penguatan Usaha dan Kemandirian Ekonomi
Silaturahmi Saudagar Z Mart BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Dorong Penguatan Usaha dan Kemandirian Ekonomi
Purbalingga – BAZNAS Kabupaten Purbalingga menggelar kegiatan Silaturahmi Saudagar Z Mart bersama para penerima bantuan Program Z Mart pada Sabtu (23/8/2026) di Aula BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Kegiatan ini menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi antara BAZNAS dengan para penerima manfaat Program Z Mart. Selain itu, pertemuan tersebut bertujuan untuk memberikan motivasi, memperkuat semangat berusaha, serta mendorong para penerima agar mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Dalam kegiatan tersebut, para saudagar Z Mart mendapatkan motivasi dan penguatan mengenai pentingnya mengelola usaha dengan tekun, meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, serta terus berupaya mengembangkan kapasitas usaha. Melalui kegiatan ini, BAZNAS juga mendorong para penerima manfaat agar tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi dapat tumbuh menjadi pelaku usaha yang mandiri dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Program Z Mart merupakan salah satu bentuk pemberdayaan ekonomi BAZNAS dalam bentuk usaha ritel mikro. Program ini diarahkan untuk meningkatkan eksistensi dan kapasitas usaha para penerima manfaat sehingga dapat menjadi salah satu upaya dalam mengatasi kemiskinan, khususnya di wilayah urban. Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Sudijanto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa bantuan Z Mart bukan sekadar pemberian modal usaha, tetapi merupakan bagian dari ikhtiar pemberdayaan agar para penerima manfaat dapat meningkatkan taraf kehidupannya. “Program Z Mart ini bukan hanya tentang bantuan yang diberikan, tetapi bagaimana bantuan tersebut dapat berkembang dan memberikan manfaat dalam jangka panjang. Kami berharap para saudagar Z Mart terus semangat, menjaga amanah, dan mengelola usahanya dengan baik sehingga ke depan dapat semakin mandiri,” ujar Sudijanto. Ia juga menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan saling berbagi pengalaman antar penerima manfaat. Menurutnya, keberhasilan Program Z Mart tidak hanya diukur dari berkembangnya usaha, tetapi juga dari kemampuan penerima manfaat untuk meningkatkan kesejahteraan dan perlahan keluar dari keterbatasan ekonomi. Melalui silaturahmi ini, BAZNAS Kabupaten Purbalingga berharap para saudagar Z Mart dapat terus berkembang, saling menguatkan, dan menjadi bagian dari ekosistem pemberdayaan ekonomi yang mampu menciptakan kemandirian serta mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Purbalingga.
BERITA22/08/2026 | Admin
BAZNAS Purbalingga Distribusikan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
BAZNAS Purbalingga Distribusikan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
Memasuki musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Niño 2026, sejumlah wilayah di Indonesia mengalami peningkatan risiko kekeringan, termasuk Kabupaten Purbalingga. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian masyarakat mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dalam menghadapi kondisi ini, BAZNAS Kabupaten Purbalingga turut hadir membantu masyarakat melalui program pendistribusian air bersih. Sejak Kamis (13/8/2026), BAZNAS mulai menyalurkan air bersih ke sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan. Di antaranya, distribusi dilakukan di Desa Kasih, Kecamatan Kertanegara, sebanyak 4 titik, serta Desa Slinga, Kecamatan Kaligondang, sebanyak 3 titik. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 24.000 liter air bersih telah didistribusikan dan diterima oleh 282 kepala keluarga (KK). Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan masyarakat, khususnya untuk memenuhi kebutuhan air bersih selama musim kemarau. Distribusi air bersih ini akan terus dilakukan secara bertahap hingga musim penghujan tiba, dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayah yang mengalami kekeringan. BAZNAS juga terus melakukan pemantauan terhadap wilayah yang membutuhkan bantuan air bersih. BAZNAS Kabupaten Purbalingga mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menggunakan air, menghemat persediaan air, serta saling membantu sesama selama musim kekeringan. Sebab, bagi sebagian masyarakat, setetes air bukan sekadar kebutuhan, tetapi menjadi harapan untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Mari bersama hadirkan manfaat di tengah kekeringan. Salurkan sedekah air melalui BAZNAS Kabupaten Purbalingga, karena setiap tetes yang kita sedekahkan dapat menjadi sumber kehidupan dan keberkahan bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan.
