WhatsApp Icon
banner
banner
Statistik

Berita Terkini

Petani BAZNAS di Kaligondang Lakukan Monitoring dan Pembersihan Lahan Secara Intensif
Petani BAZNAS di Kaligondang Lakukan Monitoring dan Pembersihan Lahan Secara Intensif
Petani binaan Program Lumbung Pangan BAZNAS di Desa Cilapar, Kecamatan Kaligondang, terus berkomitmen menjaga kualitas dan keberlanjutan hasil pertanian. Salah satu upaya tersebut dilakukan oleh Pak Edi, anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Citra Desa Cilapar, melalui kegiatan monitoring dan pembersihan galengan sawah sebelum masa tanam. Kegiatan pembersihan galengan dilakukan pada lahan sawah seluas 2.800 meter persegi sebagai langkah awal dalam menyiapkan budidaya padi yang optimal. Pembersihan ini bertujuan untuk memastikan aliran air tetap lancar, sekaligus menekan pertumbuhan gulma dan potensi hama yang dapat mengganggu tanaman padi. Pak Edi menyampaikan bahwa perawatan lahan sebelum tanam menjadi kunci keberhasilan budidaya padi. “Pembersihan galengan ini kami lakukan agar aliran air tetap lancar dan tidak terhambat. Dengan kondisi lahan yang bersih, tanaman padi bisa tumbuh lebih sehat dan risiko hama dapat ditekan sejak awal,” ujarnya. Program Lumbung Pangan BAZNAS hadir untuk mendorong kemandirian dan ketahanan pangan masyarakat, khususnya petani mustahik. Melalui pendampingan dan penguatan budidaya pertanian, BAZNAS berupaya membantu petani meningkatkan hasil panen sekaligus menjaga kualitas produksi secara berkelanjutan. Lebih lanjut, Pak Edi berharap program ini dapat memberikan dampak jangka panjang bagi petani. “Kami merasakan manfaat dari pendampingan ini. Hasil panen lebih terjaga dan pendapatan petani bisa lebih berkelanjutan,” tambahnya. Upaya yang dilakukan oleh petani binaan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas padi, menekan biaya perawatan, serta berdampak pada peningkatan pendapatan petani. Program Lumbung Pangan BAZNAS menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat desa.
04/02/2026 | Admin
BAZNAS Purbalingga Terima Bantuan Kemanusiaan dari BIMBA AIUEO untuk Korban Banjir Bandang
BAZNAS Purbalingga Terima Bantuan Kemanusiaan dari BIMBA AIUEO untuk Korban Banjir Bandang
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga menerima bantuan kemanusiaan dari BIMBA AIUEO Kabupaten Purbalingga sebesar Rp24.954.500 untuk membantu warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Purbalingga pada Rabu (04/02/2026. Bantuan tersebut diserahkan langsung di Kantor BAZNAS Kabupaten Purbalingga dan diterima oleh bagian pengumpulan BAZNAS, Mulyono. Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kepedulian BIMBA AIUEO Kabupaten Purbalingga terhadap masyarakat yang terdampak bencana banjir bandang, sekaligus dukungan terhadap upaya kemanusiaan yang dilakukan BAZNAS dalam penanganan pascabencana. Perwakilan BIMBA AIUEO Kabupaten Purbalingga menyampaikan bahwa bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang terdampak bencana. “Kami turut prihatin atas musibah banjir bandang yang melanda Purbalingga. Melalui BAZNAS, kami menyalurkan bantuan kemanusiaan ini agar dapat dimanfaatkan secara tepat dan membantu proses pemulihan masyarakat terdampak,” ujarnya. Sementara itu, Mulyono selaku bagian pengumpulan BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan. “Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan amanah dari BIMBA AIUEO Kabupaten Purbalingga. Bantuan ini akan kami salurkan kepada warga terdampak banjir bandang secara transparan dan bertanggung jawab sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” ungkapnya. BAZNAS Kabupaten Purbalingga terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak dalam aksi kemanusiaan, khususnya dalam penanganan bencana, sebagai wujud komitmen menghadirkan manfaat zakat dan dana sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
04/02/2026 | Admin
