WhatsApp Icon
FASILITASI AIR BERSIH, BAZNAS PURBALINGGA SALURKAN SUMUR BOR KE PONDOK PESANTREN

Purbalingga – BAZNAS Kabupaten Purbalingga melaksanakan kegiatan penyaluran bantuan sumur bor untuk Pondok Pesantren Manba’ul Ihsan Baedlowi, yang berlokasi di Desa Karangpucung, Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga. Bantuan ini merupakan komitmen BAZNAS dalam mendukung ketersediaan air bersih bagi lembaga pendidikan keagamaan serta meningkatkan kenyamanan para santri dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, H. Soedijanto, S.Sos., M.Si., bersama Waka 3 Bidang Pengumpulan, KH Mashudi Munir AH, turut hadir dan menyerahkan langsung bantuan sumur bor kepada pimpinan pondok pesantren. Kehadiran pimpinan BAZNAS menjadi wujud nyata perhatian lembaga terhadap kebutuhan fasilitas dasar pesantren.

Bantuan sumur bor ini diharapkan dapat menjadi solusi atas kebutuhan air bersih di lingkungan pesantren, terutama untuk keperluan wudhu, mandi, mencuci, serta kebutuhan sanitasi harian lainnya. Dengan adanya fasilitas ini, kegiatan belajar mengajar dan aktivitas para santri diharapkan dapat berjalan lebih lancar dan nyaman.

Pimpinan Pondok Pesantren Manba’ul Ihsan Baedlowi menyampaikan terima kasih atas dukungan BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Bantuan ini menjadi bukti nyata bahwa amanah zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan institusi keagamaan.

Melalui program-program pelayanan dan pemberdayaan yang tepat sasaran, BAZNAS Kabupaten Purbalingga terus berupaya menghadirkan kebermanfaatan bagi umat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

26/11/2025 | Kontributor: Admin
Kepedulian yang Menguatkan Ibu Orilinah

Ibu Orilinah (73), warga Desa Penambongan, saat ini berada dalam kondisi kesehatan yang memerlukan perhatian khusus akibat sakit stroke yang menyebabkan dirinya tidak dapat beraktivitas secara mandiri. Situasi ini kian berat karena beliau dan suaminya, yang juga telah lanjut usia, tidak lagi memiliki kemampuan untuk bekerja memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, keluarga ini sepenuhnya mengandalkan bantuan dari anak-anak mereka yang hidup dengan keterbatasan ekonomi.

Melihat situasi tersebut, tim BAZNAS Kabupaten Purbalingga melakukan kunjungan langsung ke rumah beliau bersama Pemerintah Kelurahan Penambongan. Petugas hadir untuk mengetahui kondisi secara nyata sekaligus menyerahkan bantuan biaya hidup guna meringankan beban keluarga.

Bantuan ini diharapkan dapat membantu pemenuhan kebutuhan dasar Ibu Orilinah, sekaligus menjadi bentuk kepedulian agar beliau dan keluarga tidak merasa menghadapi keadaan sulit ini sendirian.

BAZNAS Kabupaten Purbalingga terus berupaya memastikan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat tersalurkan tepat sasaran, terutama kepada warga yang sedang menghadapi kondisi darurat dan sangat membutuhkan uluran tangan.

Melalui program ini, BAZNAS mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memperkuat kepedulian sosial. Setiap kontribusi, sekecil apa pun, dapat menjadi harapan besar bagi mereka yang tengah berjuang dalam keterbatasan.

17/11/2025 | Kontributor: Admin
LUKA BAKAR HAMPIR 60 PERSEN, IBU YUNITA KINI BUTUH ULURAN TANGAN UNTUK PULIH

Purbalingga — Di balik senyum sabar seorang ibu bernama Yunita, warga Desa Meri RT 04/RW 02, Kecamatan Kutasari, tersimpan kisah perjuangan panjang melawan rasa sakit dan keterbatasan. Ia adalah penyintas luka bakar yang kini tengah berjuang untuk pulih sepenuhnya.

Peristiwa nahas itu terjadi beberapa waktu lalu. Awalnya, sang ibu tengah membakar sampah di halaman rumah seperti biasa. Tak disangka, sebuah kaleng bekas obat nyamuk semprot (Baygon) yang berada di dekat api tiba-tiba meledak. Ledakan itu memercikkan api yang langsung mengenai tubuh Yunita. Dalam sekejap, kobaran api melahap sebagian besar kulitnya.

“Ia mengalami luka bakar hampir 60 persen,” tutur salah satu warga yang ikut menolong saat kejadian. Yunita kemudian dilarikan ke rumah sakit dan mendapat perawatan intensif. Kini, luka-luka di tubuhnya mulai mengering, namun proses pemulihan masih panjang.

Meski sudah dinyatakan sembuh secara medis, Yunita harus rutin mengoleskan salep khusus untuk regenerasi kulit. Sayangnya, salep tersebut tidak ditanggung oleh BPJS. Harga satu salep sekitar Rp70.000 dan hanya cukup untuk dua hari pemakaian.

Dengan kondisi ekonomi keluarga yang terbatas, biaya untuk membeli salep setiap dua hari sekali terasa sangat berat. Namun, Yunita tidak menyerah. Ia tetap berusaha menjalani perawatan dengan penuh kesabaran demi bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala.

Melihat kondisi itu, BAZNAS Kabupaten Purbalingga hadir memberikan bantuan dan semangat kepada Yunita. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga, terutama untuk membeli salep yang dibutuhkan selama masa pemulihan.

Kisah Yunita menjadi pengingat bahwa di balik luka dan cobaan, selalu ada ruang untuk harapan dan kepedulian. Uluran tangan dari sesama menjadi kekuatan besar yang mampu menyalakan kembali semangat hidup bagi mereka yang sedang berjuang.

12/11/2025 | Kontributor: Admin
BAZNAS PURBALINGGA HADIR UNTUK IBU KUSYANTI, WARGA KARANGBANJAR YANG SAKIT

Purbalingga – Kepedulian terhadap warga yang membutuhkan kembali diwujudkan oleh BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Kali ini, bantuan disalurkan kepada Ibu Kusyanti, warga Desa Karangbanjar RT 22/RW 09, Kecamatan Bojongsari, yang tengah berjuang melawan penyakit stroke dan kesulitan ekonomi.

Sudah hampir satu tahun terakhir, Ibu Kusyanti rutin menjalani kontrol kesehatan setiap bulan akibat gejala stroke yang pernah ia alami. Awalnya, dokter menyarankan kontrol rutin hingga kondisi benar-benar pulih. Namun, karena terkendala biaya, Ibu Kusyanti sempat berhenti berobat beberapa waktu terakhir.

Meski anak-anaknya telah memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) Penerima Bantuan Iuran (PBI), sang ibu belum terdaftar sebagai penerima bantuan kesehatan tersebut. Kondisi ini membuatnya harus menanggung biaya pengobatan sendiri. “Dulu kalau kontrol sudah tidak terasa sakit, katanya boleh berhenti. Tapi akhir-akhir ini mulai terasa lagi, jadi harus ke rumah sakit lagi,” tuturnya dengan lirih.

Ibu Kusyanti tinggal bersama keluarga kecilnya di rumah milik orang tuanya. Suaminya bekerja di selipan atau penggilingan beras, dengan penghasilan yang tidak menentu. Dalam satu minggu, penghasilan keluarga hanya sekitar Rp100.000 hingga Rp150.000.

Untuk membantu ekonomi keluarga, Ibu Kusyanti biasa berjualan di rumah, namun sejak sebulan terakhir usahanya terhenti karena kondisi fisik yang semakin lemah. Pasangan ini dikaruniai tiga orang putra — anak pertama telah lulus sekolah, anak kedua duduk di bangku SMP, dan yang bungsu masih bersekolah di SD.

Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Kabupaten Purbalingga tergerak untuk hadir memberikan bantuan biaya hidup dan kebutuhan pokok bagi keluarga Ibu Kusyanti. Bantuan tersebut disalurkan langsung pada Senin, 10/11/2025, oleh tim BAZNAS Purbalingga melalui program Purbalingga Peduli.

Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyampaikan, “Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada warga yang sedang berjuang di tengah kesulitan. Semoga sedikit bantuan ini dapat meringankan beban Ibu Kusyanti dan keluarga, serta memberi semangat untuk terus berobat dan sembuh.”

Dengan mata berkaca-kaca, Ibu Kusyanti menyampaikan rasa terima kasihnya. “Terima kasih kepada BAZNAS Purbalingga atas perhatian dan bantuannya. Saya tidak menyangka masih banyak yang peduli. Semoga Allah membalas kebaikan semuanya,” ucapnya penuh haru.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Purbalingga terus berkomitmen untuk menebar kepedulian dan menyalurkan amanah umat kepada mereka yang membutuhkan — agar tidak ada lagi warga yang berjuang sendirian menghadapi cobaan hidup.

11/11/2025 | Kontributor: Admin
BAZNAS PURBALINGGA SALURKAN BANTUAN KEPADA BAPAK RISWONO, PENDERES YANG TERJATUH

Purbalingga – Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga. Kali ini, BAZNAS menyalurkan bantuan kepada Bapak Riswono, warga Desa Karanganyar RT 06/RW 05, Kecamatan Karanganyar, yang mengalami musibah setelah terjatuh dari pohon saat bekerja sebagai penderes.

Peristiwa nahas itu terjadi pada sore hari, usai salat Maghrib, setelah hujan turun membasahi batang pohon yang licin. Saat sedang membuat tataran mlosok (tempat pijakan) di pohon kelapa, kaki Bapak Riswono terpeleset hingga ia terjatuh dari ketinggian sekitar tujuh meter dan jatuh dalam posisi duduk.

Pada malam itu, pertolongan pertama hanya berupa pijatan dari warga sekitar. Namun karena rasa sakit tak kunjung reda, keesokan paginya Bapak Riswono dibawa ke RS Siaga Medika Purbalingga, kemudian dirujuk ke RS Siaga Medika Banyumas untuk menjalani operasi. Biaya pengobatan ditanggung melalui BPJS Ketenagakerjaan, di mana beliau terdaftar sebagai peserta aktif.

Kini, di usia 49 tahun, Bapak Riswono masih harus menjalani kontrol rutin sebulan sekali untuk pemulihan. Meski demikian, semangatnya untuk sembuh dan kembali bekerja tetap besar. Sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar, beliau telah menekuni pekerjaan sebagai penderes, profesi yang diwariskan turun-temurun di keluarganya.

Bapak Riswono memiliki tiga orang anak dua sudah berkeluarga, sementara anak bungsunya masih duduk di kelas SD MI Kalijaran. Dalam kondisi seperti ini, dukungan dari berbagai pihak menjadi sangat berarti bagi keluarga beliau.

Melalui program Purbalingga Peduli, BAZNAS Purbalingga hadir menyalurkan bantuan dana dan sembako kepada Bapak Riswono sebagai bentuk empati dan tanggung jawab sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.

11/11/2025 | Kontributor: Admin

Berita Pendistribusian

FASILITASI AIR BERSIH, BAZNAS PURBALINGGA SALURKAN SUMUR BOR KE PONDOK PESANTREN
FASILITASI AIR BERSIH, BAZNAS PURBALINGGA SALURKAN SUMUR BOR KE PONDOK PESANTREN
Purbalingga – BAZNAS Kabupaten Purbalingga melaksanakan kegiatan penyaluran bantuan sumur bor untuk Pondok Pesantren Manba’ul Ihsan Baedlowi, yang berlokasi di Desa Karangpucung, Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga. Bantuan ini merupakan komitmen BAZNAS dalam mendukung ketersediaan air bersih bagi lembaga pendidikan keagamaan serta meningkatkan kenyamanan para santri dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, H. Soedijanto, S.Sos., M.Si., bersama Waka 3 Bidang Pengumpulan, KH Mashudi Munir AH, turut hadir dan menyerahkan langsung bantuan sumur bor kepada pimpinan pondok pesantren. Kehadiran pimpinan BAZNAS menjadi wujud nyata perhatian lembaga terhadap kebutuhan fasilitas dasar pesantren. Bantuan sumur bor ini diharapkan dapat menjadi solusi atas kebutuhan air bersih di lingkungan pesantren, terutama untuk keperluan wudhu, mandi, mencuci, serta kebutuhan sanitasi harian lainnya. Dengan adanya fasilitas ini, kegiatan belajar mengajar dan aktivitas para santri diharapkan dapat berjalan lebih lancar dan nyaman. Pimpinan Pondok Pesantren Manba’ul Ihsan Baedlowi menyampaikan terima kasih atas dukungan BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Bantuan ini menjadi bukti nyata bahwa amanah zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan institusi keagamaan. Melalui program-program pelayanan dan pemberdayaan yang tepat sasaran, BAZNAS Kabupaten Purbalingga terus berupaya menghadirkan kebermanfaatan bagi umat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
LAYANAN_MUSTAHIK26/11/2025 | Admin
Kepedulian yang Menguatkan Ibu Orilinah
Kepedulian yang Menguatkan Ibu Orilinah
Ibu Orilinah (73), warga Desa Penambongan, saat ini berada dalam kondisi kesehatan yang memerlukan perhatian khusus akibat sakit stroke yang menyebabkan dirinya tidak dapat beraktivitas secara mandiri. Situasi ini kian berat karena beliau dan suaminya, yang juga telah lanjut usia, tidak lagi memiliki kemampuan untuk bekerja memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, keluarga ini sepenuhnya mengandalkan bantuan dari anak-anak mereka yang hidup dengan keterbatasan ekonomi. Melihat situasi tersebut, tim BAZNAS Kabupaten Purbalingga melakukan kunjungan langsung ke rumah beliau bersama Pemerintah Kelurahan Penambongan. Petugas hadir untuk mengetahui kondisi secara nyata sekaligus menyerahkan bantuan biaya hidup guna meringankan beban keluarga. Bantuan ini diharapkan dapat membantu pemenuhan kebutuhan dasar Ibu Orilinah, sekaligus menjadi bentuk kepedulian agar beliau dan keluarga tidak merasa menghadapi keadaan sulit ini sendirian. BAZNAS Kabupaten Purbalingga terus berupaya memastikan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat tersalurkan tepat sasaran, terutama kepada warga yang sedang menghadapi kondisi darurat dan sangat membutuhkan uluran tangan. Melalui program ini, BAZNAS mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memperkuat kepedulian sosial. Setiap kontribusi, sekecil apa pun, dapat menjadi harapan besar bagi mereka yang tengah berjuang dalam keterbatasan.
LAYANAN_MUSTAHIK17/11/2025 | Admin
LUKA BAKAR HAMPIR 60 PERSEN, IBU YUNITA KINI BUTUH ULURAN TANGAN UNTUK PULIH
LUKA BAKAR HAMPIR 60 PERSEN, IBU YUNITA KINI BUTUH ULURAN TANGAN UNTUK PULIH
Purbalingga — Di balik senyum sabar seorang ibu bernama Yunita, warga Desa Meri RT 04/RW 02, Kecamatan Kutasari, tersimpan kisah perjuangan panjang melawan rasa sakit dan keterbatasan. Ia adalah penyintas luka bakar yang kini tengah berjuang untuk pulih sepenuhnya. Peristiwa nahas itu terjadi beberapa waktu lalu. Awalnya, sang ibu tengah membakar sampah di halaman rumah seperti biasa. Tak disangka, sebuah kaleng bekas obat nyamuk semprot (Baygon) yang berada di dekat api tiba-tiba meledak. Ledakan itu memercikkan api yang langsung mengenai tubuh Yunita. Dalam sekejap, kobaran api melahap sebagian besar kulitnya. “Ia mengalami luka bakar hampir 60 persen,” tutur salah satu warga yang ikut menolong saat kejadian. Yunita kemudian dilarikan ke rumah sakit dan mendapat perawatan intensif. Kini, luka-luka di tubuhnya mulai mengering, namun proses pemulihan masih panjang. Meski sudah dinyatakan sembuh secara medis, Yunita harus rutin mengoleskan salep khusus untuk regenerasi kulit. Sayangnya, salep tersebut tidak ditanggung oleh BPJS. Harga satu salep sekitar Rp70.000 dan hanya cukup untuk dua hari pemakaian. Dengan kondisi ekonomi keluarga yang terbatas, biaya untuk membeli salep setiap dua hari sekali terasa sangat berat. Namun, Yunita tidak menyerah. Ia tetap berusaha menjalani perawatan dengan penuh kesabaran demi bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala. Melihat kondisi itu, BAZNAS Kabupaten Purbalingga hadir memberikan bantuan dan semangat kepada Yunita. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga, terutama untuk membeli salep yang dibutuhkan selama masa pemulihan. Kisah Yunita menjadi pengingat bahwa di balik luka dan cobaan, selalu ada ruang untuk harapan dan kepedulian. Uluran tangan dari sesama menjadi kekuatan besar yang mampu menyalakan kembali semangat hidup bagi mereka yang sedang berjuang.
DARURAT_SOSIAL12/11/2025 | Admin
BAZNAS PURBALINGGA HADIR UNTUK IBU KUSYANTI, WARGA KARANGBANJAR YANG SAKIT
BAZNAS PURBALINGGA HADIR UNTUK IBU KUSYANTI, WARGA KARANGBANJAR YANG SAKIT
Purbalingga – Kepedulian terhadap warga yang membutuhkan kembali diwujudkan oleh BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Kali ini, bantuan disalurkan kepada Ibu Kusyanti, warga Desa Karangbanjar RT 22/RW 09, Kecamatan Bojongsari, yang tengah berjuang melawan penyakit stroke dan kesulitan ekonomi. Sudah hampir satu tahun terakhir, Ibu Kusyanti rutin menjalani kontrol kesehatan setiap bulan akibat gejala stroke yang pernah ia alami. Awalnya, dokter menyarankan kontrol rutin hingga kondisi benar-benar pulih. Namun, karena terkendala biaya, Ibu Kusyanti sempat berhenti berobat beberapa waktu terakhir. Meski anak-anaknya telah memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) Penerima Bantuan Iuran (PBI), sang ibu belum terdaftar sebagai penerima bantuan kesehatan tersebut. Kondisi ini membuatnya harus menanggung biaya pengobatan sendiri. “Dulu kalau kontrol sudah tidak terasa sakit, katanya boleh berhenti. Tapi akhir-akhir ini mulai terasa lagi, jadi harus ke rumah sakit lagi,” tuturnya dengan lirih. Ibu Kusyanti tinggal bersama keluarga kecilnya di rumah milik orang tuanya. Suaminya bekerja di selipan atau penggilingan beras, dengan penghasilan yang tidak menentu. Dalam satu minggu, penghasilan keluarga hanya sekitar Rp100.000 hingga Rp150.000. Untuk membantu ekonomi keluarga, Ibu Kusyanti biasa berjualan di rumah, namun sejak sebulan terakhir usahanya terhenti karena kondisi fisik yang semakin lemah. Pasangan ini dikaruniai tiga orang putra — anak pertama telah lulus sekolah, anak kedua duduk di bangku SMP, dan yang bungsu masih bersekolah di SD. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Kabupaten Purbalingga tergerak untuk hadir memberikan bantuan biaya hidup dan kebutuhan pokok bagi keluarga Ibu Kusyanti. Bantuan tersebut disalurkan langsung pada Senin, 10/11/2025, oleh tim BAZNAS Purbalingga melalui program Purbalingga Peduli. Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyampaikan, “Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada warga yang sedang berjuang di tengah kesulitan. Semoga sedikit bantuan ini dapat meringankan beban Ibu Kusyanti dan keluarga, serta memberi semangat untuk terus berobat dan sembuh.” Dengan mata berkaca-kaca, Ibu Kusyanti menyampaikan rasa terima kasihnya. “Terima kasih kepada BAZNAS Purbalingga atas perhatian dan bantuannya. Saya tidak menyangka masih banyak yang peduli. Semoga Allah membalas kebaikan semuanya,” ucapnya penuh haru. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Purbalingga terus berkomitmen untuk menebar kepedulian dan menyalurkan amanah umat kepada mereka yang membutuhkan — agar tidak ada lagi warga yang berjuang sendirian menghadapi cobaan hidup.
DARURAT_SOSIAL11/11/2025 | Admin
BAZNAS PURBALINGGA SALURKAN BANTUAN KEPADA BAPAK RISWONO, PENDERES YANG TERJATUH
BAZNAS PURBALINGGA SALURKAN BANTUAN KEPADA BAPAK RISWONO, PENDERES YANG TERJATUH
Purbalingga – Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga. Kali ini, BAZNAS menyalurkan bantuan kepada Bapak Riswono, warga Desa Karanganyar RT 06/RW 05, Kecamatan Karanganyar, yang mengalami musibah setelah terjatuh dari pohon saat bekerja sebagai penderes. Peristiwa nahas itu terjadi pada sore hari, usai salat Maghrib, setelah hujan turun membasahi batang pohon yang licin. Saat sedang membuat tataran mlosok (tempat pijakan) di pohon kelapa, kaki Bapak Riswono terpeleset hingga ia terjatuh dari ketinggian sekitar tujuh meter dan jatuh dalam posisi duduk. Pada malam itu, pertolongan pertama hanya berupa pijatan dari warga sekitar. Namun karena rasa sakit tak kunjung reda, keesokan paginya Bapak Riswono dibawa ke RS Siaga Medika Purbalingga, kemudian dirujuk ke RS Siaga Medika Banyumas untuk menjalani operasi. Biaya pengobatan ditanggung melalui BPJS Ketenagakerjaan, di mana beliau terdaftar sebagai peserta aktif. Kini, di usia 49 tahun, Bapak Riswono masih harus menjalani kontrol rutin sebulan sekali untuk pemulihan. Meski demikian, semangatnya untuk sembuh dan kembali bekerja tetap besar. Sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar, beliau telah menekuni pekerjaan sebagai penderes, profesi yang diwariskan turun-temurun di keluarganya. Bapak Riswono memiliki tiga orang anak dua sudah berkeluarga, sementara anak bungsunya masih duduk di kelas SD MI Kalijaran. Dalam kondisi seperti ini, dukungan dari berbagai pihak menjadi sangat berarti bagi keluarga beliau. Melalui program Purbalingga Peduli, BAZNAS Purbalingga hadir menyalurkan bantuan dana dan sembako kepada Bapak Riswono sebagai bentuk empati dan tanggung jawab sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.
DARURAT_SOSIAL11/11/2025 | Admin
Seteguh Mbah Satini: Ibu Renta yang Tak Pernah Menyerah di Tengah Sunyi
Seteguh Mbah Satini: Ibu Renta yang Tak Pernah Menyerah di Tengah Sunyi
Di sebuah rumah sederhana di Desa Selakambang, Kecamatan Kaligondang, hidup seorang perempuan tua bernama Mbah Satini, berusia sekitar 70 tahun. Rumah sederhana, dengan perabotan seadanya. Namun dari balik kesederhanaan itu, tersimpan kisah perjuangan dan keteguhan hati yang luar biasa. Mbah Satini hidup hanya berdua bersama anaknya yang mengalami gangguan kejiwaan. Usianya memang sudah renta, tubuhnya sering digerogoti sakit, tapi setiap hari beliau tetap berusaha melakukan yang terbaik untuk merawat sang anak — memasak, membersihkan rumah, hingga menenangkan anaknya yang kadang sulit dikendalikan. Tak jarang, malam-malamnya diisi dengan doa dan tangis dalam diam, berharap kekuatan untuk terus bertahan. Ketika tim BAZNAS Kabupaten Purbalingga datang berkunjung, Mbah Satini tampak lemah karena sakit. Namun di balik raut wajah yang menua itu, terpancar ketabahan yang begitu menyentuh. “Sing penting isih urip, Nak... kabeh kudu disyukuri. Gusti ora sare, (Yang penting masih hidup, Semuanya harus disyukuri, Allah tidak tidur-red)” ucapnya lirih dengan senyum yang menenangkan. Kalimat sederhana itu menggambarkan betapa kuatnya hati seorang ibu yang tidak menyerah meski dunia seolah tak memberi banyak pilihan. Ia tidak banyak meminta, hanya ingin anaknya tenang dan perut mereka terisi setiap hari. Sebagai bentuk kepedulian, BAZNAS Kabupaten Purbalingga kembali menyalurkan bantuan Paket Logistik Keluarga (PLK) kepada Mbah Satini. Bantuan ini menjadi bagian dari program rutin BAZNAS untuk membantu para lansia dan dhuafa yang membutuhkan perhatian khusus. Setiap bulan, BAZNAS memastikan kebutuhan dasar Mbah Satini terpenuhi, agar beliau tak merasa sendirian menjalani hari-harinya yang kian senja. Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, melalui tim lapangan, menyampaikan bahwa bantuan ini adalah bentuk kepedulian yang lahir dari zakat, infak, dan sedekah masyarakat Purbalingga. “Bantuan untuk Mbah Satini bukan hanya soal pangan, tetapi juga bentuk kasih dan perhatian. Kami ingin memastikan beliau tetap merasakan hangatnya kepedulian dari sesama,” ungkap salah satu petugas saat menyerahkan bantuan, Amin Nurrokhim Bagi Mbah Satini, bantuan itu bukan sekadar paket sembako. Lebih dari itu, ada rasa dihargai, diingat, dan disayangi. “Maturnuwun sanget, wis ana sing ngelingi. Ora kabeh wong lali karo wong tuwa kaya aku. (Terima kasih sekali, selalu ingat dengan saya. Tidak semua orang ingat dengan orang tua-red)” katanya dengan mata berkaca-kaca. Kisah Mbah Satini menjadi pengingat bahwa di balik setiap pintu rumah sederhana, selalu ada cerita tentang perjuangan dan kesabaran yang luar biasa.BAZNAS Kabupaten Purbalingga terus berkomitmen menyalurkan amanah umat agar setiap bantuan yang diberikan tidak hanya meringankan beban, tetapi juga menghadirkan harapan dan senyum — terutama bagi mereka yang berjuang dalam kesepian, seperti Mbah Satini.
LAYANAN_MUSTAHIK08/11/2025 | Admin
BAZNAS Purbalingga Tinjau Hasil Program RLHB di Desa Karangnangka Bukateja
BAZNAS Purbalingga Tinjau Hasil Program RLHB di Desa Karangnangka Bukateja
Purbalingga – BAZNAS Kabupaten Purbalingga kembali memastikan optimalnya pelaksanaan program bantuan Rumah Layak Huni Baznas (RLHB). Peninjauan kali ini dilakukan di Desa Karangnangka, Kecamatan Bukateja, oleh Bapak Andi Wibowo, Kepala Bagian Pendistribusian BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Kegiatan berlangsung pada Rabu (5/11/2025) dengan meninjau langsung dua rumah penerima manfaat, yakni rumah milik Bapak Sahuri dan Bapak Solihin, yang kini telah rampung 100 persen pengerjaannya. Melalui kunjungan tersebut, BAZNAS ingin memastikan bahwa bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Program RLHB sendiri menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian BAZNAS dalam membantu masyarakat kurang mampu untuk memperoleh tempat tinggal yang layak, aman, dan sehat. “Program RLHB tidak hanya sebatas pembangunan fisik rumah, tetapi juga bentuk tanggung jawab sosial BAZNAS untuk menghadirkan kesejahteraan dan martabat bagi para mustahik,” ujar Andi Wibowo di sela kegiatan peninjauan. Dengan selesainya pembangunan dua unit rumah di Desa Karangnangka ini, BAZNAS Kabupaten Purbalingga berharap penerima manfaat dapat menjalani kehidupan yang lebih nyaman dan produktif, sekaligus menjadi inspirasi bagi masyarakat lain untuk bersama-sama membangun kebaikan melalui zakat.
LAYANAN_MUSTAHIK05/11/2025 | Admin
BAZNAS Purbalingga Hadir untuk Fajar Isom: Dari Bantuan Hidup hingga Layanan Amb
BAZNAS Purbalingga Hadir untuk Fajar Isom: Dari Bantuan Hidup hingga Layanan Amb
Purbalingga — Di sebuah rumah sederhana di Desa Karangreja, Kecamatan Karangreja, hidup seorang pria berusia 63 tahun bernama Fajar Isom. Dulu, ia dikenal sebagai sosok pekerja keras — tulang punggung keluarga yang tak kenal lelah demi mencukupi kebutuhan istri dan anak-anaknya. Namun, kini langkahnya tertatih, tubuhnya mulai melemah setelah divonis menderita tumor paru dan batu empedu. Perjalanan sakit yang dialaminya tak berhenti di situ. Sel tumor yang semula menyerang paru-paru kini menyebar ke empedu dan liver, membuat kondisinya semakin berat. Meski demikian, semangat Fajar untuk sembuh tak pernah padam. Ia telah menjalani enam kali kemoterapi dan tetap berjuang mengikuti setiap tahapan pengobatan, dengan harapan masih ada hari esok yang lebih baik. Sejak sakit, Fajar tak lagi mampu bekerja. Kini, kehidupan sehari-harinya bergantung pada menantunya yang dengan sabar merawat dan mendampinginya. Di tengah kondisi ekonomi yang serba terbatas, keluarga ini mencoba bertahan dengan segala cara. Di saat harapan seolah mulai redup, BAZNAS Kabupaten Purbalingga hadir membawa secercah cahaya. Melalui program bantuan biaya hidup bagi mustahik sakit, Fajar menerima bantuan untuk meringankan beban keluarga. Tak hanya itu, setiap kali ia harus menjalani kontrol atau kemoterapi di rumah sakit, Fajar diantar menggunakan layanan ambulans gratis BAZNAS Purbalingga. Layanan ini menjadi penolong besar bagi keluarga Fajar. Jarak tempuh dari Karangreja menuju rumah sakit yang cukup jauh, ditambah kondisi tubuhnya yang lemah, membuat ambulans BAZNAS menjadi satu-satunya sarana yang layak dan aman bagi dirinya. “Saya sangat terbantu. Kalau tidak ada ambulans BAZNAS, entah bagaimana kami bisa membawa Bapak ke rumah sakit. Terima kasih, semoga semua kebaikan ini menjadi amal bagi para muzaki,” tutur menantu Fajar dengan mata berkaca-kaca. Bagi BAZNAS Kabupaten Purbalingga, membantu Fajar Isom bukan sekadar memberikan bantuan materi, tetapi juga menghadirkan rasa kepedulian dan kehadiran nyata lembaga zakat di tengah masyarakat yang sedang berjuang. Setiap tetes zakat yang disalurkan menjadi bukti bahwa zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga jalan kasih dan kemanusiaan. Di balik senyum lemah Fajar, tersimpan doa dan harapan besar agar kesehatannya berangsur pulih. Dan di setiap langkah perjuangannya, BAZNAS Purbalingga berkomitmen untuk tetap mendampingi — karena di setiap ujian, selalu ada tangan-tangan kebaikan yang siap menolong.
LAYANAN_MUSTAHIK03/11/2025 | Admin
Kursi Roda untuk Ibu Sarkiyah, Saat Zakat Hadir Menjadi Kekuatan
Kursi Roda untuk Ibu Sarkiyah, Saat Zakat Hadir Menjadi Kekuatan
Purbalingga – Di usia yang tak lagi muda, Ibu Sarkiyah (60), warga Desa Sanguwatang, Kecamatan Karangjambu, harus berjuang menghadapi ujian berat dalam hidupnya. Ia menderita penyakit diabetes yang kini sudah menjalar hingga ke saraf, membuatnya tak lagi mampu berjalan seperti dulu. Sebelumnya, Ibu Sarkiyah sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Namun karena keterbatasan biaya, ia terpaksa menghentikan pengobatan rutin. Kondisi itu membuat penyakitnya semakin parah, hingga kini ia hanya bisa beraktivitas di tempat tidur dan bergantung pada bantuan keluarga. Di tengah keterbatasan itu, BAZNAS Kabupaten Purbalingga hadir memberikan perhatian dan kepedulian. Melalui program Pendistribusian Zakat untuk Bantuan Kesehatan, BAZNAS menyerahkan satu unit kursi roda bagi Ibu Sarkiyah agar ia tetap bisa bergerak dan menjalani aktivitas sederhana sehari-hari. Bantuan ini diserahkan langsung oleh tim BAZNAS Purbalingga di kediaman Ibu Sarkiyah. Tangis haru tak bisa ia sembunyikan saat menerima kursi roda yang selama ini sangat ia butuhkan. Dengan suara pelan, ia menyampaikan rasa syukurnya karena kini bisa sedikit lebih mandiri untuk berpindah dan menikmati udara segar di halaman rumah. “Terima kasih BAZNAS, saya tidak menyangka akan mendapat bantuan ini. Semoga Allah membalas kebaikan semua yang sudah membantu,” ungkap Ibu Sarkiyah sambil menahan haru. Bagi BAZNAS Kabupaten Purbalingga, bantuan ini bukan sekadar pemberian kursi roda, tetapi wujud nyata hadirnya zakat yang membawa manfaat hingga pelosok desa. Melalui dana zakat, infak, dan sedekah dari para muzaki, BAZNAS terus berupaya memastikan setiap warga yang membutuhkan mendapat perhatian dan bantuan yang layak. Karena sejatinya, zakat bukan hanya kewajiban, melainkan juga kekuatan yang mampu menggerakkan kepedulian dan menolong sesama. Mari tunaikan zakat melalui BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Dengan zakat, kita hadir untuk membantu mereka yang lemah, menguatkan yang terjatuh, dan menghadirkan harapan di setiap sudut Purbalingga.
LAYANAN_MUSTAHIK03/11/2025 | Admin
BAZNAS PURBALINGGA BERIMODAL USAHA UNTUK PEMBUDIDAYA JAMUR TIRAM
BAZNAS PURBALINGGA BERIMODAL USAHA UNTUK PEMBUDIDAYA JAMUR TIRAM
Purbalingga – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program Zakat Produktif. Kali ini, bantuan modal usaha disalurkan kepada Fajar Faelani, warga Desa Purbasari RT 01/RW 02, Kecamatan Karangjambu, yang menjalankan usaha budidaya jamur tiram. Bantuan modal usaha sebesar Rp600.000 tersebut diberikan untuk mendukung pengembangan usaha jamur yang digeluti Fajar. Melalui tambahan modal ini, diharapkan Fajar dapat meningkatkan kapasitas produksi dan menambah penghasilan keluarganya. “Dengan bertambahnya modal, semoga usaha Mas Fajar bisa lebih maju dan memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan,” ujar perwakilan BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Fajar Faelani sendiri mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan tersebut. Ia menuturkan bahwa usahanya kini mampu memproduksi rata-rata 3 kilogram jamur tiram per hari. Pada awal tahun 2024, Fajar juga sempat mengikuti pelatihan usaha jamur di Semarang yang difasilitasi oleh BAZNAS Provinsi Jawa Tengah. Bekal pengetahuan dari pelatihan tersebut kini ia terapkan dalam mengembangkan usahanya di rumah bersama sang istri dan dua anaknya. “Alhamdulillah, berkat pelatihan dan bantuan modal dari BAZNAS, saya bisa menambah kapasitas dan kualitas jamur yang saya hasilkan. Semoga ke depan bisa lebih berkembang lagi,” tutur Fajar. Program zakat produktif BAZNAS Purbalingga merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat agar mustahik (penerima zakat) dapat bertransformasi menjadi muzaki (pemberi zakat) di masa mendatang.
LAYANAN MUSTAHIK31/10/2025 | Admin
BAZNAS RINGANKAN BEBAN WARGA YANG SEDANG BERJUANG MELAWAN PENYAKIT
BAZNAS RINGANKAN BEBAN WARGA YANG SEDANG BERJUANG MELAWAN PENYAKIT
Purbalingga – Wujud kepedulian terhadap warga yang sedang berjuang melawan penyakit kembali ditunjukkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga. Pada hari Jumat penuh berkah ini, BAZNAS menyalurkan bantuan uang tunai sebesar Rp1.000.000 kepada salah satu warga dhuafa yang tengah menjalani pengobatan serius. Penerima bantuan berusia 62 tahun, warga yang dikenal tekun dan pernah bekerja selama tiga tahun di agen bus Arimbi Terminal Belik. Namun, beberapa waktu terakhir kesehatannya menurun drastis. Awalnya, beliau merasakan sakit pada bagian beyekan (pinggang) sebelah kanan, dan setelah dilakukan rontgen di RS Goteng, hasilnya menunjukkan perlu pemeriksaan lebih lanjut di RSUD Margono Soekarjo Purwokerto. Hasil CT Scan di Margono menunjukkan diagnosa tumor paru, dan meskipun telah menjalani pengobatan, rasa sakitnya masih berlanjut. Pemeriksaan berikutnya menemukan adanya batu empedu, hingga akhirnya dilakukan operasi pengangkatan batu empedu di rumah sakit yang sama. Namun, hasil pemeriksaan lanjutan menunjukkan bahwa tumor ganas tersebut telah menyebar hingga ke empedu dan liver. Saat ini, beliau tengah menjalani terapi kemoterapi di RS Margono, yang sudah berjalan sebanyak enam kali sesi. Di tengah kondisi yang lemah dan beban ekonomi yang berat, beliau tinggal di rumah bersama istri, dua anak, serta orang tuanya, sementara menantunya, Fajar Insom, menjadi tulang punggung keluarga. Penyaluran bantuan oleh BAZNAS Kabupaten Purbalingga diharapkan dapat membantu meringankan beban biaya transportasi dan kebutuhan sehari-hari selama masa pengobatan. “Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS Purbalingga yang sudah peduli dengan keadaan kami. Bantuan ini sangat berarti untuk kami sekeluarga, semoga Allah membalas dengan kebaikan dan BAZNAS semakin maju dalam membantu masyarakat,” ujar pihak keluarga dengan haru. Melalui program bantuan untuk dhuafa sakit, BAZNAS Purbalingga berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, memberikan dukungan moril dan materil bagi mereka yang membutuhkan uluran tangan, terutama dalam menghadapi ujian berat seperti sakit dan kesulitan ekonomi.
LAYANAN_MUSTAHIK31/10/2025 | Admin
BAZNAS PURBALINGGA SALURKAN BANTUAN MODAL USAHA UNTUK IBU KHOTIMAH
BAZNAS PURBALINGGA SALURKAN BANTUAN MODAL USAHA UNTUK IBU KHOTIMAH
Purbalingga – Dalam upaya mendukung peningkatan ekonomi masyarakat kecil dan pelaku usaha mikro, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga kembali menyalurkan bantuan modal usaha. Kali ini, bantuan diberikan kepada Ibu Khotimah, warga Desa Sanguwatang RT 09 RW 02, Kecamatan Karangjambu. Ibu Khotimah (38) , dikenal sebagai sosok pekerja keras yang berjualan jajanan gorengan di lingkungannya. Uniknya, beliau membuka usaha selama 24 jam, menjadi salah satu sumber kuliner sederhana yang selalu siap melayani warga sekitar kapan pun dibutuhkan. Dalam kesehariannya, Ibu Khotimah tinggal bersama dua anak dan orang tuanya, sementara sang suami sedang merantau untuk mencari nafkah. Anak pertamanya saat ini menempuh pendidikan di SMK Ma’arif Karangreja, sedangkan anak keduanya duduk di SMP Karangjambu. Melihat ketekunan dan semangat juangnya, BAZNAS Purbalingga melalui Bagian Pendistribusian dan Pendayagunaan menyalurkan bantuan modal usaha guna mendukung keberlangsungan usahanya. Bantuan ini diharapkan dapat menambah modal untuk bahan baku, peralatan, dan pengembangan usaha ke depan. Dengan penuh rasa syukur, Ibu Khotimah menyampaikan ucapan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Purbalingga. “Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih kepada BAZNAS Purbalingga. Bantuan ini sangat membantu saya untuk menambah modal jualan. Semoga BAZNAS semakin maju dan bisa terus membantu masyarakat kecil seperti saya,” ujar Ibu Khotimah dengan wajah bahagia. Kegiatan penyaluran yang dilakukan hari ini (31/10/2025) menjadi bukti nyata komitmen BAZNAS Purbalingga dalam menguatkan ekonomi umat melalui program pemberdayaan dan bantuan modal usaha produktif. Dengan langkah kecil namun berdampak besar ini, BAZNAS berharap semakin banyak masyarakat yang terbantu dan mampu mandiri secara ekonomi, sehingga semangat kemandirian dan kepedulian sosial terus tumbuh di Kabupaten Purbalingga.
LAYANAN MUSTAHIK31/10/2025 | Admin
BAZNAS PURBALINGGA SALURKAN BANTUAN KURSI RODA UNTUK IBU SARKIYAH
BAZNAS PURBALINGGA SALURKAN BANTUAN KURSI RODA UNTUK IBU SARKIYAH
Purbalingga – Kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga. Hari ini, BAZNAS menyalurkan bantuan kursi roda kepada Ibu Sarkiyah, warga Desa Sanguwatang RT 02 RW 01, Kecamatan Karangjambu. Ibu Sarkiyah, 60 tahun, diketahui menderita diabetes yang kemudian berujung pada komplikasi penyakit saraf. Awalnya beliau menjalani pengobatan di SIMED Purbalingga, dengan jadwal kontrol seminggu sekali, kemudian berlanjut menjadi dua minggu sekali. Namun, karena keterbatasan biaya dan kondisi kesehatan yang semakin melemah, pengobatan tersebut hanya dapat dijalani dua kali saja. Kini, kondisi Ibu Sarkiyah membuatnya sulit untuk berjalan dan harus menjalani perawatan di dua poli, yaitu poli saraf dan poli ortopedi. Melihat keadaan tersebut, BAZNAS Kabupaten Purbalingga bergerak cepat menyalurkan bantuan kursi roda agar beliau dapat lebih mudah beraktivitas dan menjalani hari-harinya dengan lebih nyaman. Dengan mata berkaca-kaca, Ibu Sarkiyah menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada BAZNAS Purbalingga. “Saya sangat berterima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Kursi roda ini sangat berarti bagi saya. Semoga BAZNAS selalu diberi kelancaran dan bisa terus membantu orang-orang seperti saya yang membutuhkan,” ucap Ibu Sarkiyah penuh haru. Penyaluran bantuan ini menjadi wujud nyata kepedulian BAZNAS Purbalingga terhadap masyarakat yang membutuhkan, sekaligus bukti bahwa kehadiran BAZNAS benar-benar dirasakan manfaatnya hingga pelosok desa. BAZNAS berharap, bantuan ini dapat meringankan beban Ibu Sarkiyah serta menjadi penyemangat bagi masyarakat lain untuk saling peduli dan berbagi.
LAYANAN_MUSTAHIK31/10/2025 | Admin
BAZNAS PURBALINGGA SALURKAN BANTUAN KURSI RODA UNTUK UPZ SMP NEGERI 3 KARANGREJA
BAZNAS PURBALINGGA SALURKAN BANTUAN KURSI RODA UNTUK UPZ SMP NEGERI 3 KARANGREJA
Purbalingga – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan. Hari ini, BAZNAS menyalurkan bantuan berupa kursi roda kepada Unit Pengumpul Zakat (UPZ) SMP Negeri 3 Karangreja. Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian BAZNAS terhadap sekolah-sekolah yang membutuhkan dukungan, khususnya dalam membantu siswa, guru, atau warga sekolah yang mengalami keterbatasan fisik agar tetap dapat beraktivitas dengan nyaman. Kepala SMP Negeri 3 Karangreja menyampaikan ucapan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Purbalingga atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, kursi roda ini akan sangat bermanfaat dan menjadi wujud nyata dari semangat gotong royong serta kepedulian sosial di lingkungan pendidikan. “Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Purbalingga yang telah memberikan perhatian kepada sekolah kami. Bantuan ini sangat membantu dan kami berharap BAZNAS terus maju, semakin dipercaya masyarakat, dan semakin luas menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” ujar Kepala Sekolah SMPN 3 Karangreja. Dengan adanya penyaluran bantuan ini, diharapkan kolaborasi antara BAZNAS dan sekolah-sekolah di Purbalingga dapat terus terjalin, sehingga semangat kepedulian dan kebaikan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat.
LAYANAN_MUSTAHIK31/10/2025 | Admin
TIDAK SENDIRI, KISMOYO DITEMANI BAZNAS DI JALAN KESEMBUHAN
TIDAK SENDIRI, KISMOYO DITEMANI BAZNAS DI JALAN KESEMBUHAN
Purbalingga – Musibah tak pernah bisa ditebak, namun kepedulian selalu menemukan jalannya. Itulah yang dirasakan oleh Bapak Kismoyo, warga Desa Grantung, Kecamatan Karangmoncol, yang kini tengah berjuang memulihkan diri pasca kecelakaan kerja yang dialaminya di Jakarta. Setelah kembali ke kampung halaman, semangat hidupnya perlahan bangkit kembali—bersama uluran tangan dan pendampingan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga). Melalui program Layanan Ambulans BAZNAS, tim BAZNAS Purbalingga turut mendampingi Pak Kismoyo saat menjalani kontrol kesehatan di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga, baru-baru ini. Perjalanan menuju rumah sakit bukan sekadar rutinitas medis, tapi menjadi bagian dari perjuangan panjang seorang ayah yang ingin kembali sehat demi keluarganya. BAZNAS tidak hanya hadir mengantar, tapi juga memberikan semangat dan perhatian. Dalam setiap perjalanan kontrol, tim relawan memastikan Pak Kismoyo mendapatkan kenyamanan dan pendampingan penuh. Bagi BAZNAS, pelayanan ini bukan sekadar bantuan transportasi, melainkan bentuk nyata dari misi kemanusiaan—menghadirkan kasih, empati, dan harapan di tengah ujian hidup. Kini, di rumah sederhananya di Desa Grantung, Pak Kismoyo terus berupaya sembuh. Kehadiran BAZNAS menjadi pengingat bahwa ia tidak sendirian di jalan kesembuhan ini. Di balik senyumnya yang perlahan kembali, tersimpan rasa syukur atas perhatian dan kepedulian yang datang dari lembaga zakat daerahnya sendiri. Dengan semangat Purbalingga Peduli, BAZNAS berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat—menemani, melayani, dan menguatkan mereka yang membutuhkan, kapan pun dan di mana pun.
LAYANAN_MUSTAHIK30/10/2025 | Admin
BAZNAS PURBALINGGA HADIRKAN HARAPAN UNTUK PENDERES YANG TERLUKA DEMI NAFKAH KELUARGA
BAZNAS PURBALINGGA HADIRKAN HARAPAN UNTUK PENDERES YANG TERLUKA DEMI NAFKAH KELUARGA
Purbalingga – Kepedihan dan haru menyelimuti kediaman sederhana milik Bapak Rohmat, warga Desa Krangean RT 1 RW 9, Kecamatan Kertanegara, ketika tim Baznas Kabupaten Purbalingga datang berkunjung pada Selasa, 28 Oktober 2025. Kunjungan itu bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga bentuk kepedulian nyata—Baznas melakukan asesmen dan menyalurkan bantuan bagi beliau yang tengah berjuang memulihkan diri dari luka-luka akibat kecelakaan kerja. Beberapa waktu lalu, Bapak Rohmat—yang sehari-hari bekerja sebagai penderes nira kelapa—mengalami musibah tragis. Saat memanjat pohon kelapa setinggi sekitar 10 meter, kakinya terpeleset dan ia terjatuh keras ke tanah. Sejak kejadian itu, tubuhnya belum sepenuhnya pulih. Aktivitas yang biasa ia lakukan untuk menghidupi keluarga pun terpaksa terhenti. Dalam kondisi penuh keterbatasan, bantuan dari Baznas Purbalingga datang bak setetes harapan di tengah kesulitan. Wajah Bapak Rohmat tampak haru ketika menerima bantuan tersebut. Dengan suara bergetar, ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam. “Terima kasih kepada Baznas yang sudah peduli kepada kami para penderes. Bantuan ini sangat berarti untuk saya dan keluarga,” tutur Bapak Rohmat dengan mata berkaca-kaca. Ketua Baznas Kabupaten Purbalingga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program peduli mustahik, khususnya bagi warga yang mengalami musibah saat bekerja. “Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban Pak Rohmat, sekaligus menjadi pengingat bagi kita semua bahwa para penderes adalah pahlawan ekonomi desa yang patut kita hargai,” ujarnya. Di balik kesederhanaan rumah bambu dan tubuh yang masih lemah, terpancar semangat Bapak Rohmat untuk sembuh dan kembali bekerja. Harapan itu kini tumbuh bersama kepedulian yang ditunjukkan Baznas Purbalingga sebuah bukti bahwa kebaikan tak pernah mengenal jarak maupun perbedaan.
DARURAT SOSIAL29/10/2025 | Admin
BAZNAS KABUPATEN PURBALINGGA BANTU PELUNASAN BIAYA RUMAH SAKIT ALMARHUM FAYEL AU
BAZNAS KABUPATEN PURBALINGGA BANTU PELUNASAN BIAYA RUMAH SAKIT ALMARHUM FAYEL AU
Purbalingga – Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan, BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyalurkan bantuan sosial kepada keluarga Almarhum Fayel Aufa Saputra, warga Jambudesa RT 2 RW 2, Kecamatan Karanganyar. Bantuan tersebut diserahkan pada Senin, 28 Oktober 2025, berupa pelunasan biaya rumah sakit sebesar Rp500.000, guna membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Bantuan diterima langsung oleh Ibu Almarhum Fayel Aufa Saputra dengan penuh rasa haru dan duka. Ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Purbalingga atas kepedulian dan bantuan yang diberikan di tengah kesulitan yang dialami keluarganya. Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari program Purbalingga Peduli, yang bertujuan membantu masyarakat kurang mampu, terutama yang sedang menghadapi musibah atau kesulitan biaya pengobatan. “Kami turut berduka cita atas berpulangnya Almarhum Fayel Aufa Saputra. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga dan menjadi amal jariyah bagi para muzakki yang telah menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS,” ujarnya. BAZNAS Kabupaten Purbalingga terus berkomitmen menyalurkan zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan, agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas dan tepat sasaran.
DARURAT_SOSIAL29/10/2025 | Admin
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat