WhatsApp Icon
MANTAB 2026 Berakhir, Puluhan Siswa MI Maarif NU 01 Maribaya Praktik Langsung Simulasi Penanggulangan Bencana

Memasuki hari terakhir pelaksanaan Madrasah Tanggap Bencana (MANTAB) pada Rabu (15/7/2026), seluruh peserta mengikuti simulasi penanggulangan bencana yang dipandu langsung oleh tim dari BPBD Kabupaten Purbalingga. Simulasi ini menjadi puncak rangkaian kegiatan setelah para siswa memperoleh berbagai materi mengenai mitigasi dan kesiapsiagaan bencana selama dua hari sebelumnya.

Dalam simulasi tersebut, para siswa mempraktikkan langkah-langkah penyelamatan diri saat terjadi bencana sesuai prosedur yang telah dipelajari. Kegiatan diawali dengan penyampaian skenario bencana, dilanjutkan dengan bunyi tanda peringatan sebagai isyarat dimulainya evakuasi. Dengan tertib dan didampingi para guru serta fasilitator, siswa bergerak menuju titik kumpul melalui jalur evakuasi yang telah ditentukan. Seluruh rangkaian simulasi dilaksanakan secara sistematis agar peserta memahami tindakan yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat.

Selain melatih kecepatan dan ketepatan dalam proses evakuasi, simulasi ini juga bertujuan membangun sikap tenang, disiplin, serta kemampuan bekerja sama saat menghadapi bencana. Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap arahan dari instruktur dan aktif mempraktikkan teknik penyelamatan diri yang benar. Melalui pengalaman belajar secara langsung, siswa diharapkan lebih mudah memahami materi kebencanaan dibandingkan hanya melalui penyampaian teori di dalam kelas.

Tim BPBD Kabupaten Purbalingga juga memberikan evaluasi terhadap pelaksanaan simulasi serta mengingatkan pentingnya mengenali potensi risiko bencana di lingkungan sekitar. Para siswa diajak untuk selalu waspada, memahami jalur evakuasi di sekolah maupun di rumah, serta membiasakan diri menerapkan budaya aman dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala MI Ma'arif NU 01 Maribaya menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Purbalingga, dan BPBD Kabupaten Purbalingga atas terselenggaranya program MANTAB. Menurutnya, kegiatan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi para siswa karena tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter tangguh, disiplin, dan peduli terhadap keselamatan diri maupun orang lain.

Berakhirnya kegiatan Madrasah Tanggap Bencana (MANTAB) di MI Ma'arif NU 01 Maribaya menjadi langkah nyata dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan sekolah. Melalui kolaborasi antara BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Purbalingga, dan BPBD Kabupaten Purbalingga, diharapkan para siswa mampu menjadi generasi yang lebih siap, tanggap, dan memiliki kepedulian terhadap upaya pengurangan risiko bencana, sehingga dapat mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.

16/07/2026 | Kontributor: Admin
Bersama BAZNAS ada Setitik Harapan untuk Mbah Minem

Di sudut sederhana Desa Gemuruh, Padamara, berdiri sebuah gubuk rapuh yang nyaris roboh dimakan usia. Dindingnya lapuk, atapnya bocor, dan lantainya jauh dari kata nyaman. Di tempat itulah Mbah Sarminem (60), yang akrab disapa Mbah Minem, menjalani hari-harinya seorang diri tanpa pendamping hidup maupun anak yang tinggal bersamanya.

Usia senja yang seharusnya diisi dengan ketenangan justru menjadi masa yang penuh ujian bagi Mbah Minem. Selain harus bertahan hidup dalam keterbatasan, ia juga berjuang melawan penyakit kanker hidung yang dideritanya. Kondisinya semakin berat karena selama ini ia tidak memiliki jaminan kesehatan apa pun. Keterbatasan pengetahuan dan tidak pernah mengurus administrasi kependudukan membuatnya tidak terdaftar dalam program perlindungan kesehatan yang seharusnya dapat membantunya.

Saat harus menjalani perawatan di rumah sakit, Mbah Minem dihadapkan pada kenyataan yang tidak mudah. Tagihan biaya pengobatan yang mencapai lebih dari Rp7 juta menjadi beban yang mustahil ia tanggung seorang diri. Bagi seseorang yang bahkan tidak memiliki penghasilan tetap, angka tersebut terasa seperti tembok tinggi yang sulit dilalui.

Namun di tengah kesulitan itu, kepedulian hadir membawa harapan. Melalui kolaborasi antara BAZNAS, Pemerintah Desa, dan pihak rumah sakit tempat Mbah Minem dirawat, biaya pengobatan tersebut akhirnya dapat diselesaikan. Langkah kecil yang menjadi penyelamat besar bagi seorang lansia yang sedang berjuang mempertahankan hidupnya.

Perjuangan Mbah Minem ternyata tidak berhenti pada persoalan kesehatan. Tempat tinggal yang selama ini ia huni pun sangat memprihatinkan dan jauh dari standar kelayakan. Gubuk reyot yang menjadi tempat berlindung dari panas dan hujan sudah tidak lagi mampu memberikan rasa aman. Lebih memilukan lagi, Mbah Minem tidak memiliki tanah maupun harta benda. Selama ini ia hanya menumpang tinggal di sebidang tanah milik saudaranya.

Melihat kondisi tersebut, BAZNAS turut memberikan bantuan rehabilitasi rumah agar Mbah Minem dapat memiliki tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan nyaman untuk menjalani masa tuanya. Bagi sebagian orang, rumah mungkin hanya sebuah bangunan. Namun bagi Mbah Minem, rumah yang layak adalah harapan baru, tempat beristirahat dengan tenang setelah melewati begitu banyak ujian hidup.

Kisah Mbah Minem mengingatkan kita bahwa masih banyak saudara-saudara kita yang hidup dalam keterbatasan dan membutuhkan uluran tangan. Kehadiran zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar bantuan materi, melainkan juga wujud kasih sayang dan kepedulian yang mampu mengembalikan harapan bagi mereka yang hampir kehilangan harapan.

Di balik senyum sederhana Mbah Minem hari ini, tersimpan doa-doa tulus yang mungkin tidak terdengar oleh manusia, tetapi sangat berharga di hadapan Allah SWT. Semoga setiap kebaikan yang diberikan kepada mereka yang membutuhkan menjadi jalan keberkahan bagi seluruh pihak yang telah peduli dan membantu.

 

14/07/2026 | Kontributor: Admin
BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Purbalingga Gelar Madrasah Tanggap Bencana di MI Maarif NU 01 Maribaya

Purbalingga – BAZNAS RI berkolaborasi dengan BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyelenggarakan kegiatan Madrasah Tanggap Bencana (MANTAB) di MI Ma'arif NU 01 Maribaya, Desa Maribaya, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, pada Senin (13/7/2026). Program ini diikuti oleh 48 siswa dari kelas IV hingga kelas VI dan akan berlangsung selama tiga hari, hingga Rabu (15/7/2026).

Kegiatan MANTAB merupakan program edukasi kebencanaan yang bertujuan membangun budaya sadar bencana di lingkungan madrasah. Melalui kegiatan ini, para siswa dibekali pengetahuan mengenai berbagai potensi bencana, langkah-langkah mitigasi, cara menyelamatkan diri saat terjadi bencana, serta pentingnya membangun kesiapsiagaan sejak usia dini.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Sekretaris Badan Penanggulanagan Bencana, Aris Mulyanto. Dalam sambutannya, Aris menyampaikan bahwa pendidikan kebencanaan perlu ditanamkan sejak dini agar anak-anak memiliki pengetahuan, keterampilan, dan keberanian dalam menghadapi situasi darurat.

"Anak-anak merupakan kelompok yang rentan ketika terjadi bencana. Oleh karena itu, pendidikan kebencanaan harus diberikan sejak usia sekolah agar mereka memahami langkah penyelamatan diri, mampu mengenali potensi bahaya di lingkungan sekitar, serta dapat menjadi agen penyebar informasi kesiapsiagaan bagi keluarga dan masyarakat," ujarnya.

Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Sudijanto, mengatakan bahwa program Madrasah Tanggap Bencana merupakan wujud komitmen BAZNAS dalam mendukung terciptanya satuan pendidikan yang aman dan tangguh terhadap bencana.

