WhatsApp Icon
Bersama BAZNAS ada Setitik Harapan untuk Mbah Minem

Di sudut sederhana Desa Gemuruh, Padamara, berdiri sebuah gubuk rapuh yang nyaris roboh dimakan usia. Dindingnya lapuk, atapnya bocor, dan lantainya jauh dari kata nyaman. Di tempat itulah Mbah Sarminem (60), yang akrab disapa Mbah Minem, menjalani hari-harinya seorang diri tanpa pendamping hidup maupun anak yang tinggal bersamanya.

Usia senja yang seharusnya diisi dengan ketenangan justru menjadi masa yang penuh ujian bagi Mbah Minem. Selain harus bertahan hidup dalam keterbatasan, ia juga berjuang melawan penyakit kanker hidung yang dideritanya. Kondisinya semakin berat karena selama ini ia tidak memiliki jaminan kesehatan apa pun. Keterbatasan pengetahuan dan tidak pernah mengurus administrasi kependudukan membuatnya tidak terdaftar dalam program perlindungan kesehatan yang seharusnya dapat membantunya.

Saat harus menjalani perawatan di rumah sakit, Mbah Minem dihadapkan pada kenyataan yang tidak mudah. Tagihan biaya pengobatan yang mencapai lebih dari Rp7 juta menjadi beban yang mustahil ia tanggung seorang diri. Bagi seseorang yang bahkan tidak memiliki penghasilan tetap, angka tersebut terasa seperti tembok tinggi yang sulit dilalui.

Namun di tengah kesulitan itu, kepedulian hadir membawa harapan. Melalui kolaborasi antara BAZNAS, Pemerintah Desa, dan pihak rumah sakit tempat Mbah Minem dirawat, biaya pengobatan tersebut akhirnya dapat diselesaikan. Langkah kecil yang menjadi penyelamat besar bagi seorang lansia yang sedang berjuang mempertahankan hidupnya.

Perjuangan Mbah Minem ternyata tidak berhenti pada persoalan kesehatan. Tempat tinggal yang selama ini ia huni pun sangat memprihatinkan dan jauh dari standar kelayakan. Gubuk reyot yang menjadi tempat berlindung dari panas dan hujan sudah tidak lagi mampu memberikan rasa aman. Lebih memilukan lagi, Mbah Minem tidak memiliki tanah maupun harta benda. Selama ini ia hanya menumpang tinggal di sebidang tanah milik saudaranya.

Melihat kondisi tersebut, BAZNAS turut memberikan bantuan rehabilitasi rumah agar Mbah Minem dapat memiliki tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan nyaman untuk menjalani masa tuanya. Bagi sebagian orang, rumah mungkin hanya sebuah bangunan. Namun bagi Mbah Minem, rumah yang layak adalah harapan baru, tempat beristirahat dengan tenang setelah melewati begitu banyak ujian hidup.

Kisah Mbah Minem mengingatkan kita bahwa masih banyak saudara-saudara kita yang hidup dalam keterbatasan dan membutuhkan uluran tangan. Kehadiran zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar bantuan materi, melainkan juga wujud kasih sayang dan kepedulian yang mampu mengembalikan harapan bagi mereka yang hampir kehilangan harapan.

Di balik senyum sederhana Mbah Minem hari ini, tersimpan doa-doa tulus yang mungkin tidak terdengar oleh manusia, tetapi sangat berharga di hadapan Allah SWT. Semoga setiap kebaikan yang diberikan kepada mereka yang membutuhkan menjadi jalan keberkahan bagi seluruh pihak yang telah peduli dan membantu.

 

14/07/2026 | Kontributor: Admin
BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Purbalingga Gelar Madrasah Tanggap Bencana di MI Maarif NU 01 Maribaya

Purbalingga – BAZNAS RI berkolaborasi dengan BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyelenggarakan kegiatan Madrasah Tanggap Bencana (MANTAB) di MI Ma'arif NU 01 Maribaya, Desa Maribaya, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, pada Senin (13/7/2026). Program ini diikuti oleh 48 siswa dari kelas IV hingga kelas VI dan akan berlangsung selama tiga hari, hingga Rabu (15/7/2026).

Kegiatan MANTAB merupakan program edukasi kebencanaan yang bertujuan membangun budaya sadar bencana di lingkungan madrasah. Melalui kegiatan ini, para siswa dibekali pengetahuan mengenai berbagai potensi bencana, langkah-langkah mitigasi, cara menyelamatkan diri saat terjadi bencana, serta pentingnya membangun kesiapsiagaan sejak usia dini.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Sekretaris Badan Penanggulanagan Bencana, Aris Mulyanto. Dalam sambutannya, Aris menyampaikan bahwa pendidikan kebencanaan perlu ditanamkan sejak dini agar anak-anak memiliki pengetahuan, keterampilan, dan keberanian dalam menghadapi situasi darurat.

"Anak-anak merupakan kelompok yang rentan ketika terjadi bencana. Oleh karena itu, pendidikan kebencanaan harus diberikan sejak usia sekolah agar mereka memahami langkah penyelamatan diri, mampu mengenali potensi bahaya di lingkungan sekitar, serta dapat menjadi agen penyebar informasi kesiapsiagaan bagi keluarga dan masyarakat," ujarnya.

Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Sudijanto, mengatakan bahwa program Madrasah Tanggap Bencana merupakan wujud komitmen BAZNAS dalam mendukung terciptanya satuan pendidikan yang aman dan tangguh terhadap bencana.

"BAZNAS tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan saat bencana terjadi, tetapi juga mendorong upaya pengurangan risiko melalui edukasi dan peningkatan kapasitas masyarakat. Kami berharap para siswa memiliki bekal pengetahuan yang cukup sehingga mampu melindungi diri sendiri maupun membantu orang lain ketika menghadapi kondisi darurat," tutur Sudijanto.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai materi dan praktik yang dikemas secara interaktif, mulai dari pengenalan jenis-jenis bencana, simulasi evakuasi, penyusunan jalur evakuasi, pembentukan budaya aman di lingkungan sekolah, hingga latihan tanggap darurat bersama para fasilitator.

Melalui program Madrasah Tanggap Bencana (MANTAB), BAZNAS RI bersama BAZNAS Kabupaten Purbalingga berharap dapat meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan kesiapsiagaan warga sekolah terhadap potensi bencana. Dengan demikian, madrasah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi lingkungan pendidikan yang aman, tangguh, dan mampu meminimalkan risiko bencana bagi seluruh warga sekolah.

 

13/07/2026 | Kontributor: Admin
Kursi Roda untuk Mbah Wayem, Wujud Kepedulian Zakat Membantu Lansia Tetap Beraktivitas

Purbalingga – Zakat yang ditunaikan melalui BAZNAS Kabupaten Purbalingga terus diwujudkan menjadi program-program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Salah satunya melalui bantuan alat bantu jalan berupa kursi roda bagi lansia dan warga kurang mampu yang mengalami keterbatasan mobilitas. Program ini menjadi bentuk kepedulian terhadap kelompok rentan agar tetap dapat beraktivitas dengan lebih mudah, aman, dan mandiri dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Salah satu penerima manfaat adalah Mbah Wayem (75), warga Desa Karangnangka, Kecamatan Bukateja. Di usia senjanya, Mbah Wayem mengalami kesulitan untuk berjalan dan beraktivitas sehingga mobilitas sehari-hari menjadi sangat terbatas.

Melalui usulan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa Karangnangka, BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyalurkan bantuan satu unit kursi roda kepada Mbah Wayem. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung pada Jumat (10/7/2026) di kediaman Mbah Wayem oleh UPZ Desa Karangnangka, didampingi Kepala Desa Karangnangka bersama perwakilan BAZNAS Kabupaten Purbalingga.

Bantuan kursi roda ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi Mbah Wayem dalam melakukan aktivitas sehari-hari, mengurangi ketergantungan kepada orang lain, serta meningkatkan kualitas hidup di masa lanjut usia. Kehadiran alat bantu mobilitas juga menjadi bentuk kepedulian terhadap lansia agar tetap dapat menjalani aktivitas dengan lebih layak dan bermartabat.

