WhatsApp Icon
Bersama BAZNAS ada Setitik Harapan untuk Mbah Minem

Di sudut sederhana Desa Gemuruh, Padamara, berdiri sebuah gubuk rapuh yang nyaris roboh dimakan usia. Dindingnya lapuk, atapnya bocor, dan lantainya jauh dari kata nyaman. Di tempat itulah Mbah Sarminem (60), yang akrab disapa Mbah Minem, menjalani hari-harinya seorang diri tanpa pendamping hidup maupun anak yang tinggal bersamanya.

Usia senja yang seharusnya diisi dengan ketenangan justru menjadi masa yang penuh ujian bagi Mbah Minem. Selain harus bertahan hidup dalam keterbatasan, ia juga berjuang melawan penyakit kanker hidung yang dideritanya. Kondisinya semakin berat karena selama ini ia tidak memiliki jaminan kesehatan apa pun. Keterbatasan pengetahuan dan tidak pernah mengurus administrasi kependudukan membuatnya tidak terdaftar dalam program perlindungan kesehatan yang seharusnya dapat membantunya.

Saat harus menjalani perawatan di rumah sakit, Mbah Minem dihadapkan pada kenyataan yang tidak mudah. Tagihan biaya pengobatan yang mencapai lebih dari Rp7 juta menjadi beban yang mustahil ia tanggung seorang diri. Bagi seseorang yang bahkan tidak memiliki penghasilan tetap, angka tersebut terasa seperti tembok tinggi yang sulit dilalui.

Namun di tengah kesulitan itu, kepedulian hadir membawa harapan. Melalui kolaborasi antara BAZNAS, Pemerintah Desa, dan pihak rumah sakit tempat Mbah Minem dirawat, biaya pengobatan tersebut akhirnya dapat diselesaikan. Langkah kecil yang menjadi penyelamat besar bagi seorang lansia yang sedang berjuang mempertahankan hidupnya.

Perjuangan Mbah Minem ternyata tidak berhenti pada persoalan kesehatan. Tempat tinggal yang selama ini ia huni pun sangat memprihatinkan dan jauh dari standar kelayakan. Gubuk reyot yang menjadi tempat berlindung dari panas dan hujan sudah tidak lagi mampu memberikan rasa aman. Lebih memilukan lagi, Mbah Minem tidak memiliki tanah maupun harta benda. Selama ini ia hanya menumpang tinggal di sebidang tanah milik saudaranya.

Melihat kondisi tersebut, BAZNAS turut memberikan bantuan rehabilitasi rumah agar Mbah Minem dapat memiliki tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan nyaman untuk menjalani masa tuanya. Bagi sebagian orang, rumah mungkin hanya sebuah bangunan. Namun bagi Mbah Minem, rumah yang layak adalah harapan baru, tempat beristirahat dengan tenang setelah melewati begitu banyak ujian hidup.

Kisah Mbah Minem mengingatkan kita bahwa masih banyak saudara-saudara kita yang hidup dalam keterbatasan dan membutuhkan uluran tangan. Kehadiran zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar bantuan materi, melainkan juga wujud kasih sayang dan kepedulian yang mampu mengembalikan harapan bagi mereka yang hampir kehilangan harapan.

Di balik senyum sederhana Mbah Minem hari ini, tersimpan doa-doa tulus yang mungkin tidak terdengar oleh manusia, tetapi sangat berharga di hadapan Allah SWT. Semoga setiap kebaikan yang diberikan kepada mereka yang membutuhkan menjadi jalan keberkahan bagi seluruh pihak yang telah peduli dan membantu.

 

14/07/2026 | Kontributor: Admin
BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Purbalingga Gelar Madrasah Tanggap Bencana di MI Maarif NU 01 Maribaya

Purbalingga – BAZNAS RI berkolaborasi dengan BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyelenggarakan kegiatan Madrasah Tanggap Bencana (MANTAB) di MI Ma'arif NU 01 Maribaya, Desa Maribaya, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, pada Senin (13/7/2026). Program ini diikuti oleh 48 siswa dari kelas IV hingga kelas VI dan akan berlangsung selama tiga hari, hingga Rabu (15/7/2026).

Kegiatan MANTAB merupakan program edukasi kebencanaan yang bertujuan membangun budaya sadar bencana di lingkungan madrasah. Melalui kegiatan ini, para siswa dibekali pengetahuan mengenai berbagai potensi bencana, langkah-langkah mitigasi, cara menyelamatkan diri saat terjadi bencana, serta pentingnya membangun kesiapsiagaan sejak usia dini.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Sekretaris Badan Penanggulanagan Bencana, Aris Mulyanto. Dalam sambutannya, Aris menyampaikan bahwa pendidikan kebencanaan perlu ditanamkan sejak dini agar anak-anak memiliki pengetahuan, keterampilan, dan keberanian dalam menghadapi situasi darurat.

"Anak-anak merupakan kelompok yang rentan ketika terjadi bencana. Oleh karena itu, pendidikan kebencanaan harus diberikan sejak usia sekolah agar mereka memahami langkah penyelamatan diri, mampu mengenali potensi bahaya di lingkungan sekitar, serta dapat menjadi agen penyebar informasi kesiapsiagaan bagi keluarga dan masyarakat," ujarnya.

Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Sudijanto, mengatakan bahwa program Madrasah Tanggap Bencana merupakan wujud komitmen BAZNAS dalam mendukung terciptanya satuan pendidikan yang aman dan tangguh terhadap bencana.

"BAZNAS tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan saat bencana terjadi, tetapi juga mendorong upaya pengurangan risiko melalui edukasi dan peningkatan kapasitas masyarakat. Kami berharap para siswa memiliki bekal pengetahuan yang cukup sehingga mampu melindungi diri sendiri maupun membantu orang lain ketika menghadapi kondisi darurat," tutur Sudijanto.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai materi dan praktik yang dikemas secara interaktif, mulai dari pengenalan jenis-jenis bencana, simulasi evakuasi, penyusunan jalur evakuasi, pembentukan budaya aman di lingkungan sekolah, hingga latihan tanggap darurat bersama para fasilitator.

Melalui program Madrasah Tanggap Bencana (MANTAB), BAZNAS RI bersama BAZNAS Kabupaten Purbalingga berharap dapat meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan kesiapsiagaan warga sekolah terhadap potensi bencana. Dengan demikian, madrasah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi lingkungan pendidikan yang aman, tangguh, dan mampu meminimalkan risiko bencana bagi seluruh warga sekolah.

 

13/07/2026 | Kontributor: Admin
Kursi Roda untuk Mbah Wayem, Wujud Kepedulian Zakat Membantu Lansia Tetap Beraktivitas

Purbalingga – Zakat yang ditunaikan melalui BAZNAS Kabupaten Purbalingga terus diwujudkan menjadi program-program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Salah satunya melalui bantuan alat bantu jalan berupa kursi roda bagi lansia dan warga kurang mampu yang mengalami keterbatasan mobilitas. Program ini menjadi bentuk kepedulian terhadap kelompok rentan agar tetap dapat beraktivitas dengan lebih mudah, aman, dan mandiri dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Salah satu penerima manfaat adalah Mbah Wayem (75), warga Desa Karangnangka, Kecamatan Bukateja. Di usia senjanya, Mbah Wayem mengalami kesulitan untuk berjalan dan beraktivitas sehingga mobilitas sehari-hari menjadi sangat terbatas.

Melalui usulan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa Karangnangka, BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyalurkan bantuan satu unit kursi roda kepada Mbah Wayem. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung pada Jumat (10/7/2026) di kediaman Mbah Wayem oleh UPZ Desa Karangnangka, didampingi Kepala Desa Karangnangka bersama perwakilan BAZNAS Kabupaten Purbalingga.

Bantuan kursi roda ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi Mbah Wayem dalam melakukan aktivitas sehari-hari, mengurangi ketergantungan kepada orang lain, serta meningkatkan kualitas hidup di masa lanjut usia. Kehadiran alat bantu mobilitas juga menjadi bentuk kepedulian terhadap lansia agar tetap dapat menjalani aktivitas dengan lebih layak dan bermartabat.

Program bantuan alat bantu jalan merupakan salah satu bentuk pendayagunaan zakat yang disalurkan BAZNAS Kabupaten Purbalingga kepada masyarakat yang termasuk dalam golongan penerima zakat (mustahik). Melalui pengelolaan zakat yang amanah, profesional, dan tepat sasaran, dana zakat dapat menghadirkan manfaat nyata bagi mereka yang membutuhkan, mulai dari bantuan kesehatan, pendidikan, kemanusiaan, hingga pemberdayaan ekonomi.