BERITA15/08/2026 | Admin
Di Tengah Sakit, Nofal Tetap Berjuang Mengejar Mimpi Sekolah
Di Tengah Sakit, Nofal Tetap Berjuang Mengejar Mimpi Sekolah
Di usia 12 tahun, ketika sebagian anak seusianya sedang sibuk mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, Nofal Putra, anak asal Desa Pekalongan, Kecamatan Bojongsari, justru harus berjuang menghadapi sakit yang telah lama dideritanya. Tumor liver yang ia derita membuat kondisi tubuh Nofal perlahan semakin melemah. Namun, rasa sakit tidak serta-merta memadamkan semangatnya untuk belajar. Nofal merupakan siswa kelas 6 sekolah dasar. Di tengah kondisi kesehatannya, ia tetap berusaha mengikuti kegiatan belajar hingga menyelesaikan ujian sekolah. Ada satu mimpi yang terus ia genggam, yaitu dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP. Mimpi sederhana itu menjadi salah satu alasan Nofal untuk tetap bersemangat menjalani hari-harinya, meski tubuhnya harus menahan rasa sakit. Sayangnya, kondisi kesehatan Nofal semakin memburuk setelah menyelesaikan ujian sekolah. Ia harus lebih sering bolak-balik ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Hingga akhirnya, keinginannya untuk melanjutkan sekolah ke jenjang SMP harus tertunda. Nofal harus menjalani perawatan intensif dan mendapatkan rujukan ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta untuk penanganan lebih lanjut. Di tengah kondisi tersebut, orang tua Nofal hanya bisa menemani dan menguatkan buah hatinya. Keterbatasan ekonomi membuat perjuangan keluarga ini terasa semakin berat. Sang ayah dan ibu hanya bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ketika sakit datang dan membutuhkan biaya, kemampuan mereka pun sangat terbatas. Sebagai orang tua, harapan mereka kini sederhana. Mereka ingin Nofal segera mendapatkan kesembuhan, kembali sehat, dan suatu hari dapat melanjutkan sekolah serta mengejar cita-citanya yang sempat tertunda. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Kabupaten Purbalingga turut hadir meringankan beban keluarga Nofal dengan memberikan bantuan sebesar Rp1.000.000 untuk membantu memenuhi kebutuhan selama menjalani perawatan di rumah sakit. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi sedikit penguat bagi Nofal dan keluarganya dalam melewati masa sulit yang sedang mereka hadapi. Kisah Nofal mengingatkan kita bahwa di balik setiap bantuan, ada harapan yang sedang diperjuangkan. Ada anak-anak yang ingin tetap sekolah, ada keluarga yang ingin tetap bertahan, dan ada doa-doa yang menanti untuk dikabulkan. Melalui zakat yang ditunaikan melalui BAZNAS Kabupaten Purbalingga, masyarakat turut mengambil bagian dalam menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan. Semoga semakin banyak zakat yang ditunaikan, semakin banyak pula Nofal-Nofal lainnya yang dapat dibantu dan dikuatkan dalam menghadapi ujian kehidupan.