Pimpinan BAZNAS se-Barlingmascakeb Perkuat Sinergi Program dan Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Purbalingga
Pimpinan BAZNAS se-Barlingmascakeb Perkuat Sinergi Program dan Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Purbalingga
Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) se-Barlingmascakeb yang meliputi Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen menggelar kegiatan silaturahmi dan koordinasi bersama di kawasan Mount Slamet, Rabu (04/02/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh unsur pimpinan BAZNAS dari masing-masing daerah sebagai upaya mempererat silaturahmi, memperkuat sinergi kelembagaan, serta pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di wilayah Barlingmascakeb. Dalam pertemuan tersebut, para pimpinan BAZNAS membahas sejumlah program bersama yang strategis, di antaranya rencana pelatihan amil zakat guna meningkatkan kompetensi, profesionalisme, serta kualitas layanan kepada muzaki dan mustahik. Selain itu, turut dibahas penguatan kapasitas relawan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) melalui pelatihan penanganan kebencanaan sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan dan respon cepat BAZNAS terhadap kondisi darurat bencana. Kegiatan silaturahmi ini juga dirangkai dengan penyerahan bantuan kemanusiaan bagi warga Kabupaten Purbalingga yang terdampak bencana banjir. Bantuan sebesar Rp45 juta tersebut berasal dari sinergi BAZNAS Kabupaten Banjarnegara, Kebumen, dan Banyumas, yang disalurkan melalui BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Bantuan diserahkan secara simbolis sebagai wujud kepedulian dan solidaritas antar-BAZNAS dalam membantu masyarakat terdampak bencana. Selain itu, kegiatan ini diisi dengan diskusi inspiratif terkait program-program unggulan yang telah dijalankan oleh masing-masing BAZNAS daerah. Salah satu praktik baik disampaikan oleh BAZNAS Kabupaten Kebumen .Ketua BAZNAS Kabupaten Kebumen, H. Ahmad Sahli Syam, ST, MT, menyampaikan bahwa penguatan peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) desa menjadi kunci dalam peningkatan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah di Kabupaten Kebumen. “Kami meyakini bahwa kekuatan zakat ada di desa. Dengan mengoptimalkan UPZ desa, alhamdulillah pada tahun 2025 pengumpulan ZIS BAZNAS Kebumen mencapai Rp11.703.674.901. Dari jumlah tersebut, kontribusi UPZ desa secara keseluruhan mencapai Rp890.999.676 per tahun,” ungkapnya. Ia menambahkan, salah satu UPZ desa dengan capaian tertinggi adalah UPZ Desa Pesalakan, Kecamatan Kutowinangun, yang mampu menyetorkan ZIS sebesar Rp75.338.300 per tahun. “Capaian ini menunjukkan bahwa ketika UPZ desa dikelola dengan baik dan didukung kepercayaan masyarakat, zakat dapat tumbuh dari tingkat paling bawah dan memberikan dampak yang luas bagi kesejahteraan umat,” tuturnya. Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, H. Sudijanto, S.Sos., M.Si menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi dan kepedulian sosial antarwilayah. “Silaturahmi dan koordinasi ini tidak hanya menjadi ruang berbagi program dan penguatan kapasitas amil, tetapi juga wujud nyata kepedulian BAZNAS terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah. Bantuan kemanusiaan ini adalah amanah dari para muzaki yang kami salurkan secara bersama untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita di Purbalingga,” ujarnya. Pertemuan pimpinan BAZNAS se-Barlingmascakeb ini direncanakan akan dilaksanakan secara rutin setiap tiga bulan sekali sebagai forum sinergi, evaluasi, dan penguatan program bersama. Pertemuan selanjutnya dijadwalkan akan diselenggarakan di BAZNAS Kabupaten Kebumen. Melalui kegiatan ini, BAZNAS se-Barlingmascakeb meneguhkan komitmen untuk terus mempererat silaturahmi, meningkatkan kualitas pengelolaan zakat, serta menguatkan branding BAZNAS sebagai lembaga pengelola ZIS yang profesional, amanah, dan responsif terhadap kebutuhan umat.
04/02/2026 | Admin