Program bantuan alat bantu jalan merupakan salah satu bentuk pendayagunaan zakat yang disalurkan BAZNAS Kabupaten Purbalingga kepada masyarakat yang termasuk dalam golongan penerima zakat (mustahik). Melalui pengelolaan zakat yang amanah, profesional, dan tepat sasaran, dana zakat dapat menghadirkan manfaat nyata bagi mereka yang membutuhkan, mulai dari bantuan kesehatan, pendidikan, kemanusiaan, hingga pemberdayaan ekonomi.

BAZNAS Kabupaten Purbalingga mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi agar pengelolaannya lebih optimal, transparan, dan memiliki dampak yang lebih luas. Zakat yang disalurkan melalui BAZNAS tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga menjadi ikhtiar bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi beban kaum dhuafa, serta menghadirkan keberkahan bagi muzaki dan penerima manfaat.

Semakin banyak zakat yang ditunaikan melalui BAZNAS, semakin banyak pula masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya, sehingga semangat gotong royong dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di Kabupaten Purbalingga.

 

10/07/2026 | Kontributor: Admin
BAZNAS Purbalingga dan MWCNU Bukateja Tingkatkan Kapasitas Pelaku UMKM Kuliner Melalui Pelatihan Bidang Boga

Purbalingga – BAZNAS Kabupaten Purbalingga berkolaborasi dengan MWCNU Bukateja menyelenggarakan pelatihan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bidang boga selama dua hari, Sabtu–Ahad, 4–5 Juli 2026, di Gedung Workshop MWCNU Bukateja. Kegiatan ini diikuti oleh para pegiat kuliner dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Bukateja sebagai upaya meningkatkan keterampilan sekaligus mendorong tumbuhnya usaha kuliner yang lebih produktif dan berdaya saing.

Selama pelatihan, peserta memperoleh materi praktik pembuatan berbagai produk olahan yang memiliki nilai jual, meliputi roti manis, kroket kentang, dan pie buah. Materi disusun agar mudah diterapkan oleh peserta, baik yang telah memiliki usaha maupun yang baru akan merintis usaha di bidang kuliner.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pelaku UMKM, memperluas peluang usaha, menambah variasi produk yang dipasarkan, serta mendorong lahirnya wirausaha mandiri yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kabupaten Purbalingga dalam memberdayakan masyarakat melalui program ekonomi produktif, sehingga zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga menjadi sarana menciptakan kemandirian ekonomi mustahik dan masyarakat.

Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Sudijanto, mengatakan bahwa penguatan kapasitas pelaku usaha merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kami berharap pelatihan ini tidak berhenti pada proses belajar saja, tetapi mampu melahirkan produk-produk kuliner yang berkualitas dan memiliki daya saing di pasar. BAZNAS ingin zakat dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan melalui pemberdayaan ekonomi sehingga masyarakat semakin mandiri dan usahanya terus berkembang," ujar Sudijanto.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi UKM Kabupaten Purbalingga yang diwakili oleh Kepala Bidang Usaha Mikro, Wasis Pambudi, mengapresiasi sinergi antara BAZNAS Kabupaten Purbalingga dan MWCNU Bukateja dalam mendukung pengembangan UMKM.

"Pelatihan seperti ini sangat penting karena pelaku UMKM tidak hanya membutuhkan modal, tetapi juga peningkatan keterampilan, inovasi produk, dan semangat untuk terus berkembang. Kami berharap peserta mampu mengembangkan ilmu yang diperoleh menjadi usaha yang berkelanjutan dan mampu menciptakan peluang ekonomi di lingkungannya," ungkap Wasis.

Melalui kolaborasi ini, BAZNAS Kabupaten Purbalingga bersama MWCNU Bukateja berharap semakin banyak pelaku UMKM yang memiliki keterampilan, inovasi, dan kepercayaan diri untuk mengembangkan usahanya. Dengan demikian, sektor usaha mikro di Kabupaten Purbalingga dapat terus tumbuh, membuka lapangan pekerjaan, serta memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

06/07/2026 | Kontributor: Admin
Harapan dan Kepedulian untuk Elvan, Pejuang Kecil dari Kutasari

Di usia yang seharusnya dipenuhi dengan keceriaan dan bermain bersama teman-teman, Elvan (8) harus menjalani perjuangan besar melawan penyakit Leukimia yang dideritanya sejak tahun 2025. Anak asal Karanglewas, Kecamatan Kutasari ini tetap berusaha kuat menjalani berbagai pengobatan, didampingi sang ibu tercinta, Ari Yuniah.

Di tengah perjuangan merawat buah hati, Ari Yuniah tetap berusaha memenuhi kebutuhan keluarga dengan berjualan es dari rumah. Dengan penghasilan sekitar Rp15–20 ribu per hari, ia tetap bertahan sembari fokus menjaga Elvan agar bisa menjalani pengobatan dengan baik.

Dalam perjalanan pengobatannya, Elvan menjadi salah satu penerima manfaat layanan ambulan gratis BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Setiap kali harus menjalani kemoterapi ke rumah sakit di Purwokerto, layanan tersebut menjadi salah satu ikhtiar yang membantu Elvan dan keluarganya agar tetap bisa mendapatkan perawatan.

Sebagai bentuk kepedulian dan dukungan, BAZNAS Kabupaten Purbalingga bersama TP PKK Kabupaten Purbalingga hadir memberikan perhatian untuk Elvan dan keluarga, Kamis (25/6). BAZNAS menyalurkan bantuan uang tunai sebesar Rp1 juta serta paket logistik keluarga untuk membantu meringankan kebutuhan sehari-hari.

Tidak hanya itu, TP PKK Kabupaten Purbalingga juga menyerahkan bantuan uang tunai, paket sembako, serta satu unit sepeda dari Bupati Purbalingga, Fahmi M. Hanif. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Purbalingga, Syahzani Fahmi M. Hanif.

Kehadiran bantuan ini menjadi bukti bahwa kepedulian dan kepedulian bersama mampu menghadirkan harapan bagi mereka yang sedang berjuang. Semoga Elvan diberikan kekuatan, kesembuhan, dan keluarga diberikan ketabahan dalam melewati setiap prosesnya.

Melalui zakat, infak, dan sedekah yang dikelola dengan amanah, BAZNAS Kabupaten Purbalingga terus berupaya menghadirkan manfaat dan menemani perjuangan masyarakat yang membutuhkan.

25/06/2026 | Kontributor: Admin

Berita Terbaru

BAZNAS Fasilitasi Kepulangan Warga Mewek yang Terlantar di Kalimantan
BAZNAS Fasilitasi Kepulangan Warga Mewek yang Terlantar di Kalimantan
Purbalingga – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga berkolaborasi dengan Polsek Kalimanah dan Dinas Sosial Kabupaten Purbalingga berhasil memfasilitasi kepulangan Pangat Warih Basirin (70), warga asal Mewek, Kalimanah, yang terlantar di Kalimantan. Proses pemulangan tersebut berlangsung pada Rabu (10/12/2025). Pangat diketahui merantau ke Kalimantan untuk bekerja di kebun sawit. Namun, seiring usia yang semakin lanjut dan kondisi fisik yang melemah, ia tidak lagi mampu bekerja. Tanpa penghasilan dan bekal yang cukup, Pangat hidup berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya hingga akhirnya ditemukan oleh pihak berwenang di Kalimantan. Menindaklanjuti temuan tersebut, pihak berwenang berkoordinasi dengan BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Polsek Kalimanah, dan Dinas Sosial untuk memproses kepulangannya. Melalui kolaborasi lintas lembaga, Pangat akhirnya dapat dipulangkan ke rumahnya di Mewek dengan selamat. Setibanya di kediaman, Pangat disambut haru oleh keluarga. Pihak keluarga menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah membantu memulangkan Pangat hingga kembali ke rumah dalam keadaan sehat dan aman. Melalui upaya ini, BAZNAS Purbalingga menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada warga yang membutuhkan, termasuk dalam kondisi darurat dan di luar daerah
BERITA10/12/2025 | Admin
BAZNAS Sediakan Layanan Kesehatan Gratis untuk Penyintas Bencana di Tapanuli Tengah
BAZNAS Sediakan Layanan Kesehatan Gratis untuk Penyintas Bencana di Tapanuli Tengah
BAZNAS Kabupaten Tapanuli Tengah menyediakan Pos Layanan Kesehatan BAZNAS untuk warga terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor. "Kami melayani masyarakat terdampak banjir dan longsor. mereka banyak yang sakit setelah bencana usai. Kami mendatangkan dokter, perawat dan obat-obatan dari Medan," ujar Ketua BAZNAS Tap. Teng, Syahfari Hasibuan kepada media, di Pos Layanan Kesehatan BAZNAS, Kel.Sibuluan Terpadu, Kecamatan Pandan, Tapteng, Sabtu (6/12/2025). Dia menjelaskan, layanan kesehatan BAZNAS Tapteng berdekatan dengan Dapur Umum yg di buat oleh Baznas Tapanuli Tengah, sedangkan biaya tanggulangi bekerja sama Baznas Tapanuli Tengah dan Baznas RI dan dapur air. "Ini agar pelayanan terhadap penyintas bencana lebih maksimal. Untuk melengkapi, kami membuka Pos Layanan Kesehatan BAZNAS Tapanuli Tengah di Kelurahan Sibuluan Terpadu, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapteng," kata dia. Syahfari mengapresiasi peran Lurah Sibuluan Terpadu, Ibu Sianturi, yang melakukan sosialisasi pada warga termasuk menyampailan pengumuman menggunakan pengeras suara. Sehingga banyak masyarakat korban bencana datang untuk mengecek kesehatan mereka. Dia memaparkan, empat orang tim kesehatan dikoordinasi oleh dr. Rizky Harahap. Ini merupakan bagian dari Tim Kesehatan BAZNAS Provinsi Sumut. "Pelayanan medis berlangsung dari jam.9.00 WIB.- 12.00 wib Pelaksanaan akan berlangsung lima hari," tutur Syahfari. Syahfari masih mengupayakan biaya tambahan dari Baznad Ri agar Tim pelayanan kesehatan waktu nya di tambah 13.00 wib s/d 16.00 wib, Karenan tim dr. Rikky Harahap hanya pagi Sementara itu, salah satu warga terdampak bencana bernama Torang Limbong, mengaku mengalami masalah kesehatan akibat banjir. Sehingga ia merasa semua badan sakit, dan seusai pemeriksaan medis, ia dinyatakan mengalami tensi tinggi akibat stres sebagai pengaruh musibah yang menimpa. "Kaki saya merah kebiruan dan bengkak karena terjatuh ketika menyelamatkan diri saat banjir saat menerjang," ujar warga yang rumahnya yang terletak di Sibuluan, Tapteng ini. "Terima kasih kita dibantu BAZNAS untuk layanan kesehatan gratis," kata dia Syahfari menambahkan, layanan kesehatan menjadi kebutuhan mendesak setelah banjir melanda beberapa Sumut. Kondisi pascabanjir sering memicu peningkatan berbagai penyakit. “Kami berupaya warga terdampak banjir mendapatkan layanan kesehatan yang cepat dan tepat. Banyak masyarakat mengalami keluhan kesehatan pascabanjir, sehingga intervensi medis harus segera dilakukan,” ujar dia. Tim media memberikan pelayanan poli umum, edukasi diagnosis, pemberian obat, dan perawatan luka pascabanjir. Keluhan warga umumnya berupa dermatitis, hipertensi, ISPA, GERD, dan demam. Syahfari menjelaskan, wilayah sekitar lokasi banjir di Kecamatan Pandan juga mendapatkan penanganan medis dari tim BAZNAS Tapteng. Koordinasi dilakukan dengan aparat setempat untuk memastikan tidak ada kelompok warga yang terlewat, terutama di titik-titik yang aksesnya masih terganggu. “Kami terus memantau persebaran titik-titik pengungsian. Setiap lokasi yang membutuhkan layanan kesehatan akan menjadi prioritas intervensi BAZNAS,” ucap Syahfari. Sementara itu, koordinator tim medis Pos Layanan Kesehatan BAZNAS Tapteng, dr. Rizky Harahap, memaparkan, pihaknya memberikan layanan antara lain pemeriksaan umum, edukasi terkait differential diagnosis, serta menerbitkan memo rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut. Keluhan dominan di lokasi ini di antaranya demam, dermatitis, ISPA, dan cephalgia.
BERITA08/12/2025 | Admin
Beringin Tumbang di Makam Bojong, BTB Turun Bantu Evakuasi
Beringin Tumbang di Makam Bojong, BTB Turun Bantu Evakuasi
Purbalingga – Sebuah pohon beringin berukuran sangat besar tumbang di area Makam Kyai Tuan Bojong, Purbalingga, pada Kamis (4/12/2025) sekitar pukul 12.00 WIB. Peristiwa ini terjadi diduga akibat hembusan angin kencang serta kondisi pohon yang telah lapuk di bagian batang maupun akarnya. Pohon beringin yang tumbang melintang hingga menutup aliran Sungai Gringsing. Ukurannya yang sangat besar menyebabkan proses evakuasi tidak dapat dilakukan secara cepat dan membutuhkan peralatan berat serta tenaga tambahan. Situasi ini menimbulkan dampak serius, karena aliran sungai tersumbat dan berpotensi memicu banjir saat hujan turun. Untuk mengatasi kondisi tersebut, BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Purbalingga menurunkan 3 personel untuk kerja bakti bersama BPBD, Koramil, Polsek, serta seluruh jajaran personil kecamatan dan kelurahan se-Kecamatan Purbalingga. Tim gabungan melakukan pemotongan batang pohon, pembersihan material, serta membuka jalur aliran sungai agar kembali normal. Hingga saat ini, evakuasi masih terus dilakukan mengingat ukuran batang pohon yang sangat besar. Meskipun tidak ada korban jiwa, warga sekitar diminta tetap waspada terutama ketika curah hujan meningkat, karena sumbatan aliran sungai berpotensi menimbulkan genangan hingga banjir apabila penanganan belum sepenuhnya selesai.
BERITA05/12/2025 | Admin
BAZNAS Siapkan Dapur Umum untuk Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan
BAZNAS Siapkan Dapur Umum untuk Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan
Memastikan ribuan penyintas bencana banjir dan tanah longsor di Tapanuli Selatan (Tapsel) mendapat pasokan makanan yang layak, BAZNAS RI melalui unit BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) telah mendirikan dan mengoperasikan sejumlah dapur umum di titik-titik terdampak berat. Operasi yang dipimpin langsung oleh Koordinator BTB untuk wilayah Tapsel, Sukamto, ini telah menghasilkan ribuan bungkus makanan siap santap bagi pengungsi. Di tengah kesibukan mengawasi produksi di Dapur Umum BAZNAS RI di Tapsel, Sumut, Kamis (4/12/2025), Sukamto memaparkan upaya logistik yang terus diperluas cakupannya. “Fokus kami adalah memastikan tidak ada penyintas yang kelaparan. Setelah assessment, kami segera mendirikan dapur umum di titik-titik dengan konsentrasi pengungsi tinggi dan di daerah yang sulit dijangkau,” ujarnya. Berdasarkan laporan operasional per Rabu (3/12/2025), jaringan dapur umum BAZNAS telah berkembang pesat. Titik utama berada di Desa Tandihat, di kompleks PTPN 5 Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan. Dapur ini secara konsisten memproduksi 1.950 bungkus makanan per hari untuk mendukung 630 jiwa pengungsi, dilengkapi dengan dapur air di dua titik. Tidak berhenti di situ, tim yang terdiri dari Sukamto, Septo P, personil BTB Provinsi Sumut, Baznas Kabupaten dan Kota Tapsel, serta 12 relawan masak, terus memperluas jangkauan. Dapur umum baru berhasil didirikan di Desa Tolang Julu, memproduksi 600 bungkus makanan per hari. Selain itu, dukungan logistik juga diberikan kepada dapur umum komunitas, seperti di Masjid Nurul, Jl. Murai Aekmanis, Kelurahan Sibolga Selatan, dengan menyuplai beras, lauk, dan bumbu untuk produksi 300 porsi per hari selama tiga hari. Yang patut dicatat adalah peningkatan kapasitas di beberapa titik. Dapur umum di Masjid An-Nursina, Kelurahan Sarudik, Tapanuli Tengah, yang awalnya memproduksi 600 bungkus, kini ditingkatkan menjadi 1.000 bungkus per hari (2x produksi) untuk menjangkau 568 jiwa. Begitu pula dengan dapur umum di Jalan Kamboja, Kelurahan Simare Mare, Kecamatan Sibolga Utara, yang langsung beroperasi dengan produksi 1.000 bungkus per hari untuk 450 jiwa. “Ini adalah kerja kolektif. Personil pusat, daerah, dan relawan lokal bersinergi. Setiap hari tim kami bergerak dengan 1 unit mobil dan 2 motor, membeli bahan baku, memasak, dan mendistribusikan, seringkali melalui jalur yang masih sulit,” jelas Sukamto yang baru saja menyelesaikan studi magister di UIN Yogyakarta dan langsung bertugas ke lokasi bencana. Operasi dapur umum ini menjadi penopang hidup utama bagi ribuan pengungsi yang kehilangan tempat tinggal dan akses terhadap kebutuhan pokok. Kehadiran BAZNAS tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga memberikan kepastian dan harapan bagi warga di tengah situasi yang serba tidak menentu. Komitmen untuk melanjutkan operasi ini menunjukkan dedikasi BAZNAS RI dalam menjalankan amanah kemanusiaan, memastikan bantuan tepat sasaran dan berkelanjutan hingga kondisi darurat pulih.
BERITA04/12/2025 | Admin
Gunakan Teknologi Panen, Petani Binaan BAZNAS Cetak Produksi Tinggi di Purbalingga
Gunakan Teknologi Panen, Petani Binaan BAZNAS Cetak Produksi Tinggi di Purbalingga
Penerapan teknologi pertanian modern kembali membuahkan hasil menggembirakan bagi para petani binaan BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Pada panen raya yang dilaksanakan Gapoktan Citra di Desa Cilapar, Kecamatan Kaligondang, para petani berhasil mencetak produksi tinggi berkat penggunaan metode budidaya modern dan alat panen combine harvester yang difasilitasi melalui Program Lumbung Pangan BAZNAS. Pada lahan percontohan tersebut, proses panen berjalan jauh lebih cepat dan efisien. Dengan mesin combine harvester, panen dapat diselesaikan hanya dalam waktu sekitar satu jam, sekaligus menekan biaya operasional dan meminimalkan kehilangan hasil. Teknologi ini menjadi solusi bagi petani untuk mengoptimalkan waktu, terutama menjelang siklus tanam berikutnya. Peningkatan produksi ini memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani binaan. Dengan hasil panen yang lebih tinggi dan biaya yang lebih rendah, pendapatan petani pun turut meningkat. Selain itu, percepatan masa tanam berikutnya berkontribusi pada penguatan ketahanan pangan lokal di Purbalingga, khususnya menjelang akhir musim panen. BAZNAS Kabupaten Purbalingga terus berkomitmen mendukung transformasi sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi, pendampingan, serta pemberdayaan berkelanjutan. Upaya ini diharapkan mampu mendorong petani menjadi lebih mandiri, produktif, dan siap menghadapi tantangan pertanian modern.
BERITA01/12/2025 | Admin
PETANI BINAAN BAZNAS DI PURBALINGGA JADI PILOT PROYEK UBINAN AKURAT UNTUK KEBIJAKAN PANGAN NASIONAL
PETANI BINAAN BAZNAS DI PURBALINGGA JADI PILOT PROYEK UBINAN AKURAT UNTUK KEBIJAKAN PANGAN NASIONAL
Purbalingga – Program Lumbung Pangan BAZNAS RI bersama BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Gapoktan Citra, dan Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan survei ubinan pada lahan milik Bapak Muntarjo, salah satu petani binaan BAZNAS di Desa Cilapar, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga. Hasil survei tersebut menunjukkan estimasi produktivitas mencapai 8,9 ton per hektare, sebuah capaian yang menggambarkan keberhasilan pendampingan dan peningkatan kualitas budidaya yang dilakukan melalui program pemberdayaan petani BAZNAS. Kegiatan survei dilakukan dengan pendataan detail, pengukuran lahan, hingga wawancara teknis terkait pola tanam, penggunaan pupuk, serta teknik budidaya yang diterapkan petani. Kolaborasi ini membantu memperkuat akurasi data produktivitas pangan di tingkat petani binaan. Selain menghasilkan data teknis, survei ubinan ini memiliki dampak langsung bagi petani. Petani mendapatkan gambaran awal potensi hasil panen, yang dapat digunakan sebagai dasar penentuan harga, perencanaan penjualan, serta evaluasi budidaya untuk musim tanam berikutnya. Lebih jauh, data ini menjadi bagian penting dalam penyusunan kebijakan ketahanan pangan nasional, khususnya terkait pemetaan produktivitas sektor pertanian di daerah. Melalui Program Lumbung Pangan, BAZNAS berkomitmen terus memperkuat kapasitas petani binaan dan mendorong peningkatan kesejahteraan petani di berbagai daerah, termasuk Purbalingga.
BERITA28/11/2025 | Admin
PERKUAT INOVASI LAYANAN, BAZNAS PURBALINGGA IKUTI RAKERNIS DIGITAL DAN ZAKAT TECH EXPO 2025
PERKUAT INOVASI LAYANAN, BAZNAS PURBALINGGA IKUTI RAKERNIS DIGITAL DAN ZAKAT TECH EXPO 2025
Purbalingga – Staf Bagian Keuangan BAZNAS bersama Staf Media BAZNAS Kabupaten Purbalingga mengikuti kegiatan Rakernis Transformasi Digital dan Zakat Tech Mini Expo 2025 yang berlangsung di Asrama Embarkasi Jakarta, pada 26–27 November 2025. Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi BAZNAS se-Indonesia untuk memperkuat pemahaman terkait inovasi digital, tata kelola keuangan modern, serta pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan zakat. Melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan berbagai materi mengenai pengembangan sistem digital, peningkatan transparansi dan akuntabilitas lembaga, strategi komunikasi digital, serta pengenalan teknologi terbaru yang dapat mendukung optimalisasi pengumpulan dan pendistribusian zakat. Keikutsertaan staf BAZNAS Kabupaten Purbalingga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas SDM, khususnya dalam pengelolaan keuangan berbasis digital dan penguatan publikasi lembaga, sehingga layanan kepada masyarakat dapat semakin efektif, cepat, dan terpercaya. Dengan semangat transformasi digital, BAZNAS Kabupaten Purbalingga berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan terbaik dan berinovasi dalam menyampaikan amanah umat.