"BAZNAS tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan saat bencana terjadi, tetapi juga mendorong upaya pengurangan risiko melalui edukasi dan peningkatan kapasitas masyarakat. Kami berharap para siswa memiliki bekal pengetahuan yang cukup sehingga mampu melindungi diri sendiri maupun membantu orang lain ketika menghadapi kondisi darurat," tutur Sudijanto.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai materi dan praktik yang dikemas secara interaktif, mulai dari pengenalan jenis-jenis bencana, simulasi evakuasi, penyusunan jalur evakuasi, pembentukan budaya aman di lingkungan sekolah, hingga latihan tanggap darurat bersama para fasilitator.

Melalui program Madrasah Tanggap Bencana (MANTAB), BAZNAS RI bersama BAZNAS Kabupaten Purbalingga berharap dapat meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan kesiapsiagaan warga sekolah terhadap potensi bencana. Dengan demikian, madrasah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi lingkungan pendidikan yang aman, tangguh, dan mampu meminimalkan risiko bencana bagi seluruh warga sekolah.

 

13/07/2026 | Kontributor: Admin
Kursi Roda untuk Mbah Wayem, Wujud Kepedulian Zakat Membantu Lansia Tetap Beraktivitas

Purbalingga – Zakat yang ditunaikan melalui BAZNAS Kabupaten Purbalingga terus diwujudkan menjadi program-program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Salah satunya melalui bantuan alat bantu jalan berupa kursi roda bagi lansia dan warga kurang mampu yang mengalami keterbatasan mobilitas. Program ini menjadi bentuk kepedulian terhadap kelompok rentan agar tetap dapat beraktivitas dengan lebih mudah, aman, dan mandiri dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Salah satu penerima manfaat adalah Mbah Wayem (75), warga Desa Karangnangka, Kecamatan Bukateja. Di usia senjanya, Mbah Wayem mengalami kesulitan untuk berjalan dan beraktivitas sehingga mobilitas sehari-hari menjadi sangat terbatas.

Melalui usulan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa Karangnangka, BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyalurkan bantuan satu unit kursi roda kepada Mbah Wayem. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung pada Jumat (10/7/2026) di kediaman Mbah Wayem oleh UPZ Desa Karangnangka, didampingi Kepala Desa Karangnangka bersama perwakilan BAZNAS Kabupaten Purbalingga.

Bantuan kursi roda ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi Mbah Wayem dalam melakukan aktivitas sehari-hari, mengurangi ketergantungan kepada orang lain, serta meningkatkan kualitas hidup di masa lanjut usia. Kehadiran alat bantu mobilitas juga menjadi bentuk kepedulian terhadap lansia agar tetap dapat menjalani aktivitas dengan lebih layak dan bermartabat.

Program bantuan alat bantu jalan merupakan salah satu bentuk pendayagunaan zakat yang disalurkan BAZNAS Kabupaten Purbalingga kepada masyarakat yang termasuk dalam golongan penerima zakat (mustahik). Melalui pengelolaan zakat yang amanah, profesional, dan tepat sasaran, dana zakat dapat menghadirkan manfaat nyata bagi mereka yang membutuhkan, mulai dari bantuan kesehatan, pendidikan, kemanusiaan, hingga pemberdayaan ekonomi.

BAZNAS Kabupaten Purbalingga mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi agar pengelolaannya lebih optimal, transparan, dan memiliki dampak yang lebih luas. Zakat yang disalurkan melalui BAZNAS tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga menjadi ikhtiar bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi beban kaum dhuafa, serta menghadirkan keberkahan bagi muzaki dan penerima manfaat.

Semakin banyak zakat yang ditunaikan melalui BAZNAS, semakin banyak pula masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya, sehingga semangat gotong royong dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di Kabupaten Purbalingga.

 

10/07/2026 | Kontributor: Admin
BAZNAS Purbalingga dan MWCNU Bukateja Tingkatkan Kapasitas Pelaku UMKM Kuliner Melalui Pelatihan Bidang Boga

Purbalingga – BAZNAS Kabupaten Purbalingga berkolaborasi dengan MWCNU Bukateja menyelenggarakan pelatihan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bidang boga selama dua hari, Sabtu–Ahad, 4–5 Juli 2026, di Gedung Workshop MWCNU Bukateja. Kegiatan ini diikuti oleh para pegiat kuliner dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Bukateja sebagai upaya meningkatkan keterampilan sekaligus mendorong tumbuhnya usaha kuliner yang lebih produktif dan berdaya saing.

Selama pelatihan, peserta memperoleh materi praktik pembuatan berbagai produk olahan yang memiliki nilai jual, meliputi roti manis, kroket kentang, dan pie buah. Materi disusun agar mudah diterapkan oleh peserta, baik yang telah memiliki usaha maupun yang baru akan merintis usaha di bidang kuliner.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pelaku UMKM, memperluas peluang usaha, menambah variasi produk yang dipasarkan, serta mendorong lahirnya wirausaha mandiri yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kabupaten Purbalingga dalam memberdayakan masyarakat melalui program ekonomi produktif, sehingga zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga menjadi sarana menciptakan kemandirian ekonomi mustahik dan masyarakat.

Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Sudijanto, mengatakan bahwa penguatan kapasitas pelaku usaha merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kami berharap pelatihan ini tidak berhenti pada proses belajar saja, tetapi mampu melahirkan produk-produk kuliner yang berkualitas dan memiliki daya saing di pasar. BAZNAS ingin zakat dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan melalui pemberdayaan ekonomi sehingga masyarakat semakin mandiri dan usahanya terus berkembang," ujar Sudijanto.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi UKM Kabupaten Purbalingga yang diwakili oleh Kepala Bidang Usaha Mikro, Wasis Pambudi, mengapresiasi sinergi antara BAZNAS Kabupaten Purbalingga dan MWCNU Bukateja dalam mendukung pengembangan UMKM.

"Pelatihan seperti ini sangat penting karena pelaku UMKM tidak hanya membutuhkan modal, tetapi juga peningkatan keterampilan, inovasi produk, dan semangat untuk terus berkembang. Kami berharap peserta mampu mengembangkan ilmu yang diperoleh menjadi usaha yang berkelanjutan dan mampu menciptakan peluang ekonomi di lingkungannya," ungkap Wasis.

Melalui kolaborasi ini, BAZNAS Kabupaten Purbalingga bersama MWCNU Bukateja berharap semakin banyak pelaku UMKM yang memiliki keterampilan, inovasi, dan kepercayaan diri untuk mengembangkan usahanya. Dengan demikian, sektor usaha mikro di Kabupaten Purbalingga dapat terus tumbuh, membuka lapangan pekerjaan, serta memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