BERITA10/08/2026 | Admin
Rumah Layak Huni untuk Mbah Satimi, Menghadirkan Harapan di Usia Senja
Rumah Layak Huni untuk Mbah Satimi, Menghadirkan Harapan di Usia Senja
Purbalingga,— Di usia yang telah menginjak 80 tahun, Mbah Satimi menjalani hari-harinya seorang diri di sebuah rumah sederhana di Desa Tidu, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga. Rumah yang selama ini menjadi tempatnya berteduh masih berdinding bambu, dengan lantai tanah. Sementara untuk memasak sehari-hari Mbah Satimi hanya mengandalkan tungku tradisional berbahan bakar kayu. Ia juga belum memiliki kamar mandi yang layak. Kondisi tersebut membuat kehidupan Mbah Satimi semakin berat, terlebih di usia senjanya. Mbah Satimi tidak memiliki anak. Suaminya pun telah lama meninggal dunia. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah dan desa. Dalam kesederhanaannya, Mbah Satimi tetap menjalani kehidupan dengan penuh ketabahan. Kondisi Mbah Satimi kemudian mendapat perhatian Bupati Purbalingga saat melakukan kunjungan ke Desa Tidu. Melihat kondisi tempat tinggal yang membutuhkan perhatian, Pemerintah Kabupaten Purbalingga bersama BAZNAS Kabupaten Purbalingga bergerak untuk memberikan solusi agar Mbah Satimi dapat memiliki tempat tinggal yang lebih sehat, aman, dan nyaman. Hari ini, Senin (10/8/2026), langkah tersebut mulai diwujudkan melalui peletakan batu pertama pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) untuk Mbah Satimi. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Sudijanto, Camat Bukateja, dan Kepala Desa Tidu sebagai tanda dimulainya proses rehab rumah. BAZNAS Kabupaten Purbalingga memberikan bantuan sebesar Rp12.000.000 yang akan digunakan untuk membantu merehab rumah Mbah Satimi. Bantuan tersebut diharapkan dapat menghadirkan tempat tinggal yang lebih sehat dan nyaman, sekaligus memberikan rasa aman bagi Mbah Satimi dalam menjalani hari-harinya. Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Sudijanto, menyampaikan bahwa bantuan rumah layak huni merupakan salah satu bentuk kepedulian BAZNAS kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya mereka yang berada dalam kondisi kurang mampu dan memiliki tempat tinggal yang belum memenuhi standar kelayakan. “Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi Mbah Satimi. Rumah bukan hanya tempat untuk berteduh, tetapi juga tempat untuk merasa aman dan nyaman. Di usia beliau yang sudah lanjut, tentu kami ingin Mbah Satimi dapat tinggal di tempat yang lebih layak dan sehat.” Sudijanto juga menyampaikan bahwa terlaksananya program tersebut merupakan bentuk sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan BAZNAS dalam membantu masyarakat. “Apa yang kita lakukan hari ini mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi Mbah Satimi ini tentu memiliki arti yang besar. Semoga pembangunan rumah ini berjalan lancar dan nantinya dapat memberikan kenyamanan bagi beliau. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah ikut mendukung dan membantu.” Sementara itu, Camat Bukateja yang diwakili oleh Sekretaris Camat Bukateja, Galih Nirmala, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian Pemerintah Kabupaten Purbalingga serta BAZNAS terhadap kondisi Mbah Satimi. “Kami sangat mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Purbalingga dan BAZNAS kepada Mbah Satimi. Kondisi beliau memang membutuhkan perhatian kita bersama. Semoga dengan adanya bantuan ini, rumah Mbah Satimi dapat segera diperbaiki dan menjadi tempat tinggal yang lebih layak, sehat, dan nyaman.” Galih juga berharap sinergi antara pemerintah, BAZNAS, pemerintah desa, dan masyarakat dapat terus terjalin sehingga semakin banyak warga yang membutuhkan dapat memperoleh perhatian dan bantuan. Peletakan batu pertama rumah layak huni Mbah Satimi menjadi bukti bahwa kepedulian dapat menghadirkan perubahan nyata. Di balik rumah sederhana yang mulai dibangun, ada harapan seorang perempuan lanjut usia untuk menjalani sisa hidupnya dengan lebih nyaman dan tenang. Semoga ikhtiar bersama ini menjadi jalan kebaikan bagi Mbah Satimi dan seluruh pihak yang terlibat. Melalui zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan melalui BAZNAS, kepedulian masyarakat dapat terus disalurkan kepada mereka yang membutuhkan. Karena setiap rupiah yang ditunaikan bukan sekadar bantuan, tetapi dapat berubah menjadi rumah yang lebih layak, kehidupan yang lebih nyaman, dan harapan baru bagi sesama.
