WhatsApp Icon
Di antara harap dan lelah, Ambulans Gratis BAZNAS selalu dinantikan kehadirannya

Bagi sebagian orang, ambulans hanyalah kendaraan. Namun bagi warga yang tengah berjuang melawan sakit, ambulans gratis BAZNAS adalah penyambung harapan—datang tepat waktu, tanpa meminta biaya, dan membawa rasa aman.

Seperti yang dirasakan Swasti Rochyani (52) dan Kantiyah (35), warga Desa Bobotasri. Keduanya adalah penderita gagal ginjal yang harus menjalani hemodialisa dua kali dalam sepekan di RST Wijaya Kusuma Purwokerto. Perjalanan dari desa ke rumah sakit bukanlah hal mudah. Jarak yang jauh dan kondisi tubuh yang lemah membuat transportasi menjadi kebutuhan vital—namun juga beban berat jika harus ditanggung sendiri.

Hal serupa dialami Siti Fatimah (57), warga Karanglewas, Kecamatan Kutasari. Setiap pekan, ia harus bolak-balik ke RST Wijaya Kusuma Purwokerto untuk mempertahankan hidupnya melalui cuci darah. Di tengah keterbatasan ekonomi, biaya transportasi yang mahal kerap menjadi kecemasan tersendiri, bahkan sebelum rasa sakit itu datang.

Di Kecamatan Karangmoncol, Bapak Darsono (50), warga Desa Tunjungmuli, juga menjalani perjuangan yang sama. Dua kali sepekan ia harus menjalani hemodialisa di RSUD Pantinugroho Purbalingga. Tanpa ambulans gratis, ongkos perjalanan dari desa ke rumah sakit bisa menguras penghasilan keluarga, bahkan lebih besar dari biaya kebutuhan harian.

Di sinilah Layanan Ambulans Gratis BAZNAS hadir dengan makna yang sesungguhnya. Tidak hanya mengantar pasien dari rumah ke fasilitas kesehatan, tetapi juga mengurangi beban pikiran, meringankan biaya, dan memberi ketenangan bagi keluarga. Biaya transportasi yang sebelumnya mahal kini tak lagi menjadi penghalang bagi mereka untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak.

Bagi para pasien, ambulans ini bukan sekadar kendaraan, melainkan bukti nyata kepedulian dan solidaritas umat. Sebuah layanan yang memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak boleh menghalangi seseorang untuk berobat dan bertahan hidup.

 

Karena bagi mereka yang tengah berjuang melawan sakit, hadir tepat waktu dan tanpa biaya adalah bentuk kasih sayang yang tak ternilai. Dan Ambulans Gratis BAZNAS, setiap hari, terus bergerak membawa harapan itu.

31/01/2026 | Kontributor: Admin
BAZNAS Terima Bantuan Kemanusiaan dari Alumni Haji 2025 untuk Warga Terdampak Bencana di Purbalingga

BAZNAS Kabupaten Purbalingga menerima bantuan kemanusiaan dari Alumni Haji Tahun 2025 sebesar Rp9.025.000 untuk membantu warga terdampak bencana di wilayah Kabupaten Purbalingga. Bantuan tersebut diterima secara resmi pada Jumat, 30 Januari 2026, oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Purbalingga, H. Suparna.

Bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan solidaritas Alumni Haji 2025 terhadap sesama, khususnya masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana dan membutuhkan uluran tangan untuk bangkit kembali.

Perwakilan Alumni Haji 2025 menyampaikan bahwa bantuan ini lahir dari semangat kebersamaan dan nilai kemanusiaan yang tumbuh selama menunaikan ibadah haji.“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Ini adalah bentuk kepedulian dan rasa syukur kami, agar keberkahan ibadah haji juga dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Sementara itu, Waka II BAZNAS Kabupaten Purbalingga, H. Suparna, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada BAZNAS.“Kami mengucapkan terima kasih kepada Alumni Haji 2025 atas kepeduliannya. Insyaallah bantuan ini akan kami salurkan secara amanah dan tepat sasaran kepada warga terdampak bencana di Purbalingga,” tutur H. Suparna.

BAZNAS Kabupaten Purbalingga berkomitmen untuk terus menjadi jembatan kebaikan antara para donatur dan masyarakat yang membutuhkan, serta memastikan setiap bantuan yang diterima dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi para penerima manfaat.

31/01/2026 | Kontributor: Admin
Kolaborasi Kemanusiaan, BAZNAS Purbalingga Salurkan Bantuan Diapers bagi Penyintas Banjir Bandang dari BAZNAS Provinsi Jawa Tengah

BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyalurkan bantuan kebutuhan dasar berupa diapers sebanyak 3.000 pcs yang bersumber dari BAZNAS Provinsi Jawa Tengah kepada para penyintas bencana banjir bandang di Kabupaten Purbalingga. Bantuan ini merupakan bagian dari respon kemanusiaan untuk membantu pemenuhan kebutuhan kelompok rentan pascakejadian bencana.

Sebagaimana diketahui, bencana banjir bandang melanda wilayah Kecamatan Karangreja dan Kecamatan Mrebet pada Jumat, 23 Januari 2026, akibat intensitas hujan tinggi yang mengguyur kawasan hulu. Peristiwa tersebut mengakibatkan meluapnya aliran sungai disertai material lumpur dan batu, sehingga berdampak pada permukiman warga serta memaksa sebagian masyarakat mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Sebagai bentuk kepedulian dan penguatan layanan bagi para penyintas, penyaluran bantuan diapers dilaksanakan pada Jumat, 30 Januari 2026. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Jawa Tengah, Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K, di Posko Induk Desa Serang, Kabupaten Purbalingga, yang menjadi pusat koordinasi penanganan darurat bencana.

Dalam mekanisme pendistribusiannya, BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyalurkan bantuan ke tiga pos layanan dengan rincian 720 pcs diapers ditempatkan di Posko Induk Desa Serang, sementara 2.280 pcs lainnya didistribusikan melalui Pos BAZNAS–PMI. Skema ini dilakukan untuk memastikan bantuan dapat menjangkau para penyintas secara cepat, tepat, dan merata, khususnya bagi balita, lansia, dan kelompok rentan lainnya.

Melalui sinergi antara BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, BAZNAS Kabupaten Purbalingga, serta berbagai unsur terkait, diharapkan bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat terdampak sekaligus mendukung proses pemulihan pascabencana. BAZNAS terus berkomitmen untuk hadir dan mengambil peran aktif dalam setiap upaya kemanusiaan sebagai wujud amanah pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah demi kemaslahatan umat.

31/01/2026 | Kontributor: Admin
BAZNAS Purbalingga Laksanakan Latihan Dasar Kelompok Program ZMart

BAZNAS Kabupaten Purbalingga bekerja sama dengan BAZNAS RI menggelar Latihan Dasar Kelompok (LDK) Mengelola Warung Kelontong Secara Profesional melalui Program ZMart sebagai upaya nyata dalam penguatan ekonomi mustahik dan penanggulangan kemiskinan, khususnya di wilayah perkotaan, pada Kamis (29/1/2026) di aula BAZNAS. Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Purbalingga yang merupakan pemilik warung kelontong skala mikro hingga kecil.

