WhatsApp Icon
MANTAB 2026 Berakhir, Puluhan Siswa MI Maarif NU 01 Maribaya Praktik Langsung Simulasi Penanggulangan Bencana

Memasuki hari terakhir pelaksanaan Madrasah Tanggap Bencana (MANTAB) pada Rabu (15/7/2026), seluruh peserta mengikuti simulasi penanggulangan bencana yang dipandu langsung oleh tim dari BPBD Kabupaten Purbalingga. Simulasi ini menjadi puncak rangkaian kegiatan setelah para siswa memperoleh berbagai materi mengenai mitigasi dan kesiapsiagaan bencana selama dua hari sebelumnya.

Dalam simulasi tersebut, para siswa mempraktikkan langkah-langkah penyelamatan diri saat terjadi bencana sesuai prosedur yang telah dipelajari. Kegiatan diawali dengan penyampaian skenario bencana, dilanjutkan dengan bunyi tanda peringatan sebagai isyarat dimulainya evakuasi. Dengan tertib dan didampingi para guru serta fasilitator, siswa bergerak menuju titik kumpul melalui jalur evakuasi yang telah ditentukan. Seluruh rangkaian simulasi dilaksanakan secara sistematis agar peserta memahami tindakan yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat.

Selain melatih kecepatan dan ketepatan dalam proses evakuasi, simulasi ini juga bertujuan membangun sikap tenang, disiplin, serta kemampuan bekerja sama saat menghadapi bencana. Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap arahan dari instruktur dan aktif mempraktikkan teknik penyelamatan diri yang benar. Melalui pengalaman belajar secara langsung, siswa diharapkan lebih mudah memahami materi kebencanaan dibandingkan hanya melalui penyampaian teori di dalam kelas.

Tim BPBD Kabupaten Purbalingga juga memberikan evaluasi terhadap pelaksanaan simulasi serta mengingatkan pentingnya mengenali potensi risiko bencana di lingkungan sekitar. Para siswa diajak untuk selalu waspada, memahami jalur evakuasi di sekolah maupun di rumah, serta membiasakan diri menerapkan budaya aman dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala MI Ma'arif NU 01 Maribaya menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Purbalingga, dan BPBD Kabupaten Purbalingga atas terselenggaranya program MANTAB. Menurutnya, kegiatan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi para siswa karena tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter tangguh, disiplin, dan peduli terhadap keselamatan diri maupun orang lain.

Berakhirnya kegiatan Madrasah Tanggap Bencana (MANTAB) di MI Ma'arif NU 01 Maribaya menjadi langkah nyata dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan sekolah. Melalui kolaborasi antara BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Purbalingga, dan BPBD Kabupaten Purbalingga, diharapkan para siswa mampu menjadi generasi yang lebih siap, tanggap, dan memiliki kepedulian terhadap upaya pengurangan risiko bencana, sehingga dapat mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.

16/07/2026 | Kontributor: Admin
Bersama BAZNAS ada Setitik Harapan untuk Mbah Minem

Di sudut sederhana Desa Gemuruh, Padamara, berdiri sebuah gubuk rapuh yang nyaris roboh dimakan usia. Dindingnya lapuk, atapnya bocor, dan lantainya jauh dari kata nyaman. Di tempat itulah Mbah Sarminem (60), yang akrab disapa Mbah Minem, menjalani hari-harinya seorang diri tanpa pendamping hidup maupun anak yang tinggal bersamanya.

Usia senja yang seharusnya diisi dengan ketenangan justru menjadi masa yang penuh ujian bagi Mbah Minem. Selain harus bertahan hidup dalam keterbatasan, ia juga berjuang melawan penyakit kanker hidung yang dideritanya. Kondisinya semakin berat karena selama ini ia tidak memiliki jaminan kesehatan apa pun. Keterbatasan pengetahuan dan tidak pernah mengurus administrasi kependudukan membuatnya tidak terdaftar dalam program perlindungan kesehatan yang seharusnya dapat membantunya.

Saat harus menjalani perawatan di rumah sakit, Mbah Minem dihadapkan pada kenyataan yang tidak mudah. Tagihan biaya pengobatan yang mencapai lebih dari Rp7 juta menjadi beban yang mustahil ia tanggung seorang diri. Bagi seseorang yang bahkan tidak memiliki penghasilan tetap, angka tersebut terasa seperti tembok tinggi yang sulit dilalui.

Namun di tengah kesulitan itu, kepedulian hadir membawa harapan. Melalui kolaborasi antara BAZNAS, Pemerintah Desa, dan pihak rumah sakit tempat Mbah Minem dirawat, biaya pengobatan tersebut akhirnya dapat diselesaikan. Langkah kecil yang menjadi penyelamat besar bagi seorang lansia yang sedang berjuang mempertahankan hidupnya.

Perjuangan Mbah Minem ternyata tidak berhenti pada persoalan kesehatan. Tempat tinggal yang selama ini ia huni pun sangat memprihatinkan dan jauh dari standar kelayakan. Gubuk reyot yang menjadi tempat berlindung dari panas dan hujan sudah tidak lagi mampu memberikan rasa aman. Lebih memilukan lagi, Mbah Minem tidak memiliki tanah maupun harta benda. Selama ini ia hanya menumpang tinggal di sebidang tanah milik saudaranya.

Melihat kondisi tersebut, BAZNAS turut memberikan bantuan rehabilitasi rumah agar Mbah Minem dapat memiliki tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan nyaman untuk menjalani masa tuanya. Bagi sebagian orang, rumah mungkin hanya sebuah bangunan. Namun bagi Mbah Minem, rumah yang layak adalah harapan baru, tempat beristirahat dengan tenang setelah melewati begitu banyak ujian hidup.

Kisah Mbah Minem mengingatkan kita bahwa masih banyak saudara-saudara kita yang hidup dalam keterbatasan dan membutuhkan uluran tangan. Kehadiran zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar bantuan materi, melainkan juga wujud kasih sayang dan kepedulian yang mampu mengembalikan harapan bagi mereka yang hampir kehilangan harapan.

Di balik senyum sederhana Mbah Minem hari ini, tersimpan doa-doa tulus yang mungkin tidak terdengar oleh manusia, tetapi sangat berharga di hadapan Allah SWT. Semoga setiap kebaikan yang diberikan kepada mereka yang membutuhkan menjadi jalan keberkahan bagi seluruh pihak yang telah peduli dan membantu.

 

14/07/2026 | Kontributor: Admin
BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Purbalingga Gelar Madrasah Tanggap Bencana di MI Maarif NU 01 Maribaya

Purbalingga – BAZNAS RI berkolaborasi dengan BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyelenggarakan kegiatan Madrasah Tanggap Bencana (MANTAB) di MI Ma'arif NU 01 Maribaya, Desa Maribaya, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, pada Senin (13/7/2026). Program ini diikuti oleh 48 siswa dari kelas IV hingga kelas VI dan akan berlangsung selama tiga hari, hingga Rabu (15/7/2026).

Kegiatan MANTAB merupakan program edukasi kebencanaan yang bertujuan membangun budaya sadar bencana di lingkungan madrasah. Melalui kegiatan ini, para siswa dibekali pengetahuan mengenai berbagai potensi bencana, langkah-langkah mitigasi, cara menyelamatkan diri saat terjadi bencana, serta pentingnya membangun kesiapsiagaan sejak usia dini.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Sekretaris Badan Penanggulanagan Bencana, Aris Mulyanto. Dalam sambutannya, Aris menyampaikan bahwa pendidikan kebencanaan perlu ditanamkan sejak dini agar anak-anak memiliki pengetahuan, keterampilan, dan keberanian dalam menghadapi situasi darurat.

"Anak-anak merupakan kelompok yang rentan ketika terjadi bencana. Oleh karena itu, pendidikan kebencanaan harus diberikan sejak usia sekolah agar mereka memahami langkah penyelamatan diri, mampu mengenali potensi bahaya di lingkungan sekitar, serta dapat menjadi agen penyebar informasi kesiapsiagaan bagi keluarga dan masyarakat," ujarnya.

Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Sudijanto, mengatakan bahwa program Madrasah Tanggap Bencana merupakan wujud komitmen BAZNAS dalam mendukung terciptanya satuan pendidikan yang aman dan tangguh terhadap bencana.