BERITA10/08/2026 | Admin
BAZNAS Purbalingga Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 32 Siswa Yatim, Piatu, dan Dhuafa di SMPN 2 Bukateja
BAZNAS Purbalingga Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 32 Siswa Yatim, Piatu, dan Dhuafa di SMPN 2 Bukateja
Purbalingga – Senyum bahagia tampak menghiasi wajah puluhan siswa di Aula SMP Negeri 2 Bukateja, Jumat (7/8/2026). Pada kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyalurkan bantuan pendidikan kepada 32 siswa yatim, piatu, dan dhuafa sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan generasi muda. Bantuan senilai Rp9.600.000 tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan sekaligus menumbuhkan semangat belajar para penerima manfaat dalam meraih cita-cita mereka. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Sudijanto, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, Heru Sri Wibowo, bersama jajaran sekolah, guru, serta para siswa penerima manfaat. Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Sudijanto, menyampaikan bahwa bantuan pendidikan ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS kepada para siswa yang memiliki keterbatasan ekonomi agar tetap semangat dalam menempuh pendidikan. "Kami berharap bantuan ini dapat meringankan kebutuhan pendidikan para siswa. Jangan pernah menyerah untuk meraih cita-cita. Teruslah belajar dengan sungguh-sungguh karena pendidikan adalah salah satu jalan untuk mengubah masa depan menjadi lebih baik," ujarnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, Heru Sri Wibowo, mengapresiasi sinergi yang terus terjalin antara BAZNAS Kabupaten Purbalingga dan dunia pendidikan dalam memberikan perhatian kepada peserta didik yang membutuhkan. "Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Purbalingga atas kepeduliannya terhadap dunia pendidikan. Bantuan ini tidak hanya bernilai materi, tetapi juga menjadi penyemangat bagi para siswa agar terus berprestasi dan tidak putus asa dalam menggapai impian mereka," ungkapnya. Melalui program bantuan pendidikan ini, BAZNAS Kabupaten Purbalingga berharap semakin banyak anak-anak dari keluarga yatim, piatu, dan dhuafa yang dapat terus melanjutkan pendidikan tanpa terkendala keterbatasan ekonomi. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam menciptakan generasi yang cerdas, mandiri, dan berakhlak mulia.
BERITA07/08/2026 | Admin
BAZNAS Purbalingga Salurkan Bantuan Rp3 Juta untuk Misran, Penjual Pentol Korban Kebakaran Gerobak Dagangan
BAZNAS Purbalingga Salurkan Bantuan Rp3 Juta untuk Misran, Penjual Pentol Korban Kebakaran Gerobak Dagangan
PURBALINGGA – BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyalurkan bantuan sebesar Rp3 juta kepada Misran, warga Desa Pekiringan, Kecamatan Karangmoncol, yang mengalami musibah kebakaran gerobak dagang saat berjualan. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, saat mengunjungi kediaman Misran pada Jumat (31/7/2026) di Pekiringan. Musibah yang menimpa Misran terjadi ketika ia sedang berjualan pentol menggunakan gerobak dorong miliknya. Api tiba-tiba membakar gerobak tersebut hingga ludes. Beruntung, Misrandi berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak mengalami luka. Namun, seluruh gerobak yang menjadi satu-satunya sarana untuk mencari nafkah bagi keluarganya hangus terbakar. Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah, BAZNAS Kabupaten Purbalingga bersama Bupati Purbalingga mendatangi langsung rumah Misran. Dalam kesempatan tersebut, bantuan uang tunai senilai Rp3 juta diserahkan untuk membantu meringankan beban sekaligus menjadi modal awal agar Misrandi dapat kembali menjalankan usahanya. Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang dialami Misran. Menurutnya, pemerintah daerah bersama BAZNAS hadir untuk memberikan dukungan agar masyarakat yang mengalami musibah tidak merasa sendirian. "Kami turut prihatin atas musibah yang dialami Pak Misran. Semoga beliau diberikan kekuatan dan ketabahan. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Purbalingga bersama BAZNAS agar dapat sedikit meringankan beban yang dirasakan dan membantu beliau kembali bangkit menjalankan usahanya. Kami berharap semangat Pak Misran tidak padam meskipun gerobaknya terbakar," ujar Bupati. Sementara itu, BAZNAS Kabupaten Purbalingga menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan bantuan kepada masyarakat yang mengalami musibah maupun kesulitan ekonomi. Melalui program kemanusiaan yang dijalankan, BAZNAS berupaya membantu memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat sekaligus memberikan harapan agar para penerima manfaat dapat kembali produktif dan melanjutkan kehidupan mereka dengan lebih baik.