06/07/2026 | Kontributor: Admin

Berita Terbaru

Perjalanan Doa dan Air Mata: 14 Pasien Difasilitasi BAZNAS dan Setyowati Group Menuju Sardjito
Perjalanan Doa dan Air Mata: 14 Pasien Difasilitasi BAZNAS dan Setyowati Group Menuju Sardjito
Malam Ahad (8/9/2025) pukul 23.00 WIB, langit Purbalingga masih pekat ketika deru mesin mobil elf dan ambulans perlahan meninggalkan halaman. Di balik gelap malam itu, ada 14 pasien bersama 16 pendamping yang menempuh perjalanan panjang menuju RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga bersama Setyowati Group berkolaborasi memfasilitasi keberangkatan ini. Satu unit mobil elf disediakan oleh BAZNAS, sementara Setyowati Group menyiapkan satu ambulans untuk memastikan perjalanan berjalan lancar dan aman. Semua fasilitas ini dilakukan secara gratis. Perjalanan ini bukanlah perjalanan biasa. Bagi mereka yang berangkat, ini adalah ikhtiar penuh doa, pengorbanan, dan harapan baru untuk sembuh dari penyakit yang tengah dihadapi. Masing-masing pasien membawa kisah hidupnya sendiri. Ada anak-anak yang belum sempat menikmati indahnya masa bermain, ada orang tua yang di usia senjanya harus berhadapan dengan penyakit, dan ada pula mereka yang rela meninggalkan rumah demi satu tujuan: kesembuhan. Mereka adalah Alzam Faiz Prasetyo (6), Sinduraja – Kaligondang, penderita jantung bawaan. Saifulloh Ariz Fauzan (12), Slinga – Kaligondang, berjuang dengan epilepsi. Admini (63), Toyareja – Purbalingga, dengan jantung bawaan. Humairoh Fadhilah Arfah (11), Kalikabong – Kalimanah, terdampak stunting. Aris Wibowo (53), Bandingan – Kejobong, mengidap penyakit jantung. Ozil Alfarizi (5), Binangun – Mrebet, melawan leukemia. Elvano Fahreza Mahardika (3), Mewek – Purbalingga, mengalami penyumbatan usus. Fadhela Gava Putri (6), Pagerandong – Mrebet, dengan gangguan mata. Salma Nur Aisyah (13), Sempor Lor – Kaligondang, menderita gangguan sistem endokrin. Dian Septiningrum (22), Pekalongan – Bojongsari, pejuang kanker tiroid. Waryono (49), Siwarak – Karangreja, dengan penumpukan material pada kornea. Anita Oktaviani (12), Mergasana – Kertanegara, pejuang kanker tiroid. Sumardi (68), Panican – Kemangkon, menderita glaukoma. Hamzah Khotibul Umam (5), Kalikabong – Kalimanah, dengan kelainan pada testis. Di balik setiap nama, ada kisah perjuangan dan pengorbanan. Ada bocah kecil yang harus berjuang melawan sakit sejak lahir, ada orang tua yang tetap tabah meski tubuhnya melemah, dan ada keluarga yang tak henti-henti menggenggam doa di sepanjang perjalanan. Keberangkatan ini adalah bukti nyata bahwa kepedulian sosial mampu menghadirkan harapan. BAZNAS Purbalingga berkomitmen tidak hanya menyalurkan zakat, infak, dan sedekah dalam bentuk bantuan ekonomi, tetapi juga menjadi jembatan ikhtiar bagi masyarakat yang sedang sakit. Sementara itu, dukungan dari Setyowati Group melengkapi perjuangan ini, menunjukkan bahwa gotong royong adalah kekuatan besar dalam meringankan beban sesama. Tak hanya memfasilitasi transportasi, para pasien juga disediakan Rumah Singgah YPSP–BAZNAS di Yogyakarta. Rumah singgah ini menjadi tempat istirahat yang nyaman, sehingga pasien dan pendamping bisa bernafas lega, melepas lelah, dan memiliki ruang yang layak sebelum maupun sesudah menjalani pengobatan di RSUP Sardjito. Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, H. Soedijanto, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian bersama. “Kami di BAZNAS Purbalingga berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Hari ini, bersama Setyowati Group, kami memfasilitasi pasien-pasien rujukan agar mereka bisa mendapatkan penanganan medis yang lebih baik di RSUP Sardjito. Bahkan kami juga menyiapkan rumah singgah agar mereka bisa beristirahat dengan nyaman selama masa pengobatan. Semoga ikhtiar ini menjadi jalan kesembuhan bagi para pasien dan membawa keberkahan bagi para muzaki yang telah mempercayakan zakatnya kepada BAZNAS,” ujarnya. Setiap roda yang berputar malam itu bukan sekadar membawa tubuh yang lemah, tetapi juga membawa mimpi: mimpi anak-anak untuk kembali bermain, mimpi orang tua untuk tetap bersama keluarganya, mimpi seorang ibu agar anaknya tumbuh sehat. Di balik segala keterbatasan, ada kekuatan besar yang menyatukan mereka: doa, harapan, dan kasih sayang. Semoga perjalanan panjang menuju Yogyakarta menjadi awal dari kesembuhan dan kehidupan yang lebih baik bagi mereka semua.
BERITA08/09/2025 | Admin
Bahagia di Ujung Desa, Pak Sudaryo Kini Menikmati Rumah yang Lebih Kokoh
Bahagia di Ujung Desa, Pak Sudaryo Kini Menikmati Rumah yang Lebih Kokoh
Di pojok Desa Panusupan, Kecamatan Rembang, berdiri sebuah rumah sederhana yang menjadi saksi perjuangan hidup pasangan lansia, Sudaryo Suyatno (60) dan istrinya. Bertahun-tahun mereka tinggal dalam rumah tak layak huni—berdinding papan rapuh dan berlantaikan tanah. Setiap hujan deras turun, kecemasan selalu menghantui: air merembes ke dalam rumah, dinding bergetar tertiup angin, dan lantai tanah yang becek membuat rumah terasa dingin. Namun kini, wajah kebahagiaan terlihat jelas dari Pak Sudaryo. Berkat bantuan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari BAZNAS Kabupaten Purbalingga, rumah yang dulu ringkih itu telah berubah menjadi tempat tinggal yang kokoh dan sehat. Dindingnya kini permanen, lantainya lebih bersih dan nyaman, sehingga memberikan rasa aman bagi pasangan lansia tersebut untuk menapaki hari tua mereka. “Alhamdulillah, sekarang rumah kami jauh lebih baik. Tidak takut lagi kalau hujan deras, dan kami bisa tidur lebih tenang,” ungkap Pak Sudaryo dengan mata berkaca-kaca, penuh rasa syukur. Tinggal di rumah sederhana di tepi perkebunan, jauh dari hingar bingar kota, Pak Sudaryo dan istrinya menjalani hidup dengan kesederhanaan. Meski penghasilan pas-pasan, mereka selalu berusaha tabah. Kehadiran BAZNAS dengan program RTLH menjadi bukti nyata bahwa kepedulian dapat menghadirkan harapan baru bagi keluarga dhuafa. Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, H. Soedijanto, S.Sos., M.Si menyampaikan bahwa bantuan ini diharapkan tidak hanya memperbaiki rumah secara fisik, tetapi juga memberi semangat baru kepada keluarga penerima manfaat. “Kami ingin setiap keluarga dhuafa memiliki rumah yang layak, sehat, dan bisa menjadi tempat tumbuhnya kebahagiaan. Inilah wujud kepedulian dari zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan oleh para muzaki,” ujarnya. Bagi Pak Sudaryo dan istrinya, rumah baru ini adalah anugerah besar. Bukan hanya atap untuk berteduh, tetapi juga simbol cinta, doa, dan kepedulian dari banyak orang yang peduli akan nasib mereka.
BERITA06/09/2025 | Admin
Dalam Sakit dan Keterbatasan, Cinta Pak Cahyadi dan Istri Tetap Kokoh
Dalam Sakit dan Keterbatasan, Cinta Pak Cahyadi dan Istri Tetap Kokoh
Purbalingga – Di sebuah rumah sederhana di Desa Bedagas, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga kisah haru sekaligus indah terpahat dari pasangan lansia, Cahyadi (65) dan istrinya. Meski usia senja mereka dipenuhi keterbatasan, cinta dan kesetiaan menjadi penopang kehidupan keduanya. Pak Cahyadi sudah lama hanya bisa terbaring di kamar tidurnya. Tubuhnya ringkih, membuat seluruh aktivitas sehari-hari harus ia lakukan di atas tempat tidur. Sementara sang istri, yang juga telah lanjut usia dan mulai sakit-sakitan, tetap setia merawat sang suami dengan penuh kasih sayang. Hari-hari mereka mungkin terasa berat. Namun, dalam keterbatasan itu, ada ketulusan yang begitu tulus—cinta yang tidak luntur oleh waktu. Sang istri dengan sabar mendampingi, menyuapi, hingga menghibur suaminya. Sementara Pak Cahyadi, meski hanya bisa terbaring, selalu berusaha menunjukkan kasihnya lewat senyuman dan doa-doa yang dipanjatkannya untuk sang istri. Cinta mereka adalah bukti manis bahwa kebersamaan sejati tak mengenal usia, kondisi, atau harta. Melihat perjuangan pasangan lansia ini, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga hadir memberikan bantuan. Tidak hanya sekali, BAZNAS secara rutin menyalurkan Paket Logistik Keluarga (PLK) setiap bulan untuk membantu kebutuhan pokok sehari-hari Pak Cahyadi dan istrinya. Bantuan ini menjadi wujud nyata kepedulian agar keduanya dapat menjalani masa tua dengan lebih layak dan penuh ketenangan. “Cinta dan kesetiaan mereka adalah pelajaran berharga bagi kita semua. BAZNAS hadir bukan hanya untuk membantu meringankan beban hidup, tetapi juga untuk menebarkan semangat kepedulian,” ungkap Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Bagi Pak Cahyadi dan istrinya, cinta adalah kekuatan yang membuat mereka tetap bertahan. Meski raganya lemah, hati mereka kokoh. Dan di balik keterbatasan itu, tersimpan pesan mendalam bahwa kesetiaan sejati adalah cinta yang memilih bertahan, apa pun keadaannya.
BERITA06/09/2025 | Admin
Menopang Langkah yang Rapuh, BAZNAS Eratkan Harapan Anak Yatim-Piatu
Menopang Langkah yang Rapuh, BAZNAS Eratkan Harapan Anak Yatim-Piatu
Purbalingga – Sebanyak 17 siswa menerima bantuan dengan total senilai Rp3,4 juta dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga pada Kamis (4/9/2025). Mereka adalah siswa yatim-piatu dari keluarga tidak mampu di SMPN 4 Rembang. Di tengah keterbatasan ekonomi, anak-anak ini tetap berjuang menuntut ilmu, meski tanpa hadirnya orang tua yang semestinya menjadi sandaran hidup. Kehadiran bantuan dari BAZNAS menjadi cahaya harapan yang menyinari langkah mereka. Lebih dari sekadar santunan, bantuan ini adalah wujud kepedulian agar mereka tidak pernah merasa sendiri dalam menghadapi kerasnya kehidupan. Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, H. Soedijanto, S.Sos., M.Si, menyampaikan bahwa program ini merupakan komitmen BAZNAS untuk memastikan pendidikan tetap bisa diraih oleh mereka yang berhak. “Kami ingin memastikan bahwa anak-anak yatim dan dhuafa tetap bisa melanjutkan pendidikan tanpa harus terhambat oleh keterbatasan ekonomi. Harapan kami, bantuan ini menjadi motivasi agar mereka terus semangat belajar, meraih prestasi, dan kelak bisa menjadi generasi penerus yang membanggakan Purbalingga,” ungkapnya. BAZNAS meyakini, setiap anak berhak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan. Bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban keluarga serta menjadi pengingat bahwa ada banyak tangan kasih yang siap menopang langkah mereka. Dengan semangat kebersamaan, BAZNAS terus berkomitmen menyalurkan zakat, infak, dan sedekah dari para muzaki untuk mereka yang paling membutuhkan, agar tidak ada satupun anak bangsa yang tertinggal dalam meraih cita-citanya.
BERITA04/09/2025 | Admin
Saat Atap Runtuh, Kepedulian BAZNAS Menjadi Peneduh
Saat Atap Runtuh, Kepedulian BAZNAS Menjadi Peneduh
Purbalingga – Musibah bisa datang kapan saja tanpa diduga. Itulah yang dialami oleh Fajar Ari Pamuji (44), seorang ayah dari dua anak yang tinggal di Kelurahan Purbalingga Kulon. Pada Kamis (4/9/2025), atap rumah sederhana miliknya tiba-tiba ambruk. Suasana haru menyelimuti keluarga kecil tersebut. Rumah yang selama ini menjadi tempat bernaung, tempat mereka berbagi cerita dan harapan, seketika berubah menjadi puing-puing. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, rasa syok dan duka mendalam sulit disembunyikan. Fajar hanya bisa menatap rumahnya yang hancur. Sebagai seorang pedagang kecil, penghasilan yang ia peroleh hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jangankan untuk merenovasi rumah, untuk sekadar menutup kebutuhan dapur sehari-hari saja sering kali harus diatur dengan sangat hati-hati. Kondisi ini membuatnya pasrah, tak mampu membayangkan bagaimana bisa kembali memperbaiki rumah agar layak dihuni kembali bersama anak dan istrinya. Mengetahui kejadian tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga bergerak cepat. Bersama perangkat Kelurahan Purbalingga Kulon, tim BAZNAS langsung turun ke lokasi melakukan asesmen. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa kondisi yang dialami Fajar benar-benar terdata secara detail sehingga penyaluran bantuan nantinya tepat sasaran. Kehadiran BAZNAS di tengah musibah ini menjadi angin segar bagi keluarga Fajar. Lebih dari sekadar asesmen, kedatangan mereka juga membawa semangat baru—bahwa keluarga kecil ini tidak sendirian menghadapi ujian berat. Ada kepedulian, ada empati, dan ada doa dari banyak pihak yang ikut menguatkan. Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, H. Soedijanto, S.Sos., M.Si menyampaikan bahwa asesmen ini adalah bagian dari komitmen BAZNAS untuk selalu hadir bagi masyarakat yang tertimpa musibah. "Kami ingin memastikan bantuan yang akan diberikan benar-benar sesuai kebutuhan. Musibah ini berat, tapi InsyaAllah dengan kebersamaan dan kepedulian, keluarga Pak Fajar bisa kembali bangkit," ungkapnya. Musibah ini menjadi pengingat bahwa betapa berharganya sebuah rumah, bukan sekadar bangunan, melainkan tempat tumbuhnya kasih sayang dan harapan sebuah keluarga. Dan melalui peran BAZNAS, diharapkan rumah Fajar Ari Pamuji tidak hanya kembali berdiri kokoh, tetapi juga menjadi simbol kepedulian umat yang tak pernah padam.
BERITA04/09/2025 | Admin
Petani Binaan BAZNAS Ciptakan Panen Berlipat Lewat Teknik Tradisional
Petani Binaan BAZNAS Ciptakan Panen Berlipat Lewat Teknik Tradisional
Upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian terus digencarkan oleh BAZNAS. Salah satunya terlihat dari aktivitas Gapoktan Citra yang berada di Desa Cilapar, Kecamatan Kaligondang. Kelompok petani binaan ini berhasil membuktikan bahwa teknik tradisional yang dikelola dengan rapi mampu memberikan hasil panen yang berlipat ganda sekaligus mendukung ketahanan pangan di wilayahnya. Memasuki musim tanam kedua tahun ini, Gapoktan Citra mulai mengolah lahan seluas 4.219 meter persegi dengan menanam padi varietas Inpari 32. Varietas unggul ini dikenal produktif dan tahan terhadap serangan hama, sehingga menjadi pilihan tepat bagi para petani. Meski mengandalkan cara tanam tradisional, para petani menata lahan dengan baik, mulai dari pola tanam hingga perawatan tanaman, sehingga hasil yang diperoleh tetap maksimal. Tidak hanya fokus pada padi, para petani juga menerapkan strategi pemanfaatan lahan secara optimal. Galengan sawah yang biasanya dibiarkan kosong kini ditanami ubi kayu. Inovasi sederhana ini memberikan dua manfaat sekaligus: menjaga kestabilan tanah dan menambah sumber penghasilan tambahan. Dengan begitu, setiap jengkal lahan dapat bernilai ekonomi dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan keluarga petani. Program pendampingan BAZNAS tidak hanya sekadar memberikan bantuan, tetapi juga mendorong lahirnya kemandirian petani. Gapoktan Citra kini semakin solid dalam mengelola usaha tani secara berkelanjutan. Hasil panen yang berlipat ganda mampu menambah pendapatan rumah tangga, mengurangi ketergantungan pada pihak luar, serta memperkuat peran kelompok tani sebagai penggerak ekonomi desa. Keberhasilan Gapoktan Citra menjadi bukti bahwa tradisi dan kearifan lokal bila dipadukan dengan pendampingan yang tepat dapat menghadirkan manfaat besar. Dari sawah sederhana di Desa Cilapar, semangat gotong royong petani binaan BAZNAS menghadirkan harapan baru: pertanian yang produktif, mandiri, dan menyejahterakan.
BERITA03/09/2025 | Admin
BAZNAS KABUPATEN PURBALINGGA & SETYOWATI GROUP LAYANI AMBULANS GRATIS KE RS SARDJITO, DAMPINGI 6 PASIEN DENGAN 2 AMBULANS
BAZNAS KABUPATEN PURBALINGGA & SETYOWATI GROUP LAYANI AMBULANS GRATIS KE RS SARDJITO, DAMPINGI 6 PASIEN DENGAN 2 AMBULANS