BERITA26/11/2025 | Admin
Tim BTB Purbalingga Terus Bantu Operasi Pencarian dan Dapur Umum BAZNAS RI di Pandanarum
Tim BTB Purbalingga Terus Bantu Operasi Pencarian dan Dapur Umum BAZNAS RI di Pandanarum
BANJARNEGARA – Upaya penanganan darurat pascalongsor di Kecamatan Pandanarum masih terus berlangsung. Hingga hari ini, Senin (24/11/2025), Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Purbalingga tetap berada di lokasi untuk mendukung operasi pencarian korban serta pelayanan Dapur Umum BAZNAS RI bagi para penyintas. Tim BTB Purbalingga bergabung dengan personel BAZNAS lainnya yang diterjunkan sejak awal kejadian, dengan total 28 personel, terdiri dari: 14 personel BAZNAS Tanggap Bencana RI 6 personel BAZNAS Kabupaten Banjarnegara 4 personel BAZNAS Kabupaten Banyumas 4 personel BAZNAS Kabupaten Purbalingga Untuk menunjang operasional di lapangan, dikerahkan armada berupa 2 unit mobil rescue, 1 unit mobil dapur umum, 2 unit mobil operasional, serta 5 unit sepeda motor. Seluruh personel terlibat aktif dalam proses evakuasi, distribusi bantuan, hingga pengelolaan dapur umum. Berdasarkan informasi terbaru, jumlah korban yang masih tertimbun mencapai 25 orang. Kondisi cuaca yang kerap turun hujan serta pergerakan tanah yang masih terjadi membuat tim SAR gabungan harus bekerja ekstra hati-hati. Bila hujan mulai turun, proses evakuasi terpaksa dihentikan sementara demi keselamatan seluruh personel. Layanan BAZNAS Sejak 17 November 2025 Sejak awal respon, BAZNAS telah memberikan berbagai layanan di wilayah terdampak, meliputi: Assessment Desa Beji, Kecamatan Pandanarum. Evakuasi Dusun Situkung RT 01–04 RW 03, Desa Pandanarum. Dapur Air Gedung IPHI Pos Pengungsian Pring Amba: 150 paket/hari Titik kumpul Pos Dusun Temon: 200 paket/hari Dapur Umum Pos Pengungsian Desa Beji, Kecamatan Pandanarum: 1.200 porsi/hari Distribusi Selimut Pos Pengungsian Desa Beji: 150 pcs Selain itu, BAZNAS juga menyediakan layanan distribusi makanan di Pos Pengungsian GOR Beji, layanan dapur air untuk penyintas dan petugas, serta mendukung penuh proses evakuasi korban bersama tim SAR gabungan. Seluruh aktivitas BAZNAS dilakukan dengan koordinasi intensif bersama Posko Induk di lokasi terdampak longsor. Dapur Umum BAZNAS di Pos Pengungsian Desa Beji menjadi salah satu pusat layanan utama bagi ratusan warga yang kini mengungsi. Tim di lapangan juga terus mempersiapkan kebutuhan evakuasi serta memastikan distribusi bantuan berjalan lancar setiap hari. BAZNAS berkomitmen untuk terus memberikan dukungan terbaik hingga seluruh proses penanganan darurat dan pemulihan awal dapat berjalan secara optimal.
BERITA24/11/2025 | Admin
Program Lumbung Pangan BAZNAS di Cilapar Catat Hasil Menggembirakan pada Musim Tanam Kedua
Program Lumbung Pangan BAZNAS di Cilapar Catat Hasil Menggembirakan pada Musim Tanam Kedua
Program Lumbung Pangan BAZNAS di Desa Cilapar, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga kembali menunjukkan hasil yang membanggakan pada musim tanam kedua tahun ini. Salah satu petani binaan, Barianto, berhasil meraih pendapatan hingga Rp56,7 juta dari panen padi varietas Inpari 32 di lahan seluas 12.656 m² dengan produktivitas mencapai 9 ton. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa dukungan sarana produksi dan pendampingan intensif dari BAZNAS mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan para petani. BAZNAS RI menyampaikan bahwa peningkatan hasil panen tersebut menggambarkan efektivitas program pemberdayaan yang dijalankan. Program ini tidak hanya memberikan bantuan sarana produksi, tetapi juga fokus pada peningkatan keterampilan, pemahaman agronomi, serta efisiensi budidaya agar petani dapat mengelola lahan secara lebih optimal dan berkelanjutan. Panen raya Gapoktan Citra di Desa Cilapar sendiri masih berlangsung hingga akhir November, dengan target peningkatan output dari seluruh petani binaan. Antusiasme petani semakin tinggi seiring dengan hasil yang diraih pada musim ini. Selain peningkatan produktivitas, penggunaan alat combine harvester turut membantu mempercepat proses panen dan menghasilkan gabah yang lebih bersih. Teknologi ini menjadi bagian penting dari upaya modernisasi pertanian yang terus didorong BAZNAS untuk meningkatkan efisiensi kerja petani di lapangan. Melalui capaian ini, Program Lumbung Pangan BAZNAS diharapkan semakin memperkuat ketahanan pangan lokal serta meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Purbalingga.
BERITA24/11/2025 | Admin
BAZNAS Purbalingga Terjunkan Relawan untuk Bantu Evakuasi dan Dapur Umum di Lokasi Longsor Banjarnegara
BAZNAS Purbalingga Terjunkan Relawan untuk Bantu Evakuasi dan Dapur Umum di Lokasi Longsor Banjarnegara
Banjarnegara – BAZNAS Kabupaten Purbalingga mengerahkan empat relawan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) untuk membantu proses evakuasi serta pengoperasian Dapur Umum BAZNAS RI di lokasi bencana longsor Banjarnegara, Sabtu (22/11/2025). Sejak Senin (17/11/2025), tim BTB RI bersama relawan daerah telah melakukan asesmen kebutuhan, pendataan para pengungsi, serta koordinasi erat dengan posko induk dan pemerintah desa setempat. Upaya ini dilakukan untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat dan tepat sasaran. Dengan jumlah pengungsi yang mencapai ratusan jiwa, BAZNAS mendirikan dapur umum di Desa Beji, Kecamatan Pandanarum, yang beroperasi setiap hari guna memenuhi kebutuhan pangan para penyintas. Setiap hari, dapur umum mampu menyiapkan sekitar 750 porsi makanan untuk penyintas dan relawan. Selain itu, layanan dapur air juga disediakan di Gedung IPHI Pos Pengungsian Pring Amba, dengan distribusi hingga 150 paket per hari. Hingga kini, tim BAZNAS Tanggap Bencana masih berada di lokasi terdampak. Mereka terus mendukung operasi pencarian, asesmen lanjutan, serta pendistribusian bantuan bagi warga yang membutuhkan. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para penyintas dan mempercepat pemulihan pascabencana.
BERITA22/11/2025 | Admin
BAZNAS PURBALINGGA TUNJUKKAN TOTALITAS DALAM MEMBANTU KORBAN TANAH BERGERAK DI MARIBAYA
BAZNAS PURBALINGGA TUNJUKKAN TOTALITAS DALAM MEMBANTU KORBAN TANAH BERGERAK DI MARIBAYA
Purbalingga – BAZNAS Kabupaten Purbalingga terus menunjukkan totalitas dalam memberikan pelayanan dan bantuan kepada warga terdampak bencana tanah bergerak di Desa Maribaya, Kecamatan Karanganyar. Pada Kamis (20/11/2025), Ketua BAZNAS Purbalingga H. Soedijanto, S.Sos., M.Si bersama Bupati Purbalingga H. Fahmi Muhammad Hanif melakukan peninjauan langsung ke lokasi bencana serta dapur umum yang hingga kini masih beroperasi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga. Kunjungan tersebut menjadi bentuk dukungan moral sekaligus memastikan bahwa seluruh proses penanganan berjalan baik, mulai dari pendistribusian logistik, pelayanan konsumsi, hingga pemetaan kebutuhan lanjutan bagi para penyintas. Dalam kesempatan ini, BAZNAS Purbalingga menyalurkan bantuan uang tunai sebesar Rp11 juta kepada 22 KK terdampak tanah bergerak. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga yang harus mengungsi dan mengalami kerusakan hunian. BAZNAS juga telah mengerahkan personel BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) secara penuh dalam operasi kemanusiaan ini, termasuk membantu di dapur umum, asesmen lapangan, serta distribusi logistik selama beberapa hari terakhir. Ketua BAZNAS Purbalingga menegaskan komitmen lembaganya untuk terus hadir memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat, terutama dalam kondisi darurat. “BAZNAS akan selalu berada di garda terdepan untuk membantu warga yang terdampak bencana, baik melalui bantuan logistik, layanan dapur umum, maupun dukungan kebutuhan dasar lainnya,” ujarnya. Dengan adanya kolaborasi antara BAZNAS, Pemerintah Kabupaten Purbalingga, serta para relawan, diharapkan proses pemulihan bagi warga Maribaya dapat berjalan lebih cepat dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.
BERITA20/11/2025 | Admin
BAZNAS dan Polres Purbalingga Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Tanah Bergerak di Maribaya
BAZNAS dan Polres Purbalingga Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Tanah Bergerak di Maribaya
Purbalingga — Dalam upaya membantu warga yang terdampak bencana tanah bergerak di Desa Maribaya, Kecamatan Karanganyar, BAZNAS Kabupaten Purbalingga bersama Polres Purbalingga menyalurkan bantuan logistik pada Rabu (19/11/2025). Penyaluran bantuan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus dukungan nyata bagi warga yang saat ini harus tinggal di pengungsian. Bantuan yang diberikan meliputi 22 Paket Logistik Keluarga (PLK) dari BAZNAS, serta berbagai kebutuhan pokok seperti mie instan, selimut, beras, telur, minyak goreng, air mineral, dan perlengkapan lainnya. Penyerahan PLK dilakukan oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Purbalingga, H. Suparna. Selain menyalurkan bantuan logistik, BAZNAS Kabupaten Purbalingga juga telah mengerahkan personel BAZNAS Tanggap Bencana yang bertugas selama sepekan di Dapur Umum Maribaya. Kehadiran para relawan ini membantu memenuhi kebutuhan konsumsi harian warga terdampak serta mendukung koordinasi penanganan darurat di lapangan. Sementara itu, Polres Purbalingga turut memberikan bantuan logistik dan memastikan proses pendistribusian berjalan tertib dan tepat sasaran. Sinergi antara BAZNAS dan Polres ini menjadi bentuk kolaborasi nyata dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang membutuhkan. Melalui kegiatan ini, BAZNAS dan Polres Purbalingga berharap bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan beban warga hingga situasi kembali stabil.
BERITA19/11/2025 | Admin
BAZNAS Kabupaten Purbalingga Kirim Delegasi pada Pelatihan Peningkatan Kapasitas Nazhir dan Pengelolaan Ziswaf di Banyumas Raya
BAZNAS Kabupaten Purbalingga Kirim Delegasi pada Pelatihan Peningkatan Kapasitas Nazhir dan Pengelolaan Ziswaf di Banyumas Raya
Purwokerto — BAZNAS Kabupaten Purbalingga mengirimkan dua delegasinya, yakni Sri Budiningsih dan Ismail dari Staf Pengumpulan, untuk mengikuti kegiatan Peningkatan Kapasitas Nazhir dan Pengelolaan Ziswaf di Banyumas Raya Menuju Ekosistem Ziswaf Produktif Berkelanjutan. Acara ini berlangsung di Purwokerto pada 19–20 November 2025, dengan peserta dari berbagai lembaga pengelola zakat dan nazhir se-Banyumas Raya. Kegiatan resmi dibuka oleh Chistoveny, Deputi Direktur Bank Indonesia Purwokerto, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya penguatan kapasitas nazhir dan pengelola ZISWAF untuk mewujudkan tata kelola yang profesional, akuntabel, dan sejalan dengan perkembangan ekosistem ekonomi syariah. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi para pengelola ZISWAF agar mampu menjalankan tugas secara lebih efektif serta berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Peserta mendapatkan pembekalan mengenai strategi pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf produktif, yang diarahkan pada keberlanjutan dan dampak jangka panjang bagi mustahik. Selain memperluas wawasan, kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antar-lembaga guna memperkuat sinergi dan menciptakan ekosistem ZISWAF yang lebih produktif di wilayah Banyumas Raya. BAZNAS Kabupaten Purbalingga berharap keikutsertaan delegasinya dapat membawa manfaat besar, terutama dalam peningkatan kualitas tata kelola, inovasi pengumpulan, serta penguatan implementasi program ZISWAF produktif di daerah. Wawasan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan menjadi dorongan nyata untuk memperkuat peran BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat yang amanah, profesional, dan modern.
BERITA19/11/2025 | Admin
Di Balik Dinding Rapuh Itu, Seorang Ayah Berjuang Menjaga Harapan Anaknya
Di Balik Dinding Rapuh Itu, Seorang Ayah Berjuang Menjaga Harapan Anaknya
Purbalingga — Di balik tenangnya alam pegunungan Bumisari, tersimpan kisah perjuangan seorang ayah bernama Rikin, seorang penderes nira kelapa yang setiap hari bergelut di ketinggian demi menafkahi keluarga. Dengan penghasilan rata-rata hanya Rp1.000.000 per bulan, ia harus membagi hidupnya antara bekerja, merawat rumah yang sudah tak layak huni, dan menjaga putri kecilnya yang menderita Mikrosefalus serta termasuk kategori stunting. Saat tim BAZNAS Kabupaten Purbalingga melakukan asesmen pada Senin (17/11/2025), kondisi rumah Rikin tampak memprihatinkan. Atap seng yang sudah berkarat dipenuhi lubang, dinding bilik anyaman bambu mulai rapuh, dan lantai tanah yang lembap menjadi tempat keluarga itu bertahan hidup. Cahaya masuk dari sela-sela papan yang mulai lapuk, sementara bagian dalam rumah tampak penuh barang sederhana yang tersusun sebisanya. Rumah kecil itu menjadi ruang tidur, tempat berkumpul, dan sekaligus ruang perawatan bagi anaknya yang membutuhkan perhatian khusus setiap hari. Putri Rikin didiagnosa Mikrosefalus, kondisi yang membuat ukuran kepala dan perkembangan otak tidak optimal. Untuk bisa bertumbuh lebih baik, ia membutuhkan makanan khusus, asupan bergizi, dan perhatian ekstra. Namun dengan pendapatan yang pas-pasan, kebutuhan itu sering kali sulit dipenuhi. “Yang penting anak bisa makan dulu… sisanya saya pikir belakangan,” ujar Rikin lirih saat asesmen dilakukan. Selain penghasilan yang kecil dan tidak menentu, Rikin juga masih harus menanggung hutang yang harus dibayar setiap hari Kamis.Listrik di rumahnya pun masih menumpang dari tetangga, membuat biaya bulanannya semakin berat. Meski begitu, ia tetap bekerja keras sebagai penderes — profesi penuh risiko yang menuntut fisik kuat, ketelitian, dan keberanian. Semua dilakukan demi keluarganya. Asesmen ini dilakukan dalam rangka memastikan ketepatan sasaran program bantuan Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). BAZNAS ingin memastikan setiap rupiah zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan masyarakat benar-benar sampai kepada mereka yang paling membutuhkan. Hasil asesmen menunjukkan bahwa rumah Rikin sangat layak menjadi prioritas bantuan. BAZNAS Kabupaten Purbalingga akan: Menelaah kondisi struktural rumah Menentukan kebutuhan material rehab Menghitung estimasi biaya Mengupayakan kolaborasi program demi percepatan perbaikan Harapannya, keluarga Rikin segera menempati rumah yang lebih aman, sehat, dan layak, sehingga ia dapat fokus bekerja dan memberikan perawatan yang lebih baik untuk putrinya. Di tengah keterbatasan hidup, Rikin tetap berusaha tegar. Namun perjuangannya tidak bisa ia lakukan sendirian. Melalui zakat dan infak yang ditunaikan masyarakat, BAZNAS berkomitmen hadir untuk meringankan beban para mustahik seperti Rikin. Karena setiap rumah yang diperbaiki bukan hanya tentang bangunan—tetapi tentang harapan baru bagi keluarga yang sedang berjuang untuk bertahan hidup.