BERITA31/07/2026 | Admin
BAZNAS Purbalingga Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Rumah di Desa Karangcegak
BAZNAS Purbalingga Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Rumah di Desa Karangcegak
Purbalingga – BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyalurkan bantuan kepada keluarga korban kebakaran rumah, Sukono dan istrinya, Miswati, warga Desa Karangcegak RT 02 RW 01, Kecamatan Kutasari, pada Selasa (28/7/2026). Bantuan berupa uang tunai sebesar Rp3.000.000 dan paket logistik keluarga tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Purbalingga, Fahmi M. Hanif, saat mengunjungi lokasi kejadian. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS Kabupaten Purbalingga dalam membantu meringankan beban keluarga yang terdampak musibah sekaligus mendukung proses pemulihan pascakebakaran. Peristiwa kebakaran terjadi pada Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.45 WIB oleh personel Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Purbalingga bersama warga setempat. Akibat kejadian tersebut, seluruh kerangka atap rumah hangus terbakar dan hampir seluruh harta benda di dalam rumah tidak dapat diselamatkan. Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta, Allhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Dalam kunjungannya, Bupati Purbalingga Fahmi M. Hanif turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat yang telah bergotong royong membantu keluarga korban sejak hari pertama musibah terjadi. Menurutnya, kepedulian dan semangat kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat menjadi bukti kuatnya solidaritas sosial dalam menghadapi bencana. "Semoga berbagai bantuan yang diberikan dapat bermanfaat untuk membantu proses pemulihan sehingga keluarga Pak Sukono dapat kembali memiliki kediaman yang layak," harap Bupati. Melalui penyaluran bantuan ini, BAZNAS Kabupaten Purbalingga berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi keluarga Sukono serta mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat kepedulian dan gotong royong dalam membantu sesama yang sedang mengalami musibah.
BERITA28/07/2026 | Admin
BAZNAS Purbalingga Gelar Kuliah Amil UPZ, Perkuat Kapasitas Pengelola Zakat yang Profesional dan Akuntabel
BAZNAS Purbalingga Gelar Kuliah Amil UPZ, Perkuat Kapasitas Pengelola Zakat yang Profesional dan Akuntabel
BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyelenggarakan Kuliah Amil Unit Pengumpul Zakat (UPZ) selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu, 27–29 Juli 2026, bertempat di Gedung Operation Room Kompleks Pendopo Dipokusumo, Purbalingga. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pengurus UPZ dari unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD), rumah sakit, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), kecamatan, hingga desa se-Kabupaten Purbalingga. Kuliah Amil diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pengelola zakat agar mampu menjalankan tugas secara profesional, sesuai syariat Islam, regulasi yang berlaku, serta prinsip tata kelola yang transparan dan akuntabel. Melalui kegiatan ini, para pengurus UPZ dibekali pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam menghimpun, mengelola, serta melaporkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara optimal. Acara dibuka oleh Bupati Purbalingga yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Purbalingga, Drs. Suroto, M.Si. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Purbalingga terus mendorong penguatan kapasitas Unit Pengumpul Zakat (UPZ) agar pengelolaan zakat semakin profesional, transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Dalam rangkaian pembukaan Kuliah Amil tersebut, BAZNAS Kabupaten Purbalingga juga menyerahkan bantuan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) secara simbolis kepada Ibu Satimi, warga Desa Tidu, Kecamatan Bukateja, senilai Rp12.000.000. Bantuan ini merupakan salah satu bentuk pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun BAZNAS untuk membantu masyarakat kurang mampu memperoleh hunian yang lebih layak, sehat, dan aman. Menurut Surto, peningkatan kualitas pengurus UPZ menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat tata kelola zakat di daerah. Dengan pengelolaan yang baik, kepercayaan masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS akan semakin meningkat sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas dalam mendukung pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. "Pengurus UPZ perlu memiliki pemahaman yang baik mengenai syariat zakat, regulasi pengelolaan zakat, serta tata kelola kelembagaan agar mampu menjalankan amanah secara profesional, akuntabel, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Melalui Kuliah Amil ini, kami berharap seluruh peserta dapat meningkatkan kompetensi sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin optimal," ujar Suroto. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, H. Sudijanto, S.Sos., M.Si, menyampaikan bahwa peran UPZ sangat penting sebagai ujung tombak penghimpunan zakat di berbagai instansi dan wilayah. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas pengurus menjadi kebutuhan yang harus dilakukan secara berkelanjutan. Dalam paparannya, Sudijanto menjelaskan bahwa hingga Juni 2026, BAZNAS Kabupaten Purbalingga telah berhasil menghimpun dana zakat, infak, dan sedekah sebesar Rp3,45 miliar. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp3,14 miliar telah disalurkan kepada masyarakat melalui berbagai program yang mencakup bidang dakwah, kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, serta bantuan sosial seperti rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembangunan jamban keluarga, hingga distribusi air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan. "Kami berharap melalui Kuliah Amil ini, seluruh pengurus UPZ semakin memahami tugas dan tanggung jawabnya, sehingga penghimpunan dana ZIS dapat terus meningkat. Semakin besar dana yang dihimpun, semakin besar pula manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan," ungkap Sudijanto. Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan materi dari para narasumber yang berkompeten, meliputi Fiqih Zakat yang disampaikan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Purbalingga, Regulasi Pengelolaan Zakat oleh Drs. Suroto, M.Si, serta Teknis Pengelolaan Zakat oleh BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Purbalingga berharap seluruh pengurus UPZ memiliki pemahaman yang utuh mengenai aspek syariah, regulasi, hingga teknis operasional pengelolaan zakat. Dengan kompetensi yang semakin baik, UPZ diharapkan mampu meningkatkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah secara optimal, menyusun administrasi dan pelaporan yang tertib, memberikan pelayanan yang prima kepada para muzaki, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat. Pada akhirnya, penguatan kapasitas amil diharapkan dapat memperluas manfaat zakat sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Purbalingga.
BERITA27/07/2026 | Admin
BAZNAS Tanggap Bencana Bantu Evakuasi Jenazah Korban yang Ditemukan di Sungai Kaliori
BAZNAS Tanggap Bencana Bantu Evakuasi Jenazah Korban yang Ditemukan di Sungai Kaliori
Purbalingga – BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Purbalingga bersama unsur SAR gabungan melakukan respons cepat dalam proses evakuasi jenazah yang ditemukan di aliran Sungai Kedung Kudi, Desa Kaliori RT 02 RW 08, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga, pada Jumat (24/7/2026) malam. Korban diketahui bernama Toro, laki-laki, warga Desa Tangkisan RT 02 RW 08, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga. Proses evakuasi dilakukan setelah BTB menerima laporan adanya penemuan jenazah di lokasi sekitar pukul 18.26 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, BTB BAZNAS Kabupaten Purbalingga segera berkoordinasi dengan berbagai unsur SAR untuk bergerak menuju lokasi kejadian. Berkat sinergi seluruh tim, jenazah berhasil dievakuasi dari sungai pada pukul 19.10 WIB. Selanjutnya, jenazah menjalani proses identifikasi oleh Tim INAFIS dan pemeriksaan oleh dokter dari Puskesmas Karanganyar. Setelah seluruh prosedur selesai pada pukul 20.45 WIB, jenazah kemudian diberangkatkan menuju rumah duka di Desa Tangkisan, Kecamatan Mrebet, untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Proses penanganan berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur, di antaranya BAZNAS Kabupaten Purbalingga, BPBD Kabupaten Purbalingga, Pramuka Peduli Purbalingga, SAR Purbalingga, RAPI, TNI, POLRI, pemerintah desa setempat, serta masyarakat sekitar. Personel BTB yang bertugas dalam kegiatan tersebut adalah Bayu Krisna. Kolaborasi lintas instansi dalam penanganan kejadian ini menjadi wujud komitmen bersama untuk memberikan respons yang cepat, terkoordinasi, dan profesional dalam setiap kondisi darurat, sekaligus memastikan proses evakuasi hingga penyerahan jenazah kepada keluarga dapat berlangsung dengan aman dan lancar.
