WhatsApp Icon

Keteguhan Besar Ibu Yusdiarti Bangkit Bersama Z-Mart BAZNAS

keteguhan-besar-ibu-yusdiarti-bangkit-bersama-z-mart-baznas

23/04/2026  |  Penulis: Admin

Bagikan:URL telah tercopy
Keteguhan Besar Ibu Yusdiarti Bangkit Bersama Z-Mart BAZNAS

Dokumentasi BAZNAS Kab. Purbalingga

Di sebuah sudut sederhana Desa Kajongan, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga, langkah kecil penuh keteguhan dijalani oleh seorang perempuan tangguh bernama Ibu Yusdiarti (50). Di balik wajahnya yang teduh, tersimpan cerita perjuangan yang perlahan berbuah harapan.

Setiap hari, sejak pukul lima pagi hingga sembilan malam, Ibu Yusdiarti setia membuka warung kecilnya. Dengan etalase sederhana, ia menjajakan kebutuhan pokok seperti beras, minyak, aneka jajanan, kopi, hingga sabun. Barang-barang itulah yang paling cepat berputar, menjadi denyut nadi penghidupan keluarganya.

Sebelum mendapatkan bantuan, penghasilan warungnya hanya berkisar Rp500 ribu per hari. Namun sejak menerima program Z-Mart dari BAZNAS Purbalingga, perlahan ada perubahan. Kini omzetnya meningkat menjadi sekitar Rp600 hingga Rp700 ribu per hari. Bukan sekadar angka, peningkatan itu menjadi simbol harapan yang tumbuh dari ketekunan.

Di rumahnya, ia tak berjuang sendirian. Sang suami bekerja serabutan, sekaligus mengabdikan diri sebagai guru ngaji di desa dan juga seorang kayim (orang yang mengurus pemulasaran jenazah). Pengabdian yang sunyi, namun penuh makna. Dalam keterbatasan, keduanya saling menguatkan, saling melengkapi.

Namun perjuangan Ibu Yusdiarti tidak berhenti pada urusan ekonomi. Ia juga menjadi sandaran bagi dua adiknya yang mengalami disabilitas mental. Dengan penuh kasih, ia merawat mereka tanpa keluh, menjadikan tanggung jawab itu bukan beban, melainkan sumber kekuatan. Dari sanalah semangatnya tumbuh—bahwa setiap usaha, sekecil apa pun, bisa menjadi jalan rezeki.

Ketekunan, keikhlasan, dan kepedulian itulah yang akhirnya mengetuk pintu kepedulian BAZNAS. Bantuan yang datang bukan hanya memperkuat usaha, tetapi juga menjadi bukti bahwa kebaikan akan selalu menemukan jalannya.

Dengan penuh haru, Ibu Yusdiarti mengungkapkan rasa syukurnya. Ia berterima kasih kepada BAZNAS dan para muzaki yang telah mempercayakan zakatnya. Baginya, zakat bukan sekadar bantuan, tetapi jembatan harapan yang nyata dirasakan manfaatnya.

Kisah Ibu Yusdiarti menjadi potret nyata semangat perempuan Indonesia. Di tengah kesederhanaan, ia berdiri tegak, merawat keluarga, menguatkan ekonomi, dan tetap menebar kebaikan.

Momentum Hari Kartini seolah menemukan maknanya dalam sosok seperti beliau. Bahwa emansipasi bukan hanya tentang kesetaraan, tetapi juga tentang keberanian untuk terus melangkah, meski jalan terasa berat. Ibu Yusdiarti adalah Kartini masa kini yang berjuang dalam diam, namun menginspirasi dengan keteguhan.

Bagikan:URL telah tercopy

Pendistribusian Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Purbalingga.

Lihat Daftar Rekening →