WhatsApp Icon
232 Ribu Liter Air Bersih BAZNAS Mengalir, Ribuan Warga Purbalingga Terbantu

Memasuki hari ke-12 distribusi air bersih, BAZNAS terus bergerak membantu masyarakat yang terdampak kekeringan. Hingga saat ini, sebanyak 232.000 liter air bersih telah disalurkan dan diterima oleh 9.655 jiwa yang tersebar di 15 desa di Kabupaten Purbalingga.

Distribusi air bersih tersebut mencakup Desa Kasih dan Margasana, Kecamatan Kertanegara; Desa Slinga, Pagerandong, dan Sidanegara, Kecamatan Kaligondang; Desa Tegalpingen, Tetel, dan Pasunggingan, Kecamatan Pengadegan; Desa Candinata dan Karangjengkol, Kecamatan Kutasari; Desa Karanganyar, Kecamatan Karanganyar; serta Desa Gumiwang dan Bandingan, Kecamatan Kejobong.

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kondisi kemarau. Dalam pelaksanaannya, BAZNAS bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Purbalingga untuk memperluas jangkauan distribusi kepada masyarakat yang membutuhkan.

Air bersih yang disalurkan tidak hanya menjadi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi harapan bagi warga untuk tetap dapat menjalankan aktivitas rumah tangga dengan layak di tengah kondisi kekeringan.

BAZNAS memastikan distribusi air bersih akan terus dilakukan hingga musim penghujan tiba, dengan menyesuaikan kebutuhan dan kondisi di wilayah terdampak. Langkah ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan air bersih tetap terpenuhi selama musim kemarau.

Melalui gerakan ini, BAZNAS mengajak masyarakat untuk bersama-sama menghadirkan manfaat bagi sesama. Setiap tetes air yang disedekahkan, menjadi harapan bagi mereka yang sedang membutuhkan.

26/08/2026 | Kontributor: Admin
Silaturahmi Saudagar Z Mart BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Dorong Penguatan Usaha dan Kemandirian Ekonomi

Purbalingga – BAZNAS Kabupaten Purbalingga menggelar kegiatan Silaturahmi Saudagar Z Mart bersama para penerima bantuan Program Z Mart pada Sabtu (23/8/2026) di Aula BAZNAS Kabupaten Purbalingga.

Kegiatan ini menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi antara BAZNAS dengan para penerima manfaat Program Z Mart. Selain itu, pertemuan tersebut bertujuan untuk memberikan motivasi, memperkuat semangat berusaha, serta mendorong para penerima agar mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, para saudagar Z Mart mendapatkan motivasi dan penguatan mengenai pentingnya mengelola usaha dengan tekun, meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, serta terus berupaya mengembangkan kapasitas usaha. Melalui kegiatan ini, BAZNAS juga mendorong para penerima manfaat agar tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi dapat tumbuh menjadi pelaku usaha yang mandiri dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

Program Z Mart merupakan salah satu bentuk pemberdayaan ekonomi BAZNAS dalam bentuk usaha ritel mikro. Program ini diarahkan untuk meningkatkan eksistensi dan kapasitas usaha para penerima manfaat sehingga dapat menjadi salah satu upaya dalam mengatasi kemiskinan, khususnya di wilayah urban.

Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Sudijanto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa bantuan Z Mart bukan sekadar pemberian modal usaha, tetapi merupakan bagian dari ikhtiar pemberdayaan agar para penerima manfaat dapat meningkatkan taraf kehidupannya.

“Program Z Mart ini bukan hanya tentang bantuan yang diberikan, tetapi bagaimana bantuan tersebut dapat berkembang dan memberikan manfaat dalam jangka panjang. Kami berharap para saudagar Z Mart terus semangat, menjaga amanah, dan mengelola usahanya dengan baik sehingga ke depan dapat semakin mandiri,” ujar Sudijanto.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan saling berbagi pengalaman antar penerima manfaat. Menurutnya, keberhasilan Program Z Mart tidak hanya diukur dari berkembangnya usaha, tetapi juga dari kemampuan penerima manfaat untuk meningkatkan kesejahteraan dan perlahan keluar dari keterbatasan ekonomi.

Melalui silaturahmi ini, BAZNAS Kabupaten Purbalingga berharap para saudagar Z Mart dapat terus berkembang, saling menguatkan, dan menjadi bagian dari ekosistem pemberdayaan ekonomi yang mampu menciptakan kemandirian serta mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Purbalingga.

22/08/2026 | Kontributor: Admin
BAZNAS Purbalingga Distribusikan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Memasuki musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Niño 2026, sejumlah wilayah di Indonesia mengalami peningkatan risiko kekeringan, termasuk Kabupaten Purbalingga. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian masyarakat mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dalam menghadapi kondisi ini, BAZNAS Kabupaten Purbalingga turut hadir membantu masyarakat melalui program pendistribusian air bersih.

Sejak Kamis (13/8/2026), BAZNAS mulai menyalurkan air bersih ke sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan. Di antaranya, distribusi dilakukan di Desa Kasih, Kecamatan Kertanegara, sebanyak 4 titik, serta Desa Slinga, Kecamatan Kaligondang, sebanyak 3 titik.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 24.000 liter air bersih telah didistribusikan dan diterima oleh 282 kepala keluarga (KK). Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan masyarakat, khususnya untuk memenuhi kebutuhan air bersih selama musim kemarau.

Distribusi air bersih ini akan terus dilakukan secara bertahap hingga musim penghujan tiba, dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayah yang mengalami kekeringan. BAZNAS juga terus melakukan pemantauan terhadap wilayah yang membutuhkan bantuan air bersih.

BAZNAS Kabupaten Purbalingga mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menggunakan air, menghemat persediaan air, serta saling membantu sesama selama musim kekeringan. Sebab, bagi sebagian masyarakat, setetes air bukan sekadar kebutuhan, tetapi menjadi harapan untuk menjalani kehidupan sehari-hari.

Mari bersama hadirkan manfaat di tengah kekeringan. Salurkan sedekah air melalui BAZNAS Kabupaten Purbalingga, karena setiap tetes yang kita sedekahkan dapat menjadi sumber kehidupan dan keberkahan bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan.

 

15/08/2026 | Kontributor: Admin
Di Tengah Sakit, Nofal Tetap Berjuang Mengejar Mimpi Sekolah

Di usia 12 tahun, ketika sebagian anak seusianya sedang sibuk mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, Nofal Putra, anak asal Desa Pekalongan, Kecamatan Bojongsari, justru harus berjuang menghadapi sakit yang telah lama dideritanya. Tumor liver yang ia derita membuat kondisi tubuh Nofal perlahan semakin melemah. Namun, rasa sakit tidak serta-merta memadamkan semangatnya untuk belajar.

Nofal merupakan siswa kelas 6 sekolah dasar. Di tengah kondisi kesehatannya, ia tetap berusaha mengikuti kegiatan belajar hingga menyelesaikan ujian sekolah. Ada satu mimpi yang terus ia genggam, yaitu dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP. Mimpi sederhana itu menjadi salah satu alasan Nofal untuk tetap bersemangat menjalani hari-harinya, meski tubuhnya harus menahan rasa sakit.

Sayangnya, kondisi kesehatan Nofal semakin memburuk setelah menyelesaikan ujian sekolah. Ia harus lebih sering bolak-balik ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Hingga akhirnya, keinginannya untuk melanjutkan sekolah ke jenjang SMP harus tertunda. Nofal harus menjalani perawatan intensif dan mendapatkan rujukan ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta untuk penanganan lebih lanjut.

Di tengah kondisi tersebut, orang tua Nofal hanya bisa menemani dan menguatkan buah hatinya. Keterbatasan ekonomi membuat perjuangan keluarga ini terasa semakin berat. Sang ayah dan ibu hanya bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ketika sakit datang dan membutuhkan biaya, kemampuan mereka pun sangat terbatas.

Sebagai orang tua, harapan mereka kini sederhana. Mereka ingin Nofal segera mendapatkan kesembuhan, kembali sehat, dan suatu hari dapat melanjutkan sekolah serta mengejar cita-citanya yang sempat tertunda.

Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Kabupaten Purbalingga turut hadir meringankan beban keluarga Nofal dengan memberikan bantuan sebesar Rp1.000.000 untuk membantu memenuhi kebutuhan selama menjalani perawatan di rumah sakit. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi sedikit penguat bagi Nofal dan keluarganya dalam melewati masa sulit yang sedang mereka hadapi.