BERITA17/11/2025 | Admin
BAZNAS dan Lintas Instansi Siapkan Dapur Umum untuk Korban Terdampak Pergesaran Tanah di Maribaya.
BAZNAS dan Lintas Instansi Siapkan Dapur Umum untuk Korban Terdampak Pergesaran Tanah di Maribaya.
Di tengah kepanikan warga yang harus meninggalkan rumah akibat pergerakan tanah yang kian meluas, BAZNAS Kabupaten Purbalingga bersama BPBD dan lintas instansi, mendirikan dapur umum di Desa Maribaya, Karanganyar, Sabtu (15/11/2025), sebagai bentuk kepedulian bagi keluarga yang kini terpaksa mengungsi. Kehadiran ini menjadi pengingat bahwa di saat sulit, selalu ada tangan-tangan yang siap menolong. Hingga hari ini, kondisi pergerakan tanah masih terus berlangsung. Retakan baru kembali muncul dengan pergeseran mencapai kurang lebih 50 sentimeter, membuat warga semakin waspada. Situasi yang tidak menentu ini memaksa empat Kepala Keluarga tambahan untuk dievakuasi ke rumah kerabat, demi memastikan keselamatan mereka. Di tengah suasana cemas dan penuh ketidakpastian, dapur umum menjadi dukungan nyata bagi para penyintas. Tim gabungan menyiapkan 100 paket makanan untuk 100 warga terdampak yang kini mengungsi di tempat keluarga masing-masing. Setiap makanan hangat yang dibagikan bukan hanya memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga menghadirkan ketenangan, seolah berkata bahwa masyarakat Maribaya tidak pernah sendirian. Para relawan dari berbagai unsur tampak bekerja bahu-membahu di lokasi. Ada yang memasak, mengemas, hingga mengantarkan makanan ke titik-titik pengungsian mandiri. Kepedulian sederhana ini menjadi simbol kuat dari semangat gotong royong yang selalu mengakar dalam diri masyarakat Purbalingga. BAZNAS Kabupaten Purbalingga memastikan layanan darurat ini terus berjalan selama warga masih berada dalam situasi rawan. Selain dapur umum, asesmen lanjutan juga dilakukan untuk memetakan kebutuhan mendesak para penyintas—mulai dari logistik, hingga dukungan psikososial yang mereka perlukan untuk bertahan di masa krisis. Di tengah segala ketidakpastian, harapan tetap dijaga. Solidaritas lintas instansi menjadi penguat bagi warga Maribaya bahwa setiap ujian dapat dihadapi bersama. BAZNAS Purbalingga berkomitmen untuk terus hadir, memberikan yang terbaik demi keselamatan, ketenangan, dan kemanusiaan.
BERITA15/11/2025 | Admin
BAZNAS Tanggap Bencana Purbalingga Lakukan Asesmen dan Berikan Bantuan Awal di Lokasi Pergerakan Tanah Desa Maribaya
BAZNAS Tanggap Bencana Purbalingga Lakukan Asesmen dan Berikan Bantuan Awal di Lokasi Pergerakan Tanah Desa Maribaya
Purbalingga – BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Purbalingga melakukan asesmen lapangan bersama BPBD Purbalingga, Pemerintah Desa Maribaya, Kecamatan Karanganyar, PMI, dan BAGANA di lokasi pergerakan tanah yang terjadi di Desa Maribaya, Kecamatan Karanganyar, Jumat (14/11/2025). Asesmen terpadu ini dilakukan untuk memastikan penanganan cepat, tepat, dan menyeluruh bagi warga terdampak. Pergerakan tanah terjadi pada Jumat, 14 November 2025 pukul 10.00 WIB, tepatnya di RT 04 dan RT 05/RW 03 Dusun Karangtengah. Kejadian ini dipicu oleh curah hujan tinggi pada Kamis (13/11/2025) yang menyebabkan tanah bergerak sejak pukul 17.00 WIB dan terus berlanjut hingga hari ini. Akibat kejadian tersebut 20 KK / 65 jiwa terdampak dan 19 rumah dievakuasi ke tempat aman. Selain itu pergerakan tanah semakin cepat sehingga warga mengevakuasi barang-barang berharga. Dilaporkan juga 2 rumah warga roboh pada Jumat pagi. Tanah mengalami amblesan sedalam 2–3 meter, dan semua aktivitas harian warga dihentikan demi keselamatan. Dalam kegiatan ini, BAZNAS Purbalingga melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) untuk mendukung proses asesmen, pemetaan risiko, dan pendampingan warga. BTB berdampingan dengan tim BPBD, Pemdes Maribaya,Kecamatan Karanganyar, PMI, BAGANA, serta relawan lokal lainnya. Komamndan BTB Kab. Purbalingga menyampaikan bahwa BAZNAS bergerak cepat karena keselamatan warga adalah prioritas utama. “BAZNAS hadir sejak awal untuk memastikan warga terdampak mendapatkan perlindungan dan bantuan yang sesuai kebutuhan. Kolaborasi lintas instansi memudahkan kami mendapatkan gambaran lengkap di lapangan, sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” ungkapnya. “Selain asesmen, relawan kami ikut membantu evakuasi dan pendampingan. Tanah masih aktif bergerak, sehingga fokus utama adalah keamanan warga dan pengamanan barang-barang penting,” jelasnya. Sebagai bentuk respon cepat terhadap kebutuhan darurat warga, BAZNAS Purbalingga menyalurkan 5 Paket Logistik Keluarga (PLK) untuk dapur umum di Desa Maribaya. Bantuan ini digunakan untuk mendukung kebutuhan dasar warga yang terdampak, terutama mereka yang mengungsi. Ketua BAZNAS menegaskan jika BAZNAS berusaha merespon dengan cepat kejadian bencana alam ini, dengan memberikan dukungan sepenuhnya kepada warga terdampak. “Bantuan awal ini adalah langkah pertama. BAZNAS akan terus memantau kondisi dan menyalurkan dukungan lanjutan sesuai hasil asesmen,” tegas Ketua BAZNAS Kab. Purbalingga, H. Soedijanto, S.Sos., M.Si Tim gabungan telah melakukan sejumlah langkah cepat, di antaranya, koordinasi BPBD dengan Desa Maribaya dan KecamatanKaranganyar, evakuasi warga dan barang-barang berharga, himbauan resmi agar warga mengungsi ke zona aman, pendataan kebutuhan darurat oleh BPBD dan BAZNAS, pendirian tenda pengungsi, posko lapangan, dan persiapan dapur umum. Sementara itu, beberapa kebutuhan prioritas yang masih dibutuhkan, dapur umum untuk 6 hari ke depan, logistik pangan dan sembako, selimut dan Kasur, pos kesehatan, dan penerangan darurat. BAZNAS Purbalingga memastikan akan terus bersiaga dan menjaga koordinasi dengan seluruh instansi hingga kondisi benar-benar aman dan kebutuhan warga terpenuhi secara menyeluruh.
BERITA14/11/2025 | Admin
Rumah Cinta di Majasari: Jejak Kebaikan dari Zakat
Rumah Cinta di Majasari: Jejak Kebaikan dari Zakat
Setiap rumah memiliki cerita, begitu pula rumah milik Ibu Niti di Desa Majasari, Kecamatan Bukateja. Dulu, rumah itu berdiri rapuh dengan dinding dari anyaman bambu yang mulai lapuk, sebagian papan sudah keropos dimakan usia. Saat hujan turun, air merembes ke dalam rumah, membuat lantai tanah becek dan dingin menusuk tulang. Namun di tengah kesederhanaan itu, Ibu Niti tetap bertahan dengan sabar — berpegang pada keyakinan bahwa Allah tak pernah meninggalkan hamba-Nya. Doa itu akhirnya terjawab melalui Program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB), hasil kolaborasi antara BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Program ini hadir sebagai wujud nyata dari semangat zakat yang memberdayakan — bukan hanya membantu secara sesaat, tetapi memberikan perubahan jangka panjang bagi kehidupan mustahik. Program RLHB BAZNAS bertujuan untuk membangun dan merehabilitasi rumah-rumah warga miskin agar mereka dapat tinggal di tempat yang aman, sehat, dan layak. Melalui program ini, para penerima manfaat tak lagi harus hidup dalam rumah yang bocor, sempit, atau tidak layak huni. Mereka mendapatkan hunian yang kokoh, bersih, dan penuh harapan baru — tempat di mana keluarga bisa beristirahat dengan tenang dan menata masa depan dengan lebih baik. Kini, rumah Ibu Niti berdiri tegak dan indah. Dindingnya sudah diplester rapi, jendela kayu baru menghiasi, dan di terasnya ada bangku