BAZNAS Kabupaten Purbalingga mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi agar pengelolaannya lebih optimal, transparan, dan memiliki dampak yang lebih luas. Zakat yang disalurkan melalui BAZNAS tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga menjadi ikhtiar bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi beban kaum dhuafa, serta menghadirkan keberkahan bagi muzaki dan penerima manfaat.

Semakin banyak zakat yang ditunaikan melalui BAZNAS, semakin banyak pula masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya, sehingga semangat gotong royong dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di Kabupaten Purbalingga.

 

10/07/2026 | Kontributor: Admin
BAZNAS Purbalingga dan MWCNU Bukateja Tingkatkan Kapasitas Pelaku UMKM Kuliner Melalui Pelatihan Bidang Boga

Purbalingga – BAZNAS Kabupaten Purbalingga berkolaborasi dengan MWCNU Bukateja menyelenggarakan pelatihan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bidang boga selama dua hari, Sabtu–Ahad, 4–5 Juli 2026, di Gedung Workshop MWCNU Bukateja. Kegiatan ini diikuti oleh para pegiat kuliner dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Bukateja sebagai upaya meningkatkan keterampilan sekaligus mendorong tumbuhnya usaha kuliner yang lebih produktif dan berdaya saing.

Selama pelatihan, peserta memperoleh materi praktik pembuatan berbagai produk olahan yang memiliki nilai jual, meliputi roti manis, kroket kentang, dan pie buah. Materi disusun agar mudah diterapkan oleh peserta, baik yang telah memiliki usaha maupun yang baru akan merintis usaha di bidang kuliner.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pelaku UMKM, memperluas peluang usaha, menambah variasi produk yang dipasarkan, serta mendorong lahirnya wirausaha mandiri yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kabupaten Purbalingga dalam memberdayakan masyarakat melalui program ekonomi produktif, sehingga zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga menjadi sarana menciptakan kemandirian ekonomi mustahik dan masyarakat.

Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Sudijanto, mengatakan bahwa penguatan kapasitas pelaku usaha merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kami berharap pelatihan ini tidak berhenti pada proses belajar saja, tetapi mampu melahirkan produk-produk kuliner yang berkualitas dan memiliki daya saing di pasar. BAZNAS ingin zakat dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan melalui pemberdayaan ekonomi sehingga masyarakat semakin mandiri dan usahanya terus berkembang," ujar Sudijanto.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi UKM Kabupaten Purbalingga yang diwakili oleh Kepala Bidang Usaha Mikro, Wasis Pambudi, mengapresiasi sinergi antara BAZNAS Kabupaten Purbalingga dan MWCNU Bukateja dalam mendukung pengembangan UMKM.

"Pelatihan seperti ini sangat penting karena pelaku UMKM tidak hanya membutuhkan modal, tetapi juga peningkatan keterampilan, inovasi produk, dan semangat untuk terus berkembang. Kami berharap peserta mampu mengembangkan ilmu yang diperoleh menjadi usaha yang berkelanjutan dan mampu menciptakan peluang ekonomi di lingkungannya," ungkap Wasis.

Melalui kolaborasi ini, BAZNAS Kabupaten Purbalingga bersama MWCNU Bukateja berharap semakin banyak pelaku UMKM yang memiliki keterampilan, inovasi, dan kepercayaan diri untuk mengembangkan usahanya. Dengan demikian, sektor usaha mikro di Kabupaten Purbalingga dapat terus tumbuh, membuka lapangan pekerjaan, serta memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

06/07/2026 | Kontributor: Admin
Harapan dan Kepedulian untuk Elvan, Pejuang Kecil dari Kutasari

Di usia yang seharusnya dipenuhi dengan keceriaan dan bermain bersama teman-teman, Elvan (8) harus menjalani perjuangan besar melawan penyakit Leukimia yang dideritanya sejak tahun 2025. Anak asal Karanglewas, Kecamatan Kutasari ini tetap berusaha kuat menjalani berbagai pengobatan, didampingi sang ibu tercinta, Ari Yuniah.

Di tengah perjuangan merawat buah hati, Ari Yuniah tetap berusaha memenuhi kebutuhan keluarga dengan berjualan es dari rumah. Dengan penghasilan sekitar Rp15–20 ribu per hari, ia tetap bertahan sembari fokus menjaga Elvan agar bisa menjalani pengobatan dengan baik.

Dalam perjalanan pengobatannya, Elvan menjadi salah satu penerima manfaat layanan ambulan gratis BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Setiap kali harus menjalani kemoterapi ke rumah sakit di Purwokerto, layanan tersebut menjadi salah satu ikhtiar yang membantu Elvan dan keluarganya agar tetap bisa mendapatkan perawatan.

Sebagai bentuk kepedulian dan dukungan, BAZNAS Kabupaten Purbalingga bersama TP PKK Kabupaten Purbalingga hadir memberikan perhatian untuk Elvan dan keluarga, Kamis (25/6). BAZNAS menyalurkan bantuan uang tunai sebesar Rp1 juta serta paket logistik keluarga untuk membantu meringankan kebutuhan sehari-hari.

Tidak hanya itu, TP PKK Kabupaten Purbalingga juga menyerahkan bantuan uang tunai, paket sembako, serta satu unit sepeda dari Bupati Purbalingga, Fahmi M. Hanif. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Purbalingga, Syahzani Fahmi M. Hanif.

Kehadiran bantuan ini menjadi bukti bahwa kepedulian dan kepedulian bersama mampu menghadirkan harapan bagi mereka yang sedang berjuang. Semoga Elvan diberikan kekuatan, kesembuhan, dan keluarga diberikan ketabahan dalam melewati setiap prosesnya.

Melalui zakat, infak, dan sedekah yang dikelola dengan amanah, BAZNAS Kabupaten Purbalingga terus berupaya menghadirkan manfaat dan menemani perjuangan masyarakat yang membutuhkan.