Kisah Nofal mengingatkan kita bahwa di balik setiap bantuan, ada harapan yang sedang diperjuangkan. Ada anak-anak yang ingin tetap sekolah, ada keluarga yang ingin tetap bertahan, dan ada doa-doa yang menanti untuk dikabulkan. Melalui zakat yang ditunaikan melalui BAZNAS Kabupaten Purbalingga, masyarakat turut mengambil bagian dalam menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan. Semoga semakin banyak zakat yang ditunaikan, semakin banyak pula Nofal-Nofal lainnya yang dapat dibantu dan dikuatkan dalam menghadapi ujian kehidupan.

 

10/08/2026 | Kontributor: Admin
Rumah Layak Huni untuk Mbah Satimi, Menghadirkan Harapan di Usia Senja

Purbalingga,— Di usia yang telah menginjak 80 tahun, Mbah Satimi menjalani hari-harinya seorang diri di sebuah rumah sederhana di Desa Tidu, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga. Rumah yang selama ini menjadi tempatnya berteduh masih berdinding bambu, dengan lantai tanah. Sementara untuk memasak sehari-hari Mbah Satimi hanya mengandalkan tungku tradisional berbahan bakar kayu. Ia juga belum memiliki kamar mandi yang layak. Kondisi tersebut membuat kehidupan Mbah Satimi semakin berat, terlebih di usia senjanya.

Mbah Satimi tidak memiliki anak. Suaminya pun telah lama meninggal dunia. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah dan desa. Dalam kesederhanaannya, Mbah Satimi tetap menjalani kehidupan dengan penuh ketabahan.

Kondisi Mbah Satimi kemudian mendapat perhatian Bupati Purbalingga saat melakukan kunjungan ke Desa Tidu. Melihat kondisi tempat tinggal yang membutuhkan perhatian, Pemerintah Kabupaten Purbalingga bersama BAZNAS Kabupaten Purbalingga bergerak untuk memberikan solusi agar Mbah Satimi dapat memiliki tempat tinggal yang lebih sehat, aman, dan nyaman.

Hari ini, Senin (10/8/2026), langkah tersebut mulai diwujudkan melalui peletakan batu pertama pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) untuk Mbah Satimi. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Sudijanto, Camat Bukateja, dan Kepala Desa Tidu sebagai tanda dimulainya proses rehab rumah.

BAZNAS Kabupaten Purbalingga memberikan bantuan sebesar Rp12.000.000 yang akan digunakan untuk membantu merehab rumah Mbah Satimi. Bantuan tersebut diharapkan dapat menghadirkan tempat tinggal yang lebih sehat dan nyaman, sekaligus memberikan rasa aman bagi Mbah Satimi dalam menjalani hari-harinya.

Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Sudijanto, menyampaikan bahwa bantuan rumah layak huni merupakan salah satu bentuk kepedulian BAZNAS kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya mereka yang berada dalam kondisi kurang mampu dan memiliki tempat tinggal yang belum memenuhi standar kelayakan.

“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi Mbah Satimi. Rumah bukan hanya tempat untuk berteduh, tetapi juga tempat untuk merasa aman dan nyaman. Di usia beliau yang sudah lanjut, tentu kami ingin Mbah Satimi dapat tinggal di tempat yang lebih layak dan sehat.”

Sudijanto juga menyampaikan bahwa terlaksananya program tersebut merupakan bentuk sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan BAZNAS dalam membantu masyarakat.

“Apa yang kita lakukan hari ini mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi Mbah Satimi ini tentu memiliki arti yang besar. Semoga pembangunan rumah ini berjalan lancar dan nantinya dapat memberikan kenyamanan bagi beliau. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah ikut mendukung dan membantu.”

Sementara itu, Camat Bukateja yang diwakili oleh Sekretaris Camat Bukateja, Galih Nirmala, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian Pemerintah Kabupaten Purbalingga serta BAZNAS terhadap kondisi Mbah Satimi.

“Kami sangat mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Purbalingga dan BAZNAS kepada Mbah Satimi. Kondisi beliau memang membutuhkan perhatian kita bersama. Semoga dengan adanya bantuan ini, rumah Mbah Satimi dapat segera diperbaiki dan menjadi tempat tinggal yang lebih layak, sehat, dan nyaman.”

Galih juga berharap sinergi antara pemerintah, BAZNAS, pemerintah desa, dan masyarakat dapat terus terjalin sehingga semakin banyak warga yang membutuhkan dapat memperoleh perhatian dan bantuan.

Peletakan batu pertama rumah layak huni Mbah Satimi menjadi bukti bahwa kepedulian dapat menghadirkan perubahan nyata. Di balik rumah sederhana yang mulai dibangun, ada harapan seorang perempuan lanjut usia untuk menjalani sisa hidupnya dengan lebih nyaman dan tenang.

Semoga ikhtiar bersama ini menjadi jalan kebaikan bagi Mbah Satimi dan seluruh pihak yang terlibat. Melalui zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan melalui BAZNAS, kepedulian masyarakat dapat terus disalurkan kepada mereka yang membutuhkan. Karena setiap rupiah yang ditunaikan bukan sekadar bantuan, tetapi dapat berubah menjadi rumah yang lebih layak, kehidupan yang lebih nyaman, dan harapan baru bagi sesama.

 

10/08/2026 | Kontributor: Admin

Berita Terbaru

TANGIS DAN HARAPAN: IBU RATINEM DENGAN JANTUNG LEMAH, IBU SEPTI DENGAN TUMOR PERNAPASAN
TANGIS DAN HARAPAN: IBU RATINEM DENGAN JANTUNG LEMAH, IBU SEPTI DENGAN TUMOR PERNAPASAN
Di Desa Karangjoho RT 05 RW 02, Kecamatan Pengadegan, hidup seorang ibu bernama Ratinem (62). Di usianya yang sudah senja, ia harus melawan penyakit jantung yang terus melemahkan tubuhnya. Sang suami yang semestinya menjadi sandaran, kini juga sakit-sakitan. Dengan kondisi kesehatan yang terbatas, sang suami tetap berusaha bekerja sebagai buruh tani, meski penghasilan yang diperoleh hanya cukup untuk sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tak ingin menyerah pada keadaan, Ibu Ratinem tetap berusaha membantu anaknya berjualan pecel dan gorengan. Meski lelah, meski sakit sering menghampiri, ia tetap memilih bekerja demi keluarga. Semangat seorang ibu yang tidak pernah padam, bahkan di tengah keterbatasan. Sementara itu, di usia yang masih sangat muda, Septi (20) harus menghadapi ujian berat. Ia mengidap tumor di saluran pernapasan, sehingga tidak bisa berbicara dan sulit untuk makan. Hanya makanan yang lembut yang dapat ia telan. Septi adalah seorang anak yatim, sudah menikah, namun kini harus berjuang dengan kondisi tubuh yang lemah dan penuh keterbatasan. Di tengah perjuangan panjang ini, BAZNAS Purbalingga hadir memberikan perhatian dan bantuan. Kehadiran mereka menjadi cahaya harapan di tengah gelapnya cobaan hidup yang sedang dijalani Ibu Ratinem dan Septi. Dua kisah ini bukan hanya tentang sakit dan penderitaan, tetapi juga tentang ketegaran, kesabaran, dan harapan. Mereka membutuhkan doa, dukungan, dan uluran tangan kita semua, agar bisa terus melanjutkan hidup dengan semangat dan senyum di tengah ujian berat yang mereka hadapi.
BERITA16/09/2025 | Admin
BAZNAS Purbalingga Fasilitasi Pasien dengan Armada Ambulans Gratis ke RSUP Kariadi Semarang
BAZNAS Purbalingga Fasilitasi Pasien dengan Armada Ambulans Gratis ke RSUP Kariadi Semarang
Purbalingga – Komitmen Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga untuk meringankan beban masyarakat kembali diwujudkan melalui layanan kesehatan. Kali ini, BAZNAS memfasilitasi 3 pasien yang harus menjalani pengobatan ke RSUP Dr. Kariadi, Semarang, dengan menggunakan armada ambulans gratis. Layanan ini sepenuhnya diberikan tanpa dipungut biaya, sehingga pasien dan keluarganya dapat fokus pada proses pengobatan tanpa terbebani masalah transportasi. Armada ambulans BAZNAS juga dilengkapi tenaga pendamping, memastikan pasien merasa aman dan nyaman selama perjalanan panjang menuju rumah sakit rujukan. Salah satu pasien, Adinda Nafa Maulana (13), warga Desa Tangkisan, yang menderita sakit jantung bawaan, sudah dua kali difasilitasi BAZNAS dengan ambulans gratis untuk menjalani pengobatan di RSUP Kariadi. Dengan suara lirih, Adinda mengungkapkan rasa terima kasihnya. "Saya berterima kasih kepada BAZNAS yang sudah membantu saya dan keluarga. Perjalanan ke Semarang tidak mudah, tapi dengan adanya ambulans gratis ini saya bisa lebih tenang. Semoga Allah membalas semua kebaikan ini," ucapnya penuh haru. Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga menegaskan bahwa layanan ambulans gratis ini adalah bagian dari ikhtiar menghadirkan zakat, infak, dan sedekah agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. "Kami ingin masyarakat merasakan bahwa zakat bukan hanya angka, tetapi kepedulian nyata. Semoga fasilitas ini bisa menjadi penguat semangat bagi pasien dan keluarga untuk terus berjuang melawan penyakit," ungkapnya. Melalui layanan ini, BAZNAS Purbalingga berharap para pasien yang sedang berjuang mendapatkan kesembuhan dan kesehatan yang lebih baik. Semoga keluarga yang mendampingi diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan dalam menemani setiap proses pengobatan. Doa yang sama juga ditujukan bagi seluruh muzaki dan donatur agar senantiasa diberkahi rezekinya, sehingga kebaikan yang dititipkan melalui BAZNAS terus mengalir menjadi penolong bagi sesama.
BERITA14/09/2025 | Admin
BAZNAS Purbalingga Fasilitasi Pasien Berobat ke RSUP Sardjito dengan Armada Gratis
BAZNAS Purbalingga Fasilitasi Pasien Berobat ke RSUP Sardjito dengan Armada Gratis
Purbalingga – Kepedulian Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga terhadap masyarakat terus diwujudkan melalui berbagai layanan kemanusiaan. Salah satunya dengan memfasilitasi armada elf gratis bagi pasien yang membutuhkan pengobatan ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Pada keberangkatan Ahad (14/9/2025) dini hari, BAZNAS Kabupaten Purbalingga memfasilitasi 9 pasien menuju RSUP Sardjito. Tidak hanya menyediakan transportasi gratis, BAZNAS juga menyiapkan Rumah Singgah BAZNAS–YPSP di Yogyakarta. Rumah singgah ini dapat dimanfaatkan pasien dan pendamping untuk beristirahat dengan nyaman sambil menunggu jadwal pemeriksaan, tanpa dipungut biaya apapun. Layanan ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian BAZNAS dalam meringankan beban masyarakat, khususnya mereka yang harus menempuh perjalanan jauh demi mendapatkan layanan kesehatan. Aris Wibowo (58), warga Kecamatan Kejobong, salah satu pasien yang menderita sakit jantung, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya. Ia telah lebih dari lima kali difasilitasi BAZNAS dengan armada gratis untuk berobat ke RSUP Sardjito. "Alhamdulillah, saya sangat terbantu dengan adanya armada gratis dari BAZNAS. Kalau harus berangkat sendiri, tentu sangat berat bagi saya dan keluarga. Saya bersyukur sudah beberapa kali bisa memanfaatkan fasilitas ini. Semoga Allah membalas kebaikan BAZNAS dan para donatur yang peduli kepada kami," ungkapnya dengan mata berkaca-kaca. Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga menegaskan bahwa layanan armada gratis ini adalah wujud nyata zakat yang dikelola dengan baik, sehingga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Kami ingin memastikan bahwa zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan muzaki bisa sampai kepada mereka yang membutuhkan, termasuk dalam layanan kesehatan. Semoga fasilitas ini menjadi wasilah kebaikan dan keberkahan untuk semuanya,” jelasnya. BAZNAS Kabupaten Purbalingga berkomitmen terus hadir mendampingi masyarakat, bukan hanya dalam bentuk bantuan finansial, tetapi juga melalui layanan kemanusiaan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar warga. BAZNAS Kabupaten Purbalingga berkomitmen untuk terus berada di garis depan membantu masyarakat terdampak bencana, baik melalui bantuan tanggap darurat maupun program pemulihan pasca-bencana.
BERITA14/09/2025 | Admin
Longsor Bawa Duka, BAZNAS Hadir Bawa Kepedulian
Longsor Bawa Duka, BAZNAS Hadir Bawa Kepedulian
Purbalingga – Hujan deras yang mengguyur wilayah Purbalingga beberapa hari terakhir menyisakan luka mendalam bagi warga di sejumlah desa. Tanah longsor yang melanda Desa Tanalum dan Desa Wanogara Wetan, Kecamatan Rembang, serta Desa Sirau, Kecamatan Karangmoncol, mengakibatkan beberapa rumah warga rusak, mulai dari rusak berat hingga rusak sedang. Di tengah kondisi sulit ini, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga hadir memberikan uluran tangan. Dipimpin langsung oleh Wakil Ketua II, H. Suparna, tim BAZNAS turun ke lokasi bersama rombongan dari BPBD, DINSOSDALDUKBP3A, DINRUMKIM, Bagian Kesra Setda, dan PMI pada Ahad (14/09). Kehadiran mereka bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga menghadirkan semangat kebersamaan di tengah duka masyarakat. Bantuan untuk Korban Terdampak Adapun rincian bantuan yang disalurkan BAZNAS adalah: Desa Tanalum: 1 rumah rusak berat mendapat bantuan Rp1.000.000 dan satu paket logistik keluarga, serta 1 rumah rusak sedang mendapat bantuan Rp750.000 dan satu paket logistik keluarga. Desa Wanogara Wetan: 1 rumah rusak sedang mendapat bantuan Rp750.000 dan satu paket logistik keluarga. Desa Sirau: 1 rumah rusak sedang mendapat bantuan Rp750.000 dan satu paket logistik keluarga. Meski jumlahnya tak sebanding dengan kerugian yang dialami, bantuan ini menjadi penguat dan penanda bahwa kepedulian selalu hadir di tengah ujian. Paket logistik yang disiapkan pun diharapkan mampu mencukupi kebutuhan dasar keluarga terdampak dalam beberapa waktu ke depan. Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Purbalingga, H. Suparna, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud solidaritas dan kepedulian dari umat untuk umat. "Kami datang bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga untuk menyampaikan pesan bahwa mereka tidak sendirian. Ada doa, dukungan, dan kepedulian dari banyak pihak. Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban sekaligus menguatkan semangat mereka untuk bangkit," ujarnya. Bencana yang melanda memang meninggalkan duka, tetapi juga menghadirkan wajah gotong royong. Pemerintah daerah, lembaga sosial, dan masyarakat bergandengan tangan untuk saling menguatkan. Dari doa, tenaga, hingga bantuan yang diberikan, semuanya bermuara pada semangat kebersamaan. Pengalaman ini sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap ujian selalu membawa hikmah. Di tengah tanah longsor yang meluluhlantakkan rumah-rumah warga, tumbuh kembali harapan berkat hadirnya kepedulian dan solidaritas.
BERITA14/09/2025 | Admin
Merawat Persaudaraan, Menebar Kepedulian: BAZNAS Hadiri Pengajian Maulid Nabi di Karangnangka
Merawat Persaudaraan, Menebar Kepedulian: BAZNAS Hadiri Pengajian Maulid Nabi di Karangnangka
Purbalingga– Suasana penuh khidmat menyelimuti lapangan Desa Karangnangka, Kecamatan Bukateja, saat ratusan warga berkumpul dalam pengajian memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pada Sabtu (13/09). Dalam momen penuh makna ini, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga, H. Soedijanto, S.Sos., M.Si turut hadir mendampingi Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang memperingati kelahiran Rasulullah, tetapi juga sebagai momentum mempererat ukhuwah Islamiyah dan menyemai nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani, mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dan bijak dalam menyikapi derasnya arus informasi, khususnya di media sosial. "Masyarakat harus waspada terhadap hoaks yang beredar di media sosial. Informasi yang tidak benar apabila ditelan mentah-mentah tanpa kajian dapat memecah belah masyarakat. Karena itu, mari kita lebih cermat dan bijak dalam menyikapi setiap berita yang kita terima," tegasnya. Pesan ini menjadi relevan di tengah fenomena maraknya berita palsu yang kerap memicu keresahan, bahkan perpecahan di masyarakat. Acara kemudian diisi dengan tausiyah oleh Ustadz Yusuf Ibrahim dari Purwokerto. Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW sebagai suri teladan utama umat Islam. Menurutnya, Maulid Nabi bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi kesempatan untuk memperdalam kecintaan kepada Rasulullah, memperkuat iman, serta menumbuhkan semangat menebar kebaikan di tengah masyarakat. Sebagai wujud kepedulian, BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyalurkan santunan senilai Rp1,5 juta untuk 15 anak yatim-piatu di Desa Karangnangka. Selain sebagai bentuk dukungan material, bantuan ini juga menjadi simbol kepedulian dan kasih sayang kepada generasi penerus bangsa. Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga menegaskan bahwa keberadaan BAZNAS tidak hanya sebatas menyalurkan zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga hadir mendampingi masyarakat dalam momen-momen penting, baik keagamaan maupun sosial. "Kami berharap, melalui momentum Maulid Nabi ini, masyarakat semakin tergerak untuk saling membantu, memperkuat solidaritas, dan menjadikan zakat sebagai jalan keberkahan bersama," ungkapnya. Pengajian Maulid Nabi di Desa Karangnangka ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai keagamaan, kepedulian sosial, dan kebersamaan dapat berjalan beriringan. Dengan hadirnya pemerintah daerah, tokoh agama, dan lembaga sosial seperti BAZNAS, acara ini semakin sarat makna serta memberikan teladan tentang bagaimana masyarakat bisa saling menguatkan di tengah tantangan zaman. Melalui momentum ini, BAZNAS Kabupaten Purbalingga mengajak seluruh masyarakat untuk terus merawat persaudaraan, memperkuat kepedulian sosial, dan meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Semoga Purbalingga senantiasa diberkahi Allah SWT, dijauhkan dari perpecahan, serta senantiasa dianugerahi persatuan, keberkahan, dan kesejahteraan bagi seluruh warganya.
BERITA13/09/2025 | Admin
Hafara Belia Lawan Lupus, BAZNAS Datang Membawa Harapan di Tengah Derita
Hafara Belia Lawan Lupus, BAZNAS Datang Membawa Harapan di Tengah Derita
Purbalingga – Perjuangan berat tengah dijalani Hafara Septialika Mustin (15), putri pasangan Faturrahman dan Hanif Febri Rosmiati, warga Wirasana, Purbalingga. Hafara divonis menderita Lupus Nephritis Isn Class I, penyakit autoimun yang menyerang ginjal. Saat ini, ia harus menjalani perawatan intensif di RSUP Sardjito Yogyakarta. Di ruang perawatan, Hafara hanya bisa terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit dengan selang NGT terpasang di hidungnya. Meski tubuhnya rapuh, semangat untuk sembuh tetap terpancar dari dirinya. Setiap tatapan matanya menggambarkan tekad untuk melawan penyakit, sekalipun rasa sakit terus menguji. Kondisi ini juga menjadi ujian berat bagi orang tuanya. Faturrahman dan Hanif Febri Rosmiati terpaksa menghentikan pekerjaan sehari-hari demi mendampingi Hafara selama dirawat intensif di Jogja. Kesulitan biaya akomodasi pun menjadi beban tambahan di tengah perjuangan panjang mereka. Mengetahui kondisi tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga menyalurkan bantuan uang tunai bagi keluarga Hafara. Bantuan ini diberikan untuk meringankan biaya akomodasi selama masa perawatan di Yogyakarta. “Kami hadir untuk mendampingi keluarga Hafara di tengah ujian yang berat ini. Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban dan memberi kekuatan agar keluarga tetap fokus mendampingi Hafara sampai pulih kembali,” ujar Amin Nurrokhim, Bagian Penyaluran BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Rasa syukur pun disampaikan pihak keluarga atas kepedulian BAZNAS. “Alhamdulillah, kami sekeluarga sangat berterima kasih kepada BAZNAS. Bantuan ini benar-benar berarti bagi kami yang saat ini harus menetap di Jogja untuk menemani Hafara. Semoga Allah membalas kebaikan ini dengan berlipat ganda,” ungkap Mbah Hafara dengan mata berkaca-kaca. Di balik sakit yang dideritanya, Hafara adalah potret ketabahan seorang anak yang masih belia. Kisahnya menjadi pengingat bahwa di tengah keterbatasan dan ujian, selalu ada harapan ketika tangan-tangan peduli hadir menguatkan.
BERITA12/09/2025 | Admin
Ketika Napas Kecil Aleeya Terganggu, Uluran Tangan BAZNAS Hadir Membawa Harapan
Ketika Napas Kecil Aleeya Terganggu, Uluran Tangan BAZNAS Hadir Membawa Harapan
Purbalingga – Kehidupan kecil Aleeya Amu Az Zahra (6), warga Desa Lamuk, Kecamatan Kejobong, tak sama dengan anak-anak seusianya. Sejak balita, Aleeya harus berjuang menghadapi penyakit asma, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan sesak napas yang kerap menyerangnya secara tiba-tiba. Setiap kali kambuh, napasnya tersengal-sengal, membuat orang tuanya panik dan sering kali harus membawanya ke layanan kesehatan. Dokter menyarankan agar Aleeya melakukan terapi menggunakan alat nebulizer secara rutin di rumah. Namun, harga alat ini cukup tinggi dan di luar jangkauan ekonomi keluarganya. Sang ayah yang bekerja serabutan dan ibunya yang mengurus rumah tangga hanya bisa berdoa agar ada jalan keluar bagi putri kecil mereka. Harapan itu akhirnya datang melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga. Mendengar kondisi Aleeya, BAZNAS bergerak cepat memberikan bantuan berupa satu unit alat nebulizer. Bantuan tersebut diserahkan langsung di kediaman keluarga Aleeya, didampingi perangkat Desa Lamuk. “Kami hadir untuk memastikan anak-anak seperti Aleeya bisa mendapatkan akses kesehatan yang layak. Bantuan nebulizer ini semoga bisa digunakan untuk terapi harian sehingga Aleeya bisa bernapas lebih lega, tumbuh sehat, dan ceria bersama teman-temannya,” ungkap Amin Nurrokhim, Bagian Pendistribusian BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Kebahagiaan pun tak bisa disembunyikan dari wajah orang tua Aleeya saat menerima bantuan tersebut. “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS yang sudah peduli kepada anak kami. Nebulizer ini sangat berarti, karena selama ini kami hanya bisa pasrah saat Aleeya sesak napas. Semoga dengan alat ini, kesehatan Aleeya bisa semakin membaik,” ujar orang tua Aleeya dengan mata berkaca-kaca. Kini, Aleeya bisa melakukan terapi di rumah tanpa harus bolak-balik ke fasilitas kesehatan. Sang ibu tak lagi sekuatir sebelumnya ketika serangan sesak napas datang, karena alat terapi sudah tersedia di samping putrinya. Kisah Aleeya menjadi pengingat bahwa di balik keterbatasan, selalu ada harapan ketika kepedulian dan gotong royong hadir dari hati.