BERITA24/07/2026 | Admin
BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Purbalingga Bentuk Kampung Tanggap Bencana di Desa Sangkanayu
BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Purbalingga Bentuk Kampung Tanggap Bencana di Desa Sangkanayu
Purbalingga – BAZNAS RI berkolaborasi dengan BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyelenggarakan kegiatan Kampung Tanggap Bencana (Katana) di Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, pada 21–23 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana melalui edukasi, pelatihan, dan simulasi kebencanaan. Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purbalingga, Revon Hapridiat, S.Sos., yang mengajak seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan saat menghadapi situasi darurat di lingkungan masing-masing. Selama tiga hari pelaksanaan, warga Desa Sangkanayu mendapatkan berbagai materi mengenai kesiapsiagaan bencana yang disampaikan oleh narasumber dari BPBD Kabupaten Purbalingga, Palang Merah Indonesia (PMI), dan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Materi yang diberikan meliputi pertolongan pertama pada korban bencana, manajemen kebencanaan, serta pengetahuan mengenai langkah-langkah mitigasi dan penanganan saat terjadi bencana. Sebagai penutup kegiatan, seluruh peserta mengikuti simulasi penanganan bencana banjir. Dalam simulasi tersebut, warga mempraktikkan prosedur evakuasi, koordinasi antarrelawan, penanganan korban, hingga langkah-langkah penyelamatan sesuai dengan materi yang telah dipelajari selama pelatihan. Program Kampung Tanggap Bencana (Katana) bertujuan membentuk masyarakat yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat peran masyarakat sebagai garda terdepan dalam upaya mitigasi, mengurangi risiko bencana, serta mempercepat penanganan ketika terjadi keadaan darurat di tingkat desa. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purbalingga, Revon Hapridiat, S.Sos., menyampaikan bahwa kesiapsiagaan merupakan kunci utama dalam mengurangi dampak bencana. "Bencana tidak dapat diprediksi kapan terjadi, namun risikonya dapat diminimalkan melalui kesiapsiagaan. Melalui kegiatan Kampung Tanggap Bencana ini, kami berharap masyarakat Desa Sangkanayu memiliki kemampuan untuk mengenali potensi ancaman, melakukan evakuasi secara tepat, serta mampu memberikan pertolongan pertama sebelum bantuan datang." Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, H. Sudijanto, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa BAZNAS tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan pascabencana, tetapi juga mendorong penguatan kapasitas masyarakat melalui program mitigasi. "BAZNAS berkomitmen untuk hadir dalam setiap tahapan penanggulangan bencana, mulai dari mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan. Melalui kolaborasi dengan BAZNAS RI, BPBD, PMI, dan berbagai pihak lainnya, kami berharap Desa Sangkanayu menjadi contoh desa yang tangguh, siap menghadapi bencana, serta mampu melindungi masyarakatnya melalui budaya gotong royong dan kepedulian bersama." Melalui penyelenggaraan Kampung Tanggap Bencana ini, diharapkan masyarakat Desa Sangkanayu semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana, sehingga risiko korban jiwa maupun kerugian dapat diminimalkan melalui kesiapsiagaan, koordinasi, dan respons yang cepat serta tepat.
BERITA23/07/2026 | Admin
BAZNAS Purbalingga Berkolaborasi Fasilitasi Kepulangan Warga Terlantar dari Situbondo
BAZNAS Purbalingga Berkolaborasi Fasilitasi Kepulangan Warga Terlantar dari Situbondo
Purbalingga – BAZNAS Kabupaten Purbalingga berkolaborasi dengan DINSOSPERMASDESP3A Kabupaten Purbalingga dan DINKESPPKB Kabupaten Purbalingga memfasilitasi kepulangan Riki Arif Wijaya (47), warga Desa Bojanegara, Kecamatan Padamara, yang terlantar di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, akibat menderita stroke. Riki diketahui berangkat ke Situbondo dengan tujuan mencari pekerjaan. Namun, sesampainya di terminal, ia tiba-tiba jatuh sakit dan mengalami stroke. Kondisi tersebut membuatnya tidak mampu beraktivitas dan hanya terbaring di tempat tidur. Tanpa keluarga maupun kerabat yang dapat membantu di Situbondo, Riki akhirnya terlantar. Keterbatasan ekonomi yang dimilikinya juga membuat ia tidak mampu membiayai perjalanan pulang ke kampung halamannya. Mengetahui kondisi tersebut, berbagai