BAZNAS RI Luncurkan Program Zmart di Purbalingga, Dorong Kemandirian Ekonomi 40 Mustahik
09/06/2026 | Penulis: Admin
Dokumentasi BAZNAS Kab. Purbalingga
Purbalingga – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi meluncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi Zmart di Desa Majapura, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Selasa (9/6/2026). Program ini menjadi salah satu upaya nyata dalam mengangkat kesejahteraan mustahik melalui penguatan usaha ritel mikro berbasis zakat produktif.
Peluncuran program berlangsung meriah dan dihadiri oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, Solahudin Aly, S.H., Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Purbalingga Agung Widiarto, S.E., M.Si. yang mewakili Bupati Purbalingga, Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga H. Sudijanto, S.Sos., M.Si., jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta para penerima manfaat Program Zmart.
Pada tahun 2026, sebanyak 40 mustahik di Kabupaten Purbalingga menerima manfaat Program Zmart dengan total bantuan sebesar Rp320 juta. Bantuan tersebut terdiri atas Rp240 juta dari BAZNAS RI dan Rp80 juta dari BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Setiap penerima manfaat memperoleh dukungan senilai Rp8 juta yang diwujudkan dalam bentuk branding warung, peralatan usaha, tambahan modal usaha, serta pendampingan berkelanjutan.
Dalam sambutan Bupati Purbalingga yang dibacakan oleh Kepala Dindagkop UKM Kabupaten Purbalingga, Agung Widiarto, S.E., M.Si., Pemerintah Kabupaten Purbalingga menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan BAZNAS RI terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Program Zmart.
“Mewakili Bupati Purbalingga, kami menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, dan BAZNAS Kabupaten Purbalingga atas kolaborasi dan komitmennya dalam menghadirkan Program Zmart sebagai salah satu upaya nyata pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar Agung.
Ia menuturkan, Program Zmart menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai instrumen bantuan sosial, tetapi juga mampu menjadi sarana pemberdayaan ekonomi yang produktif dan berkelanjutan. Melalui program tersebut, para pelaku usaha mikro dan kecil dari kalangan mustahik memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperluas akses pasar, serta memperkuat daya saing di tengah perkembangan sektor ritel yang semakin kompetitif.
“Program ini memiliki nilai strategis karena tidak hanya memberikan bantuan permodalan, tetapi juga mendorong tumbuhnya semangat kemandirian usaha. Para penerima manfaat diberikan kesempatan untuk mengembangkan usahanya secara lebih profesional sehingga mampu meningkatkan taraf hidup keluarga mereka,” lanjutnya.
Agung menambahkan, keberhasilan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal yang dimiliki, tetapi juga kemampuan dalam mengelola usaha dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar yang terus berkembang. Oleh karena itu, pendekatan yang diterapkan dalam Program Zmart dinilai sangat tepat karena mencakup berbagai aspek pemberdayaan.
Ia berharap Program Zmart dapat menjadi pemicu lahirnya pelaku usaha mikro yang lebih mandiri, berdaya saing, dan mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus menjadi jalan bagi para mustahik untuk meningkatkan kesejahteraan keluarganya secara berkelanjutan.
Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, Solahudin Aly, S.H., menyampaikan bahwa Program Zmart merupakan implementasi nyata pendayagunaan zakat produktif yang tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga membuka jalan bagi mustahik untuk memiliki sumber penghasilan yang berkelanjutan.
“Zakat harus mampu menjadi instrumen pemberdayaan. Melalui Zmart, para mustahik tidak hanya menerima bantuan modal, tetapi juga mendapatkan pendampingan usaha agar mampu bersaing dan berkembang. Harapan kami, para penerima manfaat dapat naik kelas, dari mustahik menjadi muzakki di masa mendatang,” ungkapnya.
Menurut Solahudin, Program Zmart juga sejalan dengan Asta Cita ke-3 Presiden Republik Indonesia, yakni memperkuat pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan melalui pengembangan kewirausahaan serta pemberdayaan masyarakat.
Ia menjelaskan, sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2018 hingga Mei 2026, BAZNAS telah menyalurkan 5.677 unit Zmart yang tersebar di 34 provinsi dan 144 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Khusus di Provinsi Jawa Tengah, sebanyak 720 unit Zmart telah hadir di 24 kabupaten/kota hingga Mei 2026.
Pada kesempatan yang sama, Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, H. Sudijanto, S.Sos., M.Si., menegaskan komitmen BAZNAS dalam mengelola zakat secara amanah, profesional, dan berdampak bagi kesejahteraan umat.
“Program Zmart bukan hanya tentang memperbaiki tampilan warung atau memberikan modal usaha. Yang lebih penting adalah membangun semangat, kepercayaan diri, dan kemandirian ekonomi para mustahik. Kami ingin zakat yang dititipkan para muzakki benar-benar memberikan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat,” katanya.
Sudijanto berharap para penerima manfaat dapat menjaga amanah yang diberikan dan memanfaatkan seluruh fasilitas pendampingan yang disediakan. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari bantuan yang disalurkan, tetapi dari peningkatan kapasitas usaha dan kesejahteraan keluarga penerima manfaat.
“Semoga ke depan warung-warung Zmart di Purbalingga dapat berkembang menjadi usaha yang lebih maju, lebih tertata, dan mampu menjadi contoh bagi pelaku usaha mikro lainnya. Inilah ikhtiar bersama untuk menghadirkan zakat yang produktif, memberdayakan, dan menumbuhkan harapan,” tuturnya.
Peluncuran Program Zmart di Majapura menjadi bukti nyata sinergi antara BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, BAZNAS Kabupaten Purbalingga, dan Pemerintah Kabupaten Purbalingga dalam memperkuat ekonomi masyarakat. Melalui program ini, zakat tidak hanya menjadi sarana berbagi, tetapi juga menjadi motor penggerak kemandirian ekonomi umat menuju kehidupan yang lebih sejahtera dan bermartabat.
Berita Lainnya
BAZNAS Purbalingga Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 32 Siswa Yatim, Piatu, dan Dhuafa di SMPN 2 Bukateja
BAZNAS Purbalingga Distribusikan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
Di Tengah Sakit, Nofal Tetap Berjuang Mengejar Mimpi Sekolah
BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Purbalingga Gelar Madrasah Tanggap Bencana di MI Maarif NU 01 Maribaya
Rumah Layak Huni untuk Mbah Satimi, Menghadirkan Harapan di Usia Senja
BAZNAS Purbalingga dan MWCNU Bukateja Tingkatkan Kapasitas Pelaku UMKM Kuliner Melalui Pelatihan Bidang Boga
BAZNAS Purbalingga, Koramil Bobotsari, dan Pemdes Bobotsari Wujudkan Rumah Layak Huni untuk Novi Fitriani
Kursi Roda untuk Mbah Wayem, Wujud Kepedulian Zakat Membantu Lansia Tetap Beraktivitas
MANTAB 2026 Berakhir, Puluhan Siswa MI Maarif NU 01 Maribaya Praktik Langsung Simulasi Penanggulangan Bencana
BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Purbalingga Bentuk Kampung Tanggap Bencana di Desa Sangkanayu
BAZNAS Purbalingga Salurkan Bantuan Rp138,57 Juta dan Raih Penghargaan pada Soft Launching Program Purbalingga Gotong Royong
BAZNAS Tanggap Bencana Bantu Evakuasi Jenazah Korban yang Ditemukan di Sungai Kaliori
Bersama BAZNAS ada Setitik Harapan untuk Mbah Minem
BAZNAS Purbalingga Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Rumah di Desa Karangcegak
232 Ribu Liter Air Bersih BAZNAS Mengalir, Ribuan Warga Purbalingga Terbantu

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Purbalingga.
Lihat Daftar Rekening →