BERITA12/09/2025 | Admin
Musibah Longsor Menimpa Saefurrohman, BTB BAZNAS dan Warga Bergerak Bersama
Musibah Longsor Menimpa Saefurrohman, BTB BAZNAS dan Warga Bergerak Bersama
Purbalingga – Rumah milik Saefurrohman, warga Desa Sirau, Kecamatan Karangmoncol, tertimpa longsor dari tebing setinggi 4 meter akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Kamis (12/9/2025) siang. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kondisi rumah sementara waktu tidak dapat ditempati karena tertutup material longsor. Sebagai bentuk kepedulian, BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Purbalingga pada Jumat (13/9/2025) langsung melaksanakan giat gotong royong bersama warga untuk membersihkan material longsor yang menutup sebagian rumah. Upaya ini dilakukan agar akses dan keamanan rumah bisa segera dipulihkan. “Kami hadir untuk membantu warga terdampak bencana agar tidak merasa sendirian menghadapi musibah ini. Semoga dengan gotong royong, rumah Pak Saefurrohman bisa segera kembali ditempati,” ujar Rohman, perwakilan BTB BAZNAS Purbalingga. Kehadiran BTB BAZNAS Purbalingga di lokasi diharapkan dapat meringankan beban Saefurrohman dan keluarganya, sekaligus menjadi wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
BERITA12/09/2025 | Admin
Dua Personel BTB BAZNAS Purbalingga Ikuti Pelatihan Kompetensi Kebencanaan di Bogor
Dua Personel BTB BAZNAS Purbalingga Ikuti Pelatihan Kompetensi Kebencanaan di Bogor
Purbalingga – Dua personel BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Purbalingga, yakni Bayu Krisna Mukti dan Edi Purwanto, ditugaskan mengikuti Pelatihan Kompetensi Kebencanaan yang digelar di Bogor, Jawa Barat, pada Senin–Ahad, 8–14 September 2025. Pelatihan yang berlangsung selama sepekan penuh ini diinisiasi oleh BAZNAS RI bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan tim SAR. Tujuannya adalah untuk memperkuat kapasitas para relawan dalam menghadapi situasi darurat bencana yang semakin beragam dan kompleks di berbagai daerah di Indonesia. Dalam kegiatan tersebut, para peserta dibekali dengan materi dan praktik langsung terkait skema kaji cepat, yakni kemampuan melakukan penilaian cepat di lokasi terdampak bencana untuk memetakan kebutuhan darurat. Selain itu, mereka juga dilatih dalam pertolongan dasar untuk memberikan penanganan awal kepada korban, pertolongan permukaan air yang penting dalam kondisi banjir maupun kecelakaan air, serta pertolongan bangunan runtuh yang sangat krusial pada situasi gempa bumi maupun bencana struktural lainnya. Kehadiran personel BTB BAZNAS Purbalingga dalam pelatihan ini merupakan bentuk komitmen BAZNAS untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang terjun langsung di lapangan. Dengan kompetensi yang semakin terasah, relawan diharapkan dapat bekerja lebih cepat, tepat, dan profesional ketika membantu masyarakat yang terkena bencana. “Partisipasi Bayu dan Edi dalam pelatihan ini menjadi langkah penting agar BTB Purbalingga semakin siap siaga. Ilmu dan keterampilan yang mereka dapatkan akan ditularkan kepada personel lainnya, sehingga ke depan tim kita semakin solid dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ungkap Komandan BTB BAZNAS Kab. Purbalingga, Rahmat Basuki, S.Pd Sementara itu, salah satu peserta, Bayu Krisna Mukti, mengaku bersyukur bisa mendapatkan kesempatan berharga ini. “Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami. Kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung menghadapi berbagai situasi bencana. InsyaAllah ilmu ini akan saya terapkan dan bagikan kepada rekan-rekan di Purbalingga, agar kami semakin siap membantu masyarakat,” tuturnya. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Purbalingga juga berharap dapat memperluas jaringan kerja sama dengan berbagai pihak terkait kebencanaan, serta meneguhkan peran zakat sebagai instrumen penting dalam mendukung layanan kemanusiaan di Indonesia.
BERITA10/09/2025 | Admin
Di Balik Ujian Berat, Ibu Sumarti Temukan Harapan Lewat Kaki Palsu dari BAZNAS
Di Balik Ujian Berat, Ibu Sumarti Temukan Harapan Lewat Kaki Palsu dari BAZNAS
Purbalingga – Hidup di usia senja seharusnya menjadi masa untuk beristirahat dengan tenang, dikelilingi oleh keluarga yang penuh kasih sayang. Namun, kisah berbeda dialami oleh Ibu Sumarti (73), warga Desa Pepedan, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga. Sejak beberapa waktu lalu, ia harus merelakan salah satu kakinya diamputasi akibat penyakit diabetes yang dideritanya. Kesedihan itu kian terasa karena sang suami yang setia mendampinginya kini juga tengah sakit stroke. Kondisi tersebut membuat kehidupan rumah tangga sederhana ini penuh keterbatasan. Hampir setiap hari, Ibu Sumarti mengandalkan bantuan anak perempuan satu-satunya yang dengan ikhlas merawat kedua orang tuanya, mulai dari memenuhi kebutuhan sehari-hari hingga menemani dalam perawatan medis. Di tengah ujian hidup yang berat ini, BAZNAS Kabupaten Purbalingga hadir membawa harapan baru. Pada Rabu (10/9/2025), BAZNAS menyalurkan bantuan berupa kaki palsu untuk Ibu Sumarti. Bantuan ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memberikan kesempatan agar Ibu Sumarti dapat kembali beraktivitas dengan lebih mandiri meski dalam keterbatasan. Dengan mata berkaca-kaca, Ibu Sumarti menyampaikan rasa syukurnya. “Saya tidak menyangka akan mendapat bantuan ini. Terima kasih kepada BAZNAS yang sudah peduli. Semoga Allah membalas dengan kebaikan. Dengan kaki ini, saya berharap bisa kembali berjalan dan tidak terlalu merepotkan anak saya,” tuturnya penuh haru. Waka II BAZNAS Kabupaten Purbalingga, H. Suparna, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata dari zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat melalui BAZNAS. “Kami berharap bantuan kaki palsu ini dapat membantu Ibu Sumarti lebih mandiri. Inilah salah satu bukti bahwa zakat benar-benar kembali untuk kemaslahatan umat, terutama mereka yang sangat membutuhkan,” ujarnya. Harapan pun tumbuh di hati Ibu Sumarti dan keluarganya. Meski didera ujian bertubi-tubi, keyakinan akan kasih sayang Allah dan kehadiran tangan-tangan penuh empati membuat mereka tetap tegar melangkah.
BERITA10/09/2025 | Admin
Di Tengah Keterbatasan, Senyum Anak Yatim Piatu SMPN 2 Karangreja Merekah Berkat Uluran Tangan BAZNAS
Di Tengah Keterbatasan, Senyum Anak Yatim Piatu SMPN 2 Karangreja Merekah Berkat Uluran Tangan BAZNAS
Purbalingga – Senyum haru tampak di wajah belasan siswa SMP Negeri 2 Karangreja pada Selasa (9/9/2025). Hari itu, mereka yang selama ini berjuang menempuh pendidikan tanpa kehadiran orang tua, menerima bantuan pendidikan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga. Sebanyak 12 siswa yatim piatu dari keluarga tidak mampu mendapatkan bantuan senilai Rp2,4 juta, yang diserahkan langsung oleh Amin Nurrokhim, bagian pendistribusian BAZNAS Kabupaten Purbalingga, di halaman sekolah. Setiap siswa menerima dukungan agar mereka tetap bisa bersekolah tanpa harus terlalu terbebani oleh keterbatasan ekonomi. Kepala SMPN 2 Karangreja, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya dan mengucapkan terima kasih atas bantuan untuk siswanya. Baginya, bantuan ini menjadi wujud nyata kepedulian yang sangat berarti bagi siswanya. “Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS Purbalingga yang telah peduli pada siswa kami. Bantuan ini bukan hanya sekadar materi, tetapi juga bentuk motivasi,” ucapnya penuh haru. Sementara itu, perwakilan BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Amin Nurrokhim, menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu fokus utama program BAZNAS. “Zakat yang dititipkan masyarakat kami kelola dengan amanah dan kami salurkan kepada yang berhak, termasuk anak-anak yatim piatu. Kami tidak ingin ada anak di Purbalingga yang putus sekolah hanya karena keterbatasan biaya. Harapan kami, adik-adik ini tetap semangat belajar, menggapai cita-cita, dan kelak menjadi generasi penerus yang membanggakan keluarga, masyarakat, dan bangsa,” jelasnya. Bantuan pendidikan ini bukan sekadar nominal, melainkan sebuah pesan bahwa para siswa tidak berjalan sendirian. Ada tangan-tangan kepedulian yang selalu siap menopang mereka. Melalui program ini, BAZNAS Purbalingga ingin memastikan bahwa setiap anak, termasuk yatim piatu, memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan layak dan masa depan cerah.
BERITA09/09/2025 | Admin
Air Mata Haru Mbah Supeni: Dari Rumah Reot ke Rumah Layak Huni Berkat Uluran Tangan Bersama
Air Mata Haru Mbah Supeni: Dari Rumah Reot ke Rumah Layak Huni Berkat Uluran Tangan Bersama
Di sebuah sudut Desa Senon, Kecamatan Kemangkon, berdiri sebuah rumah reot yang menjadi tempat berteduh Mbah Supeni (70). Dindingnya rapuh, atapnya bocor, dan lantainya seadanya. Namun, di dalam rumah sederhana itu tersimpan keteguhan hati seorang nenek yang penuh kasih sayang. Di usia senjanya, Mbah Supeni tidak hanya mengurus dirinya sendiri, melainkan juga sang anak dan tiga cucunya yang masih membutuhkan perhatian. Hari-hari Mbah Supeni diisi dengan perjuangan sunyi. Meski renta, ia tetap sabar mengasuh cucu-cucunya, memastikan mereka tetap mendapat kasih sayang meski hidup serba terbatas. Rumah yang ditempati pun sebenarnya bukan miliknya. Ia hanya menumpang di atas tanah milik tetangga yang dengan hati lapang rela meminjamkan sebidang lahan agar keluarga kecil ini memiliki tempat tinggal. Ia adalah Solikhah Tanah itu menjadi saksi kebaikan, sementara rumah reot yang berdiri di atasnya menjadi saksi ketabahan Mbah Supeni. Kondisi ini menggugah banyak pihak untuk bergerak. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga berkolaborasi dengan LazisNU Purbalingga serta Pemerintah Desa Senon, bersepakat memberikan bantuan demi merehabilitasi rumah Mbah Supeni. Bantuan sebesar Rp10 juta digelontorkan oleh BAZNAS, sebagai wujud kepedulian agar Mbah Supeni dan keluarganya dapat hidup lebih layak dan aman di rumah sederhana yang lebih kokoh. Rumah Mbah Supeni pun berdiri diatas tanah hibah dari H. Supardi, S.Pd. Sosok yang berbesar hati dan penuh keikhlasan mewakafkan tanahnya untuk Mbah Supeni. Sehingga sekarang Mbah Supeni pun resmi mendirikan rumah diatas tanah milik sendiri. Bagi Mbah Supeni, bantuan ini bukan sekadar angka. Lebih dari itu, ia merasakan hangatnya kepedulian yang hadir di tengah usianya yang senja. Dengan mata berkaca-kaca, ia hanya mampu mengucap syukur. “Alhamdulillah, matur nuwun sanget. Semoga Gusti Allah mbales kebaikan panjenengan sedaya,” ucapnya lirih. Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, H. Soedijarto, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat kecil yang membutuhkan. “Kami hadir bukan hanya untuk menyalurkan dana, tetapi untuk memastikan bahwa tidak ada warga yang hidup dalam kondisi serba kekurangan tanpa perhatian. Rehabilitasi rumah Mbah Supeni ini diharapkan bisa memberi kenyamanan, sekaligus menjadi bukti bahwa zakat yang dititipkan masyarakat benar-benar kembali kepada yang berhak menerimanya,” ungkapnya. Ia juga menambahkan, kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci dalam membantu masyarakat. “Alhamdulillah, dengan sinergi antara BAZNAS, LazisNU, dan Pemerintah Desa, kita bisa bersama-sama meringankan beban Mbah Supeni. Semoga langkah kecil ini menjadi inspirasi untuk terus berbagi,” tutupnya. Kini, harapan baru tumbuh di rumah sederhana itu. Bukan hanya dinding dan atap yang diperbaiki, melainkan juga semangat hidup yang kembali menyala. Dengan uluran tangan penuh kepedulian, Mbah Supeni dan keluarganya bisa menatap masa depan dengan lebih tenang, terutama demi cucu-cucu yang ia rawat dengan sepenuh hati.
BERITA09/09/2025 | Admin
Rumah Sederhana Ibu Rita Ambruk, BAZNAS dan TP PKK Purbalingga Hadirkan Bantuan Rp5 Juta dan Logistik Keluarga
Rumah Sederhana Ibu Rita Ambruk, BAZNAS dan TP PKK Purbalingga Hadirkan Bantuan Rp5 Juta dan Logistik Keluarga
Musibah yang dialami oleh keluarga kecil Ibu Rita Sari, warga Desa Purbalingga Kulon menyisakan kesedihan bagi Ibu Rita dan Keluarga. Atap rumah sederhana yang selama ini menjadi tempat bernaung bersama keluarganya tiba-tiba ambruk, meninggalkan kekhawatiran mendalam. Di tengah keterbatasan ekonomi, peristiwa ini tentu menjadi ujian yang berat. Ibu Rita hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa. Sementara suaminya, Fajar Adi Pamuji, bekerja sebagai tukang parkir di Pasar Hartono. Namun, pekerjaannya itu tidak menentu. Hanya dua minggu sekali ia mendapat giliran menjaga parkir, sedangkan dua minggu berikutnya ia harus mencari penghasilan tambahan dengan pekerjaan serabutan. Meski penghasilan tidak seberapa, Fajar tidak pernah mengeluh. Ia tetap menyisihkan waktunya untuk mengajar mengaji anak-anak di TPQ mushola setempat setiap Ahad. Bahkan, setiap Jumat ia dipercaya masyarakat untuk mengisi khutbah. Bagi tetangga dan jamaah, Fajar adalah sosok sederhana yang rendah hati dan taat agama. Kehidupan keluarga kecil ini sebenarnya sudah penuh keterbatasan. Namun, mereka tetap menjalaninya dengan kesabaran dan rasa syukur. Hingga musibah datang menimpa rumah yang mereka tinggali. Atap yang lapuk akhirnya runtuh, membuat keluarga ini kebingungan. Bagaimana harus memperbaikinya, sementara penghasilan sehari-hari bahkan sering tidak cukup untuk kebutuhan pokok. Kabar ini sampai ke telinga BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Dengan gerak cepat, BAZNAS berkolaborasi dengan TP PKK Purbalingga untuk menyalurkan bantuan. Bantuan uang tunai sebesar Rp5 juta diserahkan langsung oleh Ketua TP PKK Purbalingga, Syahzani Fahmi M Hanif, pada Selasa (9/9/2025). Selain itu, BAZNAS juga menyalurkan Paket Logistik Keluarga (PLK) untuk memenuhi kebutuhan harian. Tidak hanya itu, PMI turut hadir memberikan dukungan sebagai wujud kepedulian bersama. Di hadapan para penerima bantuan, mata Ibu Rita berkaca-kaca. “Kami tidak menyangka akan mendapat perhatian sebesar ini. Semoga Allah membalas kebaikan BAZNAS, TP PKK, PMI, dan semua pihak yang peduli,” ujarnya dengan suara lirih namun penuh rasa syukur. Bagi keluarga Ibu Rita, bantuan ini bukan sekadar materi. Lebih dari itu, ini adalah tanda bahwa mereka tidak sendirian menghadapi musibah. Ada kepedulian, ada harapan, dan ada semangat baru untuk bangkit kembali.
BERITA09/09/2025 | Admin
Ketika Zakat Menjadi Cahaya: 7 Siswa SMA Negeri 2 Purbalingga Terima Bantuan Pendidikan
Ketika Zakat Menjadi Cahaya: 7 Siswa SMA Negeri 2 Purbalingga Terima Bantuan Pendidikan
Harapan kembali tumbuh di wajah para siswa ketika Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga menyerahkan bantuan pendidikan senilai Rp3,5 juta kepada 7 siswa SMA Negeri 2 Purbalingga. Penyerahan dilakukan dalam acara Apel Bersama Bupati Purbalingga, Fahmi M Hanif, yang berlangsung penuh khidmat. Bantuan ini menjadi bentuk nyata kepedulian BAZNAS terhadap generasi muda yang tengah berjuang menempuh pendidikan di tengah keterbatasan ekonomi keluarga. Setiap rupiah yang disalurkan bukan hanya angka, tetapi juga cahaya semangat agar para siswa tidak berhenti meraih cita-cita. Salah satu penerima bantuan adalah Rosidah, siswi kelas XI yang kisah hidupnya mengundang haru. Ia adalah seorang yatim piatu. Sejak kecil, Rosidah kehilangan kasih sayang kedua orang tuanya. Kini, di usianya yang masih belia, ia harus memikul tanggung jawab besar: merawat mbah putrinya yang sudah sakit-sakitan dan pikun, sekaligus menjaga kakaknya yang mengalami gangguan jiwa. Dengan suara lirih penuh rasa syukur, Rosidah menyampaikan terima kasihnya, “Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS atas bantuan yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti untuk saya melanjutkan sekolah. Saya ingin tetap bisa belajar, meski keadaan keluarga saya berat. Semoga Allah membalas kebaikan para muzaki yang sudah membantu kami,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca. Kisah Rosidah menjadi potret nyata bagaimana pendidikan adalah harapan terakhir untuk keluar dari lingkaran keterbatasan. Dengan dukungan BAZNAS, Rosidah dan siswa lainnya tidak lagi merasa sendirian menapaki jalan menuju masa depan yang lebih baik. Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, H. Soedijanto, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa bantuan pendidikan ini adalah bagian dari upaya memastikan tidak ada anak Purbalingga yang putus sekolah karena kesulitan ekonomi. “Kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban anak-anak kita, termasuk Rosidah dan teman-temannya. Mereka adalah generasi penerus, dan menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaga agar cita-cita mereka tetap menyala,” ungkapnya.
BERITA08/09/2025 | Admin
Perjalanan Doa dan Air Mata: 14 Pasien Difasilitasi BAZNAS dan Setyowati Group Menuju Sardjito
Perjalanan Doa dan Air Mata: 14 Pasien Difasilitasi BAZNAS dan Setyowati Group Menuju Sardjito
Malam Ahad (8/9/2025) pukul 23.00 WIB, langit Purbalingga masih pekat ketika deru mesin mobil elf dan ambulans perlahan meninggalkan halaman. Di balik gelap malam itu, ada 14 pasien bersama 16 pendamping yang menempuh perjalanan panjang menuju RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga bersama Setyowati Group berkolaborasi memfasilitasi keberangkatan ini. Satu unit mobil elf disediakan oleh BAZNAS, sementara Setyowati Group menyiapkan satu ambulans untuk memastikan perjalanan berjalan lancar dan aman. Semua fasilitas ini dilakukan secara gratis. Perjalanan ini bukanlah perjalanan biasa. Bagi mereka yang berangkat, ini adalah ikhtiar penuh doa, pengorbanan, dan harapan baru untuk sembuh dari penyakit yang tengah dihadapi. Masing-masing pasien membawa kisah hidupnya sendiri. Ada anak-anak yang belum sempat menikmati indahnya masa bermain, ada orang tua yang di usia senjanya harus berhadapan dengan penyakit, dan ada pula mereka yang rela meninggalkan rumah demi satu tujuan: kesembuhan. Mereka adalah Alzam Faiz Prasetyo (6), Sinduraja – Kaligondang, penderita jantung bawaan. Saifulloh Ariz Fauzan (12), Slinga – Kaligondang, berjuang dengan epilepsi. Admini (63), Toyareja – Purbalingga, dengan jantung bawaan. Humairoh Fadhilah Arfah (11), Kalikabong – Kalimanah, terdampak stunting. Aris Wibowo (53), Bandingan – Kejobong, mengidap penyakit jantung. Ozil Alfarizi (5), Binangun – Mrebet, melawan leukemia. Elvano Fahreza Mahardika (3), Mewek – Purbalingga, mengalami penyumbatan usus. Fadhela Gava Putri (6), Pagerandong – Mrebet, dengan gangguan mata. Salma Nur Aisyah (13), Sempor Lor – Kaligondang, menderita gangguan sistem endokrin. Dian Septiningrum (22), Pekalongan – Bojongsari, pejuang kanker tiroid. Waryono (49), Siwarak – Karangreja, dengan penumpukan material pada kornea. Anita Oktaviani (12), Mergasana – Kertanegara, pejuang kanker tiroid. Sumardi (68), Panican – Kemangkon, menderita glaukoma. Hamzah Khotibul Umam (5), Kalikabong – Kalimanah, dengan kelainan pada testis. Di balik setiap nama, ada kisah perjuangan dan pengorbanan. Ada bocah kecil yang harus berjuang melawan sakit sejak lahir, ada orang tua yang tetap tabah meski tubuhnya melemah, dan ada keluarga yang tak henti-henti menggenggam doa di sepanjang perjalanan. Keberangkatan ini adalah bukti nyata bahwa kepedulian sosial mampu menghadirkan harapan. BAZNAS Purbalingga berkomitmen tidak hanya menyalurkan zakat, infak, dan sedekah dalam bentuk bantuan ekonomi, tetapi juga menjadi jembatan ikhtiar bagi masyarakat yang sedang sakit. Sementara itu, dukungan dari Setyowati Group melengkapi perjuangan ini, menunjukkan bahwa gotong royong adalah kekuatan besar dalam meringankan beban sesama. Tak hanya memfasilitasi transportasi, para pasien juga disediakan Rumah Singgah YPSP–BAZNAS di Yogyakarta. Rumah singgah ini menjadi tempat istirahat yang nyaman, sehingga pasien dan pendamping bisa bernafas lega, melepas lelah, dan memiliki ruang yang layak sebelum maupun sesudah menjalani pengobatan di RSUP Sardjito. Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, H. Soedijanto, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian bersama. “Kami di BAZNAS Purbalingga berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Hari ini, bersama Setyowati Group, kami memfasilitasi pasien-pasien rujukan agar mereka bisa mendapatkan penanganan medis yang lebih baik di RSUP Sardjito. Bahkan kami juga menyiapkan rumah singgah agar mereka bisa beristirahat dengan nyaman selama masa pengobatan. Semoga ikhtiar ini menjadi jalan kesembuhan bagi para pasien dan membawa keberkahan bagi para muzaki yang telah mempercayakan zakatnya kepada BAZNAS,” ujarnya. Setiap roda yang berputar malam itu bukan sekadar membawa tubuh yang lemah, tetapi juga membawa mimpi: mimpi anak-anak untuk kembali bermain, mimpi orang tua untuk tetap bersama keluarganya, mimpi seorang ibu agar anaknya tumbuh sehat. Di balik segala keterbatasan, ada kekuatan besar yang menyatukan mereka: doa, harapan, dan kasih sayang. Semoga perjalanan panjang menuju Yogyakarta menjadi awal dari kesembuhan dan kehidupan yang lebih baik bagi mereka semua.
BERITA08/09/2025 | Admin
Bahagia di Ujung Desa, Pak Sudaryo Kini Menikmati Rumah yang Lebih Kokoh
Bahagia di Ujung Desa, Pak Sudaryo Kini Menikmati Rumah yang Lebih Kokoh
Di pojok Desa Panusupan, Kecamatan Rembang, berdiri sebuah rumah sederhana yang menjadi saksi perjuangan hidup pasangan lansia, Sudaryo Suyatno (60) dan istrinya. Bertahun-tahun mereka tinggal dalam rumah tak layak huni—berdinding papan rapuh dan berlantaikan tanah. Setiap hujan deras turun, kecemasan selalu menghantui: air merembes ke dalam rumah, dinding bergetar tertiup angin, dan lantai tanah yang becek membuat rumah terasa dingin. Namun kini, wajah kebahagiaan terlihat jelas dari Pak Sudaryo. Berkat bantuan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari BAZNAS Kabupaten Purbalingga, rumah yang dulu ringkih itu telah berubah menjadi tempat tinggal yang kokoh dan sehat. Dindingnya kini permanen, lantainya lebih bersih dan nyaman, sehingga memberikan rasa aman bagi pasangan lansia tersebut untuk menapaki hari tua mereka. “Alhamdulillah, sekarang rumah kami jauh lebih baik. Tidak takut lagi kalau hujan deras, dan kami bisa tidur lebih tenang,” ungkap Pak Sudaryo dengan mata berkaca-kaca, penuh rasa syukur. Tinggal di rumah sederhana di tepi perkebunan, jauh dari hingar bingar kota, Pak Sudaryo dan istrinya menjalani hidup dengan kesederhanaan. Meski penghasilan pas-pasan, mereka selalu berusaha tabah. Kehadiran BAZNAS dengan program RTLH menjadi bukti nyata bahwa kepedulian dapat menghadirkan harapan baru bagi keluarga dhuafa. Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, H. Soedijanto, S.Sos., M.Si menyampaikan bahwa bantuan ini diharapkan tidak hanya memperbaiki rumah secara fisik, tetapi juga memberi semangat baru kepada keluarga penerima manfaat. “Kami ingin setiap keluarga dhuafa memiliki rumah yang layak, sehat, dan bisa menjadi tempat tumbuhnya kebahagiaan. Inilah wujud kepedulian dari zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan oleh para muzaki,” ujarnya. Bagi Pak Sudaryo dan istrinya, rumah baru ini adalah anugerah besar. Bukan hanya atap untuk berteduh, tetapi juga simbol cinta, doa, dan kepedulian dari banyak orang yang peduli akan nasib mereka.
BERITA06/09/2025 | Admin
Dalam Sakit dan Keterbatasan, Cinta Pak Cahyadi dan Istri Tetap Kokoh
Dalam Sakit dan Keterbatasan, Cinta Pak Cahyadi dan Istri Tetap Kokoh
Purbalingga – Di sebuah rumah sederhana di Desa Bedagas, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga kisah haru sekaligus indah terpahat dari pasangan lansia, Cahyadi (65) dan istrinya. Meski usia senja mereka dipenuhi keterbatasan, cinta dan kesetiaan menjadi penopang kehidupan keduanya. Pak Cahyadi sudah lama hanya bisa terbaring di kamar tidurnya. Tubuhnya ringkih, membuat seluruh aktivitas sehari-hari harus ia lakukan di atas tempat tidur. Sementara sang istri, yang juga telah lanjut usia dan mulai sakit-sakitan, tetap setia merawat sang suami dengan penuh kasih sayang. Hari-hari mereka mungkin terasa berat. Namun, dalam keterbatasan itu, ada ketulusan yang begitu tulus—cinta yang tidak luntur oleh waktu. Sang istri dengan sabar mendampingi, menyuapi, hingga menghibur suaminya. Sementara Pak Cahyadi, meski hanya bisa terbaring, selalu berusaha menunjukkan kasihnya lewat senyuman dan doa-doa yang dipanjatkannya untuk sang istri. Cinta mereka adalah bukti manis bahwa kebersamaan sejati tak mengenal usia, kondisi, atau harta. Melihat perjuangan pasangan lansia ini, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga hadir memberikan bantuan. Tidak hanya sekali, BAZNAS secara rutin menyalurkan Paket Logistik Keluarga (PLK) setiap bulan untuk membantu kebutuhan pokok sehari-hari Pak Cahyadi dan istrinya. Bantuan ini menjadi wujud nyata kepedulian agar keduanya dapat menjalani masa tua dengan lebih layak dan penuh ketenangan. “Cinta dan kesetiaan mereka adalah pelajaran berharga bagi kita semua. BAZNAS hadir bukan hanya untuk membantu meringankan beban hidup, tetapi juga untuk menebarkan semangat kepedulian,” ungkap Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Bagi Pak Cahyadi dan istrinya, cinta adalah kekuatan yang membuat mereka tetap bertahan. Meski raganya lemah, hati mereka kokoh. Dan di balik keterbatasan itu, tersimpan pesan mendalam bahwa kesetiaan sejati adalah cinta yang memilih bertahan, apa pun keadaannya.
BERITA06/09/2025 | Admin
Menopang Langkah yang Rapuh, BAZNAS Eratkan Harapan Anak Yatim-Piatu
Menopang Langkah yang Rapuh, BAZNAS Eratkan Harapan Anak Yatim-Piatu
Purbalingga – Sebanyak 17 siswa menerima bantuan dengan total senilai Rp3,4 juta dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga pada Kamis (4/9/2025). Mereka adalah siswa yatim-piatu dari keluarga tidak mampu di SMPN 4 Rembang. Di tengah keterbatasan ekonomi, anak-anak ini tetap berjuang menuntut ilmu, meski tanpa hadirnya orang tua yang semestinya menjadi sandaran hidup. Kehadiran bantuan dari BAZNAS menjadi cahaya harapan yang menyinari langkah mereka. Lebih dari sekadar santunan, bantuan ini adalah wujud kepedulian agar mereka tidak pernah merasa sendiri dalam menghadapi kerasnya kehidupan. Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, H. Soedijanto, S.Sos., M.Si, menyampaikan bahwa program ini merupakan komitmen BAZNAS untuk memastikan pendidikan tetap bisa diraih oleh mereka yang berhak. “Kami ingin memastikan bahwa anak-anak yatim dan dhuafa tetap bisa melanjutkan pendidikan tanpa harus terhambat oleh keterbatasan ekonomi. Harapan kami, bantuan ini menjadi motivasi agar mereka terus semangat belajar, meraih prestasi, dan kelak bisa menjadi generasi penerus yang membanggakan Purbalingga,” ungkapnya. BAZNAS meyakini, setiap anak berhak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan. Bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban keluarga serta menjadi pengingat bahwa ada banyak tangan kasih yang siap menopang langkah mereka. Dengan semangat kebersamaan, BAZNAS terus berkomitmen menyalurkan zakat, infak, dan sedekah dari para muzaki untuk mereka yang paling membutuhkan, agar tidak ada satupun anak bangsa yang tertinggal dalam meraih cita-citanya.
BERITA04/09/2025 | Admin
Saat Atap Runtuh, Kepedulian BAZNAS Menjadi Peneduh
Saat Atap Runtuh, Kepedulian BAZNAS Menjadi Peneduh
Purbalingga – Musibah bisa datang kapan saja tanpa diduga. Itulah yang dialami oleh Fajar Ari Pamuji (44), seorang ayah dari dua anak yang tinggal di Kelurahan Purbalingga Kulon. Pada Kamis (4/9/2025), atap rumah sederhana miliknya tiba-tiba ambruk. Suasana haru menyelimuti keluarga kecil tersebut. Rumah yang selama ini menjadi tempat bernaung, tempat mereka berbagi cerita dan harapan, seketika berubah menjadi puing-puing. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, rasa syok dan duka mendalam sulit disembunyikan. Fajar hanya bisa menatap rumahnya yang hancur. Sebagai seorang pedagang kecil, penghasilan yang ia peroleh hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jangankan untuk merenovasi rumah, untuk sekadar menutup kebutuhan dapur sehari-hari saja sering kali harus diatur dengan sangat hati-hati. Kondisi ini membuatnya pasrah, tak mampu membayangkan bagaimana bisa kembali memperbaiki rumah agar layak dihuni kembali bersama anak dan istrinya. Mengetahui kejadian tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga bergerak cepat. Bersama perangkat Kelurahan Purbalingga Kulon, tim BAZNAS langsung turun ke lokasi melakukan asesmen. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa kondisi yang dialami Fajar benar-benar terdata secara detail sehingga penyaluran bantuan nantinya tepat sasaran. Kehadiran BAZNAS di tengah musibah ini menjadi angin segar bagi keluarga Fajar. Lebih dari sekadar asesmen, kedatangan mereka juga membawa semangat baru—bahwa keluarga kecil ini tidak sendirian menghadapi ujian berat. Ada kepedulian, ada empati, dan ada doa dari banyak pihak yang ikut menguatkan. Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, H. Soedijanto, S.Sos., M.Si menyampaikan bahwa asesmen ini adalah bagian dari komitmen BAZNAS untuk selalu hadir bagi masyarakat yang tertimpa musibah. "Kami ingin memastikan bantuan yang akan diberikan benar-benar sesuai kebutuhan. Musibah ini berat, tapi InsyaAllah dengan kebersamaan dan kepedulian, keluarga Pak Fajar bisa kembali bangkit," ungkapnya. Musibah ini menjadi pengingat bahwa betapa berharganya sebuah rumah, bukan sekadar bangunan, melainkan tempat tumbuhnya kasih sayang dan harapan sebuah keluarga. Dan melalui peran BAZNAS, diharapkan rumah Fajar Ari Pamuji tidak hanya kembali berdiri kokoh, tetapi juga menjadi simbol kepedulian umat yang tak pernah padam.
BERITA04/09/2025 | Admin
Petani Binaan BAZNAS Ciptakan Panen Berlipat Lewat Teknik Tradisional
Petani Binaan BAZNAS Ciptakan Panen Berlipat Lewat Teknik Tradisional
Upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian terus digencarkan oleh BAZNAS. Salah satunya terlihat dari aktivitas Gapoktan Citra yang berada di Desa Cilapar, Kecamatan Kaligondang. Kelompok petani binaan ini berhasil membuktikan bahwa teknik tradisional yang dikelola dengan rapi mampu memberikan hasil panen yang berlipat ganda sekaligus mendukung ketahanan pangan di wilayahnya. Memasuki musim tanam kedua tahun ini, Gapoktan Citra mulai mengolah lahan seluas 4.219 meter persegi dengan menanam padi varietas Inpari 32. Varietas unggul ini dikenal produktif dan tahan terhadap serangan hama, sehingga menjadi pilihan tepat bagi para petani. Meski mengandalkan cara tanam tradisional, para petani menata lahan dengan baik, mulai dari pola tanam hingga perawatan tanaman, sehingga hasil yang diperoleh tetap maksimal. Tidak hanya fokus pada padi, para petani juga menerapkan strategi pemanfaatan lahan secara optimal. Galengan sawah yang biasanya dibiarkan kosong kini ditanami ubi kayu. Inovasi sederhana ini memberikan dua manfaat sekaligus: menjaga kestabilan tanah dan menambah sumber penghasilan tambahan. Dengan begitu, setiap jengkal lahan dapat bernilai ekonomi dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan keluarga petani. Program pendampingan BAZNAS tidak hanya sekadar memberikan bantuan, tetapi juga mendorong lahirnya kemandirian petani. Gapoktan Citra kini semakin solid dalam mengelola usaha tani secara berkelanjutan. Hasil panen yang berlipat ganda mampu menambah pendapatan rumah tangga, mengurangi ketergantungan pada pihak luar, serta memperkuat peran kelompok tani sebagai penggerak ekonomi desa. Keberhasilan Gapoktan Citra menjadi bukti bahwa tradisi dan kearifan lokal bila dipadukan dengan pendampingan yang tepat dapat menghadirkan manfaat besar. Dari sawah sederhana di Desa Cilapar, semangat gotong royong petani binaan BAZNAS menghadirkan harapan baru: pertanian yang produktif, mandiri, dan menyejahterakan.
BERITA03/09/2025 | Admin
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Purbalingga.

Lihat Daftar Rekening →