Agenda Pimpinan

Waka II BAZNAS Hadiri Pengajian dan Berikan Pembinaan bagi Muallaf di Gedung IPHI Purbalingga
Waka II BAZNAS Hadiri Pengajian dan Berikan Pembinaan bagi Muallaf di Gedung IPHI Purbalingga
Purbalingga – Wakil Ketua 2 BAZNAS Kabupaten Purbalingga bidang pendistribusian, H. Suparna, menghadiri kegiatan pengajian dan pembinaan bagi para muallaf yang diselenggarakan di Gedung IPHI Purbalingga, pada Rabu (12/12/2025). Kegiatan ini diikuti para empat orang muallaf dari berbagai wilayah Purbalingga dengan tujuan memperkuat akidah, pemahaman dasar Islam, serta memberikan pendampingan spiritual yang berkelanjutan. Dalam kesempatan tersebut, H. Suparna tidak hanya hadir, tetapi juga memberikan pembinaan dan penguatan iman. Ia menyampaikan ceramah singkat yang menekankan tiga hal penting: Meneguhkan keimanan, bahwa menjadi seorang muslim adalah jalan menemukan kedamaian dan pertolongan Allah, serta perjalanan yang harus dijalani dengan keyakinan dan keikhlasan. Belajar Islam secara bertahap, mulai dari ibadah dasar seperti salat, wudu, membaca Al-Qur’an, hingga memahami akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Menjalin kebersamaan, bahwa para muallaf tidak berjalan sendiri, karena umat Islam memiliki kewajiban saling menguatkan dan mendampingi saudara baru mereka. Sebagai bentuk kepedulian dan dukungan nyata, BAZNAS Kabupaten Purbalingga juga menyalurkan bantuan sebesar Rp2.000.000 kepada empat orang muallaf, masing-masing menerima bantuan guna mendukung kebutuhan dasar dan proses adaptasi keislaman mereka. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat spiritualitas para muallaf, sekaligus menjadi pengingat bahwa Islam adalah agama yang penuh kasih sayang, saling menolong, dan memuliakan saudara seiman. Melalui pembinaan berjenjang dan bantuan kemanusiaan, BAZNAS Purbalingga berkomitmen terus membersamai para muallaf dalam perjalanan keislaman mereka.

12-12-2025 | Admin

KETUA BAZNAS KABUPATEN PURBALINGGA HADIRI RAPAT KOORDINASI PELAKSANAAN PENYERAHAN HEWAN KURBAN
KETUA BAZNAS KABUPATEN PURBALINGGA HADIRI RAPAT KOORDINASI PELAKSANAAN PENYERAHAN HEWAN KURBAN
Ketua BAZNAS Kab. Purbalingga, H. Soedijanto, Sos., M.Si didampingi Kepala Pelaksana BAZNAS Kab. Purbalingga, Rahmat Basuki, S.Pd menghadiri rapat koordinasi persiapan pelaksanaan penyerahan hewan kurban tingkat Kabupaten Purbalingga, Selasa (3/6/2025) di Ruang Rapat Bupati Purbalingga. Rapat ini membahas teknis peringatan hari raya Idul Adha tingkat Kabupaten Purbalingga, dimana Pemerintah Kabupaten Purbalingga akan menyerahkan bantuan satu ekor sapi kurban bantuan Kemasyrakatan Presiden RI, dan rencana kurban 500 ekor kambing dari Purbalingga Farm, serta 800 ekor kambing dari Yayasan Santri Soleh. Dalam kesempatan ini, hadir juga semua perwakilan OPD, Ketua MUI Purbalingga, Ketua PC NU Purbalingga,Ketua PD Muhammadiyah Purbalingga, Ketua LDII, Ketua Yayasan Amal Sholeh, Panitia Kurban Bapak H. Rofik Hananto, Pimpinan EMC Group, dan Ketua Tim Akselerasi.