Purbalingga – Pada Ahad (31/8/2025) Layanan kemanusiaan kembali digulirkan oleh BAZNAS Kabupaten Purbalingga yang berkolaborasi dengan Setyowati Group. Keduanya menyediakan layanan ambulans gratis bagi warga Purbalingga yang membutuhkan rujukan medis ke luar daerah, salah satunya ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Dalam pelayanan terbaru, tercatat ada 6 pasien yang mendapat pendampingan kesehatan. Armada yang digunakan terdiri dari satu ambulans milik BAZNAS Kabupaten Purbalingga dan satu ambulans milik Setyowati Group, yang siap siaga mengantar pasien menuju rumah sakit tujuan. Salah satu pasien yang mendapat layanan adalah Hamzah Khotibul Umam, bocah berusia 5 tahun asal Kalikabong RT 1/1, Purbalingga. Hamzah didiagnosa mengalami UDT Dextra, nesbak, sleep disorder, konstipasi fungsional, SLD, serta selective mutism. Berkat layanan ambulans gratis ini, ia bersama keluarga dapat menjalani rujukan ke RS Sardjito dengan lebih mudah dan tanpa biaya transportasi tambahan. “Alhamdulillah, keberadaan ambulans gratis ini sangat membantu masyarakat kecil. Banyak warga yang kesulitan biaya transportasi untuk berobat ke luar kota, terutama Yogyakarta. Dengan adanya kolaborasi BAZNAS Kabupaten Purbalingga dan Setyowati Group, beban masyarakat menjadi lebih ringan,” ungkap salah satu pendamping. Program layanan ambulans gratis ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial dan sinergi antara lembaga zakat dengan pihak swasta. Tidak hanya mengantar pasien, layanan ini juga memastikan pasien mendapatkan pendampingan medis selama perjalanan. Ke depan, BAZNAS Kabupaten Purbalingga dan Setyowati Group berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan pelayanan, sehingga semakin banyak masyarakat yang terbantu, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.
BERITA01/09/2025 | Admin
Kunci Optimalisasi Pertumbuhannya Padi di Lumbung Pangan Purbalingga
Kunci Optimalisasi Pertumbuhannya Padi di Lumbung Pangan Purbalingga
Purbalingga – Petani Lumbung Pangan BAZNAS Purbalingga dari Gapoktan Citra, Desa Cilapar, Kecamatan Kaligondang, terus berupaya merawat tanaman padi agar tumbuh optimal. Salah satunya melalui kegiatan penyiangan dan pengecekan rutin di area sawah. Ibu Muntako, salah satu petani, mencontohkan langkah perawatan dengan membersihkan gulma serta mengganti bibit padi yang rusak agar pertumbuhan tanaman lebih merata. Upaya ini semakin didukung dengan adanya pembangunan irigasi desa yang membuat aliran air ke sawah lebih lancar. Kegiatan tersebut berdampak positif bagi petani, mulai dari peningkatan kesuburan tanah, hasil panen yang lebih baik, hingga tambahan pendapatan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, H. Soedijanto, S.Sos., M.Si menyampaikan bahwa program Lumbung Pangan merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui zakat produktif. “Kami ingin zakat yang dikelola BAZNAS tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga memberi manfaat jangka panjang. Melalui Lumbung Pangan, para petani bisa meningkatkan hasil panen, memperkuat ketahanan pangan desa, sekaligus menambah kesejahteraan keluarga mereka,” ujarnya. BAZNAS Purbalingga berharap program ini dapat terus berjalan berkesinambungan sehingga membawa dampak nyata bagi peningkatan ekonomi dan kemandirian masyarakat desa.
BERITA01/09/2025 | Admin
BAZNAS DORONG PETERNAK LOKAL MANDIRI
BAZNAS DORONG PETERNAK LOKAL MANDIRI
Purbalingga – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga kembali menyalurkan bantuan produktif bagi warga yang berjuang mengembangkan usaha kecil. Kali ini, bantuan diberikan kepada Prista Mayhar (38), warga Desa Meri, Kecamatan Kutasari, yang merupakan peternak Ayam Kampung Elba, yaitu ayam petelur dari ras ayam jawa dengan telur yang mirip ayam kampung. Pada tahap pertama, Prista menerima sebesar 1 juta rupiah. Bantuan tersebut ia belikan mesin tetas telur. Dengan adanya mesin ini, ia kini bisa menetaskan telur setiap pekan sekaligus mencetak bibit ayam sendiri. Sebelumnya, Prista harus membeli bibitan, yang tentu lebih mahal dan membatasi pengembangan usahanya. “Alhamdulillah, dengan adanya bantuan mesin tetas dari BAZNAS, sekarang saya bisa mandiri mencetak bibit ayam. Pengeluaran jadi lebih hemat dan keuntungan bisa dipakai untuk biaya operasional pembesaran ayam. Hasilnya nanti bisa dijual dengan harga lebih tinggi,” ungkap Prista dengan penuh syukur. Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga,H Soedijanto, S.Sos., M.Si, menegaskan bahwa program bantuan produktif ini bertujuan memberdayakan masyarakat agar lebih mandiri. “Kami tidak hanya menyalurkan zakat dalam bentuk konsumtif, tetapi juga dalam bentuk produktif yang bisa mengubah mustahik menjadi lebih berdaya. Harapan kami, bantuan ini bisa memperkuat usaha Pak Prista, meningkatkan penghasilan, dan pada akhirnya membantu keluarga beliau keluar dari lingkaran kemiskinan,” ujarnya. Melalui bantuan produktif ini, BAZNAS Purbalingga berharap masyarakat penerima manfaat bisa lebih berdaya, mandiri, serta memiliki usaha yang berkelanjutan. Program ini juga menjadi salah satu ikhtiar BAZNAS untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan zakat yang tepat sasaran dan berdampak langsung.
BERITA01/09/2025 | Admin
BAZNAS PURBALINGGA SALURKAN BEASISWA, BUPATI AJAK SISWA FOKUS RAIH PRESTASI
BAZNAS PURBALINGGA SALURKAN BEASISWA, BUPATI AJAK SISWA FOKUS RAIH PRESTASI
Purbalingga – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan generasi muda. Pada kegiatan Apel Pagi bersama Bupati Purbalingga di SMKN 1 Purbalingga, Senin (9/1/2025), BAZNAS menyalurkan bantuan beasiswa senilai Rp3 juta bagi enam siswa tidak mampu. Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, H. Soedijanto, S.Sos., M.Si menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud kepedulian BAZNAS terhadap pendidikan sebagai kunci mengentaskan kemiskinan. “Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban siswa dan orang tua, sekaligus menjadi motivasi untuk terus berprestasi. Pendidikan adalah investasi jangka panjang untuk mencetak generasi yang unggul dan berakhlak mulia,” ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Purbalingga, Fahmi M. Hanif, menyampaikan amanat Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Ia menegaskan bahwa menyampaikan pendapat adalah hak warga negara yang dijamin konstitusi, namun harus dilakukan dengan benar, bertanggung jawab, dan tidak mengganggu ketertiban. Bagi siswa, penyampaian pendapat bisa dipraktikkan di sekolah melalui diskusi, pemilihan OSIS, maupun kegiatan belajar, dengan bimbingan guru. “Bagi siswa, hal itu dapat dipraktikkan melalui kegiatan sekolah, bukan lewat unjuk rasa. Tugas utama siswa adalah fokus belajar, memanfaatkan teknologi secara bijak, serta memegang tiga kunci keberhasilan: berbakti kepada orang tua, disiplin diri, dan hormat kepada guru,” katanya. Selain itu Bupati juga mengajak agar para siswa SMKN 1 Purbalingga untuk selalu menjaga Bersama keamanan dan ketentraman Kabupaten Purbalingga. Penyaluran beasiswa ini diharapkan menjadi penyemangat bagi siswa-siswi SMKN 1 Purbalingga untuk terus tekun belajar dan meraih cita-cita, sekaligus menguatkan peran zakat dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Purbalingga.
BERITA01/09/2025 | Admin
Kolaborasi BAZNAS dan Pemkab Purbalingga Perkuat Penyaluran Bantuan Tepat Sasaran
Kolaborasi BAZNAS dan Pemkab Purbalingga Perkuat Penyaluran Bantuan Tepat Sasaran
BAZNAS Kabupaten Purbalingga bersama Pemerintah Daerah berkomitmen memperkuat kolaborasi dalam penanggulangan kemiskinan melalui program-program yang lebih mendalam, terintegrasi, dan berdampak nyata bagi masyarakat, khususnya menuju tahun 2026. Dalam audiensi bersama Bupati Purbalingga, Sabtu (30/8/2025) dibahas pentingnya keterbukaan dan transparansi dalam penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Kolaborasi ini juga diarahkan untuk memastikan penyaluran bantuan lebih tepat sasaran, terutama bagi masyarakat miskin yang belum tersentuh bantuan dari pemerintah. Program zakat produktif (Zaprod) akan semakin dioptimalkan agar memberi dampak nyata bagi perekonomian mustahik dan mendorong kemandirian. Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, H Soedijanto, S.Sos., M.Si menegaskan bahwa kolaborasi dengan Pemerintah Daerah merupakan kunci dalam menghadirkan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. “BAZNAS tidak bisa berjalan sendiri. Dengan dukungan dan kolaborasi Pemkab, insyaAllah penyaluran bantuan akan lebih tepat sasaran, transparan, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan umat,” ungkapnya. Sementara itu, Bupati Purbalingga, Fahmi M Hanif, menekankan pentingnya penguatan peran BAZNAS dalam penanggulangan kemiskinan, dan akan mendukung sepenuhnya untuk meningkatkan pengumpulan zakat infak dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Purbalingga “BAZNAS harus hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kami ingin setiap programnya terintegrasi dengan Pemerintah Daerah, sehingga tidak tumpang tindih dan benar-benar menjangkau mereka yang belum tersentuh bantuan,” ujarnya. Sebagai langkah nyata, BAZNAS dan Pemkab akan “menggodok” bersama program-program terintegrasi agar tidak tumpang tindih dengan bantuan Pemerintah, sekaligus memperluas manfaat bagi masyarakat miskin. Bupati menekankan bahwa BAZNAS harus hadir dan terlihat oleh masyarakat, sehingga publikasi kegiatan perlu lebih ditingkatkan untuk menumbuhkan kepercayaan dan partisipasi muzaki. Dengan kolaborasi mendalam dan semangat keterbukaan, BAZNAS bersama Pemkab Purbalingga berharap dapat menghadirkan program yang lebih tepat guna, transparan, serta berdampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Purbalingga.
BERITA30/08/2025 | Admin
BAZNAS PURBALINGGA SALURKAN BANTUAN KURSI RODA UNTUK WARGA DESA MAJASEM
BAZNAS PURBALINGGA SALURKAN BANTUAN KURSI RODA UNTUK WARGA DESA MAJASEM
Purbalingga – Di Desa Majasem, dua hati kembali disentuh cahaya kepedulian dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga. Kali ini, BAZNAS menyalurkan bantuan berupa kursi roda untuk dua warga Desa Majasem, Kecamatan Kemangkon. Bantuan pertama diberikan kepada Bapak Misrun, yang meski raganya terbatas, semangat hidupnya tetap teguh. Semoga roda kecil itu menjadi jalan besar untuk hari-hari yang lebih mudah dijalani. Selain itu, BAZNAS juga menyalurkan kursi roda untuk Ibu Kadisem, yang berjuang melawan stroke di usia senja, kursi roda sederhana ini semoga menjadi pelukan kasih yang meringankan langkah anak-anaknya dalam merawat sang ibu tercinta. Bantuankursi roda ini merupakan wujud nyata kepedulian BAZNAS terhadap warga yang membutuhkan, khususnya dalam bidang kesehatan. “Kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban dan memudahkan keluarga dalam merawat anggota keluarganya,” ungkap Amin, petugas distribusi bantuan BAZNAS. Pemerintah Desa Majasem menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian BAZNAS Kabupaten Purbalingga yang hadir langsung memberikan bantuan. Semoga bantuan ini menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi semua pihak.
BERITA29/08/2025 | Admin
TERSENGAT LISTRIK DI PERANTAUAN, YUSUF PULANG DENGAN LUKA – BAZNAS PURBALINGGA ANTAR DENGAN AMBULANS HARAPAN
TERSENGAT LISTRIK DI PERANTAUAN, YUSUF PULANG DENGAN LUKA – BAZNAS PURBALINGGA ANTAR DENGAN AMBULANS HARAPAN
Purbalingga – Di usia mudanya yang baru menginjak 21 tahun, Yusuf Maulidin, pemuda sederhana asal Desa Sanguwatang, Karangjambu, harus menanggung ujian berat dalam hidupnya. Berbekal tekad dan keringat, ia merantau ke Jakarta untuk bekerja di bidang bangunan, berharap bisa membantu meringankan beban keluarga di kampung halaman. Namun, takdir berkata lain. Saat tengah bekerja, Yusuf tersengat listrik hingga membuat tangan kanannya dan kedua kakinya mengalami luka serius. Sejak saat itu, kehidupannya berubah drastis—pemuda yang dulu gagah mencari nafkah kini harus terbaring lemah, bergantung pada perawatan intensif rumah sakit. Di balik senyum tegar yang masih ia coba pertahankan, tersimpan luka, rasa sakit, dan doa yang tak henti dipanjatkan, agar ada secercah harapan untuk kembali pulih dan menatap masa depan. Perjalanan menuju rumah sakit untuk rawat jalan bukan perkara mudah. Letak rumah Yusuf yang berada di daerah pegunungan membuat akses ke fasilitas kesehatan membutuhkan waktu tempuh sekitar dua jam perjalanan. Biaya mobilisasi pun sangat mahal. Allhamdulillah, kini Yusuf bisa bernafas lega. Yusuf memanfaatkan layanan gratis ambulans BAZNAS Kab. Purbalingga. Kehadiran ambulans BAZNAS menjadi solusi penting, mengingat akses jalan yang jauh dan terbatas bisa menghambat penanganan kesehatan. “Ini adalah wujud nyata bahwa zakat, infak, dan sedekah dari para muzaki kembali dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan. semoga Yusuf diberi kesembuhan, kekuatan, dan bisa kembali beraktivitas seperti sediakala,” ujar perwakilan BAZNAS Purbalingga, Ismail. Keluarga Yusuf menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan. kehadiran ambulans BAZNAS dianggap sebagai pertolongan besar, bukan hanya dalam hal transportasi, tetapi juga sebagai wujud kepedulian dan kehadiran lembaga zakat di tengah masyarakat. Melalui kisah ini, BAZNAS Purbalingga kembali menegaskan komitmennya untuk selalu hadir bersama masyarakat, terutama bagi mereka yang sedang menghadapi musibah. dengan dukungan dan doa bersama, diharapkan Yusuf segera pulih, dan semoga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari dana zakat yang dikelola BAZNAS.
BERITA29/08/2025 | Admin
TELAH DIBUKA! BEASISWA SANTRI BAZNAS TAHUN 2025
TELAH DIBUKA! BEASISWA SANTRI BAZNAS TAHUN 2025
Purbalingga – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menghadirkan program Beasiswa Santri BAZNAS (BSB) Tahun 2025. Program ini ditujukan bagi para santri aktif kelas XII MA/sederajat yang berprestasi dan/atau berasal dari kalangan dhuafa, sebagai persiapan untuk melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun kampus favorit pada tahun 2026. Beasiswa ini menjadi wujud nyata kepedulian BAZNAS dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi santri dhuafa berprestasi. Meski demikian, santri umum yang memiliki semangat dan tekad kuat untuk melanjutkan pendidikan ke PTN/Favorit juga dipersilakan mendaftar. Setiap penerima Beasiswa Santri BAZNAS akan mendapatkan fasilitas bantuan senilai Rp4.000.000,- serta kegiatan pembinaan yang dirancang untuk meningkatkan kesiapan akademik maupun mental dalam menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi. Pendaftaran dilakukan secara kolektif oleh pesantren dengan mekanisme sebagai berikut: 1. Pesantren terlebih dahulu mempelajari Buku Panduan Program pada laman: bazn.as/panduanBSB2025. 2. Pesantren kemudian mendaftarkan santrinya secara online melalui laman: bazn.as/daftarBSB2025. Adapun pendaftaran dibuka mulai 27 Agustus hingga 9 September 2025. BAZNAS mengajak seluruh pesantren untuk berkolaborasi dalam mendukung para santri meraih kampus impian. Dengan program ini, diharapkan semakin banyak santri yang dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi berkualitas, sehingga lahir generasi berilmu, berakhlak, dan berkontribusi untuk kemajuan bangsa.
BERITA28/08/2025 | Admin
BAZNAS Kabupaten Purbalingga Raih Penghargaan di BAZNAS Awards 2025
BAZNAS Kabupaten Purbalingga Raih Penghargaan di BAZNAS Awards 2025
Jakarta – Prestasi membanggakan diraih oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga dalam ajang bergengsi BAZNAS Awards 2025. BAZNAS Kabupaten Purbalingga berhasil meraih penghargaan dalam kategori Penghargaan Khusus Pengumpulan – Spesial Award Kampanye Kemanusiaan Terbaik. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA dalam rangkaian kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 yang digelar di Jakarta. Hadir mewakili BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Ketua H. Soedijanto, S.Sos., M.Si., yang menerima penghargaan tersebut dengan penuh rasa syukur dan bangga. Dalam kesempatan itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan buah kerja keras seluruh jajaran, dukungan penuh Pemerintah Daerah, para muzaki, mitra, serta masyarakat Purbalingga yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya kepada BAZNAS. “Penghargaan ini bukan hanya untuk BAZNAS, tetapi untuk seluruh masyarakat Purbalingga. Tanpa kolaborasi, penghargaan ini tidak mungkin diraih. Terima kasih atas dukungan semua pihak,” ungkapnya. Penghargaan Kampanye Kemanusiaan Terbaik ini menjadi pengakuan atas konsistensi BAZNAS Kabupaten Purbalingga dalam menggerakkan kepedulian masyarakat melalui berbagai program kemanusiaan yang berdampak langsung bagi mustahik. Program-program tersebut tidak hanya berfokus pada penyaluran zakat, tetapi juga mengedepankan edukasi, kolaborasi, dan inovasi dalam setiap aksi kemanusiaan. Melalui penghargaan ini, BAZNAS Kabupaten Purbalingga berharap dapat terus meningkatkan pelayanan, memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, dan menghadirkan lebih banyak manfaat bagi masyarakat.
BERITA28/08/2025 | Admin
BAZNAS Purbalingga Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Siswa Berprestasi SMKN 1 Bukateja
BAZNAS Purbalingga Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Siswa Berprestasi SMKN 1 Bukateja
Purbalingga – Kepedulian terhadap pendidikan menjadi salah satu program di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga. Kali ini, BAZNAS menyalurkan bantuan pendidikan senilai Rp3,5 juta bagi tujuh siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu di SMKN 1 Bukateja. Bantuan tersebut diserahkan bertepatan dengan kunjungan Bupati Purbalingga, H. Muhammad Hanif, M.M., ke sekolah tersebut pada Rabu (28/8/2025). Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Purbalingga, H. Sukarman, S.Ag., hadir langsung mewakili BAZNAS dalam kegiatan ini. Ia menyampaikan bahwa program bantuan pendidikan merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS dalam mendukung keberlanjutan pendidikan anak-anak dari keluarga mustahik agar mereka dapat terus meraih prestasi dan menatap masa depan dengan optimis. “BAZNAS tidak hanya hadir membantu masyarakat di bidang sosial dan kesehatan, tetapi juga berkomitmen kuat pada sektor pendidikan. Kami percaya, akses pendidikan yang layak akan menjadi jalan keluar dari lingkaran kemiskinan,” ujar Sukarman. Dalam sambutannya, Bupati Purbalingga, H. Fahmi Muhammad Hanif, memberikan motivasi yang sarat makna kepada para siswa. Ia menegaskan bahwa setiap orang harus berani memiliki mimpi, konsisten dalam memperjuangkannya, membangun relasi yang positif, dan tidak lupa untuk senantiasa berdoa serta menyerahkan hasilnya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. “Anak-anak SMK pada dasarnya sudah dibekali keterampilan sesuai jurusannya sehingga siap kerja maupun berwirausaha. Tetapi jika ada kesempatan melanjutkan kuliah, itu akan semakin baik, karena akan membuka wawasan dan peluang yang lebih luas,” ungkapnya. Bupati juga menekankan pentingnya memanfaatkan setiap kesempatan, termasuk saat menjalani praktik kerja lapangan (PKL) maupun magang. Menurutnya, momentum tersebut dapat digunakan untuk mengasah keterampilan, memperluas jaringan, serta memperkuat Melalui bantuan ini, BAZNAS berharap para siswa yang menerima manfaat dapat semakin termotivasi untuk meraih prestasi lebih tinggi, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda Purbalingga yang unggul, tangguh, dan berdaya saing. Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS yang terus konsisten hadir untuk masyarakat, khususnya dalam mendukung program pendidikan. Kegiatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga zakat, dan institusi pendidikan dalam mencetak generasi penerus bangsa yang berkarakter, berprestasi, serta mampu menghadapi tantangan masa depan.
BERITA28/08/2025 | Admin
Saidah Sakwan: Program BAZNAS Sejalan dengan RPJMN 2025-2029
Saidah Sakwan: Program BAZNAS Sejalan dengan RPJMN 2025-2029
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Hj. Saidah Sakwan, MA, menegaskan program BAZNAS sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2025-2029. Menurutnya, dana sosial syariah, termasuk zakat, telah diturunkan menjadi arah kebijakan tingkat menengah. "Untuk itu kita arahkan semua ekosistem binaan kita bisa diseleraskan untuk memenuhi kebutuhan penyuksesan program prioritas pemerintah," ujar Saidah. Saidah mengatakan, dana keagamaan seperti zakat, diarahkan untuk mendukung program prioritas pemerintah dan mendukung penanganan masalah sosial serta bencana. Pemanfaatan dana keagamaan Islam dilaksanakan sejalan dengan kebijakan pengembangan ekonomi syariah serta berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Hal ini disampaikan Saidah dalam Plenary Session “Capaian Kinerja 2020-2025 dan Isu Strategis Renstra Kedepan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan” yang digelar di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Rabu (27/8/2025). Saidah juga menegaskan pentingnya membangun model pemberdayaan yang berkelanjutan dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Dalam paparannya, Saidah menyampaikan capaian BAZNAS dalam kurun 2020–2025 yang menunjukkan peningkatan signifikan baik dari sisi penghimpunan maupun pendistribusian ZIS. “Zakat telah menjadi instrumen strategis dalam mengurangi kemiskinan dan kesenjangan. Namun, lebih dari itu, zakat harus mampu menghadirkan model pemberdayaan yang berkelanjutan agar mustahik bisa naik kelas menjadi muzaki,” ungkapnya. Saidah menjelaskan, selama periode pandemi 2021–2022, BAZNAS fokus pada program pemulihan mustahik melalui bantuan langsung, ketahanan pangan, hingga penguatan modal produktif. Sementara sejak 2023 hingga 2024, fokus diarahkan pada penguatan program pengentasan kemiskinan struktural melalui desa zakat, pengembangan ekonomi mustahik, serta dukungan kepada UMKM. “Dari pengalaman lima tahun terakhir, kita belajar bahwa distribusi konsumtif memang penting untuk kondisi darurat, tetapi pendayagunaan produktif adalah kunci bagi kemandirian mustahik. Inilah yang kita maksud dengan pemberdayaan berkelanjutan,” lanjutnya. Menurut Saidah, BAZNAS telah menargetkan proporsi ideal 50:50 antara pendistribusian konsumtif dan pendayagunaan produktif pada tahun 2026, dengan minimal 28% dana dialokasikan khusus untuk program pemberdayaan. Hal ini sejalan dengan agenda Asta Cita Presiden serta RPJMN 2025–2029 yang menekankan penguatan dana sosial syariah dalam pembangunan nasional. Capaian kinerja juga menunjukkan perkembangan positif. Pada 2024, penyaluran zakat secara nasional mencapai Rp39,48 triliun, dan pada 2025 ditargetkan menembus Rp45,5 triliun. Peningkatan ini mencerminkan tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap zakat sebagai instrumen keuangan sosial yang efektif . Di sisi lain, Saidah juga menekankan pentingnya menyelaraskan seluruh gerakan zakat dengan prioritas pembangunan pemerintah. "Apa yang kita lakukan harus sejalan dengan apa yang diprioritaskan oleh Pemerintah. Alhamdulillah zakat sudah masuk dalam kebijakan nasional," jelasnya. Menurutnya, ini bukan hanya tentang kebijakan, tetapi juga tentang kontribusi terhadap target angka yang telah ditetapkan negara. Zakat, menurutnya, dipandang sangat strategis karena keterkaitannya yang erat dengan berbagai aspek pembangunan, yaitu pengentasan kemiskinan, pengembangan wilayah, pendanaan pembangunan, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan. Posisi strategis ini mendapatkan apresiasi dari negara. "Ini membuktikan bahwa negara atau pemerintah menghargai kehadiran para amil zakat di pusat maupun di daerah," ungkap Saidah. Peran amil zakat diakui sebagai mitra pemerintah dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.
BERITA28/08/2025 | Admin
Bappenas: Zakat Berperan Penting dalam Pembangunan Nasional
Bappenas: Zakat Berperan Penting dalam Pembangunan Nasional
Plt. Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali mengungkapkan peran zakat sangat penting dalam pembangunan nasional. Hal itu disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025, hari kedua, pada Rabu (27/08/2025). Dalam kesempatan tersebut, Pungkas juga menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS atas kiprahnya yang konsisten dalam pengentasan kemiskinan dan pengurangan ketimpangan, serta menegaskan bahwa kontribusi zakat semakin relevan dalam mendukung pencapaian target pembangunan. “Kemiskinan kita sudah turun drastis, sekarang sudah di bawah 10 persen. Namun yang menjadi perhatian adalah ketimpangan. Di sinilah zakat berperan penting, tidak hanya membantu secara konsumtif, tetapi juga memberdayakan masyarakat agar dapat keluar dari kemiskinan,” ujarnya. Lebih jauh, Pungkas menekankan bahwa sinkronisasi program BAZNAS dengan arah pembangunan pemerintah menjadi hal yang sangat penting. Ia menyebutkan bahwa integrasi program BAZNAS di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) akan memperkuat daya ungkit terhadap pencapaian target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). “RPJMD di daerah harus mengikuti RPJMN. Karena itu, BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota perlu memastikan programnya tercantum dalam RPJMD, sehingga daya ungkitnya lebih besar,” jelasnya. Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa potensi zakat nasional yang sangat besar, mencapai Rp327 triliun per tahun, harus dikelola secara optimal. Menurutnya, hal tersebut membutuhkan strategi ekosistem yang mendorong masyarakat untuk menunaikan kewajiban zakat secara lebih luas dan berkelanjutan. “Tantangannya adalah bagaimana potensi itu bisa terealisasi dengan menciptakan ekosistem yang mendorong masyarakat untuk tahu, mau, dan mampu menunaikan zakat. Faktor kepercayaan kepada lembaga pengelola zakat menjadi kunci utama,” tegasnya. Dalam konteks pembangunan jangka panjang, Pungkas menegaskan kembali bahwa zakat dapat menjadi salah satu instrumen penting untuk mendukung tercapainya visi Indonesia Emas 2045. Ia menekankan bahwa kontribusi BAZNAS akan sangat menentukan keberhasilan dalam menurunkan kemiskinan dan mengecilkan ketimpangan sosial. “Kita ingin menuju Indonesia yang maju dan sejahtera, dengan kemiskinan mendekati nol dan kesenjangan yang semakin kecil. Peran BAZNAS dalam mendukung tujuan besar ini sangat strategis,” terangnya. Menutup paparannya, Pungkas mendorong agar pengelolaan zakat semakin diperkuat melalui tata kelola yang baik serta pemanfaatan teknologi digital. Hal ini, menurutnya, akan meningkatkan efektivitas zakat sekaligus melengkapi keterbatasan anggaran pemerintah. “APBN kita terbatas, sehingga peran pembiayaan non-pemerintah seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf menjadi sangat penting. Dengan tata kelola yang baik dan dukungan digitalisasi, zakat akan semakin besar kontribusinya bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. Melalui Rakornas 2025 ini, BAZNAS RI meneguhkan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam pengelolaan zakat, sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan mendukung pencapaian tujuan pembangunan nasional.
BERITA27/08/2025 | Admin
BPS: BAZNAS Berperan Strategis Turunkan Angka Kemiskinan di Indonesia
BPS: BAZNAS Berperan Strategis Turunkan Angka Kemiskinan di Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memiliki peran strategis dalam menurunkan angka kemiskinan di Indonesia. Berkolaborasi dengan BAZNAS RI untuk penyaluran bantuan sangat penting, agar tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh para mustahik. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti saat menjadi pemateri pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS hari kedua, Rabu (27/08/2025). Menurut Amalia, jumlah penduduk Indonesia per 8 Agustus 2025 tercatat sebanyak 286,8 juta dengan tingkat kemiskinan sebesar 23,85 juta orang. Jumlah masyarakat miskin terbesar berada di pulau jawa, antara lain Jawa Timur sebanyak 3,87 juta orang masuk da?am kategori miskin, Jawa Barat 3,6 juta orang miskin, Jawa Tengah 3,3 juta orang miskin, kemudian Sumatera Utara dan Nusa Tenggara Timur. “Jika dijumlahkan ada 13,13 juta orang atau sekitar 55 persen dari penduduk miskin di Indonesia ada di 5 Provinsi tersebut,” kata Amalia di Jakarta, Rabu (27/8/2025). Menurut Amalia, berdasarkan survei yang dilakukan, mayoritas penduduk miskin ini berasal dari keluarga yang putus sekolah atau memiliki kepala rumah tangga yang hanya lulusan SD. Salah satunya bekerja di sektor pertanian sebesar 45,67 persen, dan yang lain bekerja di sektor informal sehingga tidak memiliki jaminan kesehatan. “Jadi pendidikan itu penting untuk menjamin tingkat kesejahteraan sebuah keluarga,” kata Amalia. Karena itu, Presiden Prabowo mendirikan sekolah rakyat yang memang diperuntukkan bagi masyarakat miskin agar tidak putus sekolah. Dengan harapan, pendidikan ini akan mampu memutus garis kemiskinan pada keluarga miskin tersebut. “Ini salah satu proses pemutusan rantai kemiskinan, jadi betapa pendidikan itu penting untuk menjamin kesejahteraan rumah tangga di generasi berikutnya,” jelas Amalia. Amalia menambahkan, BPS juga menawarkan kerja sama dengan BAZNAS melalui data tunggal kesejahteraan (DTSEN). Melalui kerja sama ini, harapan penyaluran bantuan akan benar-benar tepat sasaran karena BPS memiliki data masyarakat miskin dan BAZNAS yang akan terjun langsung menyalurkan bantuan kepada para mustahik yang berhak menerima. “Kalau kolaborasi ini terjadi maka ini menjadi bagian penting proses pemutakhiran DTSEN yang bisa kita lakukan bersama-sama dan Bapak/Ibu bisa manfaatkan untuk melihat dan memetakan di mana orang miskin itu berada, siapa, sudahkah dia mendapatkan bantuan atau belum, kita bisa petakan bersama-sama menggunakan DTSEN ini,” kata Amalia. Terakhir dia menambahkan, ada 4 barang komoditas yang memberikan kontribusi terbesar terhadap garis kemiskinan yakni beras, telur ayam, daging ayam, dan mie instan. “Jadi kalau mau mengintervensi, membantu untuk meringankan beban orang miskin, berdasarkan survei kami 4 komoditas ini yang memang memberikan kontribusi kepada mereka,” ungkap Amalia.
BERITA27/08/2025 | Admin
Menko PMK: BAZNAS Mitra Strategis Pemerintah dalam Pembangunan Manusia
Menko PMK: BAZNAS Mitra Strategis Pemerintah dalam Pembangunan Manusia
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan pentingnya sinergisitas antara pemerintah dan BAZNAS untuk kesejahteraan masyarakat, agar program pembangunan manusia berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. Hal tersebut disampaikan Pratikno dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS RI di Jakarta, Selasa (26/8/2025). Pratikno menyampaikan, BAZNAS tidak hanya berperan dalam menyalurkan zakat, tetapi juga mampu mengisi ruang-ruang yang belum sepenuhnya dijangkau pemerintah. Menurutnya, peran BAZNAS sangat strategis karena dapat hadir lebih cepat dalam menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai sektor. “Pemda atau birokrasi pada umumnya tidak fleksibel untuk merespons suatu hal, karena harus ada perencanaan, anggarannya sudah dialokasikan, dan seterusnya. Tapi mungkin fleksibiltas bisa dilakukan di BAZNAS,” ujar Pratikno. Pratikno menilai fleksibilitas menjadi salah satu keunggulan BAZNAS dibandingkan birokrasi pemerintah. Katanya, sifat birokrasi yang kaku sering kali membuat respons terhadap kebutuhan masyarakat berjalan lambat. Di sinilah BAZNAS bisa mengambil peran pelengkap. “Mungkin fleksibilitas bisa dilakukan di BAZNAS, sehingga bisa menutup kelemahan pemerintah yang tidak fleksibel. Ini akan sangat membantu, khususnya untuk program-program yang sangat urgent,” jelas Pratikno. Lebih lanjut, Pratikno menegaskan, sektor kesehatan, pendidikan, dan penanganan bencana merupakan bidang prioritas yang membutuhkan dukungan cepat dan tepat. Kontribusi BAZNAS di tiga sektor itu sangat penting untuk mengurangi beban publik yang berisiko tinggi jika penanganannya terlambat. “Kalau kesehatan dan bencana itu prioritas utama, karena risiko kerugian yang ditanggung publik terlalu besar. Peran BAZNAS di sini sangat fundamental,” tambahnya. Pratikno juga berharap kolaborasi antara pemerintah dan BAZNAS tidak hanya berhenti di level pusat, melainkan dapat menginspirasi lahirnya koalisi di daerah. Menurutnya, kehadiran BAZNAS di daerah bisa menjadi motor penggerak sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan lembaga zakat. “Kami mengharapkan sekali, kerja sama ini bisa mendorong munculnya koalisi di daerah dalam mengatasi persoalan-persoalan pembangunan manusia. Kalau BAZNAS ada tim yang kita bisa sama-sama membahas secara detail kerja sama, nanti dari kami siap,” katanya.
BERITA27/08/2025 | Admin
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Purbalingga.

Lihat Daftar Rekening →