Seteguh Mbah Satini: Ibu Renta yang Tak Pernah Menyerah di Tengah Sunyi
seteguh-mbah-satini-ibu-renta-yang-tak-pernah-menyerah-di-tengah-sunyi
08/11/2025 | Penulis: Admin

Bantuan PLK Lansia untuk Mbah Satini Selakambang
Di sebuah rumah sederhana di Desa Selakambang, Kecamatan Kaligondang, hidup seorang perempuan tua bernama Mbah Satini, berusia sekitar 70 tahun. Rumah sederhana, dengan perabotan seadanya. Namun dari balik kesederhanaan itu, tersimpan kisah perjuangan dan keteguhan hati yang luar biasa.
Mbah Satini hidup hanya berdua bersama anaknya yang mengalami gangguan kejiwaan. Usianya memang sudah renta, tubuhnya sering digerogoti sakit, tapi setiap hari beliau tetap berusaha melakukan yang terbaik untuk merawat sang anak — memasak, membersihkan rumah, hingga menenangkan anaknya yang kadang sulit dikendalikan. Tak jarang, malam-malamnya diisi dengan doa dan tangis dalam diam, berharap kekuatan untuk terus bertahan.
Ketika tim BAZNAS Kabupaten Purbalingga datang berkunjung, Mbah Satini tampak lemah karena sakit. Namun di balik raut wajah yang menua itu, terpancar ketabahan yang begitu menyentuh.
“Sing penting isih urip, Nak... kabeh kudu disyukuri. Gusti ora sare, (Yang penting masih hidup, Semuanya harus disyukuri, Allah tidak tidur-red)” ucapnya lirih dengan senyum yang menenangkan.
Kalimat sederhana itu menggambarkan betapa kuatnya hati seorang ibu yang tidak menyerah meski dunia seolah tak memberi banyak pilihan. Ia tidak banyak meminta, hanya ingin anaknya tenang dan perut mereka terisi setiap hari.
Sebagai bentuk kepedulian, BAZNAS Kabupaten Purbalingga kembali menyalurkan bantuan Paket Logistik Keluarga (PLK) kepada Mbah Satini. Bantuan ini menjadi bagian dari program rutin BAZNAS untuk membantu para lansia dan dhuafa yang membutuhkan perhatian khusus. Setiap bulan, BAZNAS memastikan kebutuhan dasar Mbah Satini terpenuhi, agar beliau tak merasa sendirian menjalani hari-harinya yang kian senja.
Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, melalui tim lapangan, menyampaikan bahwa bantuan ini adalah bentuk kepedulian yang lahir dari zakat, infak, dan sedekah masyarakat Purbalingga.
“Bantuan untuk Mbah Satini bukan hanya soal pangan, tetapi juga bentuk kasih dan perhatian. Kami ingin memastikan beliau tetap merasakan hangatnya kepedulian dari sesama,” ungkap salah satu petugas saat menyerahkan bantuan, Amin Nurrokhim
Bagi Mbah Satini, bantuan itu bukan sekadar paket sembako. Lebih dari itu, ada rasa dihargai, diingat, dan disayangi. “Maturnuwun sanget, wis ana sing ngelingi. Ora kabeh wong lali karo wong tuwa kaya aku. (Terima kasih sekali, selalu ingat dengan saya. Tidak semua orang ingat dengan orang tua-red)” katanya dengan mata berkaca-kaca.
Kisah Mbah Satini menjadi pengingat bahwa di balik setiap pintu rumah sederhana, selalu ada cerita tentang perjuangan dan kesabaran yang luar biasa.BAZNAS Kabupaten Purbalingga terus berkomitmen menyalurkan amanah umat agar setiap bantuan yang diberikan tidak hanya meringankan beban, tetapi juga menghadirkan harapan dan senyum — terutama bagi mereka yang berjuang dalam kesepian, seperti Mbah Satini.
Pendistribusian Lainnya

Langkah Cepat Penuh Kepedulian, Dapur Umum BAZNAS–PMI Layani Warga dan Relawan

Karena setiap perjuangan tidak layak berjalan sendirian. Terus kuat, Admini.

BAZNAS Hadir Ringankan Duka Keluarga Supriyo Pasca Longsor di Sanguwatang

Di Tengah Luka dan Keterbatasan, BAZNAS Setia Mendampingi Kismoyo

Pendampingan Berkelanjutan BAZNAS, Dari Layanan Ambulans hingga Tangan Palsu

Ikhtiar Pagi Berakhir di Pangkuan Takdir Ilahi

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