pihak bergerak cepat melakukan koordinasi untuk memberikan solusi. Proses penanganan dilakukan melalui kolaborasi antara Dinas Sosial Kabupaten Situbondo, Dinas Sosial Kota Surabaya, dan Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah. Setelah seluruh proses administrasi dan koordinasi selesai, kepulangan Riki ke Kabupaten Purbalingga akhirnya dapat direalisasikan. Setibanya di Purbalingga, BAZNAS Kabupaten Purbalingga bersama DINSOSPERMASDESP3A dan DINKESPPKB Kabupaten Purbalingga turut mendampingi proses penjemputan serta memastikan Riki dapat kembali ke keluarganya dengan aman. Sinergi antarlembaga ini menjadi wujud kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya warga Purbalingga yang mengalami kondisi darurat di luar daerah. Kolaborasi lintas daerah dan lintas instansi tersebut diharapkan menjadi contoh bahwa kepedulian dan kerja sama yang baik mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan. BAZNAS Kabupaten Purbalingga berkomitmen untuk terus bersinergi dengan berbagai pihak dalam memberikan pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA22/07/2026 | Admin
BAZNAS Purbalingga Salurkan Bantuan Rp138,57 Juta dan Raih Penghargaan pada Soft Launching Program Purbalingga Gotong Royong
BAZNAS Purbalingga Salurkan Bantuan Rp138,57 Juta dan Raih Penghargaan pada Soft Launching Program Purbalingga Gotong Royong
Purbalingga – BAZNAS Kabupaten Purbalingga turut berpartisipasi dalam Soft Launching Program Purbalingga Gotong Royong yang dirangkaikan dengan peluncuran Sistem Informasi Pelaporan Intervensi Penanggulangan Kemiskinan Terpadu (SIPINTER), di OR Graha Adiguna Kompleks Pendopo Dipokusumo, Kabupaten Purbalingga, Selasa (21/7/2026). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Purbalingga tersebut menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya percepatan penanggulangan kemiskinan berbasis data. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyalurkan bantuan senilai Rp138.572.000 sebagai bentuk komitmen mendukung program pengentasan kemiskinan di Kabupaten Purbalingga. Bantuan tersebut meliputi bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebesar Rp80.000.000, stimulan pembangunan jamban sebesar Rp12.000.000, sumur air bersih sebesar Rp25.000.000, kursi roda sebesar Rp6.000.000, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) susu sebesar Rp1.922.000, kaki palsu sebesar Rp3.500.000, bantuan pendidikan sebesar Rp6.150.000, serta modal usaha sebesar Rp4.000.000. Selain menyalurkan bantuan, BAZNAS Kabupaten Purbalingga juga menerima penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Purbalingga sebagai lembaga yang telah berkontribusi aktif melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas komitmen BAZNAS dalam mendukung berbagai program kesejahteraan masyarakat melalui pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Purbalingga, Suroto, menyampaikan bahwa peluncuran Program Purbalingga Gotong Royong merupakan langkah awal untuk menyinergikan potensi serta sumber daya dari berbagai pihak agar penanganan kemiskinan tidak berjalan secara parsial. "Soft launching ini adalah langkah awal menyinergikan potensi dan sumber daya pemerintah, dunia usaha melalui CSR, serta masyarakat untuk bergotong royong menangani kemiskinan secara bersama-sama," ujarnya. Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Purbalingga, Herni Sulasti, menegaskan bahwa penanggulangan kemiskinan memerlukan pendekatan yang lebih terintegrasi dan berorientasi pada hasil. Menurutnya, keterbatasan ruang fiskal pemerintah daerah menjadikan kolaborasi sebagai kebutuhan strategis. Melalui Program Purbalingga Gotong Royong, pemerintah menghubungkan peran pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi keagamaan, BAZNAS, PMI, media, komunitas, hingga masyarakat dalam satu gerakan bersama untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Purbalingga. Melalui partisipasi aktif dalam Program Purbalingga Gotong Royong, BAZNAS Kabupaten Purbalingga menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Purbalingga dan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadirkan program-program yang tepat sasaran, sehingga manfaat zakat dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan.
BERITA21/07/2026 | Admin
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Purbalingga.

Lihat Daftar Rekening →