sederhana yang menjadi tempat favoritnya untuk bersyukur setiap pagi. Ia menyebut rumah barunya sebagai “rumah cinta”, karena dibangun dari cinta dan kepedulian umat melalui zakat yang ditunaikan dengan tulus. “Dulu saya hanya bisa bermimpi punya rumah seperti ini. Sekarang Allah mewujudkannya lewat BAZNAS,” ujar Ibu Niti dengan mata berkaca-kaca. Bagi BAZNAS, rumah ini bukan sekadar bangunan, tetapi simbol dari keadilan sosial yang diperjuangkan melalui zakat. Setiap rumah yang dibangun dalam program RLHB adalah bentuk nyata bahwa zakat yang ditunaikan para muzaki telah berubah menjadi tempat berteduh, sumber kebahagiaan, dan harapan baru bagi keluarga-keluarga mustahik. Melalui Rumah Layak Huni BAZNAS, kehidupan Ibu Niti kini lebih tenang, sehat, dan bermartabat. Dan bagi para muzaki, rumah itu menjadi saksi bahwa setiap zakat yang ditunaikan dengan ikhlas dapat benar-benar mengubah kehidupan seseorang. Mari terus dukung Program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) bersama BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Karena dari zakat, lahir rumah-rumah penuh cinta, dan dari rumah-rumah itu, tumbuh kehidupan yang lebih baik.
BERITA13/11/2025 | Admin
BAZNAS Dorong Ketahanan Pangan Lewat Panen Musim Kedua Gapoktan Citra
BAZNAS Dorong Ketahanan Pangan Lewat Panen Musim Kedua Gapoktan Citra
Purbalingga – Suara mesin Power Thresher berpadu dengan canda tawa petani di hamparan sawah Desa Cilapar, Kecamatan Kaligondang. Hari itu menjadi momen istimewa bagi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Citra, yang memulai panen musim kedua bersama dukungan dari BAZNAS. Panen kali ini dilakukan oleh salah satu anggota Gapoktan, Bapak Cahyo Suwito, yang menanam varietas padi Inpari 32 di lahan seluas 3.640 meter persegi. Dengan memanfaatkan sistem panen Mbawon — sebuah tradisi gotong royong khas pedesaan — kegiatan ini tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan antarpetani. Untuk meningkatkan efisiensi kerja, para petani juga menggunakan alat Power Thresher yang membantu mempercepat proses perontokan gabah. Dari hasil panen tersebut, diperkirakan akan diperoleh sekitar 2 ton gabah kering panen dengan omzet mencapai Rp15.600.000. Kegiatan panen musim kedua ini menjadi bukti nyata keberhasilan program pendampingan dan pemberdayaan yang dilakukan oleh BAZNAS Purbalingga. Melalui dukungan terhadap sektor pertanian, BAZNAS berupaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa serta memperkuat ketahanan pangan daerah. Dengan semangat gotong royong dan pemanfaatan teknologi pertanian sederhana, Gapoktan Citra Desa Cilapar menunjukkan bahwa kolaborasi antara petani, masyarakat, dan lembaga seperti BAZNAS dapat menjadi fondasi penting bagi terwujudnya kesejahteraan dan kemandirian pangan di tingkat lokal.
BERITA12/11/2025 | Admin
BAZNAS Tanggap Bencana Purbalingga Gotong Royong Bersihkan Material Longsor di Karangjambu
BAZNAS Tanggap Bencana Purbalingga Gotong Royong Bersihkan Material Longsor di Karangjambu
Purbalingga – Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Purbalingga bersama warga melaksanakan aksi gotong royong membersihkan material longsor yang menimpa rumah milik Bapak Salimi, warga Dusun Tungkep, Desa Purbasari, Kecamatan Karangjambu, pada Ahad (9/11/2025). Peristiwa longsor terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut, menyebabkan tebing setinggi sekitar 10 meter dengan panjang 13 meter di samping rumah Bapak Salimi ambrol. Material tanah dan batu menimpa dinding rumah hingga tembok sepanjang 2 meter jebol, serta mengakibatkan perubahan struktur bangunan. Rumah berukuran 6x12 meter yang dihuni 7 orang anggota keluarga itu dinyatakan rusak berat dengan estimasi kerugian mencapai Rp10 juta. Selain itu, terdapat empat rumah warga di sekitar lokasi yang kini juga terancam longsor susulan. Sementara itu, akses jalan kabupaten alternatif yang menghubungkan Dusun Tungkep menuju Dusun Welirang, Desa Gondang, Kecamatan Karangreja, sempat tertimbun material longsor. Berkat kesigapan warga bersama perangkat desa, jalan tersebut kini sudah dapat dilalui kembali setelah dilakukan kerja bakti bersama. Komandan BTB BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Rahmat Basuki, S.Pd, menyampaikan bahwa kehadiran tim BTB di lokasi merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak musibah. “Kami turut prihatin atas musibah yang menimpa keluarga Bapak Salimi. Sejak mendapat laporan, tim langsung bergerak membantu warga membersihkan material longsor dan memastikan area sekitar aman dari potensi longsor susulan,” ujar Rahmat. “BAZNAS akan terus berkomitmen hadir dalam setiap kondisi darurat. Kami tidak hanya datang saat bencana terjadi, tetapi juga berupaya membantu masyarakat agar bisa bangkit kembali,” tambahnya. BAZNAS Kabupaten Purbalingga melalui unit tanggap bencana juga akan terus memantau kondisi di lokasi, serta menyiapkan langkah-langkah lanjutan untuk bantuan pemulihan bagi keluarga terdampak. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian, diharapkan warga dapat segera kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman.
BERITA10/11/2025 | Admin
Panen Padi Petani Binaan BAZNAS Kuatkan Ketahanan Pangan di Purbalingga
Panen Padi Petani Binaan BAZNAS Kuatkan Ketahanan Pangan di Purbalingga
Desa Cilapar, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga kembali menorehkan kisah optimisme di tengah hamparan hijau padi yang menguning. Di lahan seluas 2.812 meter persegi, kelompok petani binaan BAZNAS memulai musim panen padi varietas Inpari 32, simbol kerja keras dan harapan baru bagi petani desa. Panen kali ini terasa istimewa. Di tengah semilir angin sawah, sistem tradisional Mbawon berpadu dengan sentuhan teknologi modern melalui penggunaan Power Thresher. Kolaborasi dua pendekatan ini bukan hanya mempercepat proses panen, tetapi juga memastikan hasil yang lebih optimal—menandai keseimbangan antara kearifan lokal dan kemajuan zaman. Lebih dari sekadar panen, kegiatan ini menjadi momentum kebersamaan dan solidaritas sosial di antara warga desa. Tradisi gotong royong yang melekat dalam budaya Mbawon menghidupkan kembali semangat saling membantu di antara petani, sementara dukungan BAZNAS memberi dorongan nyata dalam mewujudkan ketahanan pangan lokal yang berkelanjutan. Melalui program pemberdayaan petani, BAZNAS Kabupaten Purbalingga terus berkomitmen menjadikan pertanian bukan hanya sebagai sumber penghidupan, tetapi juga sebagai jalan menuju kesejahteraan dan kemandirian umat. Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, H. Soedijanto, S.Sos., M.Si, menyampaikan bahwa kegiatan panen di Desa Cilapar merupakan wujud nyata sinergi antara zakat dan produktivitas masyarakat.“BAZNAS hadir bukan sekadar memberi bantuan, tetapi mendorong lahirnya kemandirian. Melalui program pemberdayaan seperti ini, kita ingin memastikan bahwa setiap zakat yang disalurkan dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi umat, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya. Panen di Cilapar menjadi bukti bahwa ketika masyarakat dan lembaga bergandengan tangan, hasilnya tak hanya berupa bulir padi yang melimpah—tetapi juga tumbuhnya semangat baru menuju Purbalingga yang lebih berdaya dan sejahtera.
BERITA05/11/2025 | Admin
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Purbalingga.

Lihat Daftar Rekening →