25/06/2026 | Kontributor: Admin

Berita Terbaru

Bersama BAZNAS ada Setitik Harapan untuk Mbah Minem
Bersama BAZNAS ada Setitik Harapan untuk Mbah Minem
Di sudut sederhana Desa Gemuruh, Padamara, berdiri sebuah gubuk rapuh yang nyaris roboh dimakan usia. Dindingnya lapuk, atapnya bocor, dan lantainya jauh dari kata nyaman. Di tempat itulah Mbah Sarminem (60), yang akrab disapa Mbah Minem, menjalani hari-harinya seorang diri tanpa pendamping hidup maupun anak yang tinggal bersamanya. Usia senja yang seharusnya diisi dengan ketenangan justru menjadi masa yang penuh ujian bagi Mbah Minem. Selain harus bertahan hidup dalam keterbatasan, ia juga berjuang melawan penyakit kanker hidung yang dideritanya. Kondisinya semakin berat karena selama ini ia tidak memiliki jaminan kesehatan apa pun. Keterbatasan pengetahuan dan tidak pernah mengurus administrasi kependudukan membuatnya tidak terdaftar dalam program perlindungan kesehatan yang seharusnya dapat membantunya. Saat harus menjalani perawatan di rumah sakit, Mbah Minem dihadapkan pada kenyataan yang tidak mudah. Tagihan biaya pengobatan yang mencapai lebih dari Rp7 juta menjadi beban yang mustahil ia tanggung seorang diri. Bagi seseorang yang bahkan tidak memiliki penghasilan tetap, angka tersebut terasa seperti tembok tinggi yang sulit dilalui. Namun di tengah kesulitan itu, kepedulian hadir membawa harapan. Melalui kolaborasi antara BAZNAS, Pemerintah Desa, dan pihak rumah sakit tempat Mbah Minem dirawat, biaya pengobatan tersebut akhirnya dapat diselesaikan. Langkah kecil yang menjadi penyelamat besar bagi seorang lansia yang sedang berjuang mempertahankan hidupnya. Perjuangan Mbah Minem ternyata tidak berhenti pada persoalan kesehatan. Tempat tinggal yang selama ini ia huni pun sangat memprihatinkan dan jauh dari standar kelayakan. Gubuk reyot yang menjadi tempat berlindung dari panas dan hujan sudah tidak lagi mampu memberikan rasa aman. Lebih memilukan lagi, Mbah Minem tidak memiliki tanah maupun harta benda. Selama ini ia hanya menumpang tinggal di sebidang tanah milik saudaranya. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS turut memberikan bantuan rehabilitasi rumah agar Mbah Minem dapat memiliki tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan nyaman untuk menjalani masa tuanya. Bagi sebagian orang, rumah mungkin hanya sebuah bangunan. Namun bagi Mbah Minem, rumah yang layak adalah harapan baru, tempat beristirahat dengan tenang setelah melewati begitu banyak ujian hidup. Kisah Mbah Minem mengingatkan kita bahwa masih banyak saudara-saudara kita yang hidup dalam keterbatasan dan membutuhkan uluran tangan. Kehadiran zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar bantuan materi, melainkan juga wujud kasih sayang dan kepedulian yang mampu mengembalikan harapan bagi mereka yang hampir kehilangan harapan. Di balik senyum sederhana Mbah Minem hari ini, tersimpan doa-doa tulus yang mungkin tidak terdengar oleh manusia, tetapi sangat berharga di hadapan Allah SWT. Semoga setiap kebaikan yang diberikan kepada mereka yang membutuhkan menjadi jalan keberkahan bagi seluruh pihak yang telah peduli dan membantu.
BERITA14/07/2026 | Admin
BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Purbalingga Gelar Madrasah Tanggap Bencana di MI Maarif NU 01 Maribaya
BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Purbalingga Gelar Madrasah Tanggap Bencana di MI Maarif NU 01 Maribaya
Purbalingga – BAZNAS RI berkolaborasi dengan BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyelenggarakan kegiatan Madrasah Tanggap Bencana (MANTAB) di MI Ma'arif NU 01 Maribaya, Desa Maribaya, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, pada Senin (13/7/2026). Program ini diikuti oleh 48 siswa dari kelas IV hingga kelas VI dan akan berlangsung selama tiga hari, hingga Rabu (15/7/2026). Kegiatan MANTAB merupakan program edukasi kebencanaan yang bertujuan membangun budaya sadar bencana di lingkungan madrasah. Melalui kegiatan ini, para siswa dibekali pengetahuan mengenai berbagai potensi bencana, langkah-langkah mitigasi, cara menyelamatkan diri saat terjadi bencana, serta pentingnya membangun kesiapsiagaan sejak usia dini. Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Sekretaris Badan Penanggulanagan Bencana, Aris Mulyanto. Dalam sambutannya, Aris menyampaikan bahwa pendidikan kebencanaan perlu ditanamkan sejak dini agar anak-anak memiliki pengetahuan, keterampilan, dan keberanian dalam menghadapi situasi darurat. "Anak-anak merupakan kelompok yang rentan ketika terjadi bencana. Oleh karena itu, pendidikan kebencanaan harus diberikan sejak usia sekolah agar mereka memahami langkah penyelamatan diri, mampu mengenali potensi bahaya di lingkungan sekitar, serta dapat menjadi agen penyebar informasi kesiapsiagaan bagi keluarga dan masyarakat," ujarnya. Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Sudijanto, mengatakan bahwa program Madrasah Tanggap Bencana merupakan wujud komitmen BAZNAS dalam mendukung terciptanya satuan pendidikan yang aman dan tangguh terhadap bencana. "BAZNAS tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan saat bencana terjadi, tetapi juga mendorong upaya pengurangan risiko melalui edukasi dan peningkatan kapasitas masyarakat. Kami berharap para siswa memiliki bekal pengetahuan yang cukup sehingga mampu melindungi diri sendiri maupun membantu orang lain ketika menghadapi kondisi darurat," tutur Sudijanto. Selama tiga hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai materi dan praktik yang dikemas secara interaktif, mulai dari pengenalan jenis-jenis bencana, simulasi evakuasi, penyusunan jalur evakuasi, pembentukan budaya aman di lingkungan sekolah, hingga latihan tanggap darurat bersama para fasilitator. Melalui program Madrasah Tanggap Bencana (MANTAB), BAZNAS RI bersama BAZNAS Kabupaten Purbalingga berharap dapat meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan kesiapsiagaan warga sekolah terhadap potensi bencana. Dengan demikian, madrasah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi lingkungan pendidikan yang aman, tangguh, dan mampu meminimalkan risiko bencana bagi seluruh warga sekolah.
BERITA13/07/2026 | Admin
Kursi Roda untuk Mbah Wayem, Wujud Kepedulian Zakat Membantu Lansia Tetap Beraktivitas
Kursi Roda untuk Mbah Wayem, Wujud Kepedulian Zakat Membantu Lansia Tetap Beraktivitas
Purbalingga – Zakat yang ditunaikan melalui BAZNAS Kabupaten Purbalingga terus diwujudkan menjadi program-program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Salah satunya melalui bantuan alat bantu jalan berupa kursi roda bagi lansia dan warga kurang mampu yang mengalami keterbatasan mobilitas. Program ini menjadi bentuk kepedulian terhadap kelompok rentan agar tetap dapat beraktivitas dengan lebih mudah, aman, dan mandiri dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Salah satu penerima manfaat adalah Mbah Wayem (75), warga Desa Karangnangka, Kecamatan Bukateja. Di usia senjanya, Mbah Wayem mengalami kesulitan untuk berjalan dan beraktivitas sehingga mobilitas sehari-hari menjadi sangat terbatas. Melalui usulan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa Karangnangka, BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyalurkan bantuan satu unit kursi roda kepada Mbah Wayem. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung pada Jumat (10/7/2026) di kediaman Mbah Wayem oleh UPZ Desa Karangnangka, didampingi Kepala Desa Karangnangka bersama perwakilan BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Bantuan kursi roda ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi Mbah Wayem dalam melakukan aktivitas sehari-hari, mengurangi ketergantungan kepada orang lain, serta meningkatkan kualitas hidup di masa lanjut usia. Kehadiran alat bantu mobilitas juga menjadi bentuk kepedulian terhadap lansia agar tetap dapat menjalani aktivitas dengan lebih layak dan bermartabat. Program bantuan alat bantu jalan merupakan salah satu bentuk pendayagunaan zakat yang disalurkan BAZNAS Kabupaten Purbalingga kepada masyarakat yang termasuk dalam golongan penerima zakat (mustahik). Melalui pengelolaan zakat yang amanah, profesional, dan tepat sasaran, dana zakat dapat menghadirkan manfaat nyata bagi mereka yang membutuhkan, mulai dari bantuan kesehatan, pendidikan, kemanusiaan, hingga pemberdayaan ekonomi. BAZNAS Kabupaten Purbalingga mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi agar pengelolaannya lebih optimal, transparan, dan memiliki dampak yang lebih luas. Zakat yang disalurkan melalui BAZNAS tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga menjadi ikhtiar bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi beban kaum dhuafa, serta menghadirkan keberkahan bagi muzaki dan penerima manfaat. Semakin banyak zakat yang ditunaikan melalui BAZNAS, semakin banyak pula masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya, sehingga semangat gotong royong dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di Kabupaten Purbalingga.
