WhatsApp Icon

Mengabdi Lewat Tani: Terapkan Kurikulum Lumbung Pangan Baznas RI, Santri Al-Mushafiyyah Praktik Matun Bersama Petani Cilapar

04/03/2026  |  Penulis: Admin

Bagikan:URL telah tercopy
Mengabdi Lewat Tani: Terapkan Kurikulum Lumbung Pangan Baznas RI, Santri Al-Mushafiyyah Praktik Matun Bersama Petani Cilapar

Dokumentasi Santri Memberdayakan Desa

PURBALINGGA — Menginjak hari kedua pelaksanaan program Santri Memberdayakan Desa (SMD) Tahun 2026, Selasa (3/3/2026), teori pemberdayaan tak sekadar di atas kertas. Delegasi santri dari Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Al-Mushafiyyah rela melepas peci sejenak dan turun langsung ke hamparan lumpur persawahan Desa Cilapar, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga.

Bersama para petani setempat, para santri bahu-membahu melakukan matun (penyiangan gulma) pada lahan tanaman padi. Kegiatan ini merupakan implementasi langsung dari Kurikulum Tematik Lumbung Pangan (Komoditas Padi) yang diinisiasi oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, dengan tujuan mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan di tingkat desa.

Salah satu santri PPTQ Al-Mushafiyyah, Fatkhul Fahmi Zain, mengungkapkan bahwa turun ke sawah memberikan perspektif baru tentang betapa kompleksnya merawat tanaman padi hingga menjadi beras.

"Hari ini kami belajar banyak hal yang tidak ada di buku. Kami berinteraksi langsung dengan para petani, merasakan panasnya matahari, dan mempraktikkan cara mencabut gulma yang benar. Ini adalah bentuk dakwah bil hal (tindakan nyata) kami dalam program SMD 2026," ujar Fahmi di sela-sela kegiatan matun, Selasa (3/3/2026).

Edukasi Ekologi Ekosistem Sawah: Mengembalikan Gulma Menjadi Pupuk

Dalam praktik matun tersebut, para santri tidak sekadar mencabut rumput liar, tetapi juga dibekali ilmu ekologi pertanian oleh para petani lokal. Gulma yang telah dicabut tidak dibuang ke pematang sawah, melainkan dibenamkan kembali ke dalam lumpur.

Salah satu petani Desa Cilapar menjelaskan kepada para santri bahwa teknik membenamkan gulma ini memiliki dampak positif yang sangat signifikan bagi kesuburan tanah, asalkan gulma tersebut belum berbiji atau berkembang biak secara vegetatif.

"Gulma yang kita cabut ini ibarat nutrisi yang kembali pulang. Ketika dibenamkan ke dalam lumpur, ia akan terurai menjadi sumber bahan organik yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kegemburan tanah sawah," jelas salah satu petani pendamping kepada para santri.

Lebih lanjut, ia merinci manfaat ganda dari teknik tradisional tersebut kepada para peserta SMD 2026.

"Selain itu, gulma ini berfungsi sebagai pupuk alami. Unsur hara yang tadinya direbut oleh gulma dari dalam tanah, akan dikembalikan lagi ketika gulma itu membusuk. Sisa-sisa gulma ini juga bertindak seperti mulsa alami yang menjaga kelembaban tanah di sekitar padi," tambahnya.

Selain mempraktikkan penyiangan gulma, para santri juga mendapatkan pemaparan komprehensif mengenai manajemen lahan sawah secara keseluruhan sesuai panduan Kurikulum Lumbung Pangan Baznas RI. Salah satu materi krusial yang dibahas adalah pentingnya pengolahan lahan tahap dua (secondary tillage).

Feri Fadli, santri lainnya yang tergabung dalam tim, mencatat dengan saksama tahapan agrikultur yang dijelaskan oleh instruktur pendamping lapangan.

"Ternyata proses menanam padi itu persiapannya sangat panjang. Kami diedukasi bahwa setelah tanah dibajak pada tahap pertama, wajib dilakukan pengolahan tahap dua. Tujuannya untuk menghaluskan bongkahan tanah hasil pembajakan dan mempersiapkan tempat tumbuh benih (seedbed) yang ideal," papar Feri.

Ia juga menjelaskan tahapan teknis yang dipelajarinya hari ini, yang menjadi kunci keberhasilan panen di kemudian hari.

"Tahapannya meliputi penggaruan (harrowing) untuk memecah tanah menjadi gumpalan kecil, lalu perataan (leveling) menggunakan papan perata agar efisiensi irigasi air merata di seluruh lahan. Pengolahan lahan yang baik ini akan menghasilkan tanah yang remah (tilth), sehingga perkecambahan benih dan pertumbuhan akar padi bisa maksimal," lanjut Feri dengan antusias.

Melalui integrasi antara ilmu agama dari pesantren dan ilmu agrikultur dari program Baznas RI ini, diharapkan para santri PPTQ Al-Mushafiyyah tidak hanya menjadi agen perubahan spiritual, tetapi juga menjadi pelopor ketahanan ekonomi dan pangan yang mumpuni saat kembali ke masyarakat luas. Program SMD di Desa Cilapar ini masih akan terus berlangsung dengan berbagai agenda sosial dan edukasi hingga 13 Maret mendatang.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Purbalingga.

Lihat Daftar Rekening →