03-06-2025 | Admin

BAZNAS Gelar Sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah di Masjid Uswatun Khasanah Purbalingga Lor
BAZNAS Gelar Sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah di Masjid Uswatun Khasanah Purbalingga Lor
Purbalingga – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga mengambil langkah proaktif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Pada Sabtu (29/11/2025), BAZNAS mengadakan sosialisasi ZIS di Masjid Uswatun Khasanah, Kelurahan Purbalingga Lor. Kegiatan ini diisi langsung oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Purbalingga, Bapak H. Sukarman, S.Ag., yang dikenal aktif mengedukasi masyarakat seputar fikih zakat dan pengelolaan dana umat. Dalam pemaparannya, H. Sukarman menjelaskan secara rinci ketentuan-ketentuan zakat, mulai dari zakat maal, zakat penghasilan, hingga syarat dan nisab yang wajib dipenuhi. Ia menegaskan bahwa zakat bukan hanya kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen penting dalam membangun kesejahteraan dan mengurangi kesenjangan sosial. Selain zakat, peserta juga diberikan pemahaman terkait infak dan sedekah, yang sifatnya lebih fleksibel dan dapat dilakukan kapan saja sesuai kemampuan. H. Sukarman menekankan bahwa ketiga amalan ini memiliki keutamaan besar, baik secara spiritual maupun sosial. “Zakat, infak, dan sedekah adalah pintu keberkahan. Manfaatnya bukan hanya dirasakan oleh penerima, tetapi juga berdampak besar bagi pemberi, yaitu membersihkan harta, menumbuhkan ketenangan jiwa, serta memperkuat solidaritas antarumat,” ujarnya. Kegiatan sosialisasi berlangsung antusias dengan banyaknya jamaah yang aktif bertanya mengenai praktik zakat sesuai kondisi masing-masing. BAZNAS Purbalingga berharap kegiatan semacam ini dapat terus memperluas kesadaran masyarakat untuk menunaikan ZIS melalui lembaga resmi, sehingga penyalurannya lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat optimal bagi mustahik. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memahami ketentuan ZIS dan termotivasi untuk menunaikannya secara rutin guna memperkuat kesejahteraan umat di Kabupaten Purbalingga.

02-12-2025 | Admin

Berita Pendistribusian

BAZNAS Hadir Menguatkan Ikhtiar Ibu Mulasih di Tengah Ujian Penyakit Langka
BAZNAS Hadir Menguatkan Ikhtiar Ibu Mulasih di Tengah Ujian Penyakit Langka
Di balik keterbatasan fisik akibat penyakit yang dideritanya, Ibu Mulasih (45), warga Desa Sirau, Kecamatan Karangmoncol, terus berjuang menjalani pengobatan, dan BAZNAS hadir menyalurkan bantuan sebagai wujud kepedulian serta penguatan bagi keluarga mustahik yang tengah diuji. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Tim Pendistribusian BAZNAS, Amin Nur Rokhim, pada Kamis (30/1/2026) di salah satu rumah sakit di Purbalingga, sebagai bentuk ikhtiar BAZNAS dalam meringankan beban keluarga Ibu Mulasih dari sisi kesehatan dan ekonomi. Ibu Mulasih diketahui menderita Anemia Aplastik, yakni kelainan darah langka dan serius ketika sumsum tulang gagal memproduksi sel darah merah, putih, dan trombosit secara optimal, sehingga menyebabkan kondisi fisik yang sangat lemah. Meski tengah menjalani perawatan intensif, Ibu Mulasih tetap menunjukkan ketegaran dan semangat dalam menghadapi ujian. Sang suami setia mendampingi di setiap proses pengobatan, meski harus meninggalkan pekerjaannya sebagai buruh serabutan. Dengan tiga orang anak yang masih kecil, kondisi ekonomi keluarga semakin memprihatinkan di tengah ujian kesehatan yang berat. “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, terutama di saat kondisi istri saya masih dirawat dan kami harus tetap memikirkan kebutuhan anak-anak,” ungkap suami Ibu Mulasih dengan penuh haru. Sementara itu, Amin Nur Rokhim menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen BAZNAS untuk selalu hadir mendampingi mustahik yang sedang diuji. “BAZNAS tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga berupaya memberikan penguatan moral dan harapan bagi mustahik agar tetap semangat menjalani ikhtiar pengobatan. Kami berharap Ibu Mulasih segera diberikan kesembuhan,” tuturnya. BAZNAS sebelumnya juga telah menyalurkan bantuan biaya hidup bagi keluarga Ibu Mulasih sebagai bentuk pendampingan berkelanjutan. Melalui bantuan ini, BAZNAS berharap dapat memberikan dukungan nyata serta menjadi penguat harapan, sekaligus menegaskan komitmen untuk terus hadir sebagai sahabat mustahik dalam perjuangan dan kepedulian kemanusiaan.
29/01/2026 | Admin
Dapur Umum BAZNAS–PMI Terus Menguatkan Warga
Dapur Umum BAZNAS–PMI Terus Menguatkan Warga
Purbalingga — Memasuki hari ke-3 pascabencana banjir bandang, Senin (26/1/2026), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga bersama Palang Merah Indonesia (PMI) terus menguatkan respon kemanusiaan bagi warga terdampak di Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, serta Desa Serang dan Desa Bambangan, Kecamatan Karangreja. Sebagai bentuk kepedulian dan ikhtiar meringankan beban masyarakat, Dapur Umum BAZNAS–PMI yang berlokasi di Sangkanayu Hills telah menyalurkan sekitar 1.375 porsi makanan siap saji. Makanan tersebut diperuntukkan bagi warga terdampak banjir bandang sekaligus para relawan yang masih berjibaku membersihkan material banjir di sejumlah titik bencana. Bencana banjir bandang yang terjadi akibat intensitas hujan tinggi telah berdampak pada aktivitas dan kebutuhan dasar masyarakat. Oleh karena itu, kehadiran dapur umum menjadi bagian penting dalam masa tanggap darurat, guna memastikan ketersediaan konsumsi harian bagi penyintas dan relawan. Dapur Umum BAZNAS–PMI direncanakan akan terus beroperasi selama masa tanggap darurat berlangsung, menyesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan. Saat ini, selain dukungan konsumsi, terdapat sejumlah kebutuhan mendesak yang sangat diperlukan untuk menunjang pemulihan warga terdampak, di antaranya kebutuhan pangan, perlengkapan kebersihan, kebutuhan bayi dan lansia, perlengkapan rumah tangga, hingga sarana air bersih dan perlengkapan sekolah anak-anak. BAZNAS Kabupaten Purbalingga mengajak masyarakat luas untuk turut berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan ini. Bantuan dan sedekah terbaik dapat disalurkan melalui Rekening BRI 0074.01.023229.53.9 a.n. BAZNAS Kabupaten Purbalingga atau melalui link sedekah resmi:kabpurbalingga.baznas.go.id/sedekah Setiap uluran tangan yang diberikan adalah harapan bagi para penyintas untuk bangkit kembali. Bersama BAZNAS, mari kita kuatkan solidaritas dan kepedulian untuk saudara-saudara kita yang sedang diuji.
26/01/2026 | Admin
Langkah Cepat Penuh Kepedulian, Dapur Umum BAZNAS–PMI Layani Warga dan Relawan
Langkah Cepat Penuh Kepedulian, Dapur Umum BAZNAS–PMI Layani Warga dan Relawan
Purbalingga — Merespons cepat bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Purbalingga, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga bersama Palang Merah Indonesia (PMI) mendirikan Dapur Umum di Sangkanayu Hills, Sabtu (24/1/2026) dini hari. Pendirian dapur umum ini dilakukan sebagai upaya tanggap darurat untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, khususnya konsumsi harian, dapat segera terpenuhi. Pada hari pertama operasional, Dapur Umum BAZNAS–PMI telah menyiapkan dan menyalurkan sekitar 900 porsi makanan siap saji bagi warga terdampak banjir di Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, serta para relawan yang terlibat dalam proses evakuasi dan pembersihan material banjir. Bencana banjir terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Purbalingga dan sekitarnya, sehingga menyebabkan meluapnya aliran air dan mengganggu aktivitas warga. Dalam kondisi darurat tersebut, kehadiran dapur umum menjadi bagian penting dari upaya menjaga ketahanan fisik dan semangat masyarakat yang sedang menghadapi musibah. Melalui sinergi bersama PMI, BAZNAS Kabupaten Purbalingga memastikan proses pengolahan hingga pendistribusian makanan dilakukan secara terkoordinasi, higienis, dan tepat sasaran. Dapur umum ini juga menjadi pusat koordinasi dukungan logistik bagi relawan di lapangan. BAZNAS Kabupaten Purbalingga menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendampingi masyarakat sejak fase tanggap darurat hingga pemulihan, sebagai wujud amanah zakat, infak, dan sedekah yang dikelola untuk kemaslahatan umat. Dukungan dan doa dari seluruh pihak diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan dan menguatkan warga terdampak untuk bangkit kembali.
24/01/2026 | Admin

Artikel Terbaru

Perlukah Salat Iftitah Sebagai Pembuka Salat Tarawih ?
Perlukah Salat Iftitah Sebagai Pembuka Salat Tarawih ?
Disunnahkan ketika ingin melaksanakan shalat malam dibuka dulu dengan dua raka’at ringan. Namun apakah sama berlakunya untuk shalat tarawih? Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila bangun untuk shalat malam, beliau mulai shalatnya dengan dua rakaat ringan.” (HR. Muslim, no.767). Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila kalian bangun untuk shalat malam, mulailah dengan shalat dua rakaat ringan.” (HR. Muslim, no.768) Dari Zaid bin Khalid Al-Juhani radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Sungguh aku perhatikan shalat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada malam hari, ternyata beliau memulai dengan shalat dua rakaat yang ringan. Kemudian beliau shalat dua rakaat dengan bacaan yang panjang sekali, kemudian shalat dua rakaat dengan bacaan yang lebih pendek dari rakaat sebelumnya, kemudian shalat dua rakaat dengan bacaan yang lebih pendek dari rakaat sebelumnya, kemudian shalat dua rakaat dengan bacaan yang lebih pendek dari rakaat sebelumnya, kemudian shalat dua rakaat dengan bacaan yang lebih pendek dari rakaat sebelumnya, kemudian beliau shalat witir sehingga semua menjadi 13 raka’at.” (HR. Muslim, no. 765). Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, “Hadis-hadis tersebut merupakan dalil dianjurkannya memulai shalat malam dengan dua rakaat ringan, sebagai pemanasan untuk shalat-shalat setelahnya.” (Syarh Muslim, 6: 49). Ini pertanda untuk pemanasan. Bagaimana jika ada shalat tarawih di awal malam? Tentu pemanasannya sudah dengan shalat Isya dan shalat ba’diyah sebelumnya. Wallahu a’lam, seperti itu sudah dirasa cukup. Ada fatwa pula dari Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin ditanya mengenai apakah termasuk ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa salalm dalam shalat tarawih membukanya dengan dua rakaat ringan sebagaimana dalam shalat tahajud? Jawaban beliau rahimahullah, “Tidak, itu tidak sesuai dengan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam karena shalat tahajud itu dibuka dengan dua rakaat ringan. Jika seorang itu tidur maka setan memasang tiga ikatan pada tengkuknya. Jika orang tersebut bangun dan berdzikir mengingat Allah maka lepaslah satu ikatan. Jika dia berwudhu maka lepaslah ikatan yang kedua. Jika dia mengerjakan shalat maka lepaslah ikatan ketiga. Oleh karena itu dituntunkan untuk mengerjakan dua rakaat tersebut dengan cepat agar semakin cepat hilangnya ikatan setan tersebut” (Arbain Sualan fi Fiqh Shiyam wa Fadhli Qiyam). Yang dimaksudkan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin adalah hadits berikut. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setan membuat tiga ikatan di tengkuk (leher bagian belakang) salah seorang dari kalian ketika tidur. Di setiap ikatan setan akan mengatakan, “Malam masih panjang, tidurlah!” Jika ia bangun lalu berdzikir pada Allah, lepaslah satu ikatan. Kemudian jika dia berwudhu, lepas lagi satu ikatan. Kemudian jika dia mengerjakan sholat, lepaslah ikatan terakhir. Di pagi hari dia akan bersemangat dan bergembira. Jika tidak melakukan seperti ini, dia tidak ceria dan menjadi malas.” (HR. Bukhari, no. 1142 dan Muslim, no. 776) Kesimpulannya, tanpa dua rakaat ringan pun, sudah bisa dimulai shalat tarawih. Sedangkan dalam shalat malam atau tahajud, barulah diawali dengan dua rakaat ringan karena ada tidur sebelumnya sehingga butuh pemanasan. Cara melakukan dua rakaat ringan tersebut sama seperti melakukan shalat sunnah lainnya. Ada bacaan doa iftitah di rakaat pertama. Sedangkan di dua raka’at, ada bacaan surat Al-Fatihah dan surat lainnya. Semoga kita terus semangat dalam mengisi malam kita dengan shalat malam dan shalat tarawih di bulan Ramadhan. Sumber : https://rumaysho.com/13447-shalat-iftitah-pembuka-shalat-tarawih.html
13/02/2026 | Admin
Doa Mustajab di Waktu Sahur
Doa Mustajab di Waktu Sahur
Sebagian kita mengira bahwa waktu sahur hanyalah waktu untuk menyantap makanan. Padahal waktu tersebut bisa pula kita gunakan untuk memanjatkan doa kepada Allah Ta’ala, untuk memohon setiap hajat-hajat kita. Dalam hadits muttafaqun ‘alaih, dari Anas bin Malik, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Makan sahurlah kalian karena dalam makan sahur terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari no. 1923 dan Muslim no. 1095). Imam Nawawi berkata bahwa bentuk keberkahan makan sahur di antaranya adalah karena waktu itu orang bangun, ada dzikir dan do’a pada waktu mulia tersebut. Saat itu adalah waktu diturunkannya rahmat serta diterimanya doa dan istighfar. (Syarh Shahih Muslim, 9: 182) Dalam hadits ini kita akan melihat keberkahan waktu sahur tersebut. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Rabb kita tabaroka wa ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Dia berfirman, “Siapa saja yang berdo’a kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka akan Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari no. 1145 dan Muslim no. 758). Imam Nawawi berkata, “Pada waktu itu adalah waktu tersebarnya rahmat, banyak permintaan yang diberi dan dikabulkan, dan juga nikmat semakin sempurna kala itu.” (Idem, 6: 36). Ibnu Hajar juga menjelaskan hadits di atas dengan berkata, “Doa dan istighfar di waktu sahur adalah diijabahi (dikabulkan).” (Fathul Bari, 3: 32). Hal di atas dikuatkan dengan firman Allah Ta’ala, Dan orang-orang yang meminta ampun di waktu sahur.” (QS. Ali Imran: 17). Jadi jangan sibukkan diri di waktu sahur dengan aktivitas makan saja. Ambillah kesempatan untuk shalat malam, yang penting tidak ada dua witir dalam satu malam. Lalu tambahlah dengan panjatkan doa sesuai dengan hajat yang kita minta. Semoga Allah perkenankan setiap doa kita di bulan Ramadhan. Sumber https://rumaysho.com/8052-doa-mustajab-di-waktu-sahur.html
13/02/2026 | Admin
Apakah Tidak Sahur, Puasa Tetap Sah
Apakah Tidak Sahur, Puasa Tetap Sah
Mungkin ada yang bingung. Semalam sebenarnya sudah berniat untuk berpuasa. Namun, ternyata tidak bangun makan sahur. Bangun paginya pun telat, pas waktu adzan shubuh. Apakah boleh tetap berpuasa ketika itu? Syaikh ‘Abdul Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah pernah ditanya: “Ada orang yang tertidur dan luput dari makan sahur di bulan Ramadhan, namun dia sudah berniat untuk makan sahur. Apakah puasanya tetap sah?” Jawab: Puasanya tetap sah karena sahur bukanlah syarat sahnya puasa. Makan sahur hanyalah mustahab (dianjurkan atau sunnah). Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Makan sahurlah karena di dalama makan sahur terdapat keberkahan” (HR. Bukhari no. 1923 dan Muslim no. 1095) [Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 15/321] Catatan: Jadi jika sudah berniat di malam hari, lalu makan sahurnya kelewatan karena ketiduran misalnya, maka dia masih boleh berpuasa hingga waktu maghrib. Inilah syaratnya, harus ada niat di malam hari terlebih dahulu. Silakan baca tentang masalah niat puasa Sumber : https://rumaysho.com/467-tidak-sahur-puasa-tetap-sah.html
13/02/2026 | Admin

BAZNAS TV