BERITA10/07/2026 | Admin
BAZNAS Purbalingga dan MWCNU Bukateja Tingkatkan Kapasitas Pelaku UMKM Kuliner Melalui Pelatihan Bidang Boga
BAZNAS Purbalingga dan MWCNU Bukateja Tingkatkan Kapasitas Pelaku UMKM Kuliner Melalui Pelatihan Bidang Boga
Purbalingga – BAZNAS Kabupaten Purbalingga berkolaborasi dengan MWCNU Bukateja menyelenggarakan pelatihan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bidang boga selama dua hari, Sabtu–Ahad, 4–5 Juli 2026, di Gedung Workshop MWCNU Bukateja. Kegiatan ini diikuti oleh para pegiat kuliner dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Bukateja sebagai upaya meningkatkan keterampilan sekaligus mendorong tumbuhnya usaha kuliner yang lebih produktif dan berdaya saing. Selama pelatihan, peserta memperoleh materi praktik pembuatan berbagai produk olahan yang memiliki nilai jual, meliputi roti manis, kroket kentang, dan pie buah. Materi disusun agar mudah diterapkan oleh peserta, baik yang telah memiliki usaha maupun yang baru akan merintis usaha di bidang kuliner. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pelaku UMKM, memperluas peluang usaha, menambah variasi produk yang dipasarkan, serta mendorong lahirnya wirausaha mandiri yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kabupaten Purbalingga dalam memberdayakan masyarakat melalui program ekonomi produktif, sehingga zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga menjadi sarana menciptakan kemandirian ekonomi mustahik dan masyarakat. Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Sudijanto, mengatakan bahwa penguatan kapasitas pelaku usaha merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Kami berharap pelatihan ini tidak berhenti pada proses belajar saja, tetapi mampu melahirkan produk-produk kuliner yang berkualitas dan memiliki daya saing di pasar. BAZNAS ingin zakat dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan melalui pemberdayaan ekonomi sehingga masyarakat semakin mandiri dan usahanya terus berkembang," ujar Sudijanto. Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi UKM Kabupaten Purbalingga yang diwakili oleh Kepala Bidang Usaha Mikro, Wasis Pambudi, mengapresiasi sinergi antara BAZNAS Kabupaten Purbalingga dan MWCNU Bukateja dalam mendukung pengembangan UMKM. "Pelatihan seperti ini sangat penting karena pelaku UMKM tidak hanya membutuhkan modal, tetapi juga peningkatan keterampilan, inovasi produk, dan semangat untuk terus berkembang. Kami berharap peserta mampu mengembangkan ilmu yang diperoleh menjadi usaha yang berkelanjutan dan mampu menciptakan peluang ekonomi di lingkungannya," ungkap Wasis. Melalui kolaborasi ini, BAZNAS Kabupaten Purbalingga bersama MWCNU Bukateja berharap semakin banyak pelaku UMKM yang memiliki keterampilan, inovasi, dan kepercayaan diri untuk mengembangkan usahanya. Dengan demikian, sektor usaha mikro di Kabupaten Purbalingga dapat terus tumbuh, membuka lapangan pekerjaan, serta memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
BERITA06/07/2026 | Admin
Harapan dan Kepedulian untuk Elvan, Pejuang Kecil dari Kutasari
Harapan dan Kepedulian untuk Elvan, Pejuang Kecil dari Kutasari
Di usia yang seharusnya dipenuhi dengan keceriaan dan bermain bersama teman-teman, Elvan (8) harus menjalani perjuangan besar melawan penyakit Leukimia yang dideritanya sejak tahun 2025. Anak asal Karanglewas, Kecamatan Kutasari ini tetap berusaha kuat menjalani berbagai pengobatan, didampingi sang ibu tercinta, Ari Yuniah. Di tengah perjuangan merawat buah hati, Ari Yuniah tetap berusaha memenuhi kebutuhan keluarga dengan berjualan es dari rumah. Dengan penghasilan sekitar Rp15–20 ribu per hari, ia tetap bertahan sembari fokus menjaga Elvan agar bisa menjalani pengobatan dengan baik. Dalam perjalanan pengobatannya, Elvan menjadi salah satu penerima manfaat layanan ambulan gratis BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Setiap kali harus menjalani kemoterapi ke rumah sakit di Purwokerto, layanan tersebut menjadi salah satu ikhtiar yang membantu Elvan dan keluarganya agar tetap bisa mendapatkan perawatan. Sebagai bentuk kepedulian dan dukungan, BAZNAS Kabupaten Purbalingga bersama TP PKK Kabupaten Purbalingga hadir memberikan perhatian untuk Elvan dan keluarga, Kamis (25/6). BAZNAS menyalurkan bantuan uang tunai sebesar Rp1 juta serta paket logistik keluarga untuk membantu meringankan kebutuhan sehari-hari. Tidak hanya itu, TP PKK Kabupaten Purbalingga juga menyerahkan bantuan uang tunai, paket sembako, serta satu unit sepeda dari Bupati Purbalingga, Fahmi M. Hanif. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Purbalingga, Syahzani Fahmi M. Hanif. Kehadiran bantuan ini menjadi bukti bahwa kepedulian dan kepedulian bersama mampu menghadirkan harapan bagi mereka yang sedang berjuang. Semoga Elvan diberikan kekuatan, kesembuhan, dan keluarga diberikan ketabahan dalam melewati setiap prosesnya. Melalui zakat, infak, dan sedekah yang dikelola dengan amanah, BAZNAS Kabupaten Purbalingga terus berupaya menghadirkan manfaat dan menemani perjuangan masyarakat yang membutuhkan.
BERITA25/06/2026 | Admin
BAZNAS Purbalingga Kolaborasi dengan Koramil dan Pemdes Bobotsari, Wujudkan Hunian Layak untuk Novi yang Hidup dalam Keterbatasan
BAZNAS Purbalingga Kolaborasi dengan Koramil dan Pemdes Bobotsari, Wujudkan Hunian Layak untuk Novi yang Hidup dalam Keterbatasan
Purbalingga – Di balik keterbatasan hidup yang dijalani, Novi (23 tahun) tetap menyimpan semangat untuk melangkah. Perempuan muda asal Bobotsari ini hidup seorang diri di rumah sederhana yang kondisinya sudah jauh dari layak. Sebagai anak terakhir dari lima bersaudara, Novi kini harus menjalani hari-harinya tanpa orang tua, setelah kedua orang tuanya meninggal dunia. Sementara kakak-kakaknya telah merantau untuk menjalani kehidupan masing-masing. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Novi bekerja sebagai karyawan rambut di sebuah usaha rumahan (home industri), bukan di perusahaan besar. Penghasilan yang ia terima hanya cukup untuk mencukupi kebutuhan pokok sehari-hari. Namun keterbatasan ekonomi tidak membuatnya menyerah menjalani kehidupan. Rumah yang selama ini menjadi tempat berteduh bagi Novi berada dalam kondisi memprihatinkan. Dinding rumah yang terbuat dari kayu sudah mulai rapuh, bahkan rumah tersebut belum memiliki fasilitas yang layak seperti dapur dan kamar tidur. Meski hidup dengan segala keterbatasan, Novi tetap berusaha mandiri dan menjalani kehidupannya dengan penuh ketabahan. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Kabupaten Purbalingga berkolaborasi dengan Koramil 08 Bobotsari dan Pemerintah Desa Bobotsari memberikan perhatian melalui program bantuan rehab rumah. BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyalurkan bantuan sebesar Rp12 juta untuk membantu memperbaiki rumah Novi agar menjadi tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman. Proses perbaikan rumah dimulai pada Selasa (23/06/2026) dengan kegiatan pembongkaran rumah lama Novi. Pembongkaran dilakukan secara gotong royong oleh tim BAZNAS Kabupaten Purbalingga, jajaran Koramil 08 Bobotsari, serta warga masyarakat sekitar. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian dan kolaborasi berbagai pihak mampu menghadirkan harapan baru bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui bantuan dari zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS, manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh para penerima yang tepat sasaran. Bagi Novi, bantuan tersebut bukan hanya tentang memperbaiki bangunan rumah, tetapi juga menghadirkan rasa tenang, kepedulian, dan harapan baru untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik.
BERITA23/06/2026 | Admin
BAZNAS Purbalingga Berikan Beasiswa Penuh untuk Santri Tahfidz, Wujudkan Generasi Penghafal Al-Qur’an Berprestasi
BAZNAS Purbalingga Berikan Beasiswa Penuh untuk Santri Tahfidz, Wujudkan Generasi Penghafal Al-Qur’an Berprestasi
Purbalingga – Setiap zakat yang ditunaikan memiliki makna besar dalam menghadirkan perubahan dan membuka jalan bagi generasi penerus bangsa. Melalui amanah zakat dari para muzaki, BAZNAS Kabupaten Purbalingga kembali menghadirkan manfaat nyata di bidang pendidikan dengan memberikan beasiswa penuh kepada empat santri tahfidz yang tengah berjuang menuntut ilmu di Program Pesantren Tahfidz Al-Qur’an MAJT-BAZNAS Jawa Tengah sekaligus menempuh pendidikan jenjang Strata 1 (S1) di Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang. Bantuan pendidikan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian BAZNAS Kabupaten Purbalingga dalam mendukung para penghafal Al-Qur’an agar dapat terus melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya. Melalui program ini, para santri mendapatkan fasilitas beasiswa penuh selama menjalani masa perkuliahan, sehingga mereka dapat fokus memperdalam ilmu agama sekaligus mengembangkan kemampuan akademik. Keempat santri penerima manfaat tersebut berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Purbalingga, yaitu Kecamatan Rembang, Bojongsari, Karangmoncol, dan Karanganyar. Mereka merupakan santri pilihan yang memiliki semangat kuat dalam menghafal Al-Qur’an serta melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Melalui program ini, dana zakat yang dihimpun dari para muzaki disalurkan kepada penerima manfaat yang membutuhkan dan memiliki potensi untuk berkembang. BAZNAS Kabupaten Purbalingga memastikan bahwa setiap amanah zakat dikelola secara profesional, transparan, dan diberikan kepada mustahik yang tepat, salah satunya melalui sektor pendidikan. Program beasiswa santri tahfidz ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki kedalaman ilmu Al-Qur’an dan nilai-nilai keislaman. Para santri diharapkan kelak menjadi insan yang bermanfaat bagi masyarakat serta mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan daerah. BAZNAS Kabupaten Purbalingga terus mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. Dengan zakat yang ditunaikan melalui BAZNAS, setiap kepedulian dapat menjadi jalan hadirnya harapan dan masa depan yang lebih baik bagi para penerima manfaat.
BERITA23/06/2026 | Admin
BAZNAS Purbalingga Salurkan Bantuan Pendidikan, Wujud Nyata Kepedulian untuk Masa Depan Generasi Bangsa
BAZNAS Purbalingga Salurkan Bantuan Pendidikan, Wujud Nyata Kepedulian untuk Masa Depan Generasi Bangsa
Purbalingga – Kepedulian terhadap pendidikan menjadi salah satu ikhtiar BAZNAS Kabupaten Purbalingga dalam menghadirkan manfaat zakat bagi masyarakat. Melalui dana zakat yang dihimpun dan dikelola secara amanah, BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyalurkan bantuan pendidikan sebesar Rp4.850.000 kepada siswa SMPN 1 Kaligondang pada Selasa (9/06/2026). Bantuan ini menjadi bentuk nyata kepedulian bersama untuk membantu para siswa yang membutuhkan agar tetap dapat melanjutkan pendidikan dan meraih cita-cita di masa depan. Bantuan tersebut diserahkan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) SMPN 1 Kaligondang sebagai bentuk sinergi dan kolaborasi yang baik antara BAZNAS Kabupaten Purbalingga dengan lingkungan pendidikan. Kerja sama ini menjadi langkah penting dalam memastikan dana zakat dapat tersalurkan tepat sasaran kepada para penerima manfaat yang benar-benar membutuhkan. Bantuan pendidikan ini diberikan untuk membantu siswa yang memiliki keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan pendidikan, khususnya sebagai penunjang agar mereka dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Melalui dukungan ini, diharapkan para siswa tetap memiliki semangat belajar, meraih cita-cita, dan mendapatkan kesempatan yang lebih baik untuk masa depan. Kolaborasi antara BAZNAS dan UPZ sekolah menjadi bukti bahwa zakat memiliki kekuatan besar ketika dikelola secara amanah dan bersama-sama. UPZ sekolah berperan dalam mendukung pendataan serta penyampaian kebutuhan siswa, sementara BAZNAS memastikan pengelolaan dan penyaluran zakat dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan. Melalui zakat yang ditunaikan melalui BAZNAS Kabupaten Purbalingga, masyarakat ikut mengambil bagian dalam menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan. Setiap zakat yang disalurkan bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga menjadi investasi kebaikan untuk mencetak generasi yang lebih berpendidikan, mandiri, dan berdaya. Mari bersama menunaikan zakat melalui BAZNAS Kabupaten Purbalingga, karena zakat Anda menghadirkan manfaat, membuka kesempatan, dan menjadi jalan kebaikan bagi sesama.
BERITA09/06/2026 | Admin
BAZNAS RI Luncurkan Program Zmart di Purbalingga, Dorong Kemandirian Ekonomi 40 Mustahik
BAZNAS RI Luncurkan Program Zmart di Purbalingga, Dorong Kemandirian Ekonomi 40 Mustahik
Purbalingga – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi meluncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi Zmart di Desa Majapura, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Selasa (9/6/2026). Program ini menjadi salah satu upaya nyata dalam mengangkat kesejahteraan mustahik melalui penguatan usaha ritel mikro berbasis zakat produktif. Peluncuran program berlangsung meriah dan dihadiri oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, Solahudin Aly, S.H., Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Purbalingga Agung Widiarto, S.E., M.Si. yang mewakili Bupati Purbalingga, Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga H. Sudijanto, S.Sos., M.Si., jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta para penerima manfaat Program Zmart. Pada tahun 2026, sebanyak 40 mustahik di Kabupaten Purbalingga menerima manfaat Program Zmart dengan total bantuan sebesar Rp320 juta. Bantuan tersebut terdiri atas Rp240 juta dari BAZNAS RI dan Rp80 juta dari BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Setiap penerima manfaat memperoleh dukungan senilai Rp8 juta yang diwujudkan dalam bentuk branding warung, peralatan usaha, tambahan modal usaha, serta pendampingan berkelanjutan. Dalam sambutan Bupati Purbalingga yang dibacakan oleh Kepala Dindagkop UKM Kabupaten Purbalingga, Agung Widiarto, S.E., M.Si., Pemerintah Kabupaten Purbalingga menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan BAZNAS RI terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Program Zmart. “Mewakili Bupati Purbalingga, kami menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, dan BAZNAS Kabupaten Purbalingga atas kolaborasi dan komitmennya dalam menghadirkan Program Zmart sebagai salah satu upaya nyata pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar Agung. Ia menuturkan, Program Zmart menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai instrumen bantuan sosial, tetapi juga mampu menjadi sarana pemberdayaan ekonomi yang produktif dan berkelanjutan. Melalui program tersebut, para pelaku usaha mikro dan kecil dari kalangan mustahik memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperluas akses pasar, serta memperkuat daya saing di tengah perkembangan sektor ritel yang semakin kompetitif. “Program ini memiliki nilai strategis karena tidak hanya memberikan bantuan permodalan, tetapi juga mendorong tumbuhnya semangat kemandirian usaha. Para penerima manfaat diberikan kesempatan untuk mengembangkan usahanya secara lebih profesional sehingga mampu meningkatkan taraf hidup keluarga mereka,” lanjutnya. Agung menambahkan, keberhasilan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal yang dimiliki, tetapi juga kemampuan dalam mengelola usaha dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar yang terus berkembang. Oleh karena itu, pendekatan yang diterapkan dalam Program Zmart dinilai sangat tepat karena mencakup berbagai aspek pemberdayaan. Ia berharap Program Zmart dapat menjadi pemicu lahirnya pelaku usaha mikro yang lebih mandiri, berdaya saing, dan mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus menjadi jalan bagi para mustahik untuk meningkatkan kesejahteraan keluarganya secara berkelanjutan. Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, Solahudin Aly, S.H., menyampaikan bahwa Program Zmart merupakan implementasi nyata pendayagunaan zakat produktif yang tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga membuka jalan bagi mustahik untuk memiliki sumber penghasilan yang berkelanjutan. “Zakat harus mampu menjadi instrumen pemberdayaan. Melalui Zmart, para mustahik tidak hanya menerima bantuan modal, tetapi juga mendapatkan pendampingan usaha agar mampu bersaing dan berkembang. Harapan kami, para penerima manfaat dapat naik kelas, dari mustahik menjadi muzakki di masa mendatang,” ungkapnya. Menurut Solahudin, Program Zmart juga sejalan dengan Asta Cita ke-3 Presiden Republik Indonesia, yakni memperkuat pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan melalui pengembangan kewirausahaan serta pemberdayaan masyarakat. Ia menjelaskan, sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2018 hingga Mei 2026, BAZNAS telah menyalurkan 5.677 unit Zmart yang tersebar di 34 provinsi dan 144 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Khusus di Provinsi Jawa Tengah, sebanyak 720 unit Zmart telah hadir di 24 kabupaten/kota hingga Mei 2026. Pada kesempatan yang sama, Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, H. Sudijanto, S.Sos., M.Si., menegaskan komitmen BAZNAS dalam mengelola zakat secara amanah, profesional, dan berdampak bagi kesejahteraan umat. “Program Zmart bukan hanya tentang memperbaiki tampilan warung atau memberikan modal usaha. Yang lebih penting adalah membangun semangat, kepercayaan diri, dan kemandirian ekonomi para mustahik. Kami ingin zakat yang dititipkan para muzakki benar-benar memberikan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat,” katanya. Sudijanto berharap para penerima manfaat dapat menjaga amanah yang diberikan dan memanfaatkan seluruh fasilitas pendampingan yang disediakan. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari bantuan yang disalurkan, tetapi dari peningkatan kapasitas usaha dan kesejahteraan keluarga penerima manfaat. “Semoga ke depan warung-warung Zmart di Purbalingga dapat berkembang menjadi usaha yang lebih maju, lebih tertata, dan mampu menjadi contoh bagi pelaku usaha mikro lainnya. Inilah ikhtiar bersama untuk menghadirkan zakat yang produktif, memberdayakan, dan menumbuhkan harapan,” tuturnya. Peluncuran Program Zmart di Majapura menjadi bukti nyata sinergi antara BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, BAZNAS Kabupaten Purbalingga, dan Pemerintah Kabupaten Purbalingga dalam memperkuat ekonomi masyarakat. Melalui program ini, zakat tidak hanya menjadi sarana berbagi, tetapi juga menjadi motor penggerak kemandirian ekonomi umat menuju kehidupan yang lebih sejahtera dan bermartabat.
BERITA09/06/2026 | Admin
Sunat Gratis BAZNAS, Wujud Kepedulian untuk Senyum dan Masa Depan Anak
Sunat Gratis BAZNAS, Wujud Kepedulian untuk Senyum dan Masa Depan Anak
Sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu, BAZNAS Kabupaten Purbalingga terus menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi warga. Salah satunya melalui bantuan sunat gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin, agar mereka dapat menjalani proses khitan dengan aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan. Seperti adik Rizki asal Pagedangan, Bojpngsari yang menjalani sunat gratis pada Kamis (7/5/2026) di klinik. Program sunat gratis ini dilaksanakan oleh tenaga kesehatan profesional sehingga orang tua tidak perlu merasa khawatir terhadap proses maupun penanganannya. Seluruh biaya ditanggung oleh BAZNAS, sehingga keluarga penerima manfaat tidak terbebani biaya pengobatan maupun kebutuhan lainnya. Tidak hanya mendapatkan layanan sunat secara gratis, anak-anak penerima manfaat juga memperoleh bingkisan berupa baju muslim, peci, sarung, serta uang saku sebagai bentuk perhatian dan penyemangat bagi mereka. Kebahagiaan sederhana itu menjadi momen berharga yang menghadirkan senyum bagi anak maupun keluarganya. Bagi banyak keluarga kurang mampu, biaya sunat sering kali menjadi beban tersendiri sehingga harus menunda kewajiban tersebut. Melalui bantuan ini, anak-anak dapat menjalani sunat tepat waktu tanpa harus menunggu kondisi ekonomi keluarga membaik. Selain membantu dari sisi kesehatan dan kebersihan, program ini juga memberikan rasa tenang dan kebahagiaan bagi orang tua karena kebutuhan anaknya dapat terpenuhi. Dampak dari bantuan ini sangat dirasakan oleh para penerima manfaat. Anak-anak menjadi lebih percaya diri dan bahagia, sementara orang tua merasa terbantu karena tidak lagi memikirkan biaya yang harus dikeluarkan. Kehadiran BAZNAS di tengah masyarakat menjadi bukti bahwa zakat mampu menghadirkan solusi dan harapan bagi mereka yang membutuhkan. Zakat yang dititipkan melalui BAZNAS tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga membawa manfaat yang luas bagi kehidupan masyarakat. Dari zakat, lahir kepedulian, kesehatan, pendidikan, hingga kebahagiaan bagi keluarga kurang mampu. Semakin banyak masyarakat yang menunaikan zakat, infak, dan sedekah, maka semakin banyak pula warga yang dapat dibantu dan merasakan manfaatnya. Melalui program ini, BAZNAS Kabupaten Purbalingga berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat, sehingga zakat benar-benar menjadi kekuatan untuk membantu sesama dan meringankan beban mereka yang membutuhkan.
BERITA07/05/2026 | Admin
Rumah Sehat BAZNAS Bantu Evakuasi Korban Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur
Rumah Sehat BAZNAS Bantu Evakuasi Korban Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui tim Rumah Sehat BAZNAS bergerak cepat merespons kecelakaan antara kereta api jarak jauh dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam (27/4/2026). Tim diterjunkan untuk membantu evakuasi korban serta memberikan layanan kesehatan darurat. Pada fase awal, BAZNAS mengirim Tim Rumah Sehat BAZNAS, terdiri atas 1 dokter dengan 2 armada ambulans. Ketua BAZNAS RI Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menyatakan, BAZNAS langsung menurunkan tim dan ambulans ke lokasi kejadian sebagai bentuk respons cepat dalam situasi darurat ini. “Kami menurunkan tim Rumah Sehat BAZNAS lengkap dengan ambulans untuk membantu evakuasi korban dan memastikan mereka segera mendapatkan penanganan medis,” ujarnya. Menurutnya, BAZNAS bersama petugas gabungan turut melakukan evakuasi korban dari rangkaian kereta serta memberikan pertolongan pertama di lokasi kejadian sebelum dirujuk ke rumah sakit. Selain itu, Sodik juga menyampaikan duka cita mendalam atas korban jiwa dalam peristiwa tersebut dan menegaskan komitmen BAZNAS untuk terus hadir dalam membantu masyarakat terdampak bencana. “Semoga para korban yang wafat mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan,” tambahnya. Sodik menambahkan, BAZNAS akan terus berkoordinasi dengan otoritas setempat guna memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan optimal. Sebagai informasi, peristiwa tersebut mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka. Hingga Senin malam 27 April 2026, laporan awal menyebutkan sedikitnya empat orang meninggal dunia, sementara puluhan korban lainnya mengalami luka dan telah dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat.
BERITA28/04/2026 | Admin
BAZNAS Kabupaten Purbalingga Gencarkan Sosialisasi ZIS di 18 Kecamatan untuk Dukung Penguatan Zakat, Infak dan Sedekah
BAZNAS Kabupaten Purbalingga Gencarkan Sosialisasi ZIS di 18 Kecamatan untuk Dukung Penguatan Zakat, Infak dan Sedekah
BAZNAS Kabupaten Purbalingga terus mengintensifkan upaya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan secara bertahap di berbagai kecamatan. Program ini menyasar pemerintah desa dan masyarakat di seluruh wilayah Purbalingga sebagai bagian dari strategi penguatan pengelolaan zakat yang lebih optimal dan terarah. Kegiatan sosialisasi tersebut telah dilaksanakan di beberapa kecamatan, di antaranya Kecamatan Kutasari, Kecamatan Karangreja, Kecamatan Kejobong, dan Kecamatan Kemangkon. Dalam pelaksanaannya, BAZNAS memberikan pemahaman komprehensif terkait urgensi ZIS, mekanisme penyaluran, serta dampak positifnya dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Ke depan, BAZNAS Kabupaten Purbalingga menargetkan seluruh 18 kecamatan di wilayah tersebut dapat tersambangi dalam rangka pemerataan informasi dan penguatan peran zakat di tingkat lokal. Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, H. Sudijanto, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan langkah strategis dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat. “Zakat, infak, dan sedekah bukan hanya kewajiban spiritual, tetapi juga instrumen sosial yang memiliki peran signifikan dalam mengurangi kesenjangan dan meningkatkan kesejahteraan umat. Melalui sosialisasi ini, kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menunaikan ZIS melalui lembaga resmi agar penyalurannya lebih tepat sasaran dan berdampak luas,” ujarnya. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan penghimpunan dana ZIS yang nantinya akan disalurkan kepada mustahik secara produktif dan berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang profesional dan akuntabel, dana yang terhimpun diharapkan mampu mendukung berbagai program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga penanggulangan bencana. BAZNAS Kabupaten Purbalingga juga berharap, melalui sosialisasi yang masif dan berkelanjutan ini, partisipasi masyarakat dalam berzakat, berinfak, dan bersedekah semakin meningkat. Hal tersebut diyakini akan berkontribusi nyata dalam upaya pengurangan angka kemiskinan di Kabupaten Purbalingga, sekaligus memperkuat solidaritas sosial dan kemandirian ekonomi umat.
BERITA24/04/2026 | Admin
Duka di Sangkanayu, BAZNAS Hadir Menguatkan dan Membantu Penyintas Bangkit
Duka di Sangkanayu, BAZNAS Hadir Menguatkan dan Membantu Penyintas Bangkit
Purbalingga – Wujud kepedulian terhadap para penyintas bencana kembali ditunjukkan oleh BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Melalui Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), BAZNAS turut ambil bagian dalam kegiatan pembersihan material longsor di Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, pada Selasa (14/4/2026). Kegiatan ini dilaksanakan bersama BPBD Kabupaten Purbalingga, warga setempat, serta tim gabungan lainnya. Aksi gotong royong ini merupakan tindak lanjut dari peristiwa tanah longsor yang terjadi pada Ahad (12/4/2026) sekitar pukul 09.30 WIB di Dusun Pondok Nangka RT 14 RW 05. Bencana dipicu oleh tingginya curah hujan serta kondisi lereng bukit di belakang permukiman warga yang merupakan bekas galian tambang tradisional. Material longsoran berupa tanah dan batu besar dari ketinggian sekitar 12 meter menimpa bagian belakang tiga rumah warga. Peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba saat dua warga, Ibu Yanti dan Ibu Kasini, tengah beraktivitas di dapur rumah milik Bapak Sugiatno. Suara gemuruh yang awalnya dikira kendaraan ternyata merupakan longsoran yang langsung menerjang bangunan. Akibat kejadian tersebut, Ibu Yanti tertimpa material longsor dan meja dapur hingga mengalami luka berat dan dinyatakan meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan di RS PKU Muhammadiyah Bobotsari. Sementara itu, Ibu Kasini mengalami luka pada bagian kaki dan saat ini masih menjalani perawatan di Puskesmas Serayularangan. Dampak bencana ini cukup signifikan. Sebanyak 3 kepala keluarga dengan total 11 jiwa terdampak dan terpaksa mengungsi ke rumah kerabat yang lebih aman, termasuk tiga anak. Kerusakan yang ditimbulkan meliputi dua rumah rusak berat dan satu rumah rusak sedang akibat tertimbun material longsoran. Adapun rincian warga terdampak antara lain keluarga Bapak Sunaryo (2 jiwa), Bapak Sugiatno (4 jiwa), serta Bapak Yono (5 jiwa), di mana dalam keluarga terakhir terdapat korban meninggal dunia. Sebagai bentuk respon cepat dan kepedulian terhadap para penyintas, BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyalurkan bantuan tanggap darurat sebesar Rp1.000.000 untuk masing-masing keluarga terdampak. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Bupati Purbalingga, Fahmi M. Hanif, didampingi Ketua BAZNAS Purbalingga, Sudijanto, pada Senin (13/4/2026). Selain bantuan tunai, BAZNAS juga menyalurkan paket logistik keluarga guna memenuhi kebutuhan dasar para penyintas selama masa tanggap darurat. Kehadiran BAZNAS melalui BTB di lokasi bencana diharapkan dapat meringankan beban para korban serta mempercepat proses pemulihan pascabencana. BAZNAS mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, khususnya di wilayah dengan kondisi geografis yang rawan longsor. Solidaritas dan kepedulian bersama menjadi kunci dalam menghadapi dan bangkit dari setiap musibah.
BERITA14/04/2026 | Admin
KOLABORASI BAZNAS DAN ALFAMIDI, 150 PAKET RAMADAN DISALURKAN DI PURBALINGGA
KOLABORASI BAZNAS DAN ALFAMIDI, 150 PAKET RAMADAN DISALURKAN DI PURBALINGGA
Dalam semangat berbagi di bulan suci Ramadan, BAZNAS kembali menghadirkan program sosial bertajuk “Ramadan Bahagia” melalui kolaborasi bersama Alfamidi. Sebanyak 150 paket bantuan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya pekerja rentan, penyandang disabilitas, serta para guru ngaji yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pendidikan keagamaan di lingkungan masyarakat. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap kelompok yang kerap luput dari perhatian, sekaligus upaya menghadirkan kebahagiaan di tengah keterbatasan. Paket bantuan yang diberikan diharapkan dapat meringankan beban kebutuhan pokok selama Ramadan, sehingga para penerima manfaat dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan khusyuk. Perwakilan penyelenggara menyampaikan bahwa program ini tidak hanya sekadar berbagi, tetapi juga menjadi pengingat bahwa zakat, infak, dan sedekah memiliki peran besar dalam membangun solidaritas sosial. Melalui zakat yang dikelola secara amanah dan tepat sasaran, kebahagiaan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat yang membutuhkan. Para penerima manfaat pun menyambut bantuan ini dengan penuh rasa syukur. Bagi para guru ngaji, perhatian seperti ini menjadi penyemangat untuk terus mengabdikan diri dalam mendidik generasi muda. Sementara bagi pekerja rentan dan penyandang disabilitas, bantuan ini menjadi bukti bahwa mereka tidak sendiri dan tetap mendapat dukungan dari masyarakat luas. Melalui momentum Ramadan, masyarakat diajak untuk semakin meningkatkan kepedulian dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi seperti BAZNAS. Setiap kontribusi yang diberikan memiliki dampak besar dalam membantu sesama, memperkuat ekonomi umat, serta menciptakan kehidupan sosial yang lebih adil dan sejahtera. Dengan semangat kebersamaan ini, diharapkan semakin banyak pihak yang tergerak untuk berzakat, sehingga lebih banyak lagi program kebaikan yang dapat diwujudkan dan lebih banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya. Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperluas kepedulian dan menghadirkan kebahagiaan bagi sesama.
BERITA18/03/2026 | Admin
Keceriaan Siswa TK Kemala Bhayangkari Purbalingga Saat Menunaikan Zakat Fitrah dan Infak di Sekolah
Keceriaan Siswa TK Kemala Bhayangkari Purbalingga Saat Menunaikan Zakat Fitrah dan Infak di Sekolah
Suasana ceria dan penuh semangat terlihat di TK Kemala Bhayangkari Purbalingga pada Senin (9/3/2026). Para siswa-siswi TK dengan antusias mengikuti kegiatan pembayaran zakat fitrah dan infak yang difasilitasi oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga yang hadir langsung ke sekolah. Sejak pagi, anak-anak sudah berkumpul dengan wajah ceria. Mereka membawa beras zakat fitrah serta uang infak yang telah disiapkan dari rumah bersama orang tua. Dengan didampingi para guru, satu per satu siswa maju ke depan untuk menyerahkan zakat fitrah dan infak kepada petugas BAZNAS. Tingkah polos anak-anak menambah suasana semakin hangat. Ada yang dengan bangga menunjukkan kantong beras yang dibawanya, ada pula yang dengan hati-hati menyerahkan amplop infak sambil tersenyum malu. Beberapa anak bahkan terlihat sangat bersemangat ketika namanya dipanggil untuk maju ke depan. Para guru juga memanfaatkan momen ini untuk mengenalkan kepada anak-anak tentang makna berbagi dan kepedulian kepada sesama, khususnya di bulan suci Ramadan. Melalui kegiatan sederhana ini, anak-anak belajar bahwa sebagian rezeki yang mereka miliki dapat membantu orang lain yang membutuhkan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi pengalaman menyenangkan bagi anak-anak, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter sejak dini. Dengan suasana penuh tawa dan keceriaan, para siswa belajar bahwa berinfak dan menunaikan zakat fitrah merupakan bagian dari kebaikan yang dapat dilakukan oleh siapa saja. Melalui kegiatan edukatif ini, BAZNAS Kabupaten Purbalingga berharap nilai-nilai kepedulian, kebersamaan, dan semangat berbagi dapat tertanam dalam diri anak-anak sejak usia dini, sehingga kelak mereka tumbuh menjadi generasi yang peduli terhadap sesama.
BERITA18/03/2026 | Admin
Gerakan Cinta Zakat di Pendopo Dipokusumo, Himpun Dana ZIS Lebih dari Rp36 Juta
Gerakan Cinta Zakat di Pendopo Dipokusumo, Himpun Dana ZIS Lebih dari Rp36 Juta
Purbalingga – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga terus menguatkan semangat kepedulian dan kebersamaan melalui Gerakan Cinta Zakat yang melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN), Perumda, serta para pengusaha di Kabupaten Purbalingga. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (16/3/2026) di Pendopo Dipokusumo Purbalingga. Gerakan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya para ASN dan pelaku usaha, dalam menunaikan kewajiban zakat serta memperluas kepedulian sosial melalui infak dan sedekah. Dana yang dihimpun dalam kegiatan tersebut disalurkan melalui BAZNAS Kabupaten Purbalingga untuk kemudian dikelola dan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Dari kegiatan Gerakan Cinta Zakat tersebut, berhasil dihimpun dana dengan rincian sebagai berikut: zakat sebesar Rp24.206.506, infak Rp5.624.450, sedekah Rp5.267.600, serta zakat fitrah Rp1.812.156. Dengan demikian, total dana yang terkumpul mencapai Rp36.910.712. Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Purbalingga yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Purbalingga, Drs. Suroto, M.Si, serta unsur pimpinan BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Dalam sambutannya, Suroto menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam Gerakan Cinta Zakat. Ia menegaskan bahwa zakat memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Melalui Gerakan Cinta Zakat ini, kami berharap kesadaran masyarakat, khususnya ASN, Perumda, dan para pengusaha di Kabupaten Purbalingga untuk menunaikan zakat semakin meningkat. Zakat bukan hanya kewajiban ibadah, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ungkap Suroto. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Sudijanto, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan dari berbagai pihak yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS. Menurutnya, BAZNAS berkomitmen untuk mengelola dana ZIS secara amanah, transparan, dan profesional sehingga dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. “Dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun ini akan kami kelola dan salurkan kepada para mustahik melalui berbagai program pemberdayaan dan bantuan sosial. Kami berharap Gerakan Cinta Zakat ini dapat terus berlanjut dan semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk menyalurkan ZIS melalui BAZNAS,” tutur Sudijanto. Melalui Gerakan Cinta Zakat ini, BAZNAS Kabupaten Purbalingga berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat dapat terus tumbuh, sehingga zakat dapat menjadi kekuatan bersama dalam mewujudkan kesejahteraan umat.
BERITA16/03/2026 | Admin
BAZNAS Salurkan 500 Kg Beras Fidyah untuk Warga Miskin di Purbalingga
BAZNAS Salurkan 500 Kg Beras Fidyah untuk Warga Miskin di Purbalingga
Dalam semangat kepedulian di bulan suci Ramadan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga menyalurkan bantuan beras fidyah sebanyak 500 kilogram kepada warga miskin di berbagai wilayah Purbalingga pada Selasa, (10/3/2026). Bantuan ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus menyalurkan amanah fidyah dari orang – orang yang membayar fiyah. Salah satu lokasi penyaluran berada di lingkungan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa Karangnangka, Kecamatan Bukateja. Sebanyak 90 kilogram beras fidyah didistribusikan kepada 30 warga miskin yang membutuhkan. Penyaluran ini dilaksanakan bersama pengurus UPZ Desa Karangnangka agar bantuan dapat tepat sasaran. Salah satu penerima manfaat adalah Gimin, seorang penyandang ODKB (Orang dengan Kecacatan Berat). Dengan penuh rasa syukur, ia menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diterimanya. Meski memiliki keterbatasan fisik, Gimin tetap menjalankan ibadah puasa secara penuh selama bulan Ramadan. Bendahara UPZ Desa Karangnangka, Kadiyono, menyampaikan apresiasi atas penyaluran bantuan tersebut. “Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS yang telah menyalurkan beras fidyah kepada warga kami. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, terlebih di bulan Ramadan,” ujarnya. Melalui program ini, BAZNAS berharap penyaluran fidyah dapat membantu meringankan beban masyarakat kurang mampu serta memperkuat semangat berbagi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
BERITA12/03/2026 | Admin
Menag RI Serahkan SK Presiden kepada Pengurus BAZNAS Periode 2026-2031
Menag RI Serahkan SK Presiden kepada Pengurus BAZNAS Periode 2026-2031
Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Presiden Prabowo Subianto kepada jajaran pengurus Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) masa jabatan 2026-2031. Prosesi penyerahan dilaksanakan di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (10/3/2026). ?Penyerahan SK ini menandai dimulainya masa bakti 11 pimpinan BAZNAS yang baru untuk lima tahun ke depan. Dalam sambutannya, Menag Nasaruddin menyatakan rasa syukur atas terbitnya payung hukum bagi kepengurusan ini agar roda organisasi BAZNAS dapat segera berjalan optimal. ?"Alhamdulillah, hari ini kita dapat menyerahkan SK kepada pengurus BAZNAS yang baru. Setelah sekian lama kita menanti SK Presiden terhadap pengurus BAZNAS," jelas Nasaruddin Umar. ?"Pengurus BAZNAS yang baru ini kiranya bisa, dan sedapat mungkin menjadikan kenaikan zakat bisa tiga kali lipat. Saat ini BAZNAS bisa menghimpun sekitar Rp41 triliun," tambahnya. ?Dia menekankan, pengurus BAZNAS selaku amil harus tetap berpegang teguh pada ketentuan syariat dalam penetapan ashnaf atau golongan penerima zakat. Ia menegaskan bahwa penyaluran zakat harus menyasar delapan golongan yang telah ditetapkan secara jelas, tanpa interpretasi kiasan. Adapun kebutuhan sosial lainnya dapat diakomodasi melalui instrumen sedekah, wakaf, ghanimah, luqatah, serta sumber dana keumatan lainnya. ?Nasaruddin Umar turut berpesan agar pengurus BAZNAS menjaga amanah dan kepercayaan yang telah diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa setiap pejabat yang terpilih memikul tanggung jawab besar untuk menjaga integritas lembaga demi mengangkat martabat bangsa di mata dunia. ?"Mari kita jadi juru bicara yang baik bagi bangsa dan negara. Kita semua ikut bertanggung jawab untuk mewujudkan perjuangan yang digagas Presiden Prabowo Subianto, yakni mengangkat martabat masyarakat kecil dan menengah. Yakinlah ke depan bangsa ini akan semakin makmur dan kita semua menikmati hasilnya," ujarnya. Berikut ini nama-nama yang menerima SK Presiden sebagai Anggota BAZNAS Periode 2026-2031: 1. Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. 2. Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si. 3. Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si. 4. Saidah Sakwan, M.A. 5. H. Ending Syarifuddin, M.E 6. H. Idy Muzayvad, S.H.I, M.SI 7. H. Mokhamad Mahdum SE, MIDec, PhD, Ak, CA, CPA CRP GRCE CWM. CHRP. 8. Hj. Neyla Saida Anwar 9. Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag 10. Dr. Drs. Agus Fatoni, M.Si 11. Mochamad Agus Rofiudin, S.Kom, M.M..
BERITA10/03/2026 | Admin
Kehangatan Ramadan di Rumah Sakit, BAZNAS Purbalingga Bagikan 400 Paket Hidangan untuk Penunggu Pasien
Kehangatan Ramadan di Rumah Sakit, BAZNAS Purbalingga Bagikan 400 Paket Hidangan untuk Penunggu Pasien
Suasana Ramadan yang penuh berkah juga dirasakan oleh para penunggu pasien di rumah sakit. Melalui kepedulian bersama, BAZNAS Kabupaten Purbalingga berkolaborasi dengan BPRS Buana Mitra Perwira, BJL Digital Printing, Kalika Properti, dan Percetakan Keluarga membagikan 400 Paket Hidangan Berkah Ramadan kepada para penunggu pasien di RSUD Panti Nugroho dan RSUD Goeteng Tarunadibrata Purbalingga. Di tengah rasa lelah dan cemas saat mendampingi keluarga yang sedang dirawat, paket hidangan ini diharapkan dapat menjadi penguat sekaligus pengingat bahwa mereka tidak sendiri. Setidaknya, ada sedikit kehangatan yang bisa dirasakan saat waktu berbuka tiba. Program ini merupakan bentuk kepedulian terhadap para penunggu pasien yang seringkali harus menghabiskan waktu berhari-hari di rumah sakit. Dengan adanya hidangan berbuka ini, BAZNAS berharap dapat membantu meringankan kebutuhan mereka sekaligus menghadirkan kebahagiaan sederhana di bulan suci Ramadan. BAZNAS Kabupaten Purbalingga juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para mitra dan donatur, yaitu BPRS Buana Mitra Perwira, BJL Digital Printing, Kalika Properti, dan Percetakan Keluarga, yang telah ikut menghadirkan kebaikan bagi sesama. Melalui kebersamaan dan kolaborasi ini, diharapkan semakin banyak kebaikan yang dapat ditebar, sehingga Ramadan tidak hanya menjadi bulan ibadah, tetapi juga bulan untuk saling menguatkan dan berbagi kepedulian kepada mereka yang sedang membutuhkan.
BERITA08/03/2026 | Admin
BAZNAS Purbalingga Terima Dana ZIS dari OJK Purwokerto pada Puncak Gebyar Ramadan Keuangan Syariah 2026
BAZNAS Purbalingga Terima Dana ZIS dari OJK Purwokerto pada Puncak Gebyar Ramadan Keuangan Syariah 2026
BAZNAS Kabupaten Purbalingga menerima penyaluran dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto sebesar Rp5.000.000 dalam kegiatan Puncak Gebyar Ramadan Keuangan Syariah 2026 yang digelar pada Sabtu (7/3/2026) di Taman Kota Usman Janatin, Purbalingga. Penyerahan dana ZIS tersebut dilakukan secara langsung oleh Kepala OJK Purwokerto, Haramain Biladi, kepada Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Sudijanto, di hadapan para pengunjung dan peserta kegiatan yang memeriahkan rangkaian acara Ramadan keuangan syariah tersebut. Bantuan ZIS ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen OJK Purwokerto dalam mendukung penguatan ekonomi umat melalui pengelolaan zakat yang profesional dan tepat sasaran. Melalui BAZNAS Kabupaten Purbalingga, dana tersebut akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya untuk membantu mustahik dan mendukung berbagai program pemberdayaan yang dijalankan oleh BAZNAS. Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Sudijanto, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh OJK Purwokerto. Ia berharap kolaborasi ini dapat terus terjalin untuk memperluas manfaat zakat bagi masyarakat, terutama di bulan suci Ramadan yang penuh berkah. Kegiatan Puncak Gebyar Ramadan Keuangan Syariah 2026 sendiri menjadi momentum untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di masyarakat, sekaligus memperkuat semangat berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah. Melalui sinergi berbagai pihak, diharapkan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari pengelolaan dana sosial keagamaan secara amanah dan profesional.
BERITA07/03/2026 | Admin
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Purbalingga.

Lihat Daftar Rekening →