WhatsApp Icon
MANTAB 2026 Berakhir, Puluhan Siswa MI Maarif NU 01 Maribaya Praktik Langsung Simulasi Penanggulangan Bencana

Memasuki hari terakhir pelaksanaan Madrasah Tanggap Bencana (MANTAB) pada Rabu (15/7/2026), seluruh peserta mengikuti simulasi penanggulangan bencana yang dipandu langsung oleh tim dari BPBD Kabupaten Purbalingga. Simulasi ini menjadi puncak rangkaian kegiatan setelah para siswa memperoleh berbagai materi mengenai mitigasi dan kesiapsiagaan bencana selama dua hari sebelumnya.

Dalam simulasi tersebut, para siswa mempraktikkan langkah-langkah penyelamatan diri saat terjadi bencana sesuai prosedur yang telah dipelajari. Kegiatan diawali dengan penyampaian skenario bencana, dilanjutkan dengan bunyi tanda peringatan sebagai isyarat dimulainya evakuasi. Dengan tertib dan didampingi para guru serta fasilitator, siswa bergerak menuju titik kumpul melalui jalur evakuasi yang telah ditentukan. Seluruh rangkaian simulasi dilaksanakan secara sistematis agar peserta memahami tindakan yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat.

Selain melatih kecepatan dan ketepatan dalam proses evakuasi, simulasi ini juga bertujuan membangun sikap tenang, disiplin, serta kemampuan bekerja sama saat menghadapi bencana. Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap arahan dari instruktur dan aktif mempraktikkan teknik penyelamatan diri yang benar. Melalui pengalaman belajar secara langsung, siswa diharapkan lebih mudah memahami materi kebencanaan dibandingkan hanya melalui penyampaian teori di dalam kelas.

Tim BPBD Kabupaten Purbalingga juga memberikan evaluasi terhadap pelaksanaan simulasi serta mengingatkan pentingnya mengenali potensi risiko bencana di lingkungan sekitar. Para siswa diajak untuk selalu waspada, memahami jalur evakuasi di sekolah maupun di rumah, serta membiasakan diri menerapkan budaya aman dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala MI Ma'arif NU 01 Maribaya menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Purbalingga, dan BPBD Kabupaten Purbalingga atas terselenggaranya program MANTAB. Menurutnya, kegiatan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi para siswa karena tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter tangguh, disiplin, dan peduli terhadap keselamatan diri maupun orang lain.

Berakhirnya kegiatan Madrasah Tanggap Bencana (MANTAB) di MI Ma'arif NU 01 Maribaya menjadi langkah nyata dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan sekolah. Melalui kolaborasi antara BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Purbalingga, dan BPBD Kabupaten Purbalingga, diharapkan para siswa mampu menjadi generasi yang lebih siap, tanggap, dan memiliki kepedulian terhadap upaya pengurangan risiko bencana, sehingga dapat mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.

16/07/2026 | Kontributor: Admin
Bersama BAZNAS ada Setitik Harapan untuk Mbah Minem

Di sudut sederhana Desa Gemuruh, Padamara, berdiri sebuah gubuk rapuh yang nyaris roboh dimakan usia. Dindingnya lapuk, atapnya bocor, dan lantainya jauh dari kata nyaman. Di tempat itulah Mbah Sarminem (60), yang akrab disapa Mbah Minem, menjalani hari-harinya seorang diri tanpa pendamping hidup maupun anak yang tinggal bersamanya.

Usia senja yang seharusnya diisi dengan ketenangan justru menjadi masa yang penuh ujian bagi Mbah Minem. Selain harus bertahan hidup dalam keterbatasan, ia juga berjuang melawan penyakit kanker hidung yang dideritanya. Kondisinya semakin berat karena selama ini ia tidak memiliki jaminan kesehatan apa pun. Keterbatasan pengetahuan dan tidak pernah mengurus administrasi kependudukan membuatnya tidak terdaftar dalam program perlindungan kesehatan yang seharusnya dapat membantunya.

Saat harus menjalani perawatan di rumah sakit, Mbah Minem dihadapkan pada kenyataan yang tidak mudah. Tagihan biaya pengobatan yang mencapai lebih dari Rp7 juta menjadi beban yang mustahil ia tanggung seorang diri. Bagi seseorang yang bahkan tidak memiliki penghasilan tetap, angka tersebut terasa seperti tembok tinggi yang sulit dilalui.

Namun di tengah kesulitan itu, kepedulian hadir membawa harapan. Melalui kolaborasi antara BAZNAS, Pemerintah Desa, dan pihak rumah sakit tempat Mbah Minem dirawat, biaya pengobatan tersebut akhirnya dapat diselesaikan. Langkah kecil yang menjadi penyelamat besar bagi seorang lansia yang sedang berjuang mempertahankan hidupnya.

Perjuangan Mbah Minem ternyata tidak berhenti pada persoalan kesehatan. Tempat tinggal yang selama ini ia huni pun sangat memprihatinkan dan jauh dari standar kelayakan. Gubuk reyot yang menjadi tempat berlindung dari panas dan hujan sudah tidak lagi mampu memberikan rasa aman. Lebih memilukan lagi, Mbah Minem tidak memiliki tanah maupun harta benda. Selama ini ia hanya menumpang tinggal di sebidang tanah milik saudaranya.

Melihat kondisi tersebut, BAZNAS turut memberikan bantuan rehabilitasi rumah agar Mbah Minem dapat memiliki tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan nyaman untuk menjalani masa tuanya. Bagi sebagian orang, rumah mungkin hanya sebuah bangunan. Namun bagi Mbah Minem, rumah yang layak adalah harapan baru, tempat beristirahat dengan tenang setelah melewati begitu banyak ujian hidup.

Kisah Mbah Minem mengingatkan kita bahwa masih banyak saudara-saudara kita yang hidup dalam keterbatasan dan membutuhkan uluran tangan. Kehadiran zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar bantuan materi, melainkan juga wujud kasih sayang dan kepedulian yang mampu mengembalikan harapan bagi mereka yang hampir kehilangan harapan.

Di balik senyum sederhana Mbah Minem hari ini, tersimpan doa-doa tulus yang mungkin tidak terdengar oleh manusia, tetapi sangat berharga di hadapan Allah SWT. Semoga setiap kebaikan yang diberikan kepada mereka yang membutuhkan menjadi jalan keberkahan bagi seluruh pihak yang telah peduli dan membantu.

 

14/07/2026 | Kontributor: Admin
BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Purbalingga Gelar Madrasah Tanggap Bencana di MI Maarif NU 01 Maribaya

Purbalingga – BAZNAS RI berkolaborasi dengan BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyelenggarakan kegiatan Madrasah Tanggap Bencana (MANTAB) di MI Ma'arif NU 01 Maribaya, Desa Maribaya, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, pada Senin (13/7/2026). Program ini diikuti oleh 48 siswa dari kelas IV hingga kelas VI dan akan berlangsung selama tiga hari, hingga Rabu (15/7/2026).

Kegiatan MANTAB merupakan program edukasi kebencanaan yang bertujuan membangun budaya sadar bencana di lingkungan madrasah. Melalui kegiatan ini, para siswa dibekali pengetahuan mengenai berbagai potensi bencana, langkah-langkah mitigasi, cara menyelamatkan diri saat terjadi bencana, serta pentingnya membangun kesiapsiagaan sejak usia dini.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Sekretaris Badan Penanggulanagan Bencana, Aris Mulyanto. Dalam sambutannya, Aris menyampaikan bahwa pendidikan kebencanaan perlu ditanamkan sejak dini agar anak-anak memiliki pengetahuan, keterampilan, dan keberanian dalam menghadapi situasi darurat.

"Anak-anak merupakan kelompok yang rentan ketika terjadi bencana. Oleh karena itu, pendidikan kebencanaan harus diberikan sejak usia sekolah agar mereka memahami langkah penyelamatan diri, mampu mengenali potensi bahaya di lingkungan sekitar, serta dapat menjadi agen penyebar informasi kesiapsiagaan bagi keluarga dan masyarakat," ujarnya.

Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Sudijanto, mengatakan bahwa program Madrasah Tanggap Bencana merupakan wujud komitmen BAZNAS dalam mendukung terciptanya satuan pendidikan yang aman dan tangguh terhadap bencana.

"BAZNAS tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan saat bencana terjadi, tetapi juga mendorong upaya pengurangan risiko melalui edukasi dan peningkatan kapasitas masyarakat. Kami berharap para siswa memiliki bekal pengetahuan yang cukup sehingga mampu melindungi diri sendiri maupun membantu orang lain ketika menghadapi kondisi darurat," tutur Sudijanto.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai materi dan praktik yang dikemas secara interaktif, mulai dari pengenalan jenis-jenis bencana, simulasi evakuasi, penyusunan jalur evakuasi, pembentukan budaya aman di lingkungan sekolah, hingga latihan tanggap darurat bersama para fasilitator.

Melalui program Madrasah Tanggap Bencana (MANTAB), BAZNAS RI bersama BAZNAS Kabupaten Purbalingga berharap dapat meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan kesiapsiagaan warga sekolah terhadap potensi bencana. Dengan demikian, madrasah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi lingkungan pendidikan yang aman, tangguh, dan mampu meminimalkan risiko bencana bagi seluruh warga sekolah.

 

13/07/2026 | Kontributor: Admin
Kursi Roda untuk Mbah Wayem, Wujud Kepedulian Zakat Membantu Lansia Tetap Beraktivitas

Purbalingga – Zakat yang ditunaikan melalui BAZNAS Kabupaten Purbalingga terus diwujudkan menjadi program-program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Salah satunya melalui bantuan alat bantu jalan berupa kursi roda bagi lansia dan warga kurang mampu yang mengalami keterbatasan mobilitas. Program ini menjadi bentuk kepedulian terhadap kelompok rentan agar tetap dapat beraktivitas dengan lebih mudah, aman, dan mandiri dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Salah satu penerima manfaat adalah Mbah Wayem (75), warga Desa Karangnangka, Kecamatan Bukateja. Di usia senjanya, Mbah Wayem mengalami kesulitan untuk berjalan dan beraktivitas sehingga mobilitas sehari-hari menjadi sangat terbatas.

Melalui usulan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa Karangnangka, BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyalurkan bantuan satu unit kursi roda kepada Mbah Wayem. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung pada Jumat (10/7/2026) di kediaman Mbah Wayem oleh UPZ Desa Karangnangka, didampingi Kepala Desa Karangnangka bersama perwakilan BAZNAS Kabupaten Purbalingga.

Bantuan kursi roda ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi Mbah Wayem dalam melakukan aktivitas sehari-hari, mengurangi ketergantungan kepada orang lain, serta meningkatkan kualitas hidup di masa lanjut usia. Kehadiran alat bantu mobilitas juga menjadi bentuk kepedulian terhadap lansia agar tetap dapat menjalani aktivitas dengan lebih layak dan bermartabat.

Program bantuan alat bantu jalan merupakan salah satu bentuk pendayagunaan zakat yang disalurkan BAZNAS Kabupaten Purbalingga kepada masyarakat yang termasuk dalam golongan penerima zakat (mustahik). Melalui pengelolaan zakat yang amanah, profesional, dan tepat sasaran, dana zakat dapat menghadirkan manfaat nyata bagi mereka yang membutuhkan, mulai dari bantuan kesehatan, pendidikan, kemanusiaan, hingga pemberdayaan ekonomi.

BAZNAS Kabupaten Purbalingga mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi agar pengelolaannya lebih optimal, transparan, dan memiliki dampak yang lebih luas. Zakat yang disalurkan melalui BAZNAS tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga menjadi ikhtiar bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi beban kaum dhuafa, serta menghadirkan keberkahan bagi muzaki dan penerima manfaat.

Semakin banyak zakat yang ditunaikan melalui BAZNAS, semakin banyak pula masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya, sehingga semangat gotong royong dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di Kabupaten Purbalingga.

 

10/07/2026 | Kontributor: Admin
BAZNAS Purbalingga dan MWCNU Bukateja Tingkatkan Kapasitas Pelaku UMKM Kuliner Melalui Pelatihan Bidang Boga

Purbalingga – BAZNAS Kabupaten Purbalingga berkolaborasi dengan MWCNU Bukateja menyelenggarakan pelatihan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bidang boga selama dua hari, Sabtu–Ahad, 4–5 Juli 2026, di Gedung Workshop MWCNU Bukateja. Kegiatan ini diikuti oleh para pegiat kuliner dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Bukateja sebagai upaya meningkatkan keterampilan sekaligus mendorong tumbuhnya usaha kuliner yang lebih produktif dan berdaya saing.

Selama pelatihan, peserta memperoleh materi praktik pembuatan berbagai produk olahan yang memiliki nilai jual, meliputi roti manis, kroket kentang, dan pie buah. Materi disusun agar mudah diterapkan oleh peserta, baik yang telah memiliki usaha maupun yang baru akan merintis usaha di bidang kuliner.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pelaku UMKM, memperluas peluang usaha, menambah variasi produk yang dipasarkan, serta mendorong lahirnya wirausaha mandiri yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kabupaten Purbalingga dalam memberdayakan masyarakat melalui program ekonomi produktif, sehingga zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga menjadi sarana menciptakan kemandirian ekonomi mustahik dan masyarakat.

Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Sudijanto, mengatakan bahwa penguatan kapasitas pelaku usaha merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kami berharap pelatihan ini tidak berhenti pada proses belajar saja, tetapi mampu melahirkan produk-produk kuliner yang berkualitas dan memiliki daya saing di pasar. BAZNAS ingin zakat dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan melalui pemberdayaan ekonomi sehingga masyarakat semakin mandiri dan usahanya terus berkembang," ujar Sudijanto.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi UKM Kabupaten Purbalingga yang diwakili oleh Kepala Bidang Usaha Mikro, Wasis Pambudi, mengapresiasi sinergi antara BAZNAS Kabupaten Purbalingga dan MWCNU Bukateja dalam mendukung pengembangan UMKM.

"Pelatihan seperti ini sangat penting karena pelaku UMKM tidak hanya membutuhkan modal, tetapi juga peningkatan keterampilan, inovasi produk, dan semangat untuk terus berkembang. Kami berharap peserta mampu mengembangkan ilmu yang diperoleh menjadi usaha yang berkelanjutan dan mampu menciptakan peluang ekonomi di lingkungannya," ungkap Wasis.