"BAZNAS tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan saat bencana terjadi, tetapi juga mendorong upaya pengurangan risiko melalui edukasi dan peningkatan kapasitas masyarakat. Kami berharap para siswa memiliki bekal pengetahuan yang cukup sehingga mampu melindungi diri sendiri maupun membantu orang lain ketika menghadapi kondisi darurat," tutur Sudijanto.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai materi dan praktik yang dikemas secara interaktif, mulai dari pengenalan jenis-jenis bencana, simulasi evakuasi, penyusunan jalur evakuasi, pembentukan budaya aman di lingkungan sekolah, hingga latihan tanggap darurat bersama para fasilitator.

Melalui program Madrasah Tanggap Bencana (MANTAB), BAZNAS RI bersama BAZNAS Kabupaten Purbalingga berharap dapat meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan kesiapsiagaan warga sekolah terhadap potensi bencana. Dengan demikian, madrasah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi lingkungan pendidikan yang aman, tangguh, dan mampu meminimalkan risiko bencana bagi seluruh warga sekolah.

 

13/07/2026 | Kontributor: Admin
Kursi Roda untuk Mbah Wayem, Wujud Kepedulian Zakat Membantu Lansia Tetap Beraktivitas

Purbalingga – Zakat yang ditunaikan melalui BAZNAS Kabupaten Purbalingga terus diwujudkan menjadi program-program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Salah satunya melalui bantuan alat bantu jalan berupa kursi roda bagi lansia dan warga kurang mampu yang mengalami keterbatasan mobilitas. Program ini menjadi bentuk kepedulian terhadap kelompok rentan agar tetap dapat beraktivitas dengan lebih mudah, aman, dan mandiri dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Salah satu penerima manfaat adalah Mbah Wayem (75), warga Desa Karangnangka, Kecamatan Bukateja. Di usia senjanya, Mbah Wayem mengalami kesulitan untuk berjalan dan beraktivitas sehingga mobilitas sehari-hari menjadi sangat terbatas.

Melalui usulan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa Karangnangka, BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyalurkan bantuan satu unit kursi roda kepada Mbah Wayem. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung pada Jumat (10/7/2026) di kediaman Mbah Wayem oleh UPZ Desa Karangnangka, didampingi Kepala Desa Karangnangka bersama perwakilan BAZNAS Kabupaten Purbalingga.

Bantuan kursi roda ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi Mbah Wayem dalam melakukan aktivitas sehari-hari, mengurangi ketergantungan kepada orang lain, serta meningkatkan kualitas hidup di masa lanjut usia. Kehadiran alat bantu mobilitas juga menjadi bentuk kepedulian terhadap lansia agar tetap dapat menjalani aktivitas dengan lebih layak dan bermartabat.

Program bantuan alat bantu jalan merupakan salah satu bentuk pendayagunaan zakat yang disalurkan BAZNAS Kabupaten Purbalingga kepada masyarakat yang termasuk dalam golongan penerima zakat (mustahik). Melalui pengelolaan zakat yang amanah, profesional, dan tepat sasaran, dana zakat dapat menghadirkan manfaat nyata bagi mereka yang membutuhkan, mulai dari bantuan kesehatan, pendidikan, kemanusiaan, hingga pemberdayaan ekonomi.

BAZNAS Kabupaten Purbalingga mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi agar pengelolaannya lebih optimal, transparan, dan memiliki dampak yang lebih luas. Zakat yang disalurkan melalui BAZNAS tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga menjadi ikhtiar bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi beban kaum dhuafa, serta menghadirkan keberkahan bagi muzaki dan penerima manfaat.

Semakin banyak zakat yang ditunaikan melalui BAZNAS, semakin banyak pula masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya, sehingga semangat gotong royong dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di Kabupaten Purbalingga.

 

10/07/2026 | Kontributor: Admin
BAZNAS Purbalingga dan MWCNU Bukateja Tingkatkan Kapasitas Pelaku UMKM Kuliner Melalui Pelatihan Bidang Boga

Purbalingga – BAZNAS Kabupaten Purbalingga berkolaborasi dengan MWCNU Bukateja menyelenggarakan pelatihan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bidang boga selama dua hari, Sabtu–Ahad, 4–5 Juli 2026, di Gedung Workshop MWCNU Bukateja. Kegiatan ini diikuti oleh para pegiat kuliner dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Bukateja sebagai upaya meningkatkan keterampilan sekaligus mendorong tumbuhnya usaha kuliner yang lebih produktif dan berdaya saing.

Selama pelatihan, peserta memperoleh materi praktik pembuatan berbagai produk olahan yang memiliki nilai jual, meliputi roti manis, kroket kentang, dan pie buah. Materi disusun agar mudah diterapkan oleh peserta, baik yang telah memiliki usaha maupun yang baru akan merintis usaha di bidang kuliner.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pelaku UMKM, memperluas peluang usaha, menambah variasi produk yang dipasarkan, serta mendorong lahirnya wirausaha mandiri yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kabupaten Purbalingga dalam memberdayakan masyarakat melalui program ekonomi produktif, sehingga zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga menjadi sarana menciptakan kemandirian ekonomi mustahik dan masyarakat.

Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Sudijanto, mengatakan bahwa penguatan kapasitas pelaku usaha merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kami berharap pelatihan ini tidak berhenti pada proses belajar saja, tetapi mampu melahirkan produk-produk kuliner yang berkualitas dan memiliki daya saing di pasar. BAZNAS ingin zakat dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan melalui pemberdayaan ekonomi sehingga masyarakat semakin mandiri dan usahanya terus berkembang," ujar Sudijanto.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi UKM Kabupaten Purbalingga yang diwakili oleh Kepala Bidang Usaha Mikro, Wasis Pambudi, mengapresiasi sinergi antara BAZNAS Kabupaten Purbalingga dan MWCNU Bukateja dalam mendukung pengembangan UMKM.

"Pelatihan seperti ini sangat penting karena pelaku UMKM tidak hanya membutuhkan modal, tetapi juga peningkatan keterampilan, inovasi produk, dan semangat untuk terus berkembang. Kami berharap peserta mampu mengembangkan ilmu yang diperoleh menjadi usaha yang berkelanjutan dan mampu menciptakan peluang ekonomi di lingkungannya," ungkap Wasis.

Melalui kolaborasi ini, BAZNAS Kabupaten Purbalingga bersama MWCNU Bukateja berharap semakin banyak pelaku UMKM yang memiliki keterampilan, inovasi, dan kepercayaan diri untuk mengembangkan usahanya. Dengan demikian, sektor usaha mikro di Kabupaten Purbalingga dapat terus tumbuh, membuka lapangan pekerjaan, serta memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

06/07/2026 | Kontributor: Admin

Berita Terbaru

Tangis Duka di Tlahab Lor, BAZNAS Purbalingga Beri Santunan untuk Balita Korban Luka Bakar
Tangis Duka di Tlahab Lor, BAZNAS Purbalingga Beri Santunan untuk Balita Korban Luka Bakar
Purbalingga – Duka mendalam menyelimuti keluarga kecil di Desa Tlahab Lor, Kecamatan Karangreja. Seorang balita menjadi korban kecelakaan tragis setelah tercebur ke dalam air nira yang mendidih. Peristiwa itu mengakibatkan luka bakar hampir 80 persen di tubuh mungilnya. Meski sempat mendapat perawatan, takdir berkata lain, sang balita akhirnya wafat meninggalkan keluarga yang sangat mencintainya. Kabar duka ini mendapat perhatian dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga. Melalui program santunan kemanusiaan, BAZNAS hadir memberikan santunan sebagai bentuk kepedulian sekaligus meringankan beban keluarga yang tengah dirundung kesedihan. Waka II BAZNAS Kabupaten Purbalingga, H. Suparna menyampaikan belasungkawa mendalam. “Kami turut berduka cita atas musibah yang menimpa keluarga ini. Kehilangan anak adalah ujian yang berat. Semoga keluarga diberi kekuatan, dan santunan dari BAZNAS ini bisa menjadi pengingat bahwa masyarakat Purbalingga peduli dan bersama-sama mendoakan almarhum.” Sementara itu, pihak keluarga mengungkapkan rasa haru atas kepedulian yang mereka terima. “Kami berterima kasih kepada BAZNAS dan semua pihak yang sudah peduli. Kehilangan ini sangat berat bagi kami, tapi doa dan perhatian yang diberikan sedikit banyak menguatkan hati kami,” ujar salah satu anggota keluarga dengan mata berkaca-kaca. Kisah tragis ini menjadi pengingat bahwa musibah bisa datang kapan saja. Kehadiran BAZNAS tidak hanya sekadar menyalurkan zakat dan infak, tetapi juga berdiri bersama masyarakat dalam duka, menghadirkan kepedulian, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah ujian hidup.
BERITA22/09/2025 | Admin
BAZNAS TANGGAP BENCANA RESPON CEPAT LONGSOR SUSULAN DI DESA SIRAU KARANGMONCOL
BAZNAS TANGGAP BENCANA RESPON CEPAT LONGSOR SUSULAN DI DESA SIRAU KARANGMONCOL
Purbalingga – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Karangmoncol pada Rabu (17/9/2025) pukul 14.00 WIB memicu terjadinya longsor susulan di Dusun Karanggintung RT 20/06, Desa Sirau, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga. Longsor susulan ini terjadi di tebing yang sama dengan kejadian sebelumnya, namun dengan skala yang lebih besar. Material longsor setinggi sekitar 25 meter menimpa sejumlah rumah warga. Rumah milik Suprapto dan Saefurohman yang sebelumnya telah terdampak kembali mengalami kerusakan parah akibat longsor susulan ini. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun enam rumah dinyatakan terdampak. Rinciannya yaitu rumah Saefurohman (8 jiwa) dan Suprapto (4 jiwa) mengalami rusak berat, sedangkan rumah Wartomo (5 jiwa), Madtuhri (4 jiwa), Rasmudin (4 jiwa), dan Toha (5 jiwa) dalam kondisi terancam karena berada dekat dengan tebing longsor. Mengetahui peristiwa tersebut, BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Purbalingga langsung bergerak cepat ke lokasi. Tim melakukan asesmen untuk memetakan dampak kerusakan dan kebutuhan mendesak warga terdampak. Selain itu, BAZNAS juga menyalurkan bantuan berupa paket sembako bagi keluarga yang terdampak langsung, sebagai bentuk kepedulian awal terhadap kebutuhan dasar mereka. “Kami bergerak cepat begitu menerima laporan dari lapangan. Prioritas kami adalah memastikan kondisi warga, membantu kebutuhan darurat, serta melakukan asesmen agar penanganan pasca-bencana bisa lebih terarah,” ungkap perwakilan BAZNAS Tanggap Bencana Purbalingga. Respon cepat ini mendapat apresiasi dari warga setempat yang merasa terbantu dengan hadirnya tim BAZNAS di tengah kondisi darurat. Kehadiran BTB diharapkan tidak hanya membantu kebutuhan logistik warga, tetapi juga memberikan dukungan moral bagi keluarga terdampak bencana. BAZNAS Purbalingga menegaskan komitmennya untuk terus siaga dalam penanggulangan bencana, sekaligus bersinergi dengan berbagai pihak dalam upaya meringankan beban masyarakat yang terdampak musibah.
BERITA18/09/2025 | Admin
BAZNAS PURBALINGGA SALURKAN 100 KANTONG BERAS DI BAKTI TERITORIAL PRIMA KODIM 0702/PURBALINGGA
BAZNAS PURBALINGGA SALURKAN 100 KANTONG BERAS DI BAKTI TERITORIAL PRIMA KODIM 0702/PURBALINGGA
Purbalingga – Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga berpartisipasi dalam kegiatan Bakti Teritorial Prima yang digelar Kodim 0702/Purbalingga. Dalam rangkaian kegiatan pembagian sembako tersebut, BAZNAS menyalurkan bantuan berupa 100 kantong beras ukuran 5 kilogram dengan total nilai bantuan mencapai Rp5,5 juta. Bantuan tersebut diserahkan langsung sebagai bentuk sinergi antara BAZNAS dan TNI dalam meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat kepedulian sosial di Kabupaten Purbalingga. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan pokok masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga menumbuhkan semangat gotong royong dan kebersamaan. Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, H. Soedijanto, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa kolaborasi bersama Kodim 0702/Purbalingga menjadi langkah nyata dalam memperluas jangkauan manfaat zakat, infak, dan sedekah. “Kami berharap bantuan ini bisa meringankan kebutuhan sehari-hari warga yang menerima, serta menjadi penguat bahwa zakat mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat,” ungkapnya. Masyarakat penerima bantuan pun mengaku bersyukur atas kepedulian yang ditunjukkan BAZNAS bersama jajaran Kodim 0702/Purbalingga. Bantuan sembako ini diharapkan dapat membantu mencukupi kebutuhan keluarga, sekaligus menjadi motivasi untuk tetap semangat dalam menghadapi kondisi ekonomi yang tidak selalu mudah. Kegiatan Bakti Teritorial Prima ini menjadi bukti bahwa kerja sama lintas lembaga mampu menghadirkan manfaat lebih luas bagi masyarakat. BAZNAS Purbalingga berkomitmen terus hadir di tengah-tengah warga dengan program kemanusiaan dan pemberdayaan yang berkelanjutan
BERITA18/09/2025 | Admin
APEL BERSAMA HUT KE-21 SMK N 1 KALIGONDANG, BAZNAS PURBALINGGA BANTU BIAYA PENDIDIKAN UNTUK 6 SISWA.
APEL BERSAMA HUT KE-21 SMK N 1 KALIGONDANG, BAZNAS PURBALINGGA BANTU BIAYA PENDIDIKAN UNTUK 6 SISWA.
Purbalingga – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 SMK Negeri 1 Kaligondang, digelar apel bersama pada Kamis (18/9/2025). Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut turut dihadiri oleh Bupati Purbalingga, H. Fahmi Muhammad Hanif, serta Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, H. Soedijanto, S.Sos., M.Si. Pada kesempatan tersebut, BAZNAS Purbalingga menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan dengan memberikan bantuan beasiswa senilai Rp3 juta bagi enam siswa kurang mampu dan dhuafa. Enam siswa penerima beasiswa itu adalah Nomitri Kanisa P dari kelas XI TKR 3, Serina Melawati dari XI TP 3, Awanda Rizky dari XI TPFL 2, Nida Nur Rohmah dari XI AKL 2, Aris Setiono dari XII TSM 2, dan Zahrania Jannati dari XII TKR 1. Bupati Purbalingga dalam sambutannya mengapresiasi langkah BAZNAS Purbalingga yang senantiasa hadir membantu meringankan beban masyarakat, khususnya di bidang pendidikan. Sementara itu, Ketua BAZNAS Purbalingga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung generasi muda agar dapat melanjutkan pendidikan dengan baik. Ia berharap beasiswa yang diberikan tidak hanya meringankan beban biaya sekolah, tetapi juga menjadi motivasi bagi para penerima untuk semakin giat belajar dan meraih prestasi. Di sisi lain, para siswa penerima beasiswa menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada BAZNAS Purbalingga. Mereka berharap bantuan semacam ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak siswa kurang mampu yang terbantu dalam mewujudkan cita-cita mereka. Beasiswa tersebut mereka jadikan penyemangat untuk tidak menyerah pada keterbatasan, sekaligus tekad untuk membuktikan prestasi yang membanggakan keluarga, sekolah, dan daerah. Kegiatan apel bersama ini tidak hanya menjadi momentum peringatan HUT sekolah, tetapi juga wujud nyata sinergi antara lembaga pendidikan, pemerintah daerah, dan BAZNAS dalam mewujudkan kepedulian sosial serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Purbalingga.
BERITA18/09/2025 | Admin
Tingkatkan Profesionalisme, BAZNAS Purbalingga Ikuti Sertifikasi Nasional Pengelolaan Zakat
Tingkatkan Profesionalisme, BAZNAS Purbalingga Ikuti Sertifikasi Nasional Pengelolaan Zakat
Purbalingga – Empat pelaksana Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga mengikuti Sertifikasi Kompetensi Skema Kualifikasi 3 Bidang Pengelolaan Zakat yang diselenggarakan oleh BAZNAS Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, pada 16–18 September 2025, secara daring. Adapun ujian kompetensi dilaksanakan secara tatap muka di Semarang pada Jumat, 19 September 2025. Keempat pelaksana BAZNAS Purbalingga yang mengikuti sertifikasi tersebut yaitu: Nurhikmah – Staf Administrasi Ismail – Staf Pengumpulan Amin Nurrokhim – Staf Pendistribusian dan Pengumpulan Igun Setiawan – Staf Pendistribusian dan Pengumpulan Sertifikasi ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan mutu dan profesionalisme pengelolaan zakat. Melalui program ini, para pelaksana BAZNAS dituntut untuk memahami standar kompetensi nasional yang berlaku dalam tata kelola zakat, mulai dari penghimpunan, pendistribusian, hingga pendayagunaan dana zakat secara transparan dan akuntabel. Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, H. Soedijanto, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi atas partisipasi para pelaksana dalam sertifikasi tersebut. “Kompetensi menjadi kunci bagi BAZNAS agar dapat menjaga amanah muzaki sekaligus memberikan manfaat maksimal kepada mustahik. Kami berharap melalui sertifikasi ini, pelaksana BAZNAS Purbalingga semakin profesional dan mampu menjawab tantangan pengelolaan zakat di era modern,” ujarnya. Sementara itu, salah satu pelaksana, Nurhikmah yang mengikuti sertifikasi menyampaikan tujuan dan harapannya, agar komptensinya dalam pengelolaan zakat bisa meningkatkan kualitasnya. “Kami mengikuti kegiatan ini untuk memperdalam pemahaman sekaligus memperoleh pengakuan kompetensi di bidang pengelolaan zakat. Harapannya, ke depan kami bisa lebih meningkatkan kualitas layanan, menjaga kepercayaan masyarakat, serta memperluas manfaat zakat untuk pemberdayaan umat,” ungkapnya. Dengan adanya sertifikasi ini, diharapkan seluruh pelaksana BAZNAS semakin siap dalam mengoptimalkan peran zakat sebagai instrumen peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kabupaten Purbalingga.
BERITA16/09/2025 | Admin
BAZNAS PURBALINGGA SALURKAN BANTUAN UNTUK 3 PENDERES YANG JATUH DARI POHON KELAPA
BAZNAS PURBALINGGA SALURKAN BANTUAN UNTUK 3 PENDERES YANG JATUH DARI POHON KELAPA
Purbalingga – Hidup sebagai penderes kelapa bukanlah pekerjaan yang mudah. Setiap hari, mereka harus mempertaruhkan nyawa demi menafkahi keluarga. Risiko jatuh dari ketinggian selalu menghantui, dan itulah yang menimpa tiga warga Desa Ponjen, Kecamatan Karanganyar. Adalah Sakhimun, Tarmin, dan Trisno, tiga penderes yang belum lama ini mengalami musibah jatuh dari pohon kelapa. Luka yang mereka derita membuat aktivitas mencari nafkah terhenti, sementara kebutuhan keluarga tidak bisa menunggu. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Purbalingga hadir untuk memberikan perhatian dan kepedulian. Masing-masing dari mereka menerima bantuan sebesar Rp500.000, yang diharapkan dapat meringankan beban pengobatan dan kebutuhan sehari-hari. Ketua BAZNAS Purbalingga menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud kepedulian terhadap para pekerja kecil yang berjuang dengan penuh risiko. "Kami berharap, meski nilainya tidak besar, bantuan ini bisa memberi semangat bagi keluarga untuk tetap tegar menghadapi musibah," ujarnya. Kisah Sakhimun, Tarmin, dan Trisno menjadi potret nyata perjuangan rakyat kecil di pelosok desa. Mereka bekerja keras dengan risiko tinggi demi menghidupi keluarga. Kehadiran BAZNAS Purbalingga di tengah derita ini menjadi penguat, bahwa dalam setiap ujian hidup, selalu ada tangan yang siap membantu.
BERITA16/09/2025 | Admin
TANGIS DAN HARAPAN: IBU RATINEM DENGAN JANTUNG LEMAH, IBU SEPTI DENGAN TUMOR PERNAPASAN
TANGIS DAN HARAPAN: IBU RATINEM DENGAN JANTUNG LEMAH, IBU SEPTI DENGAN TUMOR PERNAPASAN
Di Desa Karangjoho RT 05 RW 02, Kecamatan Pengadegan, hidup seorang ibu bernama Ratinem (62). Di usianya yang sudah senja, ia harus melawan penyakit jantung yang terus melemahkan tubuhnya. Sang suami yang semestinya menjadi sandaran, kini juga sakit-sakitan. Dengan kondisi kesehatan yang terbatas, sang suami tetap berusaha bekerja sebagai buruh tani, meski penghasilan yang diperoleh hanya cukup untuk sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tak ingin menyerah pada keadaan, Ibu Ratinem tetap berusaha membantu anaknya berjualan pecel dan gorengan. Meski lelah, meski sakit sering menghampiri, ia tetap memilih bekerja demi keluarga. Semangat seorang ibu yang tidak pernah padam, bahkan di tengah keterbatasan. Sementara itu, di usia yang masih sangat muda, Septi (20) harus menghadapi ujian berat. Ia mengidap tumor di saluran pernapasan, sehingga tidak bisa berbicara dan sulit untuk makan. Hanya makanan yang lembut yang dapat ia telan. Septi adalah seorang anak yatim, sudah menikah, namun kini harus berjuang dengan kondisi tubuh yang lemah dan penuh keterbatasan. Di tengah perjuangan panjang ini, BAZNAS Purbalingga hadir memberikan perhatian dan bantuan. Kehadiran mereka menjadi cahaya harapan di tengah gelapnya cobaan hidup yang sedang dijalani Ibu Ratinem dan Septi. Dua kisah ini bukan hanya tentang sakit dan penderitaan, tetapi juga tentang ketegaran, kesabaran, dan harapan. Mereka membutuhkan doa, dukungan, dan uluran tangan kita semua, agar bisa terus melanjutkan hidup dengan semangat dan senyum di tengah ujian berat yang mereka hadapi.
BERITA16/09/2025 | Admin
BAZNAS Purbalingga Fasilitasi Pasien dengan Armada Ambulans Gratis ke RSUP Kariadi Semarang
BAZNAS Purbalingga Fasilitasi Pasien dengan Armada Ambulans Gratis ke RSUP Kariadi Semarang
Purbalingga – Komitmen Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga untuk meringankan beban masyarakat kembali diwujudkan melalui layanan kesehatan. Kali ini, BAZNAS memfasilitasi 3 pasien yang harus menjalani pengobatan ke RSUP Dr. Kariadi, Semarang, dengan menggunakan armada ambulans gratis. Layanan ini sepenuhnya diberikan tanpa dipungut biaya, sehingga pasien dan keluarganya dapat fokus pada proses pengobatan tanpa terbebani masalah transportasi. Armada ambulans BAZNAS juga dilengkapi tenaga pendamping, memastikan pasien merasa aman dan nyaman selama perjalanan panjang menuju rumah sakit rujukan. Salah satu pasien, Adinda Nafa Maulana (13), warga Desa Tangkisan, yang menderita sakit jantung bawaan, sudah dua kali difasilitasi BAZNAS dengan ambulans gratis untuk menjalani pengobatan di RSUP Kariadi. Dengan suara lirih, Adinda mengungkapkan rasa terima kasihnya. "Saya berterima kasih kepada BAZNAS yang sudah membantu saya dan keluarga. Perjalanan ke Semarang tidak mudah, tapi dengan adanya ambulans gratis ini saya bisa lebih tenang. Semoga Allah membalas semua kebaikan ini," ucapnya penuh haru. Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga menegaskan bahwa layanan ambulans gratis ini adalah bagian dari ikhtiar menghadirkan zakat, infak, dan sedekah agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. "Kami ingin masyarakat merasakan bahwa zakat bukan hanya angka, tetapi kepedulian nyata. Semoga fasilitas ini bisa menjadi penguat semangat bagi pasien dan keluarga untuk terus berjuang melawan penyakit," ungkapnya. Melalui layanan ini, BAZNAS Purbalingga berharap para pasien yang sedang berjuang mendapatkan kesembuhan dan kesehatan yang lebih baik. Semoga keluarga yang mendampingi diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan dalam menemani setiap proses pengobatan. Doa yang sama juga ditujukan bagi seluruh muzaki dan donatur agar senantiasa diberkahi rezekinya, sehingga kebaikan yang dititipkan melalui BAZNAS terus mengalir menjadi penolong bagi sesama.
BERITA14/09/2025 | Admin
BAZNAS Purbalingga Fasilitasi Pasien Berobat ke RSUP Sardjito dengan Armada Gratis
BAZNAS Purbalingga Fasilitasi Pasien Berobat ke RSUP Sardjito dengan Armada Gratis
Purbalingga – Kepedulian Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga terhadap masyarakat terus diwujudkan melalui berbagai layanan kemanusiaan. Salah satunya dengan memfasilitasi armada elf gratis bagi pasien yang membutuhkan pengobatan ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Pada keberangkatan Ahad (14/9/2025) dini hari, BAZNAS Kabupaten Purbalingga memfasilitasi 9 pasien menuju RSUP Sardjito. Tidak hanya menyediakan transportasi gratis, BAZNAS juga menyiapkan Rumah Singgah BAZNAS–YPSP di Yogyakarta. Rumah singgah ini dapat dimanfaatkan pasien dan pendamping untuk beristirahat dengan nyaman sambil menunggu jadwal pemeriksaan, tanpa dipungut biaya apapun. Layanan ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian BAZNAS dalam meringankan beban masyarakat, khususnya mereka yang harus menempuh perjalanan jauh demi mendapatkan layanan kesehatan. Aris Wibowo (58), warga Kecamatan Kejobong, salah satu pasien yang menderita sakit jantung, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya. Ia telah lebih dari lima kali difasilitasi BAZNAS dengan armada gratis untuk berobat ke RSUP Sardjito. "Alhamdulillah, saya sangat terbantu dengan adanya armada gratis dari BAZNAS. Kalau harus berangkat sendiri, tentu sangat berat bagi saya dan keluarga. Saya bersyukur sudah beberapa kali bisa memanfaatkan fasilitas ini. Semoga Allah membalas kebaikan BAZNAS dan para donatur yang peduli kepada kami," ungkapnya dengan mata berkaca-kaca. Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga menegaskan bahwa layanan armada gratis ini adalah wujud nyata zakat yang dikelola dengan baik, sehingga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Kami ingin memastikan bahwa zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan muzaki bisa sampai kepada mereka yang membutuhkan, termasuk dalam layanan kesehatan. Semoga fasilitas ini menjadi wasilah kebaikan dan keberkahan untuk semuanya,” jelasnya. BAZNAS Kabupaten Purbalingga berkomitmen terus hadir mendampingi masyarakat, bukan hanya dalam bentuk bantuan finansial, tetapi juga melalui layanan kemanusiaan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar warga. BAZNAS Kabupaten Purbalingga berkomitmen untuk terus berada di garis depan membantu masyarakat terdampak bencana, baik melalui bantuan tanggap darurat maupun program pemulihan pasca-bencana.
BERITA14/09/2025 | Admin
Longsor Bawa Duka, BAZNAS Hadir Bawa Kepedulian
Longsor Bawa Duka, BAZNAS Hadir Bawa Kepedulian
Purbalingga – Hujan deras yang mengguyur wilayah Purbalingga beberapa hari terakhir menyisakan luka mendalam bagi warga di sejumlah desa. Tanah longsor yang melanda Desa Tanalum dan Desa Wanogara Wetan, Kecamatan Rembang, serta Desa Sirau, Kecamatan Karangmoncol, mengakibatkan beberapa rumah warga rusak, mulai dari rusak berat hingga rusak sedang. Di tengah kondisi sulit ini, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga hadir memberikan uluran tangan. Dipimpin langsung oleh Wakil Ketua II, H. Suparna, tim BAZNAS turun ke lokasi bersama rombongan dari BPBD, DINSOSDALDUKBP3A, DINRUMKIM, Bagian Kesra Setda, dan PMI pada Ahad (14/09). Kehadiran mereka bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga menghadirkan semangat kebersamaan di tengah duka masyarakat. Bantuan untuk Korban Terdampak Adapun rincian bantuan yang disalurkan BAZNAS adalah: Desa Tanalum: 1 rumah rusak berat mendapat bantuan Rp1.000.000 dan satu paket logistik keluarga, serta 1 rumah rusak sedang mendapat bantuan Rp750.000 dan satu paket logistik keluarga. Desa Wanogara Wetan: 1 rumah rusak sedang mendapat bantuan Rp750.000 dan satu paket logistik keluarga. Desa Sirau: 1 rumah rusak sedang mendapat bantuan Rp750.000 dan satu paket logistik keluarga. Meski jumlahnya tak sebanding dengan kerugian yang dialami, bantuan ini menjadi penguat dan penanda bahwa kepedulian selalu hadir di tengah ujian. Paket logistik yang disiapkan pun diharapkan mampu mencukupi kebutuhan dasar keluarga terdampak dalam beberapa waktu ke depan. Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Purbalingga, H. Suparna, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud solidaritas dan kepedulian dari umat untuk umat. "Kami datang bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga untuk menyampaikan pesan bahwa mereka tidak sendirian. Ada doa, dukungan, dan kepedulian dari banyak pihak. Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban sekaligus menguatkan semangat mereka untuk bangkit," ujarnya. Bencana yang melanda memang meninggalkan duka, tetapi juga menghadirkan wajah gotong royong. Pemerintah daerah, lembaga sosial, dan masyarakat bergandengan tangan untuk saling menguatkan. Dari doa, tenaga, hingga bantuan yang diberikan, semuanya bermuara pada semangat kebersamaan. Pengalaman ini sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap ujian selalu membawa hikmah. Di tengah tanah longsor yang meluluhlantakkan rumah-rumah warga, tumbuh kembali harapan berkat hadirnya kepedulian dan solidaritas.
BERITA14/09/2025 | Admin
Merawat Persaudaraan, Menebar Kepedulian: BAZNAS Hadiri Pengajian Maulid Nabi di Karangnangka
Merawat Persaudaraan, Menebar Kepedulian: BAZNAS Hadiri Pengajian Maulid Nabi di Karangnangka
Purbalingga– Suasana penuh khidmat menyelimuti lapangan Desa Karangnangka, Kecamatan Bukateja, saat ratusan warga berkumpul dalam pengajian memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pada Sabtu (13/09). Dalam momen penuh makna ini, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga, H. Soedijanto, S.Sos., M.Si turut hadir mendampingi Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang memperingati kelahiran Rasulullah, tetapi juga sebagai momentum mempererat ukhuwah Islamiyah dan menyemai nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani, mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dan bijak dalam menyikapi derasnya arus informasi, khususnya di media sosial. "Masyarakat harus waspada terhadap hoaks yang beredar di media sosial. Informasi yang tidak benar apabila ditelan mentah-mentah tanpa kajian dapat memecah belah masyarakat. Karena itu, mari kita lebih cermat dan bijak dalam menyikapi setiap berita yang kita terima," tegasnya. Pesan ini menjadi relevan di tengah fenomena maraknya berita palsu yang kerap memicu keresahan, bahkan perpecahan di masyarakat. Acara kemudian diisi dengan tausiyah oleh Ustadz Yusuf Ibrahim dari Purwokerto. Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW sebagai suri teladan utama umat Islam. Menurutnya, Maulid Nabi bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi kesempatan untuk memperdalam kecintaan kepada Rasulullah, memperkuat iman, serta menumbuhkan semangat menebar kebaikan di tengah masyarakat. Sebagai wujud kepedulian, BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyalurkan santunan senilai Rp1,5 juta untuk 15 anak yatim-piatu di Desa Karangnangka. Selain sebagai bentuk dukungan material, bantuan ini juga menjadi simbol kepedulian dan kasih sayang kepada generasi penerus bangsa. Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga menegaskan bahwa keberadaan BAZNAS tidak hanya sebatas menyalurkan zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga hadir mendampingi masyarakat dalam momen-momen penting, baik keagamaan maupun sosial. "Kami berharap, melalui momentum Maulid Nabi ini, masyarakat semakin tergerak untuk saling membantu, memperkuat solidaritas, dan menjadikan zakat sebagai jalan keberkahan bersama," ungkapnya. Pengajian Maulid Nabi di Desa Karangnangka ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai keagamaan, kepedulian sosial, dan kebersamaan dapat berjalan beriringan. Dengan hadirnya pemerintah daerah, tokoh agama, dan lembaga sosial seperti BAZNAS, acara ini semakin sarat makna serta memberikan teladan tentang bagaimana masyarakat bisa saling menguatkan di tengah tantangan zaman. Melalui momentum ini, BAZNAS Kabupaten Purbalingga mengajak seluruh masyarakat untuk terus merawat persaudaraan, memperkuat kepedulian sosial, dan meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Semoga Purbalingga senantiasa diberkahi Allah SWT, dijauhkan dari perpecahan, serta senantiasa dianugerahi persatuan, keberkahan, dan kesejahteraan bagi seluruh warganya.
BERITA13/09/2025 | Admin
Hafara Belia Lawan Lupus, BAZNAS Datang Membawa Harapan di Tengah Derita
Hafara Belia Lawan Lupus, BAZNAS Datang Membawa Harapan di Tengah Derita
Purbalingga – Perjuangan berat tengah dijalani Hafara Septialika Mustin (15), putri pasangan Faturrahman dan Hanif Febri Rosmiati, warga Wirasana, Purbalingga. Hafara divonis menderita Lupus Nephritis Isn Class I, penyakit autoimun yang menyerang ginjal. Saat ini, ia harus menjalani perawatan intensif di RSUP Sardjito Yogyakarta. Di ruang perawatan, Hafara hanya bisa terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit dengan selang NGT terpasang di hidungnya. Meski tubuhnya rapuh, semangat untuk sembuh tetap terpancar dari dirinya. Setiap tatapan matanya menggambarkan tekad untuk melawan penyakit, sekalipun rasa sakit terus menguji. Kondisi ini juga menjadi ujian berat bagi orang tuanya. Faturrahman dan Hanif Febri Rosmiati terpaksa menghentikan pekerjaan sehari-hari demi mendampingi Hafara selama dirawat intensif di Jogja. Kesulitan biaya akomodasi pun menjadi beban tambahan di tengah perjuangan panjang mereka. Mengetahui kondisi tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga menyalurkan bantuan uang tunai bagi keluarga Hafara. Bantuan ini diberikan untuk meringankan biaya akomodasi selama masa perawatan di Yogyakarta. “Kami hadir untuk mendampingi keluarga Hafara di tengah ujian yang berat ini. Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban dan memberi kekuatan agar keluarga tetap fokus mendampingi Hafara sampai pulih kembali,” ujar Amin Nurrokhim, Bagian Penyaluran BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Rasa syukur pun disampaikan pihak keluarga atas kepedulian BAZNAS. “Alhamdulillah, kami sekeluarga sangat berterima kasih kepada BAZNAS. Bantuan ini benar-benar berarti bagi kami yang saat ini harus menetap di Jogja untuk menemani Hafara. Semoga Allah membalas kebaikan ini dengan berlipat ganda,” ungkap Mbah Hafara dengan mata berkaca-kaca. Di balik sakit yang dideritanya, Hafara adalah potret ketabahan seorang anak yang masih belia. Kisahnya menjadi pengingat bahwa di tengah keterbatasan dan ujian, selalu ada harapan ketika tangan-tangan peduli hadir menguatkan.
BERITA12/09/2025 | Admin
Ketika Napas Kecil Aleeya Terganggu, Uluran Tangan BAZNAS Hadir Membawa Harapan
Ketika Napas Kecil Aleeya Terganggu, Uluran Tangan BAZNAS Hadir Membawa Harapan
Purbalingga – Kehidupan kecil Aleeya Amu Az Zahra (6), warga Desa Lamuk, Kecamatan Kejobong, tak sama dengan anak-anak seusianya. Sejak balita, Aleeya harus berjuang menghadapi penyakit asma, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan sesak napas yang kerap menyerangnya secara tiba-tiba. Setiap kali kambuh, napasnya tersengal-sengal, membuat orang tuanya panik dan sering kali harus membawanya ke layanan kesehatan. Dokter menyarankan agar Aleeya melakukan terapi menggunakan alat nebulizer secara rutin di rumah. Namun, harga alat ini cukup tinggi dan di luar jangkauan ekonomi keluarganya. Sang ayah yang bekerja serabutan dan ibunya yang mengurus rumah tangga hanya bisa berdoa agar ada jalan keluar bagi putri kecil mereka. Harapan itu akhirnya datang melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga. Mendengar kondisi Aleeya, BAZNAS bergerak cepat memberikan bantuan berupa satu unit alat nebulizer. Bantuan tersebut diserahkan langsung di kediaman keluarga Aleeya, didampingi perangkat Desa Lamuk. “Kami hadir untuk memastikan anak-anak seperti Aleeya bisa mendapatkan akses kesehatan yang layak. Bantuan nebulizer ini semoga bisa digunakan untuk terapi harian sehingga Aleeya bisa bernapas lebih lega, tumbuh sehat, dan ceria bersama teman-temannya,” ungkap Amin Nurrokhim, Bagian Pendistribusian BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Kebahagiaan pun tak bisa disembunyikan dari wajah orang tua Aleeya saat menerima bantuan tersebut. “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS yang sudah peduli kepada anak kami. Nebulizer ini sangat berarti, karena selama ini kami hanya bisa pasrah saat Aleeya sesak napas. Semoga dengan alat ini, kesehatan Aleeya bisa semakin membaik,” ujar orang tua Aleeya dengan mata berkaca-kaca. Kini, Aleeya bisa melakukan terapi di rumah tanpa harus bolak-balik ke fasilitas kesehatan. Sang ibu tak lagi sekuatir sebelumnya ketika serangan sesak napas datang, karena alat terapi sudah tersedia di samping putrinya. Kisah Aleeya menjadi pengingat bahwa di balik keterbatasan, selalu ada harapan ketika kepedulian dan gotong royong hadir dari hati.
BERITA12/09/2025 | Admin
Musibah Longsor Menimpa Saefurrohman, BTB BAZNAS dan Warga Bergerak Bersama
Musibah Longsor Menimpa Saefurrohman, BTB BAZNAS dan Warga Bergerak Bersama
Purbalingga – Rumah milik Saefurrohman, warga Desa Sirau, Kecamatan Karangmoncol, tertimpa longsor dari tebing setinggi 4 meter akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Kamis (12/9/2025) siang. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kondisi rumah sementara waktu tidak dapat ditempati karena tertutup material longsor. Sebagai bentuk kepedulian, BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Purbalingga pada Jumat (13/9/2025) langsung melaksanakan giat gotong royong bersama warga untuk membersihkan material longsor yang menutup sebagian rumah. Upaya ini dilakukan agar akses dan keamanan rumah bisa segera dipulihkan. “Kami hadir untuk membantu warga terdampak bencana agar tidak merasa sendirian menghadapi musibah ini. Semoga dengan gotong royong, rumah Pak Saefurrohman bisa segera kembali ditempati,” ujar Rohman, perwakilan BTB BAZNAS Purbalingga. Kehadiran BTB BAZNAS Purbalingga di lokasi diharapkan dapat meringankan beban Saefurrohman dan keluarganya, sekaligus menjadi wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
BERITA12/09/2025 | Admin
Dua Personel BTB BAZNAS Purbalingga Ikuti Pelatihan Kompetensi Kebencanaan di Bogor
Dua Personel BTB BAZNAS Purbalingga Ikuti Pelatihan Kompetensi Kebencanaan di Bogor
Purbalingga – Dua personel BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Purbalingga, yakni Bayu Krisna Mukti dan Edi Purwanto, ditugaskan mengikuti Pelatihan Kompetensi Kebencanaan yang digelar di Bogor, Jawa Barat, pada Senin–Ahad, 8–14 September 2025. Pelatihan yang berlangsung selama sepekan penuh ini diinisiasi oleh BAZNAS RI bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan tim SAR. Tujuannya adalah untuk memperkuat kapasitas para relawan dalam menghadapi situasi darurat bencana yang semakin beragam dan kompleks di berbagai daerah di Indonesia. Dalam kegiatan tersebut, para peserta dibekali dengan materi dan praktik langsung terkait skema kaji cepat, yakni kemampuan melakukan penilaian cepat di lokasi terdampak bencana untuk memetakan kebutuhan darurat. Selain itu, mereka juga dilatih dalam pertolongan dasar untuk memberikan penanganan awal kepada korban, pertolongan permukaan air yang penting dalam kondisi banjir maupun kecelakaan air, serta pertolongan bangunan runtuh yang sangat krusial pada situasi gempa bumi maupun bencana struktural lainnya. Kehadiran personel BTB BAZNAS Purbalingga dalam pelatihan ini merupakan bentuk komitmen BAZNAS untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang terjun langsung di lapangan. Dengan kompetensi yang semakin terasah, relawan diharapkan dapat bekerja lebih cepat, tepat, dan profesional ketika membantu masyarakat yang terkena bencana. “Partisipasi Bayu dan Edi dalam pelatihan ini menjadi langkah penting agar BTB Purbalingga semakin siap siaga. Ilmu dan keterampilan yang mereka dapatkan akan ditularkan kepada personel lainnya, sehingga ke depan tim kita semakin solid dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ungkap Komandan BTB BAZNAS Kab. Purbalingga, Rahmat Basuki, S.Pd Sementara itu, salah satu peserta, Bayu Krisna Mukti, mengaku bersyukur bisa mendapatkan kesempatan berharga ini. “Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami. Kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung menghadapi berbagai situasi bencana. InsyaAllah ilmu ini akan saya terapkan dan bagikan kepada rekan-rekan di Purbalingga, agar kami semakin siap membantu masyarakat,” tuturnya. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Purbalingga juga berharap dapat memperluas jaringan kerja sama dengan berbagai pihak terkait kebencanaan, serta meneguhkan peran zakat sebagai instrumen penting dalam mendukung layanan kemanusiaan di Indonesia.
BERITA10/09/2025 | Admin
Di Balik Ujian Berat, Ibu Sumarti Temukan Harapan Lewat Kaki Palsu dari BAZNAS
Di Balik Ujian Berat, Ibu Sumarti Temukan Harapan Lewat Kaki Palsu dari BAZNAS
Purbalingga – Hidup di usia senja seharusnya menjadi masa untuk beristirahat dengan tenang, dikelilingi oleh keluarga yang penuh kasih sayang. Namun, kisah berbeda dialami oleh Ibu Sumarti (73), warga Desa Pepedan, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga. Sejak beberapa waktu lalu, ia harus merelakan salah satu kakinya diamputasi akibat penyakit diabetes yang dideritanya. Kesedihan itu kian terasa karena sang suami yang setia mendampinginya kini juga tengah sakit stroke. Kondisi tersebut membuat kehidupan rumah tangga sederhana ini penuh keterbatasan. Hampir setiap hari, Ibu Sumarti mengandalkan bantuan anak perempuan satu-satunya yang dengan ikhlas merawat kedua orang tuanya, mulai dari memenuhi kebutuhan sehari-hari hingga menemani dalam perawatan medis. Di tengah ujian hidup yang berat ini, BAZNAS Kabupaten Purbalingga hadir membawa harapan baru. Pada Rabu (10/9/2025), BAZNAS menyalurkan bantuan berupa kaki palsu untuk Ibu Sumarti. Bantuan ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memberikan kesempatan agar Ibu Sumarti dapat kembali beraktivitas dengan lebih mandiri meski dalam keterbatasan. Dengan mata berkaca-kaca, Ibu Sumarti menyampaikan rasa syukurnya. “Saya tidak menyangka akan mendapat bantuan ini. Terima kasih kepada BAZNAS yang sudah peduli. Semoga Allah membalas dengan kebaikan. Dengan kaki ini, saya berharap bisa kembali berjalan dan tidak terlalu merepotkan anak saya,” tuturnya penuh haru. Waka II BAZNAS Kabupaten Purbalingga, H. Suparna, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata dari zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat melalui BAZNAS. “Kami berharap bantuan kaki palsu ini dapat membantu Ibu Sumarti lebih mandiri. Inilah salah satu bukti bahwa zakat benar-benar kembali untuk kemaslahatan umat, terutama mereka yang sangat membutuhkan,” ujarnya. Harapan pun tumbuh di hati Ibu Sumarti dan keluarganya. Meski didera ujian bertubi-tubi, keyakinan akan kasih sayang Allah dan kehadiran tangan-tangan penuh empati membuat mereka tetap tegar melangkah.
BERITA10/09/2025 | Admin
Di Tengah Keterbatasan, Senyum Anak Yatim Piatu SMPN 2 Karangreja Merekah Berkat Uluran Tangan BAZNAS
Di Tengah Keterbatasan, Senyum Anak Yatim Piatu SMPN 2 Karangreja Merekah Berkat Uluran Tangan BAZNAS
Purbalingga – Senyum haru tampak di wajah belasan siswa SMP Negeri 2 Karangreja pada Selasa (9/9/2025). Hari itu, mereka yang selama ini berjuang menempuh pendidikan tanpa kehadiran orang tua, menerima bantuan pendidikan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga. Sebanyak 12 siswa yatim piatu dari keluarga tidak mampu mendapatkan bantuan senilai Rp2,4 juta, yang diserahkan langsung oleh Amin Nurrokhim, bagian pendistribusian BAZNAS Kabupaten Purbalingga, di halaman sekolah. Setiap siswa menerima dukungan agar mereka tetap bisa bersekolah tanpa harus terlalu terbebani oleh keterbatasan ekonomi. Kepala SMPN 2 Karangreja, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya dan mengucapkan terima kasih atas bantuan untuk siswanya. Baginya, bantuan ini menjadi wujud nyata kepedulian yang sangat berarti bagi siswanya. “Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS Purbalingga yang telah peduli pada siswa kami. Bantuan ini bukan hanya sekadar materi, tetapi juga bentuk motivasi,” ucapnya penuh haru. Sementara itu, perwakilan BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Amin Nurrokhim, menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu fokus utama program BAZNAS. “Zakat yang dititipkan masyarakat kami kelola dengan amanah dan kami salurkan kepada yang berhak, termasuk anak-anak yatim piatu. Kami tidak ingin ada anak di Purbalingga yang putus sekolah hanya karena keterbatasan biaya. Harapan kami, adik-adik ini tetap semangat belajar, menggapai cita-cita, dan kelak menjadi generasi penerus yang membanggakan keluarga, masyarakat, dan bangsa,” jelasnya. Bantuan pendidikan ini bukan sekadar nominal, melainkan sebuah pesan bahwa para siswa tidak berjalan sendirian. Ada tangan-tangan kepedulian yang selalu siap menopang mereka. Melalui program ini, BAZNAS Purbalingga ingin memastikan bahwa setiap anak, termasuk yatim piatu, memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan layak dan masa depan cerah.
BERITA09/09/2025 | Admin
Air Mata Haru Mbah Supeni: Dari Rumah Reot ke Rumah Layak Huni Berkat Uluran Tangan Bersama
Air Mata Haru Mbah Supeni: Dari Rumah Reot ke Rumah Layak Huni Berkat Uluran Tangan Bersama
Di sebuah sudut Desa Senon, Kecamatan Kemangkon, berdiri sebuah rumah reot yang menjadi tempat berteduh Mbah Supeni (70). Dindingnya rapuh, atapnya bocor, dan lantainya seadanya. Namun, di dalam rumah sederhana itu tersimpan keteguhan hati seorang nenek yang penuh kasih sayang. Di usia senjanya, Mbah Supeni tidak hanya mengurus dirinya sendiri, melainkan juga sang anak dan tiga cucunya yang masih membutuhkan perhatian. Hari-hari Mbah Supeni diisi dengan perjuangan sunyi. Meski renta, ia tetap sabar mengasuh cucu-cucunya, memastikan mereka tetap mendapat kasih sayang meski hidup serba terbatas. Rumah yang ditempati pun sebenarnya bukan miliknya. Ia hanya menumpang di atas tanah milik tetangga yang dengan hati lapang rela meminjamkan sebidang lahan agar keluarga kecil ini memiliki tempat tinggal. Ia adalah Solikhah Tanah itu menjadi saksi kebaikan, sementara rumah reot yang berdiri di atasnya menjadi saksi ketabahan Mbah Supeni. Kondisi ini menggugah banyak pihak untuk bergerak. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga berkolaborasi dengan LazisNU Purbalingga serta Pemerintah Desa Senon, bersepakat memberikan bantuan demi merehabilitasi rumah Mbah Supeni. Bantuan sebesar Rp10 juta digelontorkan oleh BAZNAS, sebagai wujud kepedulian agar Mbah Supeni dan keluarganya dapat hidup lebih layak dan aman di rumah sederhana yang lebih kokoh. Rumah Mbah Supeni pun berdiri diatas tanah hibah dari H. Supardi, S.Pd. Sosok yang berbesar hati dan penuh keikhlasan mewakafkan tanahnya untuk Mbah Supeni. Sehingga sekarang Mbah Supeni pun resmi mendirikan rumah diatas tanah milik sendiri. Bagi Mbah Supeni, bantuan ini bukan sekadar angka. Lebih dari itu, ia merasakan hangatnya kepedulian yang hadir di tengah usianya yang senja. Dengan mata berkaca-kaca, ia hanya mampu mengucap syukur. “Alhamdulillah, matur nuwun sanget. Semoga Gusti Allah mbales kebaikan panjenengan sedaya,” ucapnya lirih. Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, H. Soedijarto, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat kecil yang membutuhkan. “Kami hadir bukan hanya untuk menyalurkan dana, tetapi untuk memastikan bahwa tidak ada warga yang hidup dalam kondisi serba kekurangan tanpa perhatian. Rehabilitasi rumah Mbah Supeni ini diharapkan bisa memberi kenyamanan, sekaligus menjadi bukti bahwa zakat yang dititipkan masyarakat benar-benar kembali kepada yang berhak menerimanya,” ungkapnya. Ia juga menambahkan, kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci dalam membantu masyarakat. “Alhamdulillah, dengan sinergi antara BAZNAS, LazisNU, dan Pemerintah Desa, kita bisa bersama-sama meringankan beban Mbah Supeni. Semoga langkah kecil ini menjadi inspirasi untuk terus berbagi,” tutupnya. Kini, harapan baru tumbuh di rumah sederhana itu. Bukan hanya dinding dan atap yang diperbaiki, melainkan juga semangat hidup yang kembali menyala. Dengan uluran tangan penuh kepedulian, Mbah Supeni dan keluarganya bisa menatap masa depan dengan lebih tenang, terutama demi cucu-cucu yang ia rawat dengan sepenuh hati.
BERITA09/09/2025 | Admin
Rumah Sederhana Ibu Rita Ambruk, BAZNAS dan TP PKK Purbalingga Hadirkan Bantuan Rp5 Juta dan Logistik Keluarga
Rumah Sederhana Ibu Rita Ambruk, BAZNAS dan TP PKK Purbalingga Hadirkan Bantuan Rp5 Juta dan Logistik Keluarga
Musibah yang dialami oleh keluarga kecil Ibu Rita Sari, warga Desa Purbalingga Kulon menyisakan kesedihan bagi Ibu Rita dan Keluarga. Atap rumah sederhana yang selama ini menjadi tempat bernaung bersama keluarganya tiba-tiba ambruk, meninggalkan kekhawatiran mendalam. Di tengah keterbatasan ekonomi, peristiwa ini tentu menjadi ujian yang berat. Ibu Rita hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa. Sementara suaminya, Fajar Adi Pamuji, bekerja sebagai tukang parkir di Pasar Hartono. Namun, pekerjaannya itu tidak menentu. Hanya dua minggu sekali ia mendapat giliran menjaga parkir, sedangkan dua minggu berikutnya ia harus mencari penghasilan tambahan dengan pekerjaan serabutan. Meski penghasilan tidak seberapa, Fajar tidak pernah mengeluh. Ia tetap menyisihkan waktunya untuk mengajar mengaji anak-anak di TPQ mushola setempat setiap Ahad. Bahkan, setiap Jumat ia dipercaya masyarakat untuk mengisi khutbah. Bagi tetangga dan jamaah, Fajar adalah sosok sederhana yang rendah hati dan taat agama. Kehidupan keluarga kecil ini sebenarnya sudah penuh keterbatasan. Namun, mereka tetap menjalaninya dengan kesabaran dan rasa syukur. Hingga musibah datang menimpa rumah yang mereka tinggali. Atap yang lapuk akhirnya runtuh, membuat keluarga ini kebingungan. Bagaimana harus memperbaikinya, sementara penghasilan sehari-hari bahkan sering tidak cukup untuk kebutuhan pokok. Kabar ini sampai ke telinga BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Dengan gerak cepat, BAZNAS berkolaborasi dengan TP PKK Purbalingga untuk menyalurkan bantuan. Bantuan uang tunai sebesar Rp5 juta diserahkan langsung oleh Ketua TP PKK Purbalingga, Syahzani Fahmi M Hanif, pada Selasa (9/9/2025). Selain itu, BAZNAS juga menyalurkan Paket Logistik Keluarga (PLK) untuk memenuhi kebutuhan harian. Tidak hanya itu, PMI turut hadir memberikan dukungan sebagai wujud kepedulian bersama. Di hadapan para penerima bantuan, mata Ibu Rita berkaca-kaca. “Kami tidak menyangka akan mendapat perhatian sebesar ini. Semoga Allah membalas kebaikan BAZNAS, TP PKK, PMI, dan semua pihak yang peduli,” ujarnya dengan suara lirih namun penuh rasa syukur. Bagi keluarga Ibu Rita, bantuan ini bukan sekadar materi. Lebih dari itu, ini adalah tanda bahwa mereka tidak sendirian menghadapi musibah. Ada kepedulian, ada harapan, dan ada semangat baru untuk bangkit kembali.
BERITA09/09/2025 | Admin
Ketika Zakat Menjadi Cahaya: 7 Siswa SMA Negeri 2 Purbalingga Terima Bantuan Pendidikan
Ketika Zakat Menjadi Cahaya: 7 Siswa SMA Negeri 2 Purbalingga Terima Bantuan Pendidikan
Harapan kembali tumbuh di wajah para siswa ketika Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga menyerahkan bantuan pendidikan senilai Rp3,5 juta kepada 7 siswa SMA Negeri 2 Purbalingga. Penyerahan dilakukan dalam acara Apel Bersama Bupati Purbalingga, Fahmi M Hanif, yang berlangsung penuh khidmat. Bantuan ini menjadi bentuk nyata kepedulian BAZNAS terhadap generasi muda yang tengah berjuang menempuh pendidikan di tengah keterbatasan ekonomi keluarga. Setiap rupiah yang disalurkan bukan hanya angka, tetapi juga cahaya semangat agar para siswa tidak berhenti meraih cita-cita. Salah satu penerima bantuan adalah Rosidah, siswi kelas XI yang kisah hidupnya mengundang haru. Ia adalah seorang yatim piatu. Sejak kecil, Rosidah kehilangan kasih sayang kedua orang tuanya. Kini, di usianya yang masih belia, ia harus memikul tanggung jawab besar: merawat mbah putrinya yang sudah sakit-sakitan dan pikun, sekaligus menjaga kakaknya yang mengalami gangguan jiwa. Dengan suara lirih penuh rasa syukur, Rosidah menyampaikan terima kasihnya, “Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS atas bantuan yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti untuk saya melanjutkan sekolah. Saya ingin tetap bisa belajar, meski keadaan keluarga saya berat. Semoga Allah membalas kebaikan para muzaki yang sudah membantu kami,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca. Kisah Rosidah menjadi potret nyata bagaimana pendidikan adalah harapan terakhir untuk keluar dari lingkaran keterbatasan. Dengan dukungan BAZNAS, Rosidah dan siswa lainnya tidak lagi merasa sendirian menapaki jalan menuju masa depan yang lebih baik. Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, H. Soedijanto, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa bantuan pendidikan ini adalah bagian dari upaya memastikan tidak ada anak Purbalingga yang putus sekolah karena kesulitan ekonomi. “Kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban anak-anak kita, termasuk Rosidah dan teman-temannya. Mereka adalah generasi penerus, dan menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaga agar cita-cita mereka tetap menyala,” ungkapnya.
BERITA08/09/2025 | Admin
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Purbalingga.

Lihat Daftar Rekening →