Kegiatan LDK secara resmi dibuka oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, H. Sudijanto, S.Sos., M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Program ZMart merupakan salah satu program strategis BAZNAS dalam mendorong kemandirian ekonomi mustahik melalui penguatan usaha riil yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Program ZMart ini bukan sekadar bantuan usaha, tetapi merupakan ikhtiar bersama untuk mengangkat mustahik agar berdaya dan mandiri. Melalui pelatihan dan pendampingan, kami berharap warung-warung milik mustahik dapat tumbuh, naik kelas, dan menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan bagi keluarga,” ujar H. Sudijanto.

Program ZMart sendiri merupakan program unggulan BAZNAS RI. Program ini fokus pada pemberdayaan ekonomi mustahik melalui pengembangan warung atau toko kelontong agar mampu bersaing di tengah pesatnya pertumbuhan ritel modern serta menjadi solusi nyata dalam mengatasi kemiskinan.

Dalam pelaksanaan LDK, peserta mendapatkan pembekalan terkait pengelolaan warung secara profesional, meliputi manajemen usaha sederhana, pencatatan keuangan, penataan produk, hingga peningkatan kualitas pelayanan kepada pelanggan. Seluruh rangkaian pelatihan disambut antusias oleh peserta yang berharap dapat menerapkan ilmu yang diperoleh untuk mengembangkan usaha mereka.

Pendamping ZMart BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Farhan Ma’ruf, SE, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas usaha mustahik agar mampu bertahan dan berkembang secara berkelanjutan.

“LDK ini bertujuan membekali para pelaku usaha warung dengan dasar pengelolaan yang lebih profesional. Harapannya, warung ZMart tidak hanya bertahan, tetapi mampu berkembang, meningkatkan pendapatan, dan secara bertahap mengeluarkan keluarga dari jerat kemiskinan,” jelas Farhan.

Melalui Program ZMart, BAZNAS Kabupaten Purbalingga terus meneguhkan komitmennya dalam menghadirkan program pemberdayaan ekonomi yang terukur, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan mustahik di Kabupaten Purbalingga.

29/01/2026 | Kontributor: Admin
Dari Dapur Umum hingga Aksi Bersih, BAZNAS Terus Dampingi Penyintas Bencana

Memasuki masa tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor di Kecamatan Karangreja dan Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, upaya penanganan terus dilakukan secara intensif oleh berbagai pihak. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga hingga saat ini masih aktif terlibat dalam pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas, khususnya melalui layanan dapur umum bersama Palang Merah Indonesia (PMI).

Setiap harinya, dapur umum tersebut mampu memproduksi dan menyalurkan lebih dari 1.000 porsi makanan siap saji yang diperuntukkan bagi para penyintas terdampak bencana serta relawan yang bertugas di lokasi. Langkah ini menjadi bagian penting dalam memastikan kebutuhan konsumsi tetap terpenuhi selama masa darurat berlangsung.

Dalam pelaksanaannya, Tim BAZNAS Purbalingga terbagi menjadi dua tim utama. Tim pertama difokuskan pada operasional dapur umum yang berlokasi di Sangkanayu Hills, sementara tim kedua diterjunkan langsung ke Dusun Kaliurip, Desa Serang, untuk membantu proses pembersihan material longsor yang menutup akses dan lingkungan warga.

Namun demikian, proses penanganan di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala. Curah hujan yang terus mengguyur wilayah terdampak menyebabkan kegiatan pembersihan material longsor kerap terhenti demi menjaga keselamatan relawan. Bahkan, pada Selasa, kondisi diperparah dengan kembali meluapnya aliran sungai, sehingga meningkatkan risiko dan memperlambat proses pemulihan.

BAZNAS Kabupaten Purbalingga bersama para mitra kemanusiaan berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat terdampak, sembari berharap kondisi cuaca segera membaik agar proses penanganan dan pemulihan dapat berjalan lebih optimal.