Melalui kolaborasi ini, BAZNAS Kabupaten Purbalingga bersama MWCNU Bukateja berharap semakin banyak pelaku UMKM yang memiliki keterampilan, inovasi, dan kepercayaan diri untuk mengembangkan usahanya. Dengan demikian, sektor usaha mikro di Kabupaten Purbalingga dapat terus tumbuh, membuka lapangan pekerjaan, serta memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

06/07/2026 | Kontributor: Admin

Berita Terbaru

BAZNAS TANGGAP BENCANA (BTB) PURBALINGGA IKUTI PENGEMBANGAN KAPASITAS TIM REAKSI CEPAT BPBD
BAZNAS TANGGAP BENCANA (BTB) PURBALINGGA IKUTI PENGEMBANGAN KAPASITAS TIM REAKSI CEPAT BPBD
Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan respons cepat terhadap situasi darurat, BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Purbalingga turut serta dalam kegiatan Pengembangan Kapasitas Tim Reaksi Cepat yang diselenggarakan oleh BPBD Kabupaten Purbalingga. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membentuk sumber daya manusia yang andal dan tangguh dalam menghadapi berbagai jenis bencana. Selama pelatihan, para peserta dibekali dengan berbagai materi teknis dan strategi penanganan bencana langsung dari narasumber BPBD yang berpengalaman di lapangan. BTB sebagai unit siaga kebencanaan di bawah naungan BAZNAS Kabupaten Purbalingga berkomitmen untuk terus bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk BPBD, guna memperkuat kolaborasi dalam misi kemanusiaan. Keikutsertaan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas tim dalam merespons setiap kejadian bencana secara cepat, tepat, dan terkoordinasi. Melalui kegiatan ini, BTB Purbalingga semakin mantap mengambil peran aktif dalam pelayanan kebencanaan, tidak hanya dalam penanganan pasca bencana, tetapi juga dalam kesiapsiagaan dan mitigasi risiko di masyarakat.
BERITA06/08/2025 | Admin
KETABAHAN SEORANG AYAH DI TENGAH KETERBATASAN, BAZNAS HADIR MEMBERI SEMANGAT
KETABAHAN SEORANG AYAH DI TENGAH KETERBATASAN, BAZNAS HADIR MEMBERI SEMANGAT
Purbalingga— Di tengah hiruk pikuk kehidupan, masih ada kisah-kisah sunyi yang menyentuh nurani. Salah satunya datang dari Pak Khatiman (56), warga Slinga, Kecamatan Kaligondang. Seorang buruh sederhana yang hidup dalam kesunyian setelah, dengan tiga anak yang kini mulai beranjak dewasa. Keseharian Pak Khatiman dihabiskan untuk mencari rumput guna merawat ternak milik orang lain. Tak ada upah yang diterima, hanya sejumput nasi yang disediakan oleh sang pemilik ternak. Hubungan kerja yang dijalani berdasarkan sistem paron, di mana hasil ternak dibagi dua, namun hasil itu pun belum tentu datang setiap waktu. Sesekali, beliau diupahi untuk bersih-bersih lingkungan rumah warga. Itulah secercah tambahan untuk menyambung hidup. Melihat kondisi tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga tergerak untuk hadir dan memberikan bantuan Paket Logistik Keluarga (PLK). Bantuan diserahkan langsung oleh Kepala Pelaksana BAZNAS Purbalingga, Rahmat Basuki, S.Pd., bantuan diserahkan dengan penuh empati dan harapan. Dalam kunjungannya, Bapak Rahmat menyampaikan pesan mendalam kepada Pak Khatiman. "Kami harap Bapak tetap memiliki kesabaran yang luas, rasa syukur yang dalam, dan terus meningkatkan ibadah. Jangan pernah lelah berusaha, dan yang paling penting, tetap jaga hubungan baik dengan anak-anak, karena merekalah kekuatan dan harapan di masa depan." ujarnya. BAZNAS Purbalingga terus menunjukkan komitmennya untuk hadir bagi masyarakat yang membutuhkan, tidak hanya dengan bantuan materi, tetapi juga dukungan moral dan spiritual. Kisah Pak Khatiman menjadi pengingat bahwa di balik keterbatasan, ada keteguhan hati yang luar biasa—dan bahwa setiap tangan yang terulur, mampu menyalakan harapan baru.
BERITA06/08/2025 | Admin
ANGIS MASIH MENGALIR DI SUNGAI KLAWING, HARAPAN BELUM PADAM: BAZNAS TANGGAP BENCANA DAMPINGI PENCARIAN KORBAN HILANG
ANGIS MASIH MENGALIR DI SUNGAI KLAWING, HARAPAN BELUM PADAM: BAZNAS TANGGAP BENCANA DAMPINGI PENCARIAN KORBAN HILANG
Suara aliran Sungai Klawing di Purbalingga kini tak hanya membawa gemuruh air—tetapi juga isak tangis dan harapan yang belum padam. Tiga orang pekerja proyek Sodetan Sungai Klawing terseret derasnya arus beberapa hari lalu. Hingga hari ini, Rabu (6/8/2025), pencarian dua dari tiga korban yang belum ditemukan masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan, menyusuri tiap jengkal aliran sungai dengan penuh harap dan kepedihan. Kemarin, Selasa (5/8/2025), suasana duka menyelimuti Penaruban. Salah satu pekerja, Sarwoyo, akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Tubuhnya terbujur kaku, namun kepulangan terakhirnya membawa sedikit kelegaan bagi keluarga yang menunggu dalam cemas. Ia pulang, meski tak seperti yang diharapkan. Sementara itu, dua pekerja lainnya masih belum ditemukan. Detik demi detik terasa lambat, setiap suara di semak dan riak air bisa menjadi harapan. Dalam pencarian ini, BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Purbalingga turut turun tangan. Mereka tak hanya ikut menyusuri aliran sungai yang keruh dan berbatu, tetapi juga mengiringi setiap langkah pencarian dengan doa yang lirih—semoga dua jiwa yang hilang segera ditemukan, dalam kondisi apapun. Tak hanya fisik yang dikerahkan, tetapi juga kepedulian. BAZNAS turut menyuplai bantuan logistik bagi para relawan senilai Rp1,5 juta, sebagai bentuk dukungan nyata bagi mereka yang sejak hari pertama berdiri di garis terdepan, menyabung nyawa demi misi kemanusiaan. Hari ini, Rabu (6/8/2025), Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani, meninjau langsung lokasi pencarian di tepian Sungai Klawing. Di sana, tak hanya raut serius terlihat, tapi juga sorot mata yang menyimpan harap. Harap bahwa dua keluarga yang masih menanti di rumah, akan segera mendapatkan jawaban—tentang nasib orang-orang yang mereka cintai. Bencana ini bukan sekadar kisah tentang hilangnya nyawa. Ini tentang kerja sama, harapan, duka yang menyatukan, dan cinta pada sesama. Sungai Klawing kini menjadi saksi, bagaimana kemanusiaan menyatukan langkah dari berbagai pihak, dalam satu tujuan: menemukan yang hilang, dan memulangkan mereka yang dicintai.
BERITA06/08/2025 | Admin
ASSASSMENT : BAZNAS ULURKAN HARAPAN UNTUK MISTIRAH YANG BERTARUNG MELAWAN LUKA DAN KESEPIAN
ASSASSMENT : BAZNAS ULURKAN HARAPAN UNTUK MISTIRAH YANG BERTARUNG MELAWAN LUKA DAN KESEPIAN
Di sebuah rumah sederhana di pelosok Karangjengkol, Kutasari, hidup seorang perempuan bernama Mistirah (25). Sejak kecil, tubuhnya sudah terbiasa diguncang penyakit epilepsi. Serangan demi serangan datang tanpa ampun, merenggut masa kecilnya, masa remajanya, hingga dewasa yang seharusnya ia jalani dengan penuh tawa. Namun, beberapa waktu lalu, takdir seakan kembali menguji keteguhannya. Saat epilepsi itu kambuh, tubuhnya yang tak terkendali terjatuh ke dalam tungku yang masih menyala—bara api yang tak berbelas kasih melumat kulitnya. Teriakan pilu yang terdengar hari itu, kini berubah menjadi luka bakar serius yang menguasai hampir seluruh tubuhnya. Sejak peristiwa itu, hidup Mistirah berubah total. Setiap hari, ia harus menahan perih yang tak pernah benar-benar pergi. Luka di kulitnya bukan hanya meninggalkan rasa sakit fisik, tapi juga menggores batinnya. Pasca dirawat intensif di rumah sakit, ia kini harus menjalani perawatan rutin di rumah—membersihkan luka yang perihnya menusuk hingga ke tulang. Ia pun harus memakai diapers dewasa karena tubuhnya masih lemah untuk beraktivitas. Ia juga harus bolak-balik ke rumah sakit untuk rawat jalan. Semua itu membutuhkan biaya besar yang mustahil terpenuhi oleh keluarga yang hidup sederhana. Sang Ayah hanyalah buruh harian lepas yang sudah 3 bulan lamanya tidak bekerja karena cidera. Sementara sang ibunda sudah lebih dulu meninggal dunia. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama TP PKK Purbalingga dan Pemerintah Desa Karangjengkol, datang menengok dan melakukan asesmen langsung. Mereka menyaksikan sendiri bagaimana Mistirah berjuang di tengah rasa sakit yang mengurungnya. Salah satu perwakilan BAZNAS, Rahmat Basuki, S.Pd., Kepala Pelaksana BAZNAS Purbalingga, tak kuasa menahan haru. "Melihat kondisi Mistirah, hati kami benar-benar tersayat. Luka di tubuhnya bukan hanya bekas terbakar api, tapi juga jejak dari ujian hidup yang terlalu berat untuk ditanggung seorang gadis muda. Kami merasakan betapa setiap detik baginya adalah pertarungan antara rasa sakit dan harapan. BAZNAS akan berusaha semampu kami untuk meringankan bebannya, karena setiap insan berhak untuk terus hidup dengan martabat, walau badai hidupnya seberat apa pun." Ujarnya. Sebagai wujud kepedulian nyata, BAZNAS Purbalingga akan memfasilitasi bantuan biaya hidup untuk kebutuhan sehari-hari Mistirah, menyediakan layanan ambulans gratis setiap kali ia harus rawat jalan ke rumah sakit, membantu pengadaan diapers dewasa yang menjadi kebutuhannya setiap hari, serta memberikan Paket Logistik Keluarga (PLK) untuk menopang kebutuhan gizi dan kesehatan. Semua ini diharapkan dapat menjadi secercah cahaya yang menembus gelapnya penderitaan, sekaligus bukti bahwa di tengah luka dan air mata, masih ada tangan-tangan yang mau mengulurkan kasih.
BERITA05/08/2025 | Admin
HARI KE TIGA PENCARIAN PEKERJA PROYEK SUNGAI KLAWING, BTB SUPLAY LOGISTIK TIM GABUNGAN
HARI KE TIGA PENCARIAN PEKERJA PROYEK SUNGAI KLAWING, BTB SUPLAY LOGISTIK TIM GABUNGAN
Hari ke dua, Senin (4/8/2025) pencarian tiga pekerja proyek Sodetan Sungai Klawing yang hanyut terbawa arus, masih mihil. Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Purbalingga bersama tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran aliran sungai hingga Sungai Serayu dan pemantuan di beberapa titik starategis. Hari ini, Selasa (5/8/2025) tim pun melanjutakan pencarian. Selama proses pencarian yang berlangsung, BAZNAS tidak hanya menerjunkan tim, namun juga memberikan dukungan logistik untuk 75 anggota, berupa bantuan konsumsi bagi relawan dan tim gabungan. Bantuan ini merupakan bentuk solidaritas dan dukungan nyata dari BAZNAS terhadap upaya kemanusiaan dan sinergi antarlembaga di lapangan Seperti yang diberitakan sebelumnya, enam pekerja proyek sodetan Sungai Klawing terjebak banjir di Sungai Klawing pada Ahad lalu. Tiga pekerja berhasil diselamatkan sementara tiga pekerja masih dalam tahap pencarian.
BERITA05/08/2025 | Admin
BAZNAS SAMBANG MUSTAHIK EDISI 2 : KECAMATAN KARANGJAMBU
BAZNAS SAMBANG MUSTAHIK EDISI 2 : KECAMATAN KARANGJAMBU
Purbalingga – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga melaksanakan kegiatan BAZNAS Sambang Mustahik (BSM) di Kecamatan Karangjambu, tepatnya Desa Sanguwatang dan Karangjambu pada Jumat (2/8). Acara yang dipusatkan di Masjid Dukuh Pencit, Desa Sanguwatang yang merupakan dukuh paling tinggi di Purbalingga. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Purbalingga Bapak Heru Sri Wibowo, S.Sos, Camat Karangjambu Puji Muhlisun, SH, , M.Si, Ketua BAZNAS Purbalingga H. Soedijanto, S.Sos., M.Si, dan Wakil Ketua III BAZNAS KH Mashudi A.H, serta tokoh masyarakat setempat. BAZNAS memilih Kecamatan Karangjambu sebagai lokasi kegiatan BSM karena kecamatan ini dinilai sebagai salah satu Unit Pengumpul Zakat (UPZ) paling aktif dalam menyetorkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Tak hanya itu, partisipasi para muzaki di Karangjambu juga sangat tinggi dalam menunaikan kewajiban berzakat, menunjukkan kesadaran berzakat yang luar biasa di tengah masyarakat. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian BAZNAS terhadap warga yang membutuhkan. Pada kesempatan tersebut, BAZNAS memberikan berbagai bantuan kepada 33 penerima manfaat di Karangjambu. Bantuan yang disalurkan antara lain dua paket Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) masing-masing senilai Rp12 juta untuk warga Sanguwatang dan Karangjambu, bantuan biaya pendidikan sebesar Rp700 ribu, serta bantuan untuk biaya hidup untuk warga miskin senilai Rp1 juta. Selain itu, BAZNAS juga menyalurkan paket sembako kepada 17 warga Desa Sanguwatang, bantuan stimulan jamban sebesar Rp3 juta, serta santunan untuk 11 anak yatim masing-masing sebesar Rp200 ribu. Ketua BAZNAS Purbalingga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu agenda rutin BAZNAS untuk mendekatkan diri kepada masyarakat, sekaligus memastikan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tersalurkan tepat sasaran. BSM kali ini mengangkat tema BAZNAS Bersama Masyarakat, Bangun Harapan dari Dekat. “BAZNAS tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga ingin membangun silaturahmi langsung dengan masyarakat. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga dan memotivasi mereka untuk terus berjuang memperbaiki kehidupannya,” ujarnya. Acara ditutup dengan pengajian yang disampaikan oleh Wakil Ketua III BAZNAS, KH Mashudi A.H, yang mengajak jamaah untuk memperkuat iman, memperbanyak syukur, dan saling tolong-menolong antar sesama.
BERITA04/08/2025 | Admin
KOLABORASI BAZNAS PURBALINGGA DAN SETYOWATI GROUP : FASILITASI ARMADA GRATIS KE RSUP SARDJITO YOGYAKARTA
KOLABORASI BAZNAS PURBALINGGA DAN SETYOWATI GROUP : FASILITASI ARMADA GRATIS KE RSUP SARDJITO YOGYAKARTA
Purbalingga – BAZNAS Kabupaten Purbalingga berkolaborasi dengan Setyowati Group untuk memfasilitasi layanan armada gratis bagi warga yang membutuhkan perawatan medis di luar daerah. Pada Ahad,(3/8) BAZNAS dan Setyowati Group mengantar pasien ke RSUP Sardjito Yogyakarta. Total ada sembilan pasien yang diberangkatkan dalam kegiatan ini. Satu pasien, Rohmat, warga asal Krangean, Kecamatan Kertanegara menuturkan, ia sangat terbantu dengan fasilitas armada gratis ini. Karena ia membutuhkan pengobatan lanjutan di RSUP Sardjito akibat sakit radang sumsum tulang belakang. Semua fasilitas ini diberikan secara gratis sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan transportasi, khususnya bagi pasien rujukan ke rumah sakit besar di luar kota. Selain itu, pasein juga dapat memanfaatkan rumah singgah gratis di Yogyakarta, yaiti Rusing YPSP – BAZNAS. Rumah singgah tersebut diperuntukan untuk warga yang berobat di Yogyakarta dan membutuhkan tempat untuk istirahat. Fasilitas rumah singgah ini pun diberikan secara gratis. Ketua BAZNAS Purbalingga menyampaikan apresiasi kepada Setyowati Group atas dukungan dan kolaborasi yang terjalin sejak tahun 2015. “Kerja sama ini membuktikan bahwa sinergi antara BAZNAS, pihak swasta, dan masyarakat dapat memberikan manfaat nyata. Harapannya, pelayanan ini bisa terus berlanjut sehingga semakin banyak warga yang terbantu,” ujarnya. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan warga Purbalingga yang membutuhkan perawatan medis di rumah sakit rujukan luar daerah dapat terbantu, baik dari sisi biaya maupun kemudahan transportasi, sehingga dapat fokus pada pemulihan kesehatan.
BERITA04/08/2025 | Admin
DARI ZAKAT TUMBUH HARAPAN: 51 SISWA SMPN 2 REMBANG TERIMA BANTUAN PENDIDIKAN
DARI ZAKAT TUMBUH HARAPAN: 51 SISWA SMPN 2 REMBANG TERIMA BANTUAN PENDIDIKAN
Purbalingga – BAZNAS Kabupaten Purbalingga kembali terus berupaya mendukung dunia pendidikan melalui penyaluran bantuan kepada 51 siswa SMP Negeri 2 Rembang. Total bantuan yang diberikan mencapai Rp10.200.000, dengan masing-masing siswa menerima bantuan sebesar Rp200.000. Bantuan ini diserahkan sebagai bentuk perhatian BAZNAS terhadap pelajar yang membutuhkan dukungan, khususnya pelajar yatim. Diharapkan, bantuan tersebut dapat meringankan beban biaya pendidikan dan memotivasi siswa untuk terus berprestasi. Kepala SMP Negeri 2 Rembang turut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada BAZNAS Kabupaten Purbalingga atas bantuan yang telah diberikan. Ia menilai bahwa dukungan tersebut sangat berarti bagi para siswanya, khususnya yang berasal dari keluarga kurang mampu, dan menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap dunia pendidikan. Menurutnya, bantuan ini tidak hanya meringankan beban biaya sekolah, tetapi juga menjadi motivasi tambahan bagi siswa untuk terus belajar dan berprestasi. Ketua BAZNAS Purbalingga menyampaikan bahwa program bantuan pendidikan ini merupakan salah satu fokus utama BAZNAS, karena pendidikan dianggap sebagai investasi penting untuk masa depan. “Kami berharap bantuan ini tidak hanya membantu secara materi, tetapi juga memotivasi para siswa untuk terus belajar dengan tekun,” ujarnya. Dengan adanya program ini, BAZNAS Purbalingga berharap semakin banyak pelajar yang terbantu dan dapat melanjutkan pendidikan tanpa terkendala biaya, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berzakat, berinfak, dan bersedekah demi kemaslahatan bersama.
BERITA04/08/2025 | Admin
BAZNAS PURBALINGGA TERIMA INFAK DARI PETANI BINAAN GAPOKTAN CITRA CILAPAR SEJUMLAH RP. 25,3 JUTA, BUKTI NYATA PENGELOLAAN ZAKAT SECARA TEPAT
BAZNAS PURBALINGGA TERIMA INFAK DARI PETANI BINAAN GAPOKTAN CITRA CILAPAR SEJUMLAH RP. 25,3 JUTA, BUKTI NYATA PENGELOLAAN ZAKAT SECARA TEPAT
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menerima infak sebesar Rp25.337.000 dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Citra Cilapar. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh perwakilan petani kepada Wakil Ketua II BAZNAS, H. Suparna, dalam rangkaian acara Cilapar Bersholawat yang digelar pada Sabtu (2/8/2025). Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh masyarakat, tokoh agama, dan para petani dari berbagai kelompok tani di wilayah Cilapar. Penyerahan infak tersebut merupakan bentuk syukur dari petani karena melalui bantuan dari BAZNAS, mereka tak lagi dihimpit kekurangan. Hasil panen yang melimpah menjadi buah dari kerja keras dan doa yang tak putus. Sehingga, sebagai bentuk rasa syukur atas berkah tersebut, para petani pun menunaikan infak melalui BAZNAS. Kini dengan bangga mereka ikut memberi. Sebuah bukti nyata bahwa keberkahan akan datang saat kebaikan ditanam dan syukur ditumbuhkan. H. Suparna menyampaikan apresiasinya kepada Gapoktan Citra Cilapar atas amanah yang telah diberikan. “Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada para petani Gapoktan Citra Cilapar atas infak yang telah disalurkan. Insya Allah dana ini akan digunakan sebaik mungkin untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar H. Suparna. Kegiatan Cilapar Bersholawat sendiri diisi dengan pembacaan sholawat, tausiyah, dan doa bersama sebagai wujud rasa syukur serta kebersamaan warga. Momentum ini juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antara masyarakat, petani, dan BAZNAS. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk para petani, BAZNAS berharap dapat semakin memperluas jangkauan bantuan kepada mustahik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai sektor.
BERITA03/08/2025 | Admin
DISERGAP BANJIR DI TENGAH PROYEK: BTB DAN TIM GABUNGAN EVAKUASI 6 PEKERJA, 3 MASIH HILANG
DISERGAP BANJIR DI TENGAH PROYEK: BTB DAN TIM GABUNGAN EVAKUASI 6 PEKERJA, 3 MASIH HILANG
Purbalingga – BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Purbalingga turut serta dalam operasi penyelamatan enam pekerja proyek penguatan tebing Sungai Klawing di Desa Bancar, Kecamatan Purbalingga, yang terjebak banjir pada Ahad malam (3/8) sekitar pukul 19.30 WIB. Kejadian bermula ketika para pekerja tengah membangun jembatan akses alat berat di area proyek. Hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah hulu, membuat debit Sungai Klawing naik secara tiba-tiba dan meluap. Arus deras memutus akses keluar, sehingga para pekerja hanya bisa berteduh di shelter/pos istirahat yang berada di tanggul sodetan sungai. Enam korban yang terjebak terdiri dari Juni dan Tohar (Kebumen), Tedi Setiawan (Majenang), Bintang Putra (Yogyakarta), Sarwoyo dan Muhyadi (Penaruban, Purbalingga). Pukul 20.30 WIB, Tim SAR gabungan dari BPBD Purbalingga, BASARNAS, dan BAZNAS Tanggap Bencana membentuk tiga Search and Rescue Unit (SRU) untuk melakukan evakuasi dari beberapa titik berbeda. Hingga Senin (4/8) pagi, tiga korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, sementara tiga lainnya masih dalam pencarian karena diduga hanyut terbawa arus. Tim gabungan masih melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Klawing. Ketua BAZNAS Purbalingga menyampaikan bahwa tim BTB terjun langsung membawa peralatan evakuasi dan membantu koordinasi di lapangan. “Kami terus berkoordinasi dengan BPBD, BASARNAS, dan unsur relawan lain. Fokus utama kami adalah memastikan korban yang belum ditemukan dapat segera diselamatkan,” ujarnya. BAZNAS Tanggap Bencana juga mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar bantaran sungai untuk selalu waspada terhadap potensi banjir bandang, terutama di musim hujan, serta memprioritaskan keselamatan kerja.
BERITA03/08/2025 | Admin
TATA CARA MENDAPATKAN SURAT REKOMENDASI BAZNAS PURBALINGGA UNTUK BEASISWA CENDEKIA BAZNAS 2025
TATA CARA MENDAPATKAN SURAT REKOMENDASI BAZNAS PURBALINGGA UNTUK BEASISWA CENDEKIA BAZNAS 2025
#sahabatBAZNAS, Beasiswa Cendakia BAZNAS Dalam Negeri 2025 resmi di buka. Mahasiswa asal Kabupaten Purbalingga yang ingin mendaftar Beasiswa Cendekia BAZNAS 2025 dan membutuhkan Surat Rekomendasi dari BAZNAS Kabupaten Purbalingga, dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini: Syarat Berkas yang Harus Disiapkan: Surat Permohonan Rekomendasi Ditujukan kepada: Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga Jl. Letkol Isdiman No 32B Purbalingga Fotokopi KTP (Kartu Tanda Penduduk) Fotokopi KK (Kartu Keluarga) Fotokopi KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) Fotokopi Transkrip Nilai Terbaru Cara Pengajuan: 1. Secara Langsung Berkas dapat langsung diantar ke kantor:BAZNAS Kabupaten Purbalingga Jam layanan: Senin–Jumat | Pukul 08.00–15.00 WIB 2. Melalui Email Kirim seluruh berkas dalam bentuk PDF ke alamat:[email protected] Catatan Penting: Setelah mengirim email, WAJIB melakukan konfirmasi ke nomor layanan BAZNAS:WA 0882-0034-7355 Sertakan nama lengkap dan tujuan permohonan. Waktu Proses Permohonan akan diproses dalam waktu maksimal 3 hari kerja setelah berkas diterima secara lengkap. Tips Tambahan: Pastikan data pada semua dokumen jelas dan terbaca. Tulis surat permohonan dengan bahasa yang sopan dan resmi. Jangan lupa mencantumkan nomor HP aktif untuk komunikasi lanjutan. Format surat permohonan ada di link BIO instagram @baznaspurbalingga Untuk informasi lebih lanjut cek link bazn.as/panduanbcbdn25 Semoga sukses dalam proses pendaftaran Beasiswa Cendekia BAZNAS 2025!
BERITA02/08/2025 | Admin
RUMAH RAPUH, HATI YANG KOKOH—KINI DISENTUH CINTA DARI BAZNAS
RUMAH RAPUH, HATI YANG KOKOH—KINI DISENTUH CINTA DARI BAZNAS
Purbalingga — Suasana haru menyelimuti Mbah Painem (67) lansia asal Karangmanyar, Kalimanah Purbalingga, saat menerima bantuan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga. Mbah Painem diatar oleh perangkat desa setempat untuk menerima bantuan di BAZNAS. Mbah Painem adalah sosok sederhana yang selama ini menggantungkan hidup dari berjualan pecel serta rebusan sayur dan buah. Dengan berjalan kaki menyusuri gang-gang kecil, beliau menjajakan dagangannya setiap hari demi mencukupi kebutuhan hidup. Tak jarang, tubuh renta dan langkah tertatihnya tak menghalangi semangatnya untuk terus berjuang. Namun, seiring bertambahnya usia dan kondisi kesehatan yang kian menurun, Mbah Painem kini sudah tak lagi mampu berjualan. Tanpa penghasilan tetap, beliau harus bertahan hidup sendiri di rumah. Rumah Mbah Painem masih beralas tanah, dan sebagian pagarnya telah rusak. Ia ingin memperbaikinya namun ia tak mampu karena tak ada biaya. Kondisi inilah yang mengetuk hati BAZNAS Purbalingga untuk hadir memberi bantuan. Lewat program RTLH, BAZNAS menyalurkan bantuan kepada Mbah Painem untuk memperbaiki rumahnya agar nyaman dihuni. "Kami berharap bantuan ini tidak hanya memperbaiki rumah, tapi juga menjadi penyemangat baru bagi Mbah Painem untuk terus menjalani hari-hari dengan lebih bahagia dan tenang," ujar perwakilan BAZNAS Purbalingga, Andi Wibowo. Mbah Painem tak kuasa menahan haru saat melihat rumahnya mulai diperbaiki. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah peduli. "Alhamdulillah... matur nuwun sanget. Nggih sampun sepuh, badan pun boten kuat malih. Tapi Gusti Allah kersa ngirimi tiyang-tiyang sae sing nulungi kulo," ucapnya lirih. (Allhamdulillah, terima kasih. Saya sudah tua, badan sudah lemah, tapi Allah mengirimkan orang – orang baik yang menolong saya) Kisah Mbah Painem menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial mampu mengubah kehidupan seseorang. Dan di tengah kesunyian hidup yang ia jalani, hadirnya bantuan ini menjadi pelita baru bagi Mbah Painem untuk tetap berharap dan tersenyum.
BERITA01/08/2025 | Admin
ZAKAT YANG MENGUATKAN MIMPI: SENTUHAN CINTA BAZNAS UNTUK ANAK-ANAK YATIM DI SMPN 1 KALIGONDANG
ZAKAT YANG MENGUATKAN MIMPI: SENTUHAN CINTA BAZNAS UNTUK ANAK-ANAK YATIM DI SMPN 1 KALIGONDANG
Purbalingga — Dalam upaya mendukung keberlanjutan pendidikan anak-anak yatim dan piatu, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga menyalurkan bantuan pendidikan kepada 24 siswa SMPN 1 Kaligondang. Masing-masing siswa menerima bantuan sebesar Rp200.000,- yang disalurkan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) SMPN 1 Kaligondang. Total bantuan yang diserahkan Rp 4.800.000,- Bantuan ini merupakan wujud nyata dari kepedulian BAZNAS terhadap dunia pendidikan, khususnya bagi siswa-siswi yang membutuhkan uluran tangan dalam menempuh pendidikan. Dengan bantuan ini, diharapkan dapat meringankan beban ekonomi para siswa dan memotivasi mereka untuk terus semangat dalam belajar. Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, H. Soedijanto, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari distribusi zakat yang tepat sasaran, sekaligus sebagai bentuk kehadiran negara melalui BAZNAS dalam membantu para mustahik di bidang pendidikan. “Kami berharap bantuan ini dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk terus berprestasi dan tidak menyerah dalam meraih cita-cita, meskipun dalam kondisi keterbatasan. Terima kasih kepada seluruh muzaki yang telah mempercayakan zakatnya melalui BAZNAS,” ujar H. Soedijanto. Pihak sekolah menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas perhatian yang diberikan oleh BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Bantuan ini dinilai sangat berarti bagi para siswa yang menerima. “Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Purbalingga atas bantuan yang diberikan. Ini menjadi motivasi besar bagi anak-anak didik kami untuk terus semangat belajar. Semoga kebaikan ini menjadi keberkahan untuk semua pihak yang terlibat,” ujar perwakilan pihak sekolah. Melalui sinergi bersama UPZ sekolah, BAZNAS Purbalingga terus berkomitmen menebar manfaat zakat yang tidak hanya menyentuh sisi ekonomi, tetapi juga mampu menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi generasi penerus bangsa.
BERITA01/08/2025 | Admin
KHOTMIL QURAN BAZNAS: MENYATUKAN HATI, MENEBAR KEBERKAHAN
KHOTMIL QURAN BAZNAS: MENYATUKAN HATI, MENEBAR KEBERKAHAN
Purbalingga — Dalam rangka memperkuat spiritualitas dan memohon keberkahan atas seluruh program kemanusiaan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menggelar Khotmil Qur’an di kantor BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Kegiatan ini diikuti oleh para amil, staf, serta para relawan BAZNAS Acara yang sarat nilai keagamaan ini bertujuan untuk membumikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup sekaligus memperkuat integritas spiritual para pengelola zakat. Khotmil Qur’an menjadi momen muhasabah diri, memohon ampunan, dan mengharap ridha Allah SWT agar setiap rupiah zakat yang dihimpun dapat disalurkan tepat sasaran dan membawa kemaslahatan. "Kami ingin setiap langkah dan program BAZNAS senantiasa dirahmati oleh Allah SWT. Khotmil Qur’an ini juga menjadi ikhtiar batin agar amanah para muzaki dapat kami kelola dengan sebaik-baiknya," ujar Ketua BAZNAS Purbalingga, H. Soedijanto, S.Sos.,M.Si. Selain sebagai agenda rutin, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mendoakan para mustahik agar diberikan kekuatan dan kemudahan dalam menjalani kehidupan, serta para muzaki agar hartanya senantiasa diberkahi. Harapannya, melalui Khotmil Qur’an ini, semangat keberkahan dapat terus menyertai langkah BAZNAS dalam menebar manfaat, memperkuat ukhuwah, dan menghadirkan keadilan sosial melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara profesional dan amanah.
BERITA01/08/2025 | Admin
TANAM TRADISIONAL DI PURBALINGGA, RAHASIA PETANI BAZNAS TINGKATKAN PRODUKTIVITAS
TANAM TRADISIONAL DI PURBALINGGA, RAHASIA PETANI BAZNAS TINGKATKAN PRODUKTIVITAS
Desa Cilapar, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga — Di tengah kemajuan teknologi pertanian, semangat mempertahankan kearifan lokal tetap hidup di lahan-lahan pertanian milik para petani binaan BAZNAS. Salah satunya datang dari sosok inspiratif, Bapak Basori Basman, anggota Gapoktan Citra, yang memulai musim tanam kedua dengan cara yang berbeda—yakni dengan metode tanam tradisional. Bertempat di lahan pertanian Desa Cilapar, Pak Basori memilih varietas padi Inpari 32, yang dikenal memiliki daya tahan baik terhadap hama dan menghasilkan bulir yang berkualitas. Dengan teknik tanam mundur dan metode pencaplakan secara manual, barisan tanaman padi tersusun rapi dan teratur. Teknik ini memang tidak menggunakan mesin modern, namun terbukti efektif dalam menjaga kualitas tanam dan hasil panen. Tidak hanya fokus pada padi, Pak Basori juga memanfaatkan lahan yang tersedia untuk menanam ubi kayu sebagai tanaman tumpangsari. Langkah ini menjadi bentuk inovasi produktif dalam mengelola lahan agar tetap optimal sepanjang musim. "Kami ingin membuktikan bahwa teknik tradisional masih sangat relevan dan bahkan mampu meningkatkan produktivitas jika dilakukan dengan tekun dan penuh perhitungan," ujar Pak Basori saat ditemui di sela aktivitas menanam. Program ini sejalan dengan visi BAZNAS RI dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan petani mustahik, terutama di wilayah pedesaan. Dengan cara ini, tidak hanya hasil pertanian yang meningkat, tetapi juga kesejahteraan masyarakat sekitar. BAZNAS Purbalingga berharap bahwa model pertanian seperti yang dilakukan oleh Pak Basori dapat menjadi inspirasi bagi petani lainnya untuk tetap produktif, kreatif, dan mencintai tanah mereka dengan sepenuh hati.
BERITA31/07/2025 | Admin
BAZNAS ULURKAN HARAPAN: ASSESSMENT RTLH UNTUK PAK MISYANTO, PENYANDANG DISABILITAS MENTAL DI GUBUG BAMBU
BAZNAS ULURKAN HARAPAN: ASSESSMENT RTLH UNTUK PAK MISYANTO, PENYANDANG DISABILITAS MENTAL DI GUBUG BAMBU
Di tengah sepi dan hamparan sawah Desa Tunjungmuli, Kecamatan Karangmoncol, hidup seorang pria dengan kondisi yang begitu memprihatinkan. Namanya Pak Misyanto (42). Sehari-hari, ia tinggal sendirian di sebuah gubug kecil di Desa Tunjungmuli, Karangmoncol. Gubug itu jauh dari kata layak—berdinding bambu lapuk, beratap bocor, dan beralaskan tanah dan terpal. Pak Misyanto merupakan penyandang disabilitas mental. Keluarganya tak mampu memberikan kehidupan yang layak karena kondisi ekonominya tidak mencukupi. Mengetahui kondisi tersebut, BAZNAS Kabupaten Purbalingga bergerak cepat melakukan assessment bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi Pak Misyanto. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama yang hidup dalam kondisi darurat kemanusiaan. Tim BAZNAS hadir langsung ke lokasi untuk melihat dan mencatat secara detail kondisi gubug tempat tinggal Pak Misyanto. Assessment ini menjadi langkah awal untuk menentukan kelayakan dan kebutuhan pembangunan rumah yang lebih layak, aman, dan manusiawi bagi beliau. “Kondisi Pak Misyanto sangat memprihatinkan. Beliau sangat layak dibantu. Semoga melalui bantuan RTLH dari BAZNAS, beliau bisa tinggal di tempat yang lebih layak dan aman,” ungkap salah satu petugas BAZNAS di sela kegiatan, Igun Setiawan. Kehadiran tim disambut baik oleh warga sekitar yang turut berharap agar bantuan segera terealisasi. Mereka menyampaikan bahwa selama ini Pak Misyanto hidup dengan bergantung pada bantuan tetangga dan sesekali pemberian warga. Assessment ini menjadi bentuk nyata komitmen BAZNAS dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat miskin dan rentan, khususnya mereka yang seringkali luput dari perhatian. Terima kasih kepada para muzaki yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Purbalingga. Semoga langkah kecil ini menjadi awal dari perubahan besar dalam hidup Pak Misyanto, dan menjadi pahala jariyah yang terus mengalir bagi para dermawan.
BERITA31/07/2025 | Admin
DARI CIPAKU UNTUK PALESTINA: KETULUSAN MAJELIS TAKLIM UMMAHAT YANG MENEMBUS BATAS KEMANUSIAAN
DARI CIPAKU UNTUK PALESTINA: KETULUSAN MAJELIS TAKLIM UMMAHAT YANG MENEMBUS BATAS KEMANUSIAAN
Purbalingga - Wujud kepedulian terhadap saudara-saudara Muslim di Palestina terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat, termasuk dari Majelis Taklim Ummahat Desa Cipaku, Kecamatan Mrebet. Hari ini, majelis taklim tersebut menyalurkan donasi kemanusiaan sebesar Rp1.500.000 untuk Palestina melalui BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Penyaluran donasi ini diserahkan secara langsung kepada BAZNAS Purbalingga untuk kemudian disalurkan ke BAZNAS RI sebagai bentuk kepercayaan dan komitmen dalam mendukung program kemanusiaan global. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga Palestina yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan berkepanjangan. "Semoga apa yang kami titipkan menjadi amal jariyah dan membawa manfaat sebesar-besarnya bagi yang menerima," ungkap salah satu perwakilan majelis taklim saat menyerahkan donasi. BAZNAS Purbalingga mengapresiasi kontribusi dan kepedulian yang luar biasa dari Majelis Taklim Ummahat Cipaku. Kolaborasi seperti ini menjadi bukti nyata bahwa semangat solidaritas dan kepedulian umat Islam di Purbalingga sangat kuat, tidak hanya untuk kebutuhan lokal, tetapi juga untuk isu kemanusiaan global. Dengan donasi ini, Majelis Taklim Ummahat Cipaku turut menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan yang lebih besar, sekaligus menginspirasi kelompok masyarakat lain untuk terus berbagi dan peduli terhadap sesama.
BERITA31/07/2025 | Admin
GUBUG DI TENGAH SAWAH, HATI YANG SELUAS LANGIT: MBAH SUHADI DAN SENYUM DI TENGAH DERITA
GUBUG DI TENGAH SAWAH, HATI YANG SELUAS LANGIT: MBAH SUHADI DAN SENYUM DI TENGAH DERITA
Mbah Suhadi (81) tinggal di gubug di tengah sawah yang terbuat dari anyaman bambu yang rapuh, tertutup banner dan bendera bekas sebagai pengganti dinding. Tak ada listrik, tak ada dapur, tak ada ruang tamu atau kamar tidur-hanya sepetak ruangan sempit yang menjadi tempat berteduh Mbah Suhadi, sang istri, dan putri bungsunya yang menderita hydrocephalus. Setiap hari, ia merawat putrinya yang hanya bisa terbaring lemah di atas ranjang bambu tua, tak tersentuh pengobatan. la memasak ubi kayu kukus di tungku sederhana, mengandalkan hasil kebun seadanya di sekeliling gubugnya. Tak ada penghasilan tetap, tak ada jaminan hari esok-hanya ada keyakinan dan rasa syukur yang tak pernah luntur, serta senyum tulus yang selalu terukir diwajah keriputnya. Kabar baik pun datang, membawa secercah harapan di usia senjanya. BAZNAS, PMI, dan Pemerintah Desa Gembong bersinergi memberikan bantuan nyata. Mbah Suhadi kini mendapatkan rumah baru yang sedang dibangun di tanah desa, tidak jauh dari rumah Kepala Desa Gembong. Semua fasilitas—listrik, sanitasi, ruang layak huni—akan disediakan secara cuma-cuma. Sebuah hadiah kehidupan di penghujung usia, yang tak pernah ia minta, tapi Allah hadirkan lewat tangan-tangan dermawan. Kini, harapan itu mulai berdiri: tembok-tembok rumah yang kokoh menggantikan anyaman bambu yang lapuk, atap yang melindungi dari panas dan hujan, dan cahaya yang akan menerangi malam-malam panjangnya. Sebuah tempat yang akhirnya bisa disebut rumah—bukan sekadar tempat berteduh.Terima kasih Muzaki dan semua pihak yang telah membersamai perjuangan Mbah Suhadi. Semoga menjadi amal jariyah yang tak terputus.
BERITA31/07/2025 | Admin
SATU TUJUAN, SATU AKSI: BAZNAS DAN DINAS PERTANIAN GOTONG ROYONG JAGA IRIGASI SLINGA
SATU TUJUAN, SATU AKSI: BAZNAS DAN DINAS PERTANIAN GOTONG ROYONG JAGA IRIGASI SLINGA
Purbalingga - BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Purbalingga, Kamis (31/7/2025) melaksanakan kegiatan bersih-bersih saluran irigasi Slinga yang dimulai dari Desa Galuh, Bojongsari. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara BAZNAS Purbalingga dengan Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran sistem irigasi pertanian setempat. Sebanyak 10 personel BTB BAZNAS diterjunkan langsung ke lapangan untuk melakukan pembersihan saluran irigasi sepanjang lebih dari 1 kilometer, yang selama ini mengalami penyumbatan akibat sedimentasi, sampah, dan pertumbuhan gulma. Aksi bersih ini dilakukan guna memastikan aliran air ke lahan pertanian warga tetap lancar dan optimal, terutama menjelang musim tanam. “Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS Purbalingga terhadap sektor pertanian sebagai penopang utama perekonomian masyarakat. Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari peran aktif BTB dalam aksi mitigasi bencana, khususnya dalam mencegah gagal panen akibat saluran irigasi yang tersumbat,” ujar salah satu perwakilan BAZNAS Purbalingga, Saryo. Pihak Dinas Pertanian Purbalingga menyambut baik sinergi ini dan berharap kegiatan semacam ini bisa menjadi agenda rutin yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk petani dan relawan. Diharapkan, kegiatan ini dapat meningkatkan hasil pertanian sekaligus mempererat kerja sama antara lembaga pemerintah dan masyarakat.
BERITA31/07/2025 | Admin
PETANI BINAAN BAZNAS MULAI MUSIM TANAM KEDUA GAPOKTAN CITRA ANDALKAN TEKNIK TRADISIONAL DEMI HASIL MAKSIMAL
PETANI BINAAN BAZNAS MULAI MUSIM TANAM KEDUA GAPOKTAN CITRA ANDALKAN TEKNIK TRADISIONAL DEMI HASIL MAKSIMAL
Kaligondang – Semangat para petani binaan BAZNAS tak pernah surut, meski tantangan musim dan perubahan iklim terus mengintai. Di tengah hamparan sawah Desa Cilapar, Kecamatan Kaligondang, Kelompok Tani (Gapoktan) Citra kembali memulai musim tanam kedua di tahun ini dengan penuh optimisme. Salah satu petani yang turut membuka musim tanam kali ini adalah Bapak Wiryo Subarno. Dengan penuh ketekunan, beliau menanam padi varietas Inpari 32, jenis padi unggul yang dikenal tahan hama dan menghasilkan panen tinggi. Menariknya, proses tanam dilakukan menggunakan metode tradisional “nandur” (menanam mundur). Teknik ini telah diwariskan turun-temurun dan diyakini mampu menjaga kestabilan posisi kaki saat menanam, sekaligus mempermudah pengaturan jarak tanam secara rapi. Jarak antar tanaman yang teratur menjadi kunci agar tanaman mendapatkan cukup ruang tumbuh dan sinar matahari, serta memudahkan proses pemeliharaan ke depannya. “Meski cara tanam ini tradisional, tapi hasilnya bisa sangat baik kalau kita jaga jaraknya dan perawatannya,” ujar Bapak Wiryo saat ditemui di tengah sawah miliknya yang memiliki luas sekitar 350 ubin (setara kurang lebih 4.900 meter persegi). Gapoktan Citra sendiri merupakan kelompok tani yang mendapat pendampingan dan binaan dari BAZNAS. Melalui berbagai pelatihan dan bantuan sarana produksi, para petani seperti Bapak Wiryo dibekali pengetahuan dan dukungan yang dapat meningkatkan produktivitas pertanian mereka. BAZNAS terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya para petani kecil, agar tetap bisa bertani dengan layak dan berdaya saing. Pendekatan tradisional yang dