WhatsApp Icon
Bersama BAZNAS ada Setitik Harapan untuk Mbah Minem

Di sudut sederhana Desa Gemuruh, Padamara, berdiri sebuah gubuk rapuh yang nyaris roboh dimakan usia. Dindingnya lapuk, atapnya bocor, dan lantainya jauh dari kata nyaman. Di tempat itulah Mbah Sarminem (60), yang akrab disapa Mbah Minem, menjalani hari-harinya seorang diri tanpa pendamping hidup maupun anak yang tinggal bersamanya.

Usia senja yang seharusnya diisi dengan ketenangan justru menjadi masa yang penuh ujian bagi Mbah Minem. Selain harus bertahan hidup dalam keterbatasan, ia juga berjuang melawan penyakit kanker hidung yang dideritanya. Kondisinya semakin berat karena selama ini ia tidak memiliki jaminan kesehatan apa pun. Keterbatasan pengetahuan dan tidak pernah mengurus administrasi kependudukan membuatnya tidak terdaftar dalam program perlindungan kesehatan yang seharusnya dapat membantunya.

Saat harus menjalani perawatan di rumah sakit, Mbah Minem dihadapkan pada kenyataan yang tidak mudah. Tagihan biaya pengobatan yang mencapai lebih dari Rp7 juta menjadi beban yang mustahil ia tanggung seorang diri. Bagi seseorang yang bahkan tidak memiliki penghasilan tetap, angka tersebut terasa seperti tembok tinggi yang sulit dilalui.

Namun di tengah kesulitan itu, kepedulian hadir membawa harapan. Melalui kolaborasi antara BAZNAS, Pemerintah Desa, dan pihak rumah sakit tempat Mbah Minem dirawat, biaya pengobatan tersebut akhirnya dapat diselesaikan. Langkah kecil yang menjadi penyelamat besar bagi seorang lansia yang sedang berjuang mempertahankan hidupnya.

Perjuangan Mbah Minem ternyata tidak berhenti pada persoalan kesehatan. Tempat tinggal yang selama ini ia huni pun sangat memprihatinkan dan jauh dari standar kelayakan. Gubuk reyot yang menjadi tempat berlindung dari panas dan hujan sudah tidak lagi mampu memberikan rasa aman. Lebih memilukan lagi, Mbah Minem tidak memiliki tanah maupun harta benda. Selama ini ia hanya menumpang tinggal di sebidang tanah milik saudaranya.

Melihat kondisi tersebut, BAZNAS turut memberikan bantuan rehabilitasi rumah agar Mbah Minem dapat memiliki tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan nyaman untuk menjalani masa tuanya. Bagi sebagian orang, rumah mungkin hanya sebuah bangunan. Namun bagi Mbah Minem, rumah yang layak adalah harapan baru, tempat beristirahat dengan tenang setelah melewati begitu banyak ujian hidup.

Kisah Mbah Minem mengingatkan kita bahwa masih banyak saudara-saudara kita yang hidup dalam keterbatasan dan membutuhkan uluran tangan. Kehadiran zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar bantuan materi, melainkan juga wujud kasih sayang dan kepedulian yang mampu mengembalikan harapan bagi mereka yang hampir kehilangan harapan.

Di balik senyum sederhana Mbah Minem hari ini, tersimpan doa-doa tulus yang mungkin tidak terdengar oleh manusia, tetapi sangat berharga di hadapan Allah SWT. Semoga setiap kebaikan yang diberikan kepada mereka yang membutuhkan menjadi jalan keberkahan bagi seluruh pihak yang telah peduli dan membantu.

 

14/07/2026 | Kontributor: Admin
BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Purbalingga Gelar Madrasah Tanggap Bencana di MI Maarif NU 01 Maribaya

Purbalingga – BAZNAS RI berkolaborasi dengan BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyelenggarakan kegiatan Madrasah Tanggap Bencana (MANTAB) di MI Ma'arif NU 01 Maribaya, Desa Maribaya, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, pada Senin (13/7/2026). Program ini diikuti oleh 48 siswa dari kelas IV hingga kelas VI dan akan berlangsung selama tiga hari, hingga Rabu (15/7/2026).

Kegiatan MANTAB merupakan program edukasi kebencanaan yang bertujuan membangun budaya sadar bencana di lingkungan madrasah. Melalui kegiatan ini, para siswa dibekali pengetahuan mengenai berbagai potensi bencana, langkah-langkah mitigasi, cara menyelamatkan diri saat terjadi bencana, serta pentingnya membangun kesiapsiagaan sejak usia dini.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Sekretaris Badan Penanggulanagan Bencana, Aris Mulyanto. Dalam sambutannya, Aris menyampaikan bahwa pendidikan kebencanaan perlu ditanamkan sejak dini agar anak-anak memiliki pengetahuan, keterampilan, dan keberanian dalam menghadapi situasi darurat.

"Anak-anak merupakan kelompok yang rentan ketika terjadi bencana. Oleh karena itu, pendidikan kebencanaan harus diberikan sejak usia sekolah agar mereka memahami langkah penyelamatan diri, mampu mengenali potensi bahaya di lingkungan sekitar, serta dapat menjadi agen penyebar informasi kesiapsiagaan bagi keluarga dan masyarakat," ujarnya.

Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Sudijanto, mengatakan bahwa program Madrasah Tanggap Bencana merupakan wujud komitmen BAZNAS dalam mendukung terciptanya satuan pendidikan yang aman dan tangguh terhadap bencana.

"BAZNAS tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan saat bencana terjadi, tetapi juga mendorong upaya pengurangan risiko melalui edukasi dan peningkatan kapasitas masyarakat. Kami berharap para siswa memiliki bekal pengetahuan yang cukup sehingga mampu melindungi diri sendiri maupun membantu orang lain ketika menghadapi kondisi darurat," tutur Sudijanto.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai materi dan praktik yang dikemas secara interaktif, mulai dari pengenalan jenis-jenis bencana, simulasi evakuasi, penyusunan jalur evakuasi, pembentukan budaya aman di lingkungan sekolah, hingga latihan tanggap darurat bersama para fasilitator.

Melalui program Madrasah Tanggap Bencana (MANTAB), BAZNAS RI bersama BAZNAS Kabupaten Purbalingga berharap dapat meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan kesiapsiagaan warga sekolah terhadap potensi bencana. Dengan demikian, madrasah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi lingkungan pendidikan yang aman, tangguh, dan mampu meminimalkan risiko bencana bagi seluruh warga sekolah.

 

13/07/2026 | Kontributor: Admin
Kursi Roda untuk Mbah Wayem, Wujud Kepedulian Zakat Membantu Lansia Tetap Beraktivitas

Purbalingga – Zakat yang ditunaikan melalui BAZNAS Kabupaten Purbalingga terus diwujudkan menjadi program-program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Salah satunya melalui bantuan alat bantu jalan berupa kursi roda bagi lansia dan warga kurang mampu yang mengalami keterbatasan mobilitas. Program ini menjadi bentuk kepedulian terhadap kelompok rentan agar tetap dapat beraktivitas dengan lebih mudah, aman, dan mandiri dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Salah satu penerima manfaat adalah Mbah Wayem (75), warga Desa Karangnangka, Kecamatan Bukateja. Di usia senjanya, Mbah Wayem mengalami kesulitan untuk berjalan dan beraktivitas sehingga mobilitas sehari-hari menjadi sangat terbatas.

Melalui usulan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa Karangnangka, BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyalurkan bantuan satu unit kursi roda kepada Mbah Wayem. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung pada Jumat (10/7/2026) di kediaman Mbah Wayem oleh UPZ Desa Karangnangka, didampingi Kepala Desa Karangnangka bersama perwakilan BAZNAS Kabupaten Purbalingga.

Bantuan kursi roda ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi Mbah Wayem dalam melakukan aktivitas sehari-hari, mengurangi ketergantungan kepada orang lain, serta meningkatkan kualitas hidup di masa lanjut usia. Kehadiran alat bantu mobilitas juga menjadi bentuk kepedulian terhadap lansia agar tetap dapat menjalani aktivitas dengan lebih layak dan bermartabat.

Program bantuan alat bantu jalan merupakan salah satu bentuk pendayagunaan zakat yang disalurkan BAZNAS Kabupaten Purbalingga kepada masyarakat yang termasuk dalam golongan penerima zakat (mustahik). Melalui pengelolaan zakat yang amanah, profesional, dan tepat sasaran, dana zakat dapat menghadirkan manfaat nyata bagi mereka yang membutuhkan, mulai dari bantuan kesehatan, pendidikan, kemanusiaan, hingga pemberdayaan ekonomi.

BAZNAS Kabupaten Purbalingga mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi agar pengelolaannya lebih optimal, transparan, dan memiliki dampak yang lebih luas. Zakat yang disalurkan melalui BAZNAS tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga menjadi ikhtiar bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi beban kaum dhuafa, serta menghadirkan keberkahan bagi muzaki dan penerima manfaat.

Semakin banyak zakat yang ditunaikan melalui BAZNAS, semakin banyak pula masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya, sehingga semangat gotong royong dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di Kabupaten Purbalingga.

 

10/07/2026 | Kontributor: Admin
BAZNAS Purbalingga dan MWCNU Bukateja Tingkatkan Kapasitas Pelaku UMKM Kuliner Melalui Pelatihan Bidang Boga

Purbalingga – BAZNAS Kabupaten Purbalingga berkolaborasi dengan MWCNU Bukateja menyelenggarakan pelatihan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bidang boga selama dua hari, Sabtu–Ahad, 4–5 Juli 2026, di Gedung Workshop MWCNU Bukateja. Kegiatan ini diikuti oleh para pegiat kuliner dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Bukateja sebagai upaya meningkatkan keterampilan sekaligus mendorong tumbuhnya usaha kuliner yang lebih produktif dan berdaya saing.

Selama pelatihan, peserta memperoleh materi praktik pembuatan berbagai produk olahan yang memiliki nilai jual, meliputi roti manis, kroket kentang, dan pie buah. Materi disusun agar mudah diterapkan oleh peserta, baik yang telah memiliki usaha maupun yang baru akan merintis usaha di bidang kuliner.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pelaku UMKM, memperluas peluang usaha, menambah variasi produk yang dipasarkan, serta mendorong lahirnya wirausaha mandiri yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kabupaten Purbalingga dalam memberdayakan masyarakat melalui program ekonomi produktif, sehingga zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga menjadi sarana menciptakan kemandirian ekonomi mustahik dan masyarakat.

Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Sudijanto, mengatakan bahwa penguatan kapasitas pelaku usaha merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kami berharap pelatihan ini tidak berhenti pada proses belajar saja, tetapi mampu melahirkan produk-produk kuliner yang berkualitas dan memiliki daya saing di pasar. BAZNAS ingin zakat dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan melalui pemberdayaan ekonomi sehingga masyarakat semakin mandiri dan usahanya terus berkembang," ujar Sudijanto.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi UKM Kabupaten Purbalingga yang diwakili oleh Kepala Bidang Usaha Mikro, Wasis Pambudi, mengapresiasi sinergi antara BAZNAS Kabupaten Purbalingga dan MWCNU Bukateja dalam mendukung pengembangan UMKM.

"Pelatihan seperti ini sangat penting karena pelaku UMKM tidak hanya membutuhkan modal, tetapi juga peningkatan keterampilan, inovasi produk, dan semangat untuk terus berkembang. Kami berharap peserta mampu mengembangkan ilmu yang diperoleh menjadi usaha yang berkelanjutan dan mampu menciptakan peluang ekonomi di lingkungannya," ungkap Wasis.

Melalui kolaborasi ini, BAZNAS Kabupaten Purbalingga bersama MWCNU Bukateja berharap semakin banyak pelaku UMKM yang memiliki keterampilan, inovasi, dan kepercayaan diri untuk mengembangkan usahanya. Dengan demikian, sektor usaha mikro di Kabupaten Purbalingga dapat terus tumbuh, membuka lapangan pekerjaan, serta memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

06/07/2026 | Kontributor: Admin
Harapan dan Kepedulian untuk Elvan, Pejuang Kecil dari Kutasari

Di usia yang seharusnya dipenuhi dengan keceriaan dan bermain bersama teman-teman, Elvan (8) harus menjalani perjuangan besar melawan penyakit Leukimia yang dideritanya sejak tahun 2025. Anak asal Karanglewas, Kecamatan Kutasari ini tetap berusaha kuat menjalani berbagai pengobatan, didampingi sang ibu tercinta, Ari Yuniah.

Di tengah perjuangan merawat buah hati, Ari Yuniah tetap berusaha memenuhi kebutuhan keluarga dengan berjualan es dari rumah. Dengan penghasilan sekitar Rp15–20 ribu per hari, ia tetap bertahan sembari fokus menjaga Elvan agar bisa menjalani pengobatan dengan baik.

Dalam perjalanan pengobatannya, Elvan menjadi salah satu penerima manfaat layanan ambulan gratis BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Setiap kali harus menjalani kemoterapi ke rumah sakit di Purwokerto, layanan tersebut menjadi salah satu ikhtiar yang membantu Elvan dan keluarganya agar tetap bisa mendapatkan perawatan.

Sebagai bentuk kepedulian dan dukungan, BAZNAS Kabupaten Purbalingga bersama TP PKK Kabupaten Purbalingga hadir memberikan perhatian untuk Elvan dan keluarga, Kamis (25/6). BAZNAS menyalurkan bantuan uang tunai sebesar Rp1 juta serta paket logistik keluarga untuk membantu meringankan kebutuhan sehari-hari.

Tidak hanya itu, TP PKK Kabupaten Purbalingga juga menyerahkan bantuan uang tunai, paket sembako, serta satu unit sepeda dari Bupati Purbalingga, Fahmi M. Hanif. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Purbalingga, Syahzani Fahmi M. Hanif.

Kehadiran bantuan ini menjadi bukti bahwa kepedulian dan kepedulian bersama mampu menghadirkan harapan bagi mereka yang sedang berjuang. Semoga Elvan diberikan kekuatan, kesembuhan, dan keluarga diberikan ketabahan dalam melewati setiap prosesnya.

Melalui zakat, infak, dan sedekah yang dikelola dengan amanah, BAZNAS Kabupaten Purbalingga terus berupaya menghadirkan manfaat dan menemani perjuangan masyarakat yang membutuhkan.

25/06/2026 | Kontributor: Admin

Berita Terbaru

Hujan Deras dan Angin Kencang Landa Purbalingga, BAZNAS Tanggap Bencana Purbalingga Bergerak Cepat Evakuasi Pohon Tumbang
Hujan Deras dan Angin Kencang Landa Purbalingga, BAZNAS Tanggap Bencana Purbalingga Bergerak Cepat Evakuasi Pohon Tumbang
Hujan deras yang disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Purbalingga pada Rabu (04/03/2026) sekitar pukul 15.20 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah pohon tumbang yang menutup akses jalan serta menimpa rumah warga di beberapa titik terdampak. Adapun wilayah yang terdampak meliputi Desa Sumingkir dan Meri, Kecamatan Kutasari; Desa Gemuruh, Kecamatan Padamara; Desa Pekalongan, Kecamatan Bojongsari; Desa Pagerandong dan Lambur, Kecamatan Mrebet; serta area Terminal Bobotsari. Akibat kejadian ini, aktivitas masyarakat sempat terganggu karena akses jalan tertutup material pohon tumbang dan sebagian rumah warga mengalami kerusakan. Sebagai bentuk respon cepat, Tim BAZNAS Tanggap Bencana Purbalingga (BTB) bersama tim gabungan dari unsur relawan dan pemerintah setempat segera turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan pembersihan material pohon tumbang. Proses evakuasi dilakukan secara bertahap guna memastikan akses jalan kembali normal dan lingkungan sekitar aman bagi masyarakat. Komandan Lapangan BTB Purbalingga, Bayu Krisna, menyampaikan bahwa pihaknya bergerak cepat begitu menerima laporan dari masyarakat. “Begitu mendapatkan informasi kejadian pada sore hari, tim langsung kami kerahkan ke beberapa titik terdampak. Prioritas kami adalah membuka akses jalan yang tertutup dan memastikan tidak ada korban jiwa. Alhamdulillah, proses evakuasi berjalan lancar berkat sinergi bersama tim gabungan dan partisipasi warga,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kondisi cuaca ekstrem menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat hujan deras disertai angin kencang. BTB Purbalingga mengimbau warga agar berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila terjadi potensi bahaya di lingkungan sekitar. Melalui gerak cepat dan kolaborasi lintas sektor, diharapkan penanganan dampak bencana ini dapat segera tuntas sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman. BAZNAS terus berkomitmen hadir untuk memberikan pelayanan terbaik dalam aksi kemanusiaan dan penanggulangan bencana di Kabupaten Purbalingga.
BERITA05/03/2026 | Admin
Mengabdi Lewat Tani: Terapkan Kurikulum Lumbung Pangan Baznas RI, Santri Al-Mushafiyyah Praktik Matun Bersama Petani Cilapar
Mengabdi Lewat Tani: Terapkan Kurikulum Lumbung Pangan Baznas RI, Santri Al-Mushafiyyah Praktik Matun Bersama Petani Cilapar
PURBALINGGA — Menginjak hari kedua pelaksanaan program Santri Memberdayakan Desa (SMD) Tahun 2026, Selasa (3/3/2026), teori pemberdayaan tak sekadar di atas kertas. Delegasi santri dari Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Al-Mushafiyyah rela melepas peci sejenak dan turun langsung ke hamparan lumpur persawahan Desa Cilapar, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga. Bersama para petani setempat, para santri bahu-membahu melakukan matun (penyiangan gulma) pada lahan tanaman padi. Kegiatan ini merupakan implementasi langsung dari Kurikulum Tematik Lumbung Pangan (Komoditas Padi) yang diinisiasi oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, dengan tujuan mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan di tingkat desa. Salah satu santri PPTQ Al-Mushafiyyah, Fatkhul Fahmi Zain, mengungkapkan bahwa turun ke sawah memberikan perspektif baru tentang betapa kompleksnya merawat tanaman padi hingga menjadi beras. "Hari ini kami belajar banyak hal yang tidak ada di buku. Kami berinteraksi langsung dengan para petani, merasakan panasnya matahari, dan mempraktikkan cara mencabut gulma yang benar. Ini adalah bentuk dakwah bil hal (tindakan nyata) kami dalam program SMD 2026," ujar Fahmi di sela-sela kegiatan matun, Selasa (3/3/2026). Edukasi Ekologi Ekosistem Sawah: Mengembalikan Gulma Menjadi Pupuk Dalam praktik matun tersebut, para santri tidak sekadar mencabut rumput liar, tetapi juga dibekali ilmu ekologi pertanian oleh para petani lokal. Gulma yang telah dicabut tidak dibuang ke pematang sawah, melainkan dibenamkan kembali ke dalam lumpur. Salah satu petani Desa Cilapar menjelaskan kepada para santri bahwa teknik membenamkan gulma ini memiliki dampak positif yang sangat signifikan bagi kesuburan tanah, asalkan gulma tersebut belum berbiji atau berkembang biak secara vegetatif. "Gulma yang kita cabut ini ibarat nutrisi yang kembali pulang. Ketika dibenamkan ke dalam lumpur, ia akan terurai menjadi sumber bahan organik yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kegemburan tanah sawah," jelas salah satu petani pendamping kepada para santri. Lebih lanjut, ia merinci manfaat ganda dari teknik tradisional tersebut kepada para peserta SMD 2026. "Selain itu, gulma ini berfungsi sebagai pupuk alami. Unsur hara yang tadinya direbut oleh gulma dari dalam tanah, akan dikembalikan lagi ketika gulma itu membusuk. Sisa-sisa gulma ini juga bertindak seperti mulsa alami yang menjaga kelembaban tanah di sekitar padi," tambahnya. Selain mempraktikkan penyiangan gulma, para santri juga mendapatkan pemaparan komprehensif mengenai manajemen lahan sawah secara keseluruhan sesuai panduan Kurikulum Lumbung Pangan Baznas RI. Salah satu materi krusial yang dibahas adalah pentingnya pengolahan lahan tahap dua (secondary tillage). Feri Fadli, santri lainnya yang tergabung dalam tim, mencatat dengan saksama tahapan agrikultur yang dijelaskan oleh instruktur pendamping lapangan. "Ternyata proses menanam padi itu persiapannya sangat panjang. Kami diedukasi bahwa setelah tanah dibajak pada tahap pertama, wajib dilakukan pengolahan tahap dua. Tujuannya untuk menghaluskan bongkahan tanah hasil pembajakan dan mempersiapkan tempat tumbuh benih (seedbed) yang ideal," papar Feri. Ia juga menjelaskan tahapan teknis yang dipelajarinya hari ini, yang menjadi kunci keberhasilan panen di kemudian hari. "Tahapannya meliputi penggaruan (harrowing) untuk memecah tanah menjadi gumpalan kecil, lalu perataan (leveling) menggunakan papan perata agar efisiensi irigasi air merata di seluruh lahan. Pengolahan lahan yang baik ini akan menghasilkan tanah yang remah (tilth), sehingga perkecambahan benih dan pertumbuhan akar padi bisa maksimal," lanjut Feri dengan antusias. Melalui integrasi antara ilmu agama dari pesantren dan ilmu agrikultur dari program Baznas RI ini, diharapkan para santri PPTQ Al-Mushafiyyah tidak hanya menjadi agen perubahan spiritual, tetapi juga menjadi pelopor ketahanan ekonomi dan pangan yang mumpuni saat kembali ke masyarakat luas. Program SMD di Desa Cilapar ini masih akan terus berlangsung dengan berbagai agenda sosial dan edukasi hingga 13 Maret mendatang.
BERITA04/03/2026 | Admin
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga Serahkan Sedekah Pendidikan Rp114 Juta Melalui BAZNAS
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga Serahkan Sedekah Pendidikan Rp114 Juta Melalui BAZNAS
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga menyerahkan sedekah pendidikan melalui BAZNAS Kabupaten Purbalingga pada Senin (02/03/2026). Penyerahan dilaksanakan di Aula BAZNAS Kabupaten Purbalingga dengan total sedekah sebesar Rp114.547.200. Penyerahan ini menjadi wujud komitmen dan kepedulian jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga dalam mendukung kemajuan pendidikan di Kabupaten Purbalingga. Dana sedekah tersebut akan dikelola dan disalurkan untuk membantu peserta didik dari keluarga kurang mampu, mendukung kebutuhan pendidikan, serta memperkuat akses pendidikan yang merata dan berkeadilan. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, Heru Sri Wibowo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sedekah pendidikan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan sosial untuk memastikan anak-anak di Purbalingga dapat terus bersekolah tanpa terkendala faktor ekonomi. “Melalui sedekah pendidikan ini, kami berharap dapat turut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan di Purbalingga. Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Ketika kita menguatkan pendidikan hari ini, kita sedang membangun masa depan daerah,” ungkap Heru. Ia juga menambahkan bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga sebelumnya telah bergerak cepat membantu siswa-siswa yang terdampak bencana banjir di Kecamatan Karangreja dan Mrebet. Bantuan yang diberikan berupa pengadaan seragam sekolah bagi 121 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA, serta 268 anak jenjang PAUD dan TK. “Anak-anak yang terdampak banjir tetap harus semangat belajar. Kami berupaya memastikan mereka tetap bisa kembali ke sekolah dengan perlengkapan yang layak,” tambahnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Sudijanto, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan sinergi yang terus terjalin antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan BAZNAS. “Kami mengucapkan terima kasih atas amanah sedekah pendidikan ini. InsyaAllah dana sebesar Rp114.547.200 akan kami kelola secara transparan dan akuntabel serta disalurkan tepat sasaran untuk mendukung program pendidikan bagi siswa yang membutuhkan,” tutur Sudijanto. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan BAZNAS merupakan bentuk nyata gotong royong dalam membangun kesejahteraan masyarakat, khususnya di sektor pendidikan. Melalui sinergi ini, diharapkan semakin banyak anak-anak Purbalingga yang terbantu, sehingga cita-cita mewujudkan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkeadilan dapat terus diwujudkan bersama.
BERITA03/03/2026 | Admin
BAZNAS Salurkan 2,5 Ton Beras Zakat Fitrah
BAZNAS Salurkan 2,5 Ton Beras Zakat Fitrah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali menunaikan amanah umat dengan menyalurkan 2,5 ton beras zakat fitrah kepada Yayasan Al-Maghfirah Telajung. Penyaluran ini dilaksanakan sebagai bagian dari distribusi zakat fitrah untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan para mustahik di wilayah Telajung, Bekasi. Beras zakat fitrah yang disalurkan tersebut berasal dari hasil panen petani binaan BAZNAS yang tergabung dalam Gapoktan Citra Cilapar, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga. Pengambilan beras dari petani binaan ini merupakan langkah strategis BAZNAS dalam memastikan zakat tidak hanya berdampak pada penerima manfaat, tetapi juga memperkuat sektor pemberdayaan ekonomi umat. Melalui skema ini, zakat fitrah yang dihimpun dari para muzaki dikelola secara amanah dan profesional, kemudian disalurkan dalam bentuk beras berkualitas yang dibeli langsung dari hasil panen petani binaan. Dengan demikian, distribusi zakat menghadirkan manfaat ganda: meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus membantu memenuhi kebutuhan dasar para mustahik. Penyaluran 2,5 ton beras ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan konsumsi para santri dan masyarakat prasejahtera yang berada di bawah naungan Yayasan Al-Maghfirah Telajung, khususnya dalam momentum menjelang Idulfitri. BAZNAS terus berkomitmen menghadirkan pengelolaan zakat yang produktif, transparan, dan berdampak luas. Melalui program ini, BAZNAS menegaskan bahwa zakat bukan sekadar bantuan sesaat, tetapi instrumen pemberdayaan yang menguatkan ketahanan pangan, mendukung petani binaan, dan menghadirkan keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat.
BERITA02/03/2026 | Admin
Dari Gubug Rapuh Menjadi Rumah Penuh Berkah: Kisah Bapak Solihin Bersama Program RLHB BAZNAS
Dari Gubug Rapuh Menjadi Rumah Penuh Berkah: Kisah Bapak Solihin Bersama Program RLHB BAZNAS
Di sudut Desa Karangnangka, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, berdiri sebuah rumah sederhana milik Bapak Solihin. Dindingnya dulu masih berupa papan dan material seadanya, bagian bawahnya lembap terkena cipratan tanah saat hujan turun. Atapnya tak sepenuhnya rapat, membuat angin malam bebas masuk. Di teras kecilnya, beliau kerap duduk menatap halaman, menjalani hari dengan penuh kesabaran meski harus bertahan dalam kondisi rumah yang jauh dari kata layak. Bapak Solihin adalah seorang warga prasejahtera yang selama bertahun-tahun tinggal di rumah yang tidak mampu melindunginya secara maksimal dari panas dan dingin. Kondisi tersebut menjadi perhatian BAZNAS Kabupaten Purbalingga melalui Program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB). Program ini hadir sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu agar memiliki tempat tinggal yang aman dan nyaman. Melalui dana zakat yang ditunaikan oleh para muzaki dan disalurkan secara tepat sasaran, rumah Bapak Solihin kini telah berubah. Dinding yang kokoh, lantai yang lebih layak, serta bangunan yang lebih rapi dan kuat kini berdiri menggantikan gubug lamanya. Rumah barunya tampak hijau bersih, dengan jendela-jendela yang memberi cahaya dan harapan baru bagi penghuninya. Program RLHB bukan sekadar membangun fisik bangunan, tetapi juga membangun harapan. Zakat yang dihimpun dan dikelola secara amanah telah menghadirkan perubahan nyata bagi ribuan keluarga, termasuk Bapak Solihin. Dari rumah yang sebelumnya rentan terhadap cuaca, kini menjadi tempat tinggal yang lebih sehat, aman, dan bermartabat. Di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, Bapak Solihin tak lagi merasakan dinginnya angin malam menembus dinding rapuh rumahnya. Ia kini dapat beribadah dengan lebih tenang dan nyaman di rumah yang layak. Inilah bukti bahwa zakat, ketika disalurkan dengan tepat, mampu menghadirkan kehangatan, bukan hanya bagi bangunan, tetapi juga bagi hati dan kehidupan penerimanya.
BERITA02/03/2026 | Admin
Menebar Berkah Ramadan hingga Pelosok Desa, BAZNAS Santuni 36 Marbot di 18 Masjid
Menebar Berkah Ramadan hingga Pelosok Desa, BAZNAS Santuni 36 Marbot di 18 Masjid
Dalam rangka menyemarakkan Amaliyah Ramadan 1447 H, BAZNAS Kabupaten Purbalingga berkolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Purbalingga menggelar kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) di sejumlah masjid yang tersebar di wilayah Kabupaten Purbalingga. Kegiatan Tarling ini menjadi bagian dari rangkaian program Ramadan yang dilaksanakan untuk mempererat ukhuwah Islamiyah serta memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, dan masyarakat. Pada tahap awal, Tarling digelar di dua titik, yakni Masjid Nurul Iman Desa Jingkang, Kecamatan Karangjambu dan Masjid Al Muttaqin Desa Tlahab Lor, Kecamatan Karangreja. Di lokasi pertama, kegiatan dihadiri oleh Bupati Purbalingga, Fahmi M Hanif yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Tri Gunawan Setiadi selaku Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Kemasyarakatan. Turut hadir Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Sudijanto, beserta jajaran. Sementara itu, pada lokasi kedua di Masjid Al Muttaqin Desa Tlahab Lor, kegiatan dihadiri oleh Wakil Bupati Dimas Prasetyahani serta Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Purbalingga, KH Mashudi. Sebagai bentuk kepedulian terhadap para petugas masjid (marbot) yang telah berkhidmat dalam memakmurkan rumah Allah, BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyalurkan bantuan sebesar Rp2.000.000,- untuk empat orang petugas masjid di masing-masing titik Tarling. Bantuan ini merupakan apresiasi atas dedikasi para marbot dalam menjaga kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan masjid, khususnya selama bulan Ramadan. Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Sudijanto, disela – sela kegiatan menegaskan bahwa Tarling bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari ikhtiar menghadirkan kebermanfaatan zakat secara langsung di tengah masyarakat. “Melalui Tarawih Keliling ini, kami ingin memastikan bahwa kehadiran BAZNAS benar-benar dirasakan hingga ke pelosok desa. Bantuan ini adalah bentuk penghargaan atas pengabdian para marbot. Semoga zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan melalui BAZNAS menjadi wasilah keberkahan dan memperkuat kesejahteraan umat,” ungkapnya. Secara keseluruhan, kegiatan Tarling Ramadan 1447 H ini akan dilaksanakan di 18 titik masjid yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Purbalingga. Dengan skema bantuan Rp2.000.000,- di setiap titik, total bantuan yang digelontorkan BAZNAS Kabupaten Purbalingga mencapai Rp18.000.000,-. Melalui program ini, BAZNAS bersama Pemerintah Kabupaten Purbalingga berharap semangat Ramadan dapat semakin memperkuat kepedulian sosial, mempererat kebersamaan, serta menghadirkan dampak nyata bagi kemakmuran masjid dan kesejahteraan masyarakat Purbalingga.
BERITA24/02/2026 | Admin
Petani BAZNAS di Kaligondang Lakukan Monitoring dan Pembersihan Lahan Secara Intensif
Petani BAZNAS di Kaligondang Lakukan Monitoring dan Pembersihan Lahan Secara Intensif
Petani binaan Program Lumbung Pangan BAZNAS di Desa Cilapar, Kecamatan Kaligondang, terus berkomitmen menjaga kualitas dan keberlanjutan hasil pertanian. Salah satu upaya tersebut dilakukan oleh Pak Edi, anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Citra Desa Cilapar, melalui kegiatan monitoring dan pembersihan galengan sawah sebelum masa tanam. Kegiatan pembersihan galengan dilakukan pada lahan sawah seluas 2.800 meter persegi sebagai langkah awal dalam menyiapkan budidaya padi yang optimal. Pembersihan ini bertujuan untuk memastikan aliran air tetap lancar, sekaligus menekan pertumbuhan gulma dan potensi hama yang dapat mengganggu tanaman padi. Pak Edi menyampaikan bahwa perawatan lahan sebelum tanam menjadi kunci keberhasilan budidaya padi. “Pembersihan galengan ini kami lakukan agar aliran air tetap lancar dan tidak terhambat. Dengan kondisi lahan yang bersih, tanaman padi bisa tumbuh lebih sehat dan risiko hama dapat ditekan sejak awal,” ujarnya. Program Lumbung Pangan BAZNAS hadir untuk mendorong kemandirian dan ketahanan pangan masyarakat, khususnya petani mustahik. Melalui pendampingan dan penguatan budidaya pertanian, BAZNAS berupaya membantu petani meningkatkan hasil panen sekaligus menjaga kualitas produksi secara berkelanjutan. Lebih lanjut, Pak Edi berharap program ini dapat memberikan dampak jangka panjang bagi petani. “Kami merasakan manfaat dari pendampingan ini. Hasil panen lebih terjaga dan pendapatan petani bisa lebih berkelanjutan,” tambahnya. Upaya yang dilakukan oleh petani binaan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas padi, menekan biaya perawatan, serta berdampak pada peningkatan pendapatan petani. Program Lumbung Pangan BAZNAS menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat desa.
BERITA04/02/2026 | Admin
BAZNAS Purbalingga Terima Bantuan Kemanusiaan dari BIMBA AIUEO untuk Korban Banjir Bandang
BAZNAS Purbalingga Terima Bantuan Kemanusiaan dari BIMBA AIUEO untuk Korban Banjir Bandang
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga menerima bantuan kemanusiaan dari BIMBA AIUEO Kabupaten Purbalingga sebesar Rp24.954.500 untuk membantu warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Purbalingga pada Rabu (04/02/2026. Bantuan tersebut diserahkan langsung di Kantor BAZNAS Kabupaten Purbalingga dan diterima oleh bagian pengumpulan BAZNAS, Mulyono. Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kepedulian BIMBA AIUEO Kabupaten Purbalingga terhadap masyarakat yang terdampak bencana banjir bandang, sekaligus dukungan terhadap upaya kemanusiaan yang dilakukan BAZNAS dalam penanganan pascabencana. Perwakilan BIMBA AIUEO Kabupaten Purbalingga menyampaikan bahwa bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang terdampak bencana. “Kami turut prihatin atas musibah banjir bandang yang melanda Purbalingga. Melalui BAZNAS, kami menyalurkan bantuan kemanusiaan ini agar dapat dimanfaatkan secara tepat dan membantu proses pemulihan masyarakat terdampak,” ujarnya. Sementara itu, Mulyono selaku bagian pengumpulan BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan. “Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan amanah dari BIMBA AIUEO Kabupaten Purbalingga. Bantuan ini akan kami salurkan kepada warga terdampak banjir bandang secara transparan dan bertanggung jawab sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” ungkapnya. BAZNAS Kabupaten Purbalingga terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak dalam aksi kemanusiaan, khususnya dalam penanganan bencana, sebagai wujud komitmen menghadirkan manfaat zakat dan dana sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA04/02/2026 | Admin
Pimpinan BAZNAS se-Barlingmascakeb Perkuat Sinergi Program dan Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Purbalingga
Pimpinan BAZNAS se-Barlingmascakeb Perkuat Sinergi Program dan Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Purbalingga
Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) se-Barlingmascakeb yang meliputi Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen menggelar kegiatan silaturahmi dan koordinasi bersama di kawasan Mount Slamet, Rabu (04/02/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh unsur pimpinan BAZNAS dari masing-masing daerah sebagai upaya mempererat silaturahmi, memperkuat sinergi kelembagaan, serta pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di wilayah Barlingmascakeb. Dalam pertemuan tersebut, para pimpinan BAZNAS membahas sejumlah program bersama yang strategis, di antaranya rencana pelatihan amil zakat guna meningkatkan kompetensi, profesionalisme, serta kualitas layanan kepada muzaki dan mustahik. Selain itu, turut dibahas penguatan kapasitas relawan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) melalui pelatihan penanganan kebencanaan sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan dan respon cepat BAZNAS terhadap kondisi darurat bencana. Kegiatan silaturahmi ini juga dirangkai dengan penyerahan bantuan kemanusiaan bagi warga Kabupaten Purbalingga yang terdampak bencana banjir. Bantuan sebesar Rp45 juta tersebut berasal dari sinergi BAZNAS Kabupaten Banjarnegara, Kebumen, dan Banyumas, yang disalurkan melalui BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Bantuan diserahkan secara simbolis sebagai wujud kepedulian dan solidaritas antar-BAZNAS dalam membantu masyarakat terdampak bencana. Selain itu, kegiatan ini diisi dengan diskusi inspiratif terkait program-program unggulan yang telah dijalankan oleh masing-masing BAZNAS daerah. Salah satu praktik baik disampaikan oleh BAZNAS Kabupaten Kebumen .Ketua BAZNAS Kabupaten Kebumen, H. Ahmad Sahli Syam, ST, MT, menyampaikan bahwa penguatan peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) desa menjadi kunci dalam peningkatan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah di Kabupaten Kebumen. “Kami meyakini bahwa kekuatan zakat ada di desa. Dengan mengoptimalkan UPZ desa, alhamdulillah pada tahun 2025 pengumpulan ZIS BAZNAS Kebumen mencapai Rp11.703.674.901. Dari jumlah tersebut, kontribusi UPZ desa secara keseluruhan mencapai Rp890.999.676 per tahun,” ungkapnya. Ia menambahkan, salah satu UPZ desa dengan capaian tertinggi adalah UPZ Desa Pesalakan, Kecamatan Kutowinangun, yang mampu menyetorkan ZIS sebesar Rp75.338.300 per tahun. “Capaian ini menunjukkan bahwa ketika UPZ desa dikelola dengan baik dan didukung kepercayaan masyarakat, zakat dapat tumbuh dari tingkat paling bawah dan memberikan dampak yang luas bagi kesejahteraan umat,” tuturnya. Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, H. Sudijanto, S.Sos., M.Si menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi dan kepedulian sosial antarwilayah. “Silaturahmi dan koordinasi ini tidak hanya menjadi ruang berbagi program dan penguatan kapasitas amil, tetapi juga wujud nyata kepedulian BAZNAS terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah. Bantuan kemanusiaan ini adalah amanah dari para muzaki yang kami salurkan secara bersama untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita di Purbalingga,” ujarnya. Pertemuan pimpinan BAZNAS se-Barlingmascakeb ini direncanakan akan dilaksanakan secara rutin setiap tiga bulan sekali sebagai forum sinergi, evaluasi, dan penguatan program bersama. Pertemuan selanjutnya dijadwalkan akan diselenggarakan di BAZNAS Kabupaten Kebumen. Melalui kegiatan ini, BAZNAS se-Barlingmascakeb meneguhkan komitmen untuk terus mempererat silaturahmi, meningkatkan kualitas pengelolaan zakat, serta menguatkan branding BAZNAS sebagai lembaga pengelola ZIS yang profesional, amanah, dan responsif terhadap kebutuhan umat.
BERITA04/02/2026 | Admin
Petani Binaan BAZNAS Purbalingga Mulai Budidaya Timun di Desa Cilapar
Petani Binaan BAZNAS Purbalingga Mulai Budidaya Timun di Desa Cilapar
Petani binaan program pemberdayaan ekonomi BAZNAS Kabupaten Purbalingga dari Gapoktan Citra, Desa Cilapar, Kecamatan Kaligondang, mulai mengembangkan budidaya timun sebagai upaya penguatan ekonomi petani dan diversifikasi usaha pertanian. Kegiatan ini dilakukan oleh Pak Tarso bersama Pak Saryono dengan mempersiapkan lahan secara matang sebelum masa tanam. Persiapan lahan dilakukan melalui pengolahan bedengan, pemupukan dasar, serta pemilihan benih unggul sebagai fondasi awal keberhasilan budidaya. Langkah ini menjadi semakin penting mengingat kondisi musim hujan yang membutuhkan pengelolaan kelembapan lahan secara optimal agar tanaman dapat tumbuh sehat dan produktif. Pak Tarso menyampaikan bahwa kesiapan lahan menjadi kunci dalam menghadapi tantangan musim hujan. “Kami memulai dari persiapan lahan yang benar, mulai dari benih yang bagus, bedengan yang rapi, sampai pemupukan dasar. Pengendalian kelembapan sangat penting supaya tanaman tidak mudah terserang penyakit,” ungkapnya. Program pemberdayaan ekonomi BAZNAS hadir untuk mendorong kemandirian petani mustahik melalui pendampingan dan penguatan praktik budidaya yang berkelanjutan. Budidaya timun ini diharapkan mampu menghasilkan panen yang berkualitas sekaligus meningkatkan pendapatan petani. Lebih lanjut, Pak Tarso berharap upaya yang dilakukan dapat memberikan manfaat jangka panjang. “Dengan pendampingan dari BAZNAS, kami optimis tanaman bisa tumbuh lebih sehat dan hasil panen nanti dapat membantu meningkatkan ekonomi keluarga,” tambahnya. Melalui program ini, BAZNAS Kabupaten Purbalingga terus berupaya menghadirkan zakat produktif yang berdampak nyata, mendorong kemandirian ekonomi petani, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat desa.
BERITA02/02/2026 | Admin
Di antara harap dan lelah, Ambulans Gratis BAZNAS selalu dinantikan kehadirannya
Di antara harap dan lelah, Ambulans Gratis BAZNAS selalu dinantikan kehadirannya
Bagi sebagian orang, ambulans hanyalah kendaraan. Namun bagi warga yang tengah berjuang melawan sakit, ambulans gratis BAZNAS adalah penyambung harapan—datang tepat waktu, tanpa meminta biaya, dan membawa rasa aman. Seperti yang dirasakan Swasti Rochyani (52) dan Kantiyah (35), warga Desa Bobotasri. Keduanya adalah penderita gagal ginjal yang harus menjalani hemodialisa dua kali dalam sepekan di RST Wijaya Kusuma Purwokerto. Perjalanan dari desa ke rumah sakit bukanlah hal mudah. Jarak yang jauh dan kondisi tubuh yang lemah membuat transportasi menjadi kebutuhan vital—namun juga beban berat jika harus ditanggung sendiri. Hal serupa dialami Siti Fatimah (57), warga Karanglewas, Kecamatan Kutasari. Setiap pekan, ia harus bolak-balik ke RST Wijaya Kusuma Purwokerto untuk mempertahankan hidupnya melalui cuci darah. Di tengah keterbatasan ekonomi, biaya transportasi yang mahal kerap menjadi kecemasan tersendiri, bahkan sebelum rasa sakit itu datang. Di Kecamatan Karangmoncol, Bapak Darsono (50), warga Desa Tunjungmuli, juga menjalani perjuangan yang sama. Dua kali sepekan ia harus menjalani hemodialisa di RSUD Pantinugroho Purbalingga. Tanpa ambulans gratis, ongkos perjalanan dari desa ke rumah sakit bisa menguras penghasilan keluarga, bahkan lebih besar dari biaya kebutuhan harian. Di sinilah Layanan Ambulans Gratis BAZNAS hadir dengan makna yang sesungguhnya. Tidak hanya mengantar pasien dari rumah ke fasilitas kesehatan, tetapi juga mengurangi beban pikiran, meringankan biaya, dan memberi ketenangan bagi keluarga. Biaya transportasi yang sebelumnya mahal kini tak lagi menjadi penghalang bagi mereka untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak. Bagi para pasien, ambulans ini bukan sekadar kendaraan, melainkan bukti nyata kepedulian dan solidaritas umat. Sebuah layanan yang memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak boleh menghalangi seseorang untuk berobat dan bertahan hidup. Karena bagi mereka yang tengah berjuang melawan sakit, hadir tepat waktu dan tanpa biaya adalah bentuk kasih sayang yang tak ternilai. Dan Ambulans Gratis BAZNAS, setiap hari, terus bergerak membawa harapan itu.
BERITA31/01/2026 | Admin
BAZNAS Terima Bantuan Kemanusiaan dari Alumni Haji 2025 untuk Warga Terdampak Bencana di Purbalingga
BAZNAS Terima Bantuan Kemanusiaan dari Alumni Haji 2025 untuk Warga Terdampak Bencana di Purbalingga
BAZNAS Kabupaten Purbalingga menerima bantuan kemanusiaan dari Alumni Haji Tahun 2025 sebesar Rp9.025.000 untuk membantu warga terdampak bencana di wilayah Kabupaten Purbalingga. Bantuan tersebut diterima secara resmi pada Jumat, 30 Januari 2026, oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Purbalingga, H. Suparna. Bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan solidaritas Alumni Haji 2025 terhadap sesama, khususnya masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana dan membutuhkan uluran tangan untuk bangkit kembali. Perwakilan Alumni Haji 2025 menyampaikan bahwa bantuan ini lahir dari semangat kebersamaan dan nilai kemanusiaan yang tumbuh selama menunaikan ibadah haji.“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Ini adalah bentuk kepedulian dan rasa syukur kami, agar keberkahan ibadah haji juga dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya. Sementara itu, Waka II BAZNAS Kabupaten Purbalingga, H. Suparna, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada BAZNAS.“Kami mengucapkan terima kasih kepada Alumni Haji 2025 atas kepeduliannya. Insyaallah bantuan ini akan kami salurkan secara amanah dan tepat sasaran kepada warga terdampak bencana di Purbalingga,” tutur H. Suparna. BAZNAS Kabupaten Purbalingga berkomitmen untuk terus menjadi jembatan kebaikan antara para donatur dan masyarakat yang membutuhkan, serta memastikan setiap bantuan yang diterima dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi para penerima manfaat.
BERITA31/01/2026 | Admin
Kolaborasi Kemanusiaan, BAZNAS Purbalingga Salurkan Bantuan Diapers bagi Penyintas Banjir Bandang dari BAZNAS Provinsi Jawa Tengah
Kolaborasi Kemanusiaan, BAZNAS Purbalingga Salurkan Bantuan Diapers bagi Penyintas Banjir Bandang dari BAZNAS Provinsi Jawa Tengah
BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyalurkan bantuan kebutuhan dasar berupa diapers sebanyak 3.000 pcs yang bersumber dari BAZNAS Provinsi Jawa Tengah kepada para penyintas bencana banjir bandang di Kabupaten Purbalingga. Bantuan ini merupakan bagian dari respon kemanusiaan untuk membantu pemenuhan kebutuhan kelompok rentan pascakejadian bencana. Sebagaimana diketahui, bencana banjir bandang melanda wilayah Kecamatan Karangreja dan Kecamatan Mrebet pada Jumat, 23 Januari 2026, akibat intensitas hujan tinggi yang mengguyur kawasan hulu. Peristiwa tersebut mengakibatkan meluapnya aliran sungai disertai material lumpur dan batu, sehingga berdampak pada permukiman warga serta memaksa sebagian masyarakat mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Sebagai bentuk kepedulian dan penguatan layanan bagi para penyintas, penyaluran bantuan diapers dilaksanakan pada Jumat, 30 Januari 2026. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Jawa Tengah, Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K, di Posko Induk Desa Serang, Kabupaten Purbalingga, yang menjadi pusat koordinasi penanganan darurat bencana. Dalam mekanisme pendistribusiannya, BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyalurkan bantuan ke tiga pos layanan dengan rincian 720 pcs diapers ditempatkan di Posko Induk Desa Serang, sementara 2.280 pcs lainnya didistribusikan melalui Pos BAZNAS–PMI. Skema ini dilakukan untuk memastikan bantuan dapat menjangkau para penyintas secara cepat, tepat, dan merata, khususnya bagi balita, lansia, dan kelompok rentan lainnya. Melalui sinergi antara BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, BAZNAS Kabupaten Purbalingga, serta berbagai unsur terkait, diharapkan bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat terdampak sekaligus mendukung proses pemulihan pascabencana. BAZNAS terus berkomitmen untuk hadir dan mengambil peran aktif dalam setiap upaya kemanusiaan sebagai wujud amanah pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah demi kemaslahatan umat.
BERITA31/01/2026 | Admin
BAZNAS Purbalingga Laksanakan Latihan Dasar Kelompok Program ZMart
BAZNAS Purbalingga Laksanakan Latihan Dasar Kelompok Program ZMart
BAZNAS Kabupaten Purbalingga bekerja sama dengan BAZNAS RI menggelar Latihan Dasar Kelompok (LDK) Mengelola Warung Kelontong Secara Profesional melalui Program ZMart sebagai upaya nyata dalam penguatan ekonomi mustahik dan penanggulangan kemiskinan, khususnya di wilayah perkotaan, pada Kamis (29/1/2026) di aula BAZNAS. Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Purbalingga yang merupakan pemilik warung kelontong skala mikro hingga kecil. Kegiatan LDK secara resmi dibuka oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, H. Sudijanto, S.Sos., M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Program ZMart merupakan salah satu program strategis BAZNAS dalam mendorong kemandirian ekonomi mustahik melalui penguatan usaha riil yang dekat dengan kehidupan masyarakat. “Program ZMart ini bukan sekadar bantuan usaha, tetapi merupakan ikhtiar bersama untuk mengangkat mustahik agar berdaya dan mandiri. Melalui pelatihan dan pendampingan, kami berharap warung-warung milik mustahik dapat tumbuh, naik kelas, dan menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan bagi keluarga,” ujar H. Sudijanto. Program ZMart sendiri merupakan program unggulan BAZNAS RI. Program ini fokus pada pemberdayaan ekonomi mustahik melalui pengembangan warung atau toko kelontong agar mampu bersaing di tengah pesatnya pertumbuhan ritel modern serta menjadi solusi nyata dalam mengatasi kemiskinan. Dalam pelaksanaan LDK, peserta mendapatkan pembekalan terkait pengelolaan warung secara profesional, meliputi manajemen usaha sederhana, pencatatan keuangan, penataan produk, hingga peningkatan kualitas pelayanan kepada pelanggan. Seluruh rangkaian pelatihan disambut antusias oleh peserta yang berharap dapat menerapkan ilmu yang diperoleh untuk mengembangkan usaha mereka. Pendamping ZMart BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Farhan Ma’ruf, SE, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas usaha mustahik agar mampu bertahan dan berkembang secara berkelanjutan. “LDK ini bertujuan membekali para pelaku usaha warung dengan dasar pengelolaan yang lebih profesional. Harapannya, warung ZMart tidak hanya bertahan, tetapi mampu berkembang, meningkatkan pendapatan, dan secara bertahap mengeluarkan keluarga dari jerat kemiskinan,” jelas Farhan. Melalui Program ZMart, BAZNAS Kabupaten Purbalingga terus meneguhkan komitmennya dalam menghadirkan program pemberdayaan ekonomi yang terukur, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan mustahik di Kabupaten Purbalingga.
BERITA29/01/2026 | Admin
Dari Dapur Umum hingga Aksi Bersih, BAZNAS Terus Dampingi Penyintas Bencana
Dari Dapur Umum hingga Aksi Bersih, BAZNAS Terus Dampingi Penyintas Bencana
Memasuki masa tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor di Kecamatan Karangreja dan Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, upaya penanganan terus dilakukan secara intensif oleh berbagai pihak. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga hingga saat ini masih aktif terlibat dalam pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas, khususnya melalui layanan dapur umum bersama Palang Merah Indonesia (PMI). Setiap harinya, dapur umum tersebut mampu memproduksi dan menyalurkan lebih dari 1.000 porsi makanan siap saji yang diperuntukkan bagi para penyintas terdampak bencana serta relawan yang bertugas di lokasi. Langkah ini menjadi bagian penting dalam memastikan kebutuhan konsumsi tetap terpenuhi selama masa darurat berlangsung. Dalam pelaksanaannya, Tim BAZNAS Purbalingga terbagi menjadi dua tim utama. Tim pertama difokuskan pada operasional dapur umum yang berlokasi di Sangkanayu Hills, sementara tim kedua diterjunkan langsung ke Dusun Kaliurip, Desa Serang, untuk membantu proses pembersihan material longsor yang menutup akses dan lingkungan warga. Namun demikian, proses penanganan di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala. Curah hujan yang terus mengguyur wilayah terdampak menyebabkan kegiatan pembersihan material longsor kerap terhenti demi menjaga keselamatan relawan. Bahkan, pada Selasa, kondisi diperparah dengan kembali meluapnya aliran sungai, sehingga meningkatkan risiko dan memperlambat proses pemulihan. BAZNAS Kabupaten Purbalingga bersama para mitra kemanusiaan berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat terdampak, sembari berharap kondisi cuaca segera membaik agar proses penanganan dan pemulihan dapat berjalan lebih optimal.
BERITA28/01/2026 | Admin
Bupati Fahmi Hanif Bersama BAZNAS Sambangi Keluarga Korban Banjir Bandang Desa Serang
Bupati Fahmi Hanif Bersama BAZNAS Sambangi Keluarga Korban Banjir Bandang Desa Serang
Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Sudijanto, mendampingi Bupati Purbalingga Fahmi M. Hanif menyambangi keluarga korban banjir bandang di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, pada Rabu (28/1/2026). Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk belasungkawa dan kepedulian Pemerintah Kabupaten Purbalingga terhadap warga yang terdampak bencana alam banjir bandang dan tanah longsor. Korban meninggal dunia atas nama Solikhah, warga Desa Serang, yang menjadi salah satu korban banjir bandang yang terjadi pada 23–24 Januari 2026. Dalam peristiwa tersebut, korban sempat hanyut terbawa arus, berhasil diselamatkan oleh warga, namun akhirnya meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Siaga Medika akibat gagal napas. Bupati Purbalingga Fahmi M. Hanif menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah hadir untuk memberikan pendampingan, perhatian, dan dukungan moril maupun materiil bagi keluarga korban serta masyarakat terdampak bencana. “Kami turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya. Meski hanya satu korban jiwa, tentu kami berharap tidak ada korban sama sekali. Namun ini adalah takdir musibah yang harus kita hadapi bersama,” ujar Bupati Fahmi. Pada kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyalurkan santunan uang tunai sebesar Rp5.000.000 serta dua paket logistik keluarga, yang diserahkan langsung oleh Bupati Purbalingga kepada keluarga korban. Disisi lain, Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Sudijanto, menyampaikan bahwa santunan tersebut merupakan wujud kepedulian dan amanah dari para muzaki untuk membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. “Santunan ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial BAZNAS bersama pemerintah daerah. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga korban, serta menjadi penguat di tengah masa duka,” tutur Sudijanto. Melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Purbalingga dan BAZNAS, diharapkan proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih optimal, sekaligus memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial bagi masyarakat terdampak bencana alam.
BERITA28/01/2026 | Admin
BAZNAS Purbalingga Perkuat Peran UPZ Desa Melalui Sosialisasi di Kecamatan Karangjambu
BAZNAS Purbalingga Perkuat Peran UPZ Desa Melalui Sosialisasi di Kecamatan Karangjambu
Purbalingga — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga melaksanakan Sosialisasi Penguatan Peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) bagi para Kepala Desa se-Kecamatan Karangjambu, bertempat di Pendopo Kecamatan Karangjambu, Senin (26/1/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas UPZ desa dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di tingkat desa. Sosialisasi ini dihadiri oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, H. Sudijanto, S.Sos., M.Si, Wakil Ketua III KH. Mashudi, serta Wakil Ketua IV H. Sukarman. Hadir pula Camat Karangjambu, Puji Muslihun, S.H., beserta jajaran pemerintah kecamatan dan para kepala desa. Materi sosialisasi disampaikan oleh H. Sukarman selaku Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Purbalingga, yang menekankan pentingnya peran strategis UPZ sebagai ujung tombak pengelolaan zakat di desa. Dalam pemaparannya, H. Sukarman menyampaikan bahwa UPZ tidak hanya berfungsi sebagai pengumpul zakat, tetapi juga sebagai penggerak kesadaran masyarakat. “UPZ desa memiliki peran yang sangat strategis dalam mendekatkan layanan zakat kepada masyarakat. UPZ bukan sekadar menghimpun, tetapi juga memastikan zakat tersalurkan secara tepat sasaran, transparan, dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan warga,” ujar H. Sukarman. Ia juga menegaskan bahwa penguatan UPZ menjadi bagian penting dalam mendukung program-program pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan yang dijalankan BAZNAS. Sementara itu, Camat Karangjambu, Puji Muslihun, S.H., menyambut baik kegiatan sosialisasi tersebut dan mengapresiasi komitmen BAZNAS dalam membangun sinergi dengan pemerintah desa. “Kami berharap melalui sosialisasi ini, para kepala desa semakin memahami peran UPZ dan mampu menggerakkannya secara aktif di desa masing-masing, sehingga zakat benar-benar menjadi solusi sosial dan ekonomi bagi masyarakat,” ungkap Puji Muslihun. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Purbalingga berharap terwujud UPZ desa yang lebih kuat, profesional, dan amanah, serta mampu menjadi mitra strategis pemerintah desa dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat dan menumbuhkan semangat gotong royong berbasis zakat.
BERITA26/01/2026 | Admin
BAZNAS Dampingi Bupati Tinjau Lokasi Longsor dan Banjir, Pastikan Penanganan Cepat
BAZNAS Dampingi Bupati Tinjau Lokasi Longsor dan Banjir, Pastikan Penanganan Cepat
Purbalingga — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga mendampingi Bupati Purbalingga melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak bencana banjir dan tanah longsor, Sabtu (25/1/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan penanganan darurat bencana berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi, sekaligus melihat secara langsung kondisi warga serta dampak kerusakan yang ditimbulkan. Bencana banjir dan tanah longsor tersebut terjadi pada Jum’at, 23 Januari 2026, sekitar pukul 22.00 WIB, dipicu oleh cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang mengguyur wilayah lereng Gunung Slamet. Berdasarkan pantauan visual pada pagi hari, ditemukan empat titik longsor yang menyebabkan aliran material kayu dan bebatuan terbawa banjir bandang ke sejumlah desa. Lokasi terdampak berada di Desa Kutabawa dan Desa Serang, Kecamatan Karangreja, serta Desa Sangkanayu dan Desa Lambur, Kecamatan Mrebet. Dampak paling signifikan terjadi di Desa Serang, dengan total 48 rumah rusak berat atau tertimbun, 265 jiwa mengungsi, serta sekitar 150 hektare lahan pertanian terdampak. Selain itu, beberapa dusun mengalami keterisolasian akibat dua akses jalan kabupaten dan sejumlah jembatan yang terputus. Sementara itu, di Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, tercatat 78 rumah terdampak, 3 rumah rusak berat, 2 jembatan putus, serta 105 jiwa mengungsi. Banjir bandang juga menyebabkan 12 unit kendaraan hanyut, lahan pertanian jagung terdampak, serta 30 ekor kambing terbawa arus. Di Desa Kutabawa, bencana mengakibatkan 29 rumah rusak ringan, sekitar 50 hektare lahan pertanian gagal panen, hilangnya 1.000 sak pupuk dan alat pertanian, serta akses jalan kabupaten tertutup material longsor sepanjang kurang lebih 12 meter. Melalui kunjungan ini, pemerintah daerah bersama BAZNAS Kabupaten Purbalingga melakukan pendataan langsung, meninjau kondisi pengungsi, serta memastikan kebutuhan darurat seperti logistik, layanan kesehatan, dan akses evakuasi segera terpenuhi. Kehadiran BAZNAS menjadi bagian dari komitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat sejak fase tanggap darurat hingga pemulihan pascabencana. Dalam peristiwa ini, tercatat satu korban luka berat serta satu korban meninggal dunia, yakni Solehah (Si Sol), warga Desa Serang, yang telah dimakamkan di Desa Serayu Larangan. BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyampaikan duka cita mendalam serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian bagi para penyintas. BAZNAS akan terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Purbalingga, relawan, dan masyarakat luas guna memastikan penanganan darurat berjalan optimal serta membantu warga terdampak untuk bangkit dan pulih secara bertahap.
BERITA24/01/2026 | Admin
BAZNAS Nyambung Rasa, Menguatkan Ikatan dengan Pasien di Momen HUT ke-25
BAZNAS Nyambung Rasa, Menguatkan Ikatan dengan Pasien di Momen HUT ke-25
Purbalingga — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) BAZNAS ke-25, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga menggelar kegiatan BAZNAS Nyambung Rasa sebagai ajang silaturahmi dan penguatan hubungan persaudaraan antara BAZNAS dan para pasien yang selama ini mendapatkan layanan BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Panggih Wisata Purbasari Pancuran Mas ini diikuti oleh para pasien beserta pendamping. Total peserta yang hadir mencapai 147 orang, terdiri atas pasien layanan BAZNAS dan pendampingnya. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa sejak awal kegiatan, di mana para peserta saling berbagi cerita, pengalaman, serta kesan selama mendapatkan pendampingan dan layanan dari BAZNAS. Melalui kegiatan BAZNAS Nyambung Rasa, BAZNAS Kabupaten Purbalingga menegaskan komitmennya bahwa pelayanan yang diberikan tidak hanya sebatas bantuan fasilitas, tetapi juga menghadirkan kepedulian, perhatian, dan kebersamaan yang berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi ruang untuk mempererat ikatan emosional serta tali persaudaraan antara BAZNAS dan para pasien sebagai bagian dari keluarga besar BAZNAS. Sebagai penutup rangkaian kegiatan, para peserta diberikan kesempatan untuk menikmati seluruh wahana wisata di Purbasari Pancuran Mas secara bebas setelah acara selesai. Momen ini menjadi sarana rekreasi dan kebahagiaan bersama bagi para peserta dan keluarga. BAZNAS Kabupaten Purbalingga berharap melalui kegiatan ini, nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan kemanusiaan dapat terus tumbuh dan menguat, sejalan dengan semangat HUT BAZNAS ke-25 dalam menghadirkan layanan yang tidak hanya membantu, tetapi juga menguatkan.
BERITA24/01/2026 | Admin
Baznas Kabupaten Purbalingga Laksanakan Korpe Berkah di Masjid Jami’ Al Falah
Baznas Kabupaten Purbalingga Laksanakan Korpe Berkah di Masjid Jami’ Al Falah
Purbalingga – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Purbalingga melaksanakan kegiatan Korpe Berkah pada Jumat, 23 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Jami’ Al Falah, Kelurahan Kembaran Kulon 3/3, Kabupaten Purbalingga, sebagai bentuk sinergi dan kepedulian sosial kepada masyarakat. Kegiatan Korpe Berkah ini diikuti oleh berbagai unsur, di antaranya TNI, Polri, Baznas, PMI, serta sejumlah relawan lainnya yang turut berpartisipasi secara aktif. Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam menebar kebaikan dan memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat. Melalui Korpe Berkah, Baznas Kabupaten Purbalingga berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi warga, khususnya dalam mendukung kegiatan sosial dan keagamaan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara lembaga, aparat, dan masyarakat setempat. Baznas Kabupaten Purbalingga berharap kegiatan Korpe Berkah dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak wilayah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang lebih luas serta menumbuhkan semangat kepedulian sosial di Kabupaten Purbalingga.
BERITA23/01/2026 | Admin
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Purbalingga.

Lihat Daftar Rekening →