28/01/2026 | Kontributor: Admin

Berita Terbaru

RUMAH RAPUH, HATI YANG KOKOH—KINI DISENTUH CINTA DARI BAZNAS
RUMAH RAPUH, HATI YANG KOKOH—KINI DISENTUH CINTA DARI BAZNAS
Purbalingga — Suasana haru menyelimuti Mbah Painem (67) lansia asal Karangmanyar, Kalimanah Purbalingga, saat menerima bantuan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga. Mbah Painem diatar oleh perangkat desa setempat untuk menerima bantuan di BAZNAS. Mbah Painem adalah sosok sederhana yang selama ini menggantungkan hidup dari berjualan pecel serta rebusan sayur dan buah. Dengan berjalan kaki menyusuri gang-gang kecil, beliau menjajakan dagangannya setiap hari demi mencukupi kebutuhan hidup. Tak jarang, tubuh renta dan langkah tertatihnya tak menghalangi semangatnya untuk terus berjuang. Namun, seiring bertambahnya usia dan kondisi kesehatan yang kian menurun, Mbah Painem kini sudah tak lagi mampu berjualan. Tanpa penghasilan tetap, beliau harus bertahan hidup sendiri di rumah. Rumah Mbah Painem masih beralas tanah, dan sebagian pagarnya telah rusak. Ia ingin memperbaikinya namun ia tak mampu karena tak ada biaya. Kondisi inilah yang mengetuk hati BAZNAS Purbalingga untuk hadir memberi bantuan. Lewat program RTLH, BAZNAS menyalurkan bantuan kepada Mbah Painem untuk memperbaiki rumahnya agar nyaman dihuni. "Kami berharap bantuan ini tidak hanya memperbaiki rumah, tapi juga menjadi penyemangat baru bagi Mbah Painem untuk terus menjalani hari-hari dengan lebih bahagia dan tenang," ujar perwakilan BAZNAS Purbalingga, Andi Wibowo. Mbah Painem tak kuasa menahan haru saat melihat rumahnya mulai diperbaiki. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah peduli. "Alhamdulillah... matur nuwun sanget. Nggih sampun sepuh, badan pun boten kuat malih. Tapi Gusti Allah kersa ngirimi tiyang-tiyang sae sing nulungi kulo," ucapnya lirih. (Allhamdulillah, terima kasih. Saya sudah tua, badan sudah lemah, tapi Allah mengirimkan orang – orang baik yang menolong saya) Kisah Mbah Painem menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial mampu mengubah kehidupan seseorang. Dan di tengah kesunyian hidup yang ia jalani, hadirnya bantuan ini menjadi pelita baru bagi Mbah Painem untuk tetap berharap dan tersenyum.
BERITA01/08/2025 | Admin
ZAKAT YANG MENGUATKAN MIMPI: SENTUHAN CINTA BAZNAS UNTUK ANAK-ANAK YATIM DI SMPN 1 KALIGONDANG
ZAKAT YANG MENGUATKAN MIMPI: SENTUHAN CINTA BAZNAS UNTUK ANAK-ANAK YATIM DI SMPN 1 KALIGONDANG
Purbalingga — Dalam upaya mendukung keberlanjutan pendidikan anak-anak yatim dan piatu, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga menyalurkan bantuan pendidikan kepada 24 siswa SMPN 1 Kaligondang. Masing-masing siswa menerima bantuan sebesar Rp200.000,- yang disalurkan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) SMPN 1 Kaligondang. Total bantuan yang diserahkan Rp 4.800.000,- Bantuan ini merupakan wujud nyata dari kepedulian BAZNAS terhadap dunia pendidikan, khususnya bagi siswa-siswi yang membutuhkan uluran tangan dalam menempuh pendidikan. Dengan bantuan ini, diharapkan dapat meringankan beban ekonomi para siswa dan memotivasi mereka untuk terus semangat dalam belajar. Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, H. Soedijanto, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari distribusi zakat yang tepat sasaran, sekaligus sebagai bentuk kehadiran negara melalui BAZNAS dalam membantu para mustahik di bidang pendidikan. “Kami berharap bantuan ini dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk terus berprestasi dan tidak menyerah dalam meraih cita-cita, meskipun dalam kondisi keterbatasan. Terima kasih kepada seluruh muzaki yang telah mempercayakan zakatnya melalui BAZNAS,” ujar H. Soedijanto. Pihak sekolah menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas perhatian yang diberikan oleh BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Bantuan ini dinilai sangat berarti bagi para siswa yang menerima. “Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Purbalingga atas bantuan yang diberikan. Ini menjadi motivasi besar bagi anak-anak didik kami untuk terus semangat belajar. Semoga kebaikan ini menjadi keberkahan untuk semua pihak yang terlibat,” ujar perwakilan pihak sekolah. Melalui sinergi bersama UPZ sekolah, BAZNAS Purbalingga terus berkomitmen menebar manfaat zakat yang tidak hanya menyentuh sisi ekonomi, tetapi juga mampu menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi generasi penerus bangsa.
BERITA01/08/2025 | Admin
KHOTMIL QURAN BAZNAS: MENYATUKAN HATI, MENEBAR KEBERKAHAN
KHOTMIL QURAN BAZNAS: MENYATUKAN HATI, MENEBAR KEBERKAHAN
Purbalingga — Dalam rangka memperkuat spiritualitas dan memohon keberkahan atas seluruh program kemanusiaan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menggelar Khotmil Qur’an di kantor BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Kegiatan ini diikuti oleh para amil, staf, serta para relawan BAZNAS Acara yang sarat nilai keagamaan ini bertujuan untuk membumikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup sekaligus memperkuat integritas spiritual para pengelola zakat. Khotmil Qur’an menjadi momen muhasabah diri, memohon ampunan, dan mengharap ridha Allah SWT agar setiap rupiah zakat yang dihimpun dapat disalurkan tepat sasaran dan membawa kemaslahatan. "Kami ingin setiap langkah dan program BAZNAS senantiasa dirahmati oleh Allah SWT. Khotmil Qur’an ini juga menjadi ikhtiar batin agar amanah para muzaki dapat kami kelola dengan sebaik-baiknya," ujar Ketua BAZNAS Purbalingga, H. Soedijanto, S.Sos.,M.Si. Selain sebagai agenda rutin, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mendoakan para mustahik agar diberikan kekuatan dan kemudahan dalam menjalani kehidupan, serta para muzaki agar hartanya senantiasa diberkahi. Harapannya, melalui Khotmil Qur’an ini, semangat keberkahan dapat terus menyertai langkah BAZNAS dalam menebar manfaat, memperkuat ukhuwah, dan menghadirkan keadilan sosial melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara profesional dan amanah.
BERITA01/08/2025 | Admin
TANAM TRADISIONAL DI PURBALINGGA, RAHASIA PETANI BAZNAS TINGKATKAN PRODUKTIVITAS
TANAM TRADISIONAL DI PURBALINGGA, RAHASIA PETANI BAZNAS TINGKATKAN PRODUKTIVITAS
Desa Cilapar, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga — Di tengah kemajuan teknologi pertanian, semangat mempertahankan kearifan lokal tetap hidup di lahan-lahan pertanian milik para petani binaan BAZNAS. Salah satunya datang dari sosok inspiratif, Bapak Basori Basman, anggota Gapoktan Citra, yang memulai musim tanam kedua dengan cara yang berbeda—yakni dengan metode tanam tradisional. Bertempat di lahan pertanian Desa Cilapar, Pak Basori memilih varietas padi Inpari 32, yang dikenal memiliki daya tahan baik terhadap hama dan menghasilkan bulir yang berkualitas. Dengan teknik tanam mundur dan metode pencaplakan secara manual, barisan tanaman padi tersusun rapi dan teratur. Teknik ini memang tidak menggunakan mesin modern, namun terbukti efektif dalam menjaga kualitas tanam dan hasil panen. Tidak hanya fokus pada padi, Pak Basori juga memanfaatkan lahan yang tersedia untuk menanam ubi kayu sebagai tanaman tumpangsari. Langkah ini menjadi bentuk inovasi produktif dalam mengelola lahan agar tetap optimal sepanjang musim. "Kami ingin membuktikan bahwa teknik tradisional masih sangat relevan dan bahkan mampu meningkatkan produktivitas jika dilakukan dengan tekun dan penuh perhitungan," ujar Pak Basori saat ditemui di sela aktivitas menanam. Program ini sejalan dengan visi BAZNAS RI dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan petani mustahik, terutama di wilayah pedesaan. Dengan cara ini, tidak hanya hasil pertanian yang meningkat, tetapi juga kesejahteraan masyarakat sekitar. BAZNAS Purbalingga berharap bahwa model pertanian seperti yang dilakukan oleh Pak Basori dapat menjadi inspirasi bagi petani lainnya untuk tetap produktif, kreatif, dan mencintai tanah mereka dengan sepenuh hati.
BERITA31/07/2025 | Admin
BAZNAS ULURKAN HARAPAN: ASSESSMENT RTLH UNTUK PAK MISYANTO, PENYANDANG DISABILITAS MENTAL DI GUBUG BAMBU
BAZNAS ULURKAN HARAPAN: ASSESSMENT RTLH UNTUK PAK MISYANTO, PENYANDANG DISABILITAS MENTAL DI GUBUG BAMBU
Di tengah sepi dan hamparan sawah Desa Tunjungmuli, Kecamatan Karangmoncol, hidup seorang pria dengan kondisi yang begitu memprihatinkan. Namanya Pak Misyanto (42). Sehari-hari, ia tinggal sendirian di sebuah gubug kecil di Desa Tunjungmuli, Karangmoncol. Gubug itu jauh dari kata layak—berdinding bambu lapuk, beratap bocor, dan beralaskan tanah dan terpal. Pak Misyanto merupakan penyandang disabilitas mental. Keluarganya tak mampu memberikan kehidupan yang layak karena kondisi ekonominya tidak mencukupi. Mengetahui kondisi tersebut, BAZNAS Kabupaten Purbalingga bergerak cepat melakukan assessment bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi Pak Misyanto. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama yang hidup dalam kondisi darurat kemanusiaan. Tim BAZNAS hadir langsung ke lokasi untuk melihat dan mencatat secara detail kondisi gubug tempat tinggal Pak Misyanto. Assessment ini menjadi langkah awal untuk menentukan kelayakan dan kebutuhan pembangunan rumah yang lebih layak, aman, dan manusiawi bagi beliau. “Kondisi Pak Misyanto sangat memprihatinkan. Beliau sangat layak dibantu. Semoga melalui bantuan RTLH dari BAZNAS, beliau bisa tinggal di tempat yang lebih layak dan aman,” ungkap salah satu petugas BAZNAS di sela kegiatan, Igun Setiawan. Kehadiran tim disambut baik oleh warga sekitar yang turut berharap agar bantuan segera terealisasi. Mereka menyampaikan bahwa selama ini Pak Misyanto hidup dengan bergantung pada bantuan tetangga dan sesekali pemberian warga. Assessment ini menjadi bentuk nyata komitmen BAZNAS dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat miskin dan rentan, khususnya mereka yang seringkali luput dari perhatian. Terima kasih kepada para muzaki yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Purbalingga. Semoga langkah kecil ini menjadi awal dari perubahan besar dalam hidup Pak Misyanto, dan menjadi pahala jariyah yang terus mengalir bagi para dermawan.
BERITA31/07/2025 | Admin
DARI CIPAKU UNTUK PALESTINA: KETULUSAN MAJELIS TAKLIM UMMAHAT YANG MENEMBUS BATAS KEMANUSIAAN
DARI CIPAKU UNTUK PALESTINA: KETULUSAN MAJELIS TAKLIM UMMAHAT YANG MENEMBUS BATAS KEMANUSIAAN
Purbalingga - Wujud kepedulian terhadap saudara-saudara Muslim di Palestina terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat, termasuk dari Majelis Taklim Ummahat Desa Cipaku, Kecamatan Mrebet. Hari ini, majelis taklim tersebut menyalurkan donasi kemanusiaan sebesar Rp1.500.000 untuk Palestina melalui BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Penyaluran donasi ini diserahkan secara langsung kepada BAZNAS Purbalingga untuk kemudian disalurkan ke BAZNAS RI sebagai bentuk kepercayaan dan komitmen dalam mendukung program kemanusiaan global. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga Palestina yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan berkepanjangan. "Semoga apa yang kami titipkan menjadi amal jariyah dan membawa manfaat sebesar-besarnya bagi yang menerima," ungkap salah satu perwakilan majelis taklim saat menyerahkan donasi. BAZNAS Purbalingga mengapresiasi kontribusi dan kepedulian yang luar biasa dari Majelis Taklim Ummahat Cipaku. Kolaborasi seperti ini menjadi bukti nyata bahwa semangat solidaritas dan kepedulian umat Islam di Purbalingga sangat kuat, tidak hanya untuk kebutuhan lokal, tetapi juga untuk isu kemanusiaan global. Dengan donasi ini, Majelis Taklim Ummahat Cipaku turut menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan yang lebih besar, sekaligus menginspirasi kelompok masyarakat lain untuk terus berbagi dan peduli terhadap sesama.
BERITA31/07/2025 | Admin
GUBUG DI TENGAH SAWAH, HATI YANG SELUAS LANGIT: MBAH SUHADI DAN SENYUM DI TENGAH DERITA
GUBUG DI TENGAH SAWAH, HATI YANG SELUAS LANGIT: MBAH SUHADI DAN SENYUM DI TENGAH DERITA
Mbah Suhadi (81) tinggal di gubug di tengah sawah yang terbuat dari anyaman bambu yang rapuh, tertutup banner dan bendera bekas sebagai pengganti dinding. Tak ada listrik, tak ada dapur, tak ada ruang tamu atau kamar tidur-hanya sepetak ruangan sempit yang menjadi tempat berteduh Mbah Suhadi, sang istri, dan putri bungsunya yang menderita hydrocephalus. Setiap hari, ia merawat putrinya yang hanya bisa terbaring lemah di atas ranjang bambu tua, tak tersentuh pengobatan. la memasak ubi kayu kukus di tungku sederhana, mengandalkan hasil kebun seadanya di sekeliling gubugnya. Tak ada penghasilan tetap, tak ada jaminan hari esok-hanya ada keyakinan dan rasa syukur yang tak pernah luntur, serta senyum tulus yang selalu terukir diwajah keriputnya. Kabar baik pun datang, membawa secercah harapan di usia senjanya. BAZNAS, PMI, dan Pemerintah Desa Gembong bersinergi memberikan bantuan nyata. Mbah Suhadi kini mendapatkan rumah baru yang sedang dibangun di tanah desa, tidak jauh dari rumah Kepala Desa Gembong. Semua fasilitas—listrik, sanitasi, ruang layak huni—akan disediakan secara cuma-cuma. Sebuah hadiah kehidupan di penghujung usia, yang tak pernah ia minta, tapi Allah hadirkan lewat tangan-tangan dermawan. Kini, harapan itu mulai berdiri: tembok-tembok rumah yang kokoh menggantikan anyaman bambu yang lapuk, atap yang melindungi dari panas dan hujan, dan cahaya yang akan menerangi malam-malam panjangnya. Sebuah tempat yang akhirnya bisa disebut rumah—bukan sekadar tempat berteduh.Terima kasih Muzaki dan semua pihak yang telah membersamai perjuangan Mbah Suhadi. Semoga menjadi amal jariyah yang tak terputus.
BERITA31/07/2025 | Admin
SATU TUJUAN, SATU AKSI: BAZNAS DAN DINAS PERTANIAN GOTONG ROYONG JAGA IRIGASI SLINGA
SATU TUJUAN, SATU AKSI: BAZNAS DAN DINAS PERTANIAN GOTONG ROYONG JAGA IRIGASI SLINGA
Purbalingga - BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Purbalingga, Kamis (31/7/2025) melaksanakan kegiatan bersih-bersih saluran irigasi Slinga yang dimulai dari Desa Galuh, Bojongsari. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara BAZNAS Purbalingga dengan Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran sistem irigasi pertanian setempat. Sebanyak 10 personel BTB BAZNAS diterjunkan langsung ke lapangan untuk melakukan pembersihan saluran irigasi sepanjang lebih dari 1 kilometer, yang selama ini mengalami penyumbatan akibat sedimentasi, sampah, dan pertumbuhan gulma. Aksi bersih ini dilakukan guna memastikan aliran air ke lahan pertanian warga tetap lancar dan optimal, terutama menjelang musim tanam. “Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS Purbalingga terhadap sektor pertanian sebagai penopang utama perekonomian masyarakat. Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari peran aktif BTB dalam aksi mitigasi bencana, khususnya dalam mencegah gagal panen akibat saluran irigasi yang tersumbat,” ujar salah satu perwakilan BAZNAS Purbalingga, Saryo. Pihak Dinas Pertanian Purbalingga menyambut baik sinergi ini dan berharap kegiatan semacam ini bisa menjadi agenda rutin yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk petani dan relawan. Diharapkan, kegiatan ini dapat meningkatkan hasil pertanian sekaligus mempererat kerja sama antara lembaga pemerintah dan masyarakat.
BERITA31/07/2025 | Admin
PETANI BINAAN BAZNAS MULAI MUSIM TANAM KEDUA GAPOKTAN CITRA ANDALKAN TEKNIK TRADISIONAL DEMI HASIL MAKSIMAL
PETANI BINAAN BAZNAS MULAI MUSIM TANAM KEDUA GAPOKTAN CITRA ANDALKAN TEKNIK TRADISIONAL DEMI HASIL MAKSIMAL
Kaligondang – Semangat para petani binaan BAZNAS tak pernah surut, meski tantangan musim dan perubahan iklim terus mengintai. Di tengah hamparan sawah Desa Cilapar, Kecamatan Kaligondang, Kelompok Tani (Gapoktan) Citra kembali memulai musim tanam kedua di tahun ini dengan penuh optimisme. Salah satu petani yang turut membuka musim tanam kali ini adalah Bapak Wiryo Subarno. Dengan penuh ketekunan, beliau menanam padi varietas Inpari 32, jenis padi unggul yang dikenal tahan hama dan menghasilkan panen tinggi. Menariknya, proses tanam dilakukan menggunakan metode tradisional “nandur” (menanam mundur). Teknik ini telah diwariskan turun-temurun dan diyakini mampu menjaga kestabilan posisi kaki saat menanam, sekaligus mempermudah pengaturan jarak tanam secara rapi. Jarak antar tanaman yang teratur menjadi kunci agar tanaman mendapatkan cukup ruang tumbuh dan sinar matahari, serta memudahkan proses pemeliharaan ke depannya. “Meski cara tanam ini tradisional, tapi hasilnya bisa sangat baik kalau kita jaga jaraknya dan perawatannya,” ujar Bapak Wiryo saat ditemui di tengah sawah miliknya yang memiliki luas sekitar 350 ubin (setara kurang lebih 4.900 meter persegi). Gapoktan Citra sendiri merupakan kelompok tani yang mendapat pendampingan dan binaan dari BAZNAS. Melalui berbagai pelatihan dan bantuan sarana produksi, para petani seperti Bapak Wiryo dibekali pengetahuan dan dukungan yang dapat meningkatkan produktivitas pertanian mereka. BAZNAS terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya para petani kecil, agar tetap bisa bertani dengan layak dan berdaya saing. Pendekatan tradisional yang dipadukan dengan dukungan modern diharapkan mampu menciptakan pertanian yang berkelanjutan dan mandiri. Musim tanam kali ini membawa harapan baru — bukan hanya bagi Bapak Wiryo dan Gapoktan Citra, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Desa Cilapar yang menggantungkan hidup dari hasil bumi.
BERITA30/07/2025 | Admin
TAK MALU BERJUALAN TAK LELAH MELANGKAH BAZNAS BANTU RINGANKAN LANGKAH TUSLINA
TAK MALU BERJUALAN TAK LELAH MELANGKAH BAZNAS BANTU RINGANKAN LANGKAH TUSLINA
Langkah kakinya menyusuri jalanan perumahan demi perumahan di Purbalingga. Setiap pagi, Tuslina (31) memanggul semangat di pundaknya, menjajakan aneka kue dan jajan pasar. Tak peduli panas atau hujan, ia tempuh jarak berkilo-kilometer dengan berjalan kaki, berkeliling membawa dagangan demi menopang ekonomi keluarga. Tuslina bukanlah perempuan yang mudah menyerah. Dengan keterbatasan yang dimiliki, ia tetap tegar menjalani hari-harinya sebagai penjual keliling. Kue-kue itu ia bawa dalam keranjang besar. “Saya tidak malu berjualan keliling, ini saya lakukan demi membantu ekonomi keluarga,” ujar Tuslina dengan mata berkaca-kaca. Suaminya hanya bekerja sebagai kuli, penghasilan hariannya pun belum tentu mencukupi kebutuhan mereka. Keinginan Tuslina tidaklah muluk -muluk, ia hanya ingin sepeda ontel untuk memudahkan ia dalam berkeliling. Kisah perjuangan Tuslina mengetuk hati banyak pihak, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga. Melalui Program Purbalingga Peduli, BAZNAS menyerahkan bantuan berupa sepeda ontel untuk memudahkan Tuslina dalam menjalankan aktivitas berjualannya. Kini, sepeda itu menjadi teman setia Tuslina. Ia tak lagi harus menahan lelah berjalan jauh, karena sepeda ontel pemberian para muzakki ini membantunya bergerak lebih cepat dan menjangkau lebih banyak pembeli. BAZNAS Kabupaten Purbalingga percaya bahwa setiap zakat yang dikelola dan disalurkan dengan tepat bisa menjadi harapan baru bagi mereka yang sedang berjuang. Dan melalui bantuan ini, BAZNAS tidak hanya memberikan alat transportasi, tetapi juga menyemai semangat dan harapan bagi seorang ibu muda yang gigih, bernama Tuslina.
BERITA30/07/2025 | Admin
GAPOKTAN CITRA PURBALINGGA, BUKTI NYATA PERTANIAN MODERN BERPADU KEARIFAN LOKAL
GAPOKTAN CITRA PURBALINGGA, BUKTI NYATA PERTANIAN MODERN BERPADU KEARIFAN LOKAL
Musim tanam kedua tahun ini dimulai dengan semangat baru oleh Gapoktan Citra, kelompok tani binaan BAZNAS yang berada di Desa Cilapar, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga. Dalam kegiatan ini, para petani kembali menanam padi varietas Inpari 32 yang dikenal memiliki ketahanan tinggi terhadap penyakit dan hasil panen yang optimal. Salah satu anggota kelompok tani, Margo Utrimo, memimpin proses tanam secara tradisional dengan metode tanam mundur dan pencaplakan. Meskipun menggunakan teknik lama, cara ini terbukti efektif dalam menciptakan barisan tanaman yang lebih rapi dan teratur, sehingga mempermudah pemeliharaan dan berpotensi meningkatkan produktivitas hasil pertanian. BAZNAS melalui program pemberdayaan petani terus mendorong praktik-praktik pertanian yang ramah lingkungan dan sesuai kearifan lokal, namun tetap produktif. Diharapkan, dengan pendampingan yang berkelanjutan, para petani tidak hanya mampu meningkatkan hasil panen, tetapi juga merasakan peningkatan kesejahteraan yang nyata. Kegiatan musim tanam kedua ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara petani, masyarakat, dan BAZNAS mampu menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan di sektor pertanian.
BERITA29/07/2025 | Admin
BAZNAS PURBALINGGA BANTU 25 SISWA YATIM PIATU DAN DHUAFA DI SMPN 2 PENGADEGAN WUJUD KEPEDULIAN UNTUK MASA DEPAN BANGSA
BAZNAS PURBALINGGA BANTU 25 SISWA YATIM PIATU DAN DHUAFA DI SMPN 2 PENGADEGAN WUJUD KEPEDULIAN UNTUK MASA DEPAN BANGSA
Purbalingga - Suasana haru menyelimuti halaman SMPN 2 Pengadegan saat 25 siswa yatim piatu dan dhuafa menerima bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Bantuan yang disalurkan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sekolah ini sebesar Rp200.000 per siswa, menjadi secercah cahaya bagi mereka yang tengah menghadapi tantangan hidup di usia yang masih belia. Program ini merupakan bentuk nyata kepedulian BAZNAS terhadap keberlangsungan pendidikan siswa kurang mampu, agar mereka tetap semangat belajar dan tidak merasa sendiri. Kepala SMPN 2 Pengadegan, Fitriani Tri Rahayu, S.Pd., menyampaikan apresiasinya atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh BAZNAS. “Terima kasih Baznas, bantuan ini tentunya sangat bermanfaat untuk para murid kami," ujarnya. Melalui program ini, BAZNAS berharap semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya berbagi, terutama dalam mendukung pendidikan anak-anak yatim dan dhuafa yang merupakan generasi penerus bangsa. Bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban mereka, sekaligus memupuk semangat untuk terus mengejar cita-cita. SMPN 2 Pengadegan sendiri aktif menjadi bagian dari gerakan zakat di lingkungan pendidikan, melalui pembentukan UPZ sekolah yang menjadi jembatan antara muzaki dan penerima manfaat. Semoga langkah kecil ini menjadi awal dari perubahan besar dalam kehidupan mereka.
BERITA28/07/2025 | Admin
SANG GURU NGAJI PENJUAL ES ITU KINI TAK LAGI KHAWATIR TEMPAT BERTEDUH
SANG GURU NGAJI PENJUAL ES ITU KINI TAK LAGI KHAWATIR TEMPAT BERTEDUH
Purbalingga — Senyum haru menghiasi wajah Bapak Nur Rofik (35), seorang warga Desa Karanganyar, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga, saat rumah sederhananya direnovasi melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari BAZNAS Purbalingga. Bapak Nur Rofik dikenal sebagai sosok pekerja keras. Setiap hari, ia mengayuh roda kehidupan dengan menjajakan es keliling menggunakan sepeda motor tua. Di tengah panas terik dan lelahnya jalanan, semangatnya tak pernah padam. Semua ia lakukan demi menghidupi keluarga dan mempertahankan rumah yang telah lama berdiri dengan kondisi seadanya. Selain itu, Bapak Nur Rofik juga merupakan guru ngaji di TPQ sekitar tempat tinggalnya. Ia dengan sabar mengajarkan baca tulis Al Qur’an kepada para santri di sekitar rumahnya. Tidak ada tarif. Tidak ada biaya. Ia mengajar dengan penuh keikhlasan dan kesabaran. Rumah kecilnya yang dahulu berdinding bambu dan berlantai tanah kini perlahan berubah. Bantuan dari BAZNAS Purbalingga bukan hanya membenahi atap dan tembok, tetapi juga membawa harapan baru bagi keluarga kecil ini. "Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Tidak menyangka akan dibantu seperti ini. Rumah ini sangat berarti bagi kami," ucap Bapak Nur Rofik dengan mata berkaca-kaca, tak kuasa menahan haru. Program RTLH ini menjadi bentuk nyata kepedulian BAZNAS terhadap masyarakat kecil yang selama ini hidup dalam keterbatasan. Tidak hanya memberikan bantuan fisik berupa perbaikan rumah, namun juga memberikan dorongan moral bagi masyarakat seperti Bapak Nur Rofik agar terus semangat menjalani kehidupan. Kisah Bapak Nur Rofik adalah potret ketulusan dan keikhlasan dalam mencari nafkah. Semangatnya menjadi inspirasi bagi banyak orang, bahwa dalam kesederhanaan pun, seseorang bisa tetap bermartabat dan penuh harapan. Semoga langkah BAZNAS ini terus memberi cahaya bagi mereka yang membutuhkan, dan semoga Bapak Nur Rofik diberi kesehatan dan rezeki yang berlimpah untuk melanjutkan perjuangan hidupnya.
BERITA28/07/2025 | Admin
BAZNAS PURBALINGGA LAKUKAN ASSESSMENT TERHADAP BAPAK AHMAD SUROSO, DEMI TEPAT SASARAN PENYALURAN ZAKAT
BAZNAS PURBALINGGA LAKUKAN ASSESSMENT TERHADAP BAPAK AHMAD SUROSO, DEMI TEPAT SASARAN PENYALURAN ZAKAT
Purbalingga – Sebagai bentuk komitmen untuk memastikan bantuan zakat tersalurkan tepat sasaran, BAZNAS Kabupaten Purbalingga melakukan assessment langsung ke rumah Bapak Ahmad Suroso, warga Desa Binangun, Kecamatan Mrebet. Bapak Ahmad Suroso adalah sosok pejuang keluarga. Di tengah kondisinya sebagai pasien cuci darah yang harus menjalani pengobatan rutin, ia tetap berusaha menjadi tulang punggung bagi keluarganya. Beban berat kian terasa ketika satu-satunya anaknya baru saja mengalami kecelakaan dan membutuhkan perhatian lebih. Kondisi ini menggugah kepedulian BAZNAS. Melalui proses assessment yang dilakukan oleh tim lapangan, BAZNAS meninjau langsung kondisi sosial, ekonomi, dan kesehatan keluarga Bapak Ahmad Suroso. Assessment ini merupakan langkah penting agar zakat yang dititipkan oleh para muzaki (pemberi zakat) dapat digunakan secara tepat, menyentuh mereka yang benar-benar membutuhkan. “Assessment bukan hanya formalitas, tapi bentuk tanggung jawab kami dalam menjaga amanah para muzaki. Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah zakat benar-benar menjadi solusi bagi mustahik seperti Bapak Ahmad Suroso,” ujar salah satu petugas BAZNAS saat di lokasi. Kondisi rumah sederhana, beban biaya pengobatan, serta tanggungan keluarga menjadi poin penting dalam proses ini. Data dan informasi yang dikumpulkan akan menjadi dasar dalam menentukan bentuk bantuan yang paling tepat. BAZNAS berharap bantuan yang nantinya diberikan tidak hanya meringankan beban ekonomi, tetapi juga menjadi penguat semangat bagi keluarga Bapak Ahmad Suroso dalam menghadapi ujian kehidupan. Langkah ini adalah cermin dari semangat kebersamaan, bahwa zakat bukan sekadar kewajiban, melainkan jembatan harapan yang bisa menguatkan mereka yang sedang terpuruk.
BERITA28/07/2025 | Admin
BAZNAS PURBALINGGA BANTU BAPAK ROMLI, PEJUANG USIA SENJA YANG JALANI CUCI DARAH
BAZNAS PURBALINGGA BANTU BAPAK ROMLI, PEJUANG USIA SENJA YANG JALANI CUCI DARAH
Purbalingga, Juli 2025 Di usia 87 tahun, Bapak Romli Prapto Harsono, warga Desa Bancar, masih terus berjuang melawan sakit yang menggerogoti tubuhnya. Beliau harus menjalani cuci darah secara rutin, sekaligus proses lepas pen di RS Siaga Medika Purbalingga. Di tengah segala keterbatasan, beliau tak sendiri. Ada cinta dan pengorbanan yang luar biasa dari sang istri dan anak tercinta, yang bahu-membahu merawat beliau dengan penuh kesabaran dan kasih. Melihat perjuangan keluarga ini, BAZNAS Kabupaten Purbalingga tergerak untuk hadir memberi bantuan. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban biaya pengobatan dan menjadi dukungan moral bagi keluarga yang telah menunjukkan arti sesungguhnya dari kasih dan ketulusan. Kondisi kesehatan Bapak Romli yang makin menurun tak menghalangi semangat keluarganya untuk terus membersamai. Mereka adalah gambaran nyata bahwa cinta dan gotong royong dalam keluarga adalah kekuatan yang tak tergantikan. BAZNAS Purbalingga percaya bahwa setiap tetes zakat yang dititipkan mampu menjadi lentera harapan. Dan hari ini, lentera itu menerangi jalan keluarga Bapak Romli, menghadirkan senyum di tengah duka, harapan di tengah sakit. Semoga Allah memberi kesembuhan, ketabahan, dan keberkahan bagi keluarga Bapak Romli dan semua muzakki yang telah mempercayakan zakatnya.
BERITA28/07/2025 | Admin
ANTARA AIR MATA, DOA, DAN HARAPAN PERJALANAN ZASKIA MELAWAN SAKIT, CINTA IBU, DAN ULURAN TANGAN BAZNAS
ANTARA AIR MATA, DOA, DAN HARAPAN PERJALANAN ZASKIA MELAWAN SAKIT, CINTA IBU, DAN ULURAN TANGAN BAZNAS
Purbalingga - Delapan tahun bukan waktu yang singkat. Delapan tahun pula Zaskia, gadis berusia 16 tahun asal Banjarsari, menguatkan hati dan raganya menghadapi cobaan berat: leukemia yang tak kunjung reda. Di usianya yang seharusnya diwarnai tawa riang dan cita-cita masa depan, Zaskia justru harus berkawan erat dengan jarum infus, obat-obatan, dan ruang perawatan rumah sakit. Namun ia tak sendiri. Di sampingnya selalu ada sang ibu, sosok luar biasa yang tak pernah lelah, tak pernah mengeluh, dan tak pernah meninggalkan harapan meski dalam kepedihan terdalam. Hari-hari mereka dilalui dengan penuh pengorbanan dan keikhlasan—menempuh perjalanan dari Banjarsari ke RS Margono Soekarjo Purwokerto, bahkan setiap pekan menyeberangi batas kota menuju RSUP Sardjito Yogyakarta, hanya demi satu hal: kesembuhan Zaskia. Bersama mereka, hadir pula Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga. Lembaga ini bukan hanya menjadi penyedia bantuan, tapi menjadi sahabat seperjalanan. BAZNAS membersamai Zaskia dan ibunya dalam sunyi dan peluh perjuangan selama 8 tahun. Setiap tangis yang ditahan, setiap doa yang dipanjatkan di tengah malam—semuanya disaksikan, dirangkul, dan dikuatkan. Zaskia, gadis kuat yang tak pernah mengeluh, akhirnya berpulang dalam damai pada Jumat, 25 Juli 2025 di RSUP Sardjito Yogyakarta. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tapi juga meninggalkan jejak semangat, ketegaran, dan cinta yang tak ternilai. Ia telah berjuang sekuat tenaga. Ia telah mengajarkan banyak orang tentang arti bersabar, tentang ikhlas menerima takdir, dan tentang kekuatan seorang ibu yang tiada tandingannya. Semoga Allah SWT menerima semua amal kebaikan Zaskia, mengangkat derajatnya di sisi-Nya, dan memberikan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan. Perjalanan panjang ini bukan akhir, tetapi awal dari kisah keabadian yang penuh cinta dan pengorbanan. Selamat jalan, Zaskia. Kau telah menjadi cahaya dalam gelap, dan semangatmu akan tetap hidup dalam hati kami.
BERITA25/07/2025 | Admin
BAZNAS PURBALINGGA BANTU DUA SISWA YATIM PIATU DHUAFA SMPN 4 KEMANGKON
BAZNAS PURBALINGGA BANTU DUA SISWA YATIM PIATU DHUAFA SMPN 4 KEMANGKON
Kemangkon, 25 Juli 2025 Di tengah perjuangan hidup tanpa kehadiran orang tua, dua siswa yatim piatu dari SMP Negeri 4 Kemangkon terus berusaha mengejar cita-cita mereka. Keduanya berasal dari keluarga dhuafa dan menjalani hari-hari penuh keterbatasan, namun tetap semangat menuntut ilmu. Melihat kondisi ini, BAZNAS Kabupaten Purbalingga hadir memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan anak-anak kurang mampu. Bantuan diserahkan langsung pada Jumat, 25 Juli 2025, sebagai wujud nyata dukungan untuk meringankan beban mereka dan memberi harapan baru dalam menapaki masa depan. Dalam tangis haru dan senyum syukur, kedua siswa menerima bantuan tersebut. Bagi mereka, ini bukan sekadar materi—melainkan bukti bahwa masih ada tangan-tangan baik yang peduli dan tak membiarkan mereka berjuang sendiri. Semoga dengan bantuan ini, semangat belajar mereka semakin menyala, dan kelak mereka dapat menjadi generasi penerus yang tangguh dan membawa kebaikan bagi sesama. BAZNAS Purbalingga terus berkomitmen menebar manfaat zakat untuk mereka yang membutuhkan. Karena setiap rupiah yang dititipkan, adalah bagian dari harapan yang kita bangun bersama.
BERITA25/07/2025 | Admin
MENYALAKAN ASA MEWUJUDKAN CITA BAZNAS BANTU SISWA YATIM DAN DHUAFA DI SMPN 2 KALIMANAH
MENYALAKAN ASA MEWUJUDKAN CITA BAZNAS BANTU SISWA YATIM DAN DHUAFA DI SMPN 2 KALIMANAH
Purbalingga – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga kembali menyalurkan bantuan pendidikan bagi siswa yatim, piatu, dan dhuafa. Kali ini, bantuan diserahkan kepada 17 siswa SMPN 2 Kalimanah melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) SMPN 2 Kalimanah dengan total nilai sebesar Rp3.400.000. Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Purbalingga dalam mendukung akses pendidikan yang merata, terutama bagi siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu. Bantuan ini disambut gembira oleh para penerima. Beberapa siswa mengaku sangat bersyukur dan merasa terbantu untuk memenuhi kebutuhan sekolah, seperti membeli perlengkapan belajar hingga biaya transportasi. "Alhamdulillah, saya senang sekali dapat bantuan ini. Uangnya akan saya gunakan untuk beli sepatu dan buku," ujar salah satu siswa penerima bantuan dengan wajah penuh semangat. Kepala SMPN 2 Kalimanah, turut menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian BAZNAS Purbalingga terhadap siswa-siswinya. "Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Purbalingga atas bantuan yang diberikan. Bantuan ini tidak hanya meringankan beban orang tua, tetapi juga menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk terus belajar dan berprestasi meski dalam keterbatasan," ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa keberadaan UPZ di sekolah menjadi jembatan kebaikan yang sangat bermanfaat dan berharap program seperti ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan. Melalui zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara profesional, BAZNAS Kabupaten Purbalingga bertekad untuk terus hadir sebagai lembaga yang mendukung kemajuan pendidikan serta menebarkan harapan bagi masa depan generasi muda.
BERITA25/07/2025 | Admin
BERSAMA WUJUDKAN MIMPI ANAK BANGSA BAZNAS SALURKAN BANTUAN PENDIDIKAN DI SMPN 1 PADAMARA
BERSAMA WUJUDKAN MIMPI ANAK BANGSA BAZNAS SALURKAN BANTUAN PENDIDIKAN DI SMPN 1 PADAMARA
Tak ada yang lebih membahagiakan selain melihat senyum anak-anak yang tetap semangat belajar, meski hidup dalam keterbatasan. Inilah semangat yang ingin dijaga dan terus diperjuangkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga. Sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan anak-anak yatim piatu dan dhuafa, BAZNAS Purbalingga menyalurkan bantuan kepada 13 siswa SMPN 1 Padamara sebesar 2,5 juta rupiah melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sekolah tersebut. Bantuan ini diberikan untuk menunjang kebutuhan dasar siswa selama menempuh pendidikan, sekaligus menjadi penyemangat agar mereka tak kehilangan harapan di tengah himpitan ekonomi. Para penerima bantuan adalah anak-anak yang kehilangan orang tua, hidup dalam kesederhanaan, dan tak jarang harus berjuang lebih keras dibanding teman-teman sebayanya. Bantuan dari BAZNAS mencakup kebutuhan sehari-hari seperti perlengkapan sekolah, alat tulis, tas, hingga uang saku. Bantuan ini juga dimaksudkan untuk meringankan beban keluarga asuh atau wali yang selama ini merawat mereka dengan penuh kasih meski dengan keterbatasan ekonomi. Ketua BAZNAS Purbalingga, H. Soedijanto, S.Sos., M.Si menyampaikan bahwa program ini adalah bagian dari komitmen lembaga dalam menjaga asa pendidikan anak-anak mustahik agar tidak terputus hanya karena faktor biaya. "Kami percaya bahwa pendidikan adalah pintu masa depan. Anak-anak ini adalah generasi penerus bangsa, dan sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga semangat mereka tetap menyala. Bantuan ini adalah bentuk kasih sayang dari para muzakki yang menitipkan hartanya melalui BAZNAS," ujar beliau. Kepala SMPN 1 Padamara juga mengapresiasi bantuan ini, yang menurutnya sangat membantu siswa-siswi yang selama ini berjuang dalam diam. "Mereka bukan hanya butuh fasilitas, tapi juga butuh disemangati dan dirangkul. Terima kasih kepada BAZNAS dan semua pihak yang terus mendukung langkah mereka," ucapnya haru. Semoga bantuan ini menjadi lentera bagi anak-anak tersebut, menguatkan langkah kecil mereka menuju masa depan yang lebih cerah, dan menjadi amal jariyah bagi para muzakki yang telah peduli.
BERITA24/07/2025 | Admin
DARI PELUH MENJADI BERKAH RUMAH PAK KHOERON KINI LEBIH LAYAK BERKAT CINTA SESAMA
DARI PELUH MENJADI BERKAH RUMAH PAK KHOERON KINI LEBIH LAYAK BERKAT CINTA SESAMA
Di balik senyum sederhana dan tangan yang penuh luka kerja, tersimpan kisah perjuangan seorang ayah yang tak pernah lelah mengupayakan yang terbaik bagi keluarganya. Adalah Pak Khoeron (45), warga Desa Karanganyar, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga, yang menjalani hari-harinya sebagai pekerja serabutan demi menghidupi istri dan dua anaknya. Pak Khoeron bukan pekerja kantoran atau pegawai tetap. Ia bekerja dengan hati dan tenaga, menjalani apa pun yang halal untuk menyambung hidup. Kadang ia menambal ban motor, memperbaiki kompor rusak milik tetangga, mencari rumput untuk kambing yang bukan miliknya, bahkan membantu menanam palawija di ladang warga lain. Semua itu ia lakukan dengan ikhlas, tanpa pernah mengeluh, demi memastikan anak-anaknya bisa tetap sekolah dan istrinya bisa memasak meski dengan bahan seadanya. Dengan penghasilan yang tak menentu, rumah sederhana yang ia tempati bersama keluarga pun jauh dari kata layak. Dindingnya rapuh, atapnya bocor, dan lantainya tanah. Namun, bagi Pak Khoeron, rumah itu adalah tempat berteduh dari hujan, panas, dan letih—tempat di mana harapan dan doa terus ia panjatkan setiap malam. Melihat kondisi tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga tergerak untuk memberikan bantuan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi Pak Khoeron. Bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian terhadap para pejuang nafkah seperti beliau, yang meski hidup dalam keterbatasan, tetap gigih menjaga kehormatan dengan bekerja keras tanpa mengandalkan belas kasihan. Kini, rumah Pak Khoeron mulai bertransformasi menjadi hunian yang lebih layak, aman, dan sehat untuk ditinggali. Atapnya diperbaiki, dindingnya diperkuat, dan lantainya dirapikan. Senyum bahagia tak bisa disembunyikan dari wajah Pak Khoeron dan keluarganya. “Terima kasih BAZNAS, saya tak menyangka rumah saya bisa seperti ini. Semoga kebaikan ini dibalas Allah dengan pahala berlipat,” ujar Pak Khoeron haru, sembari memandangi rumahnya yang kini tampak lebih kokoh. Kisah Pak Khoeron adalah potret nyata bahwa masih banyak keluarga di sekitar kita yang membutuhkan uluran tangan. BAZNAS Purbalingga terus berkomitmen untuk menjadi jembatan kebaikan, membantu mereka yang terpinggirkan agar kembali berdiri tegak dan merasakan nikmatnya hidup yang lebih layak.
BERITA24/07/2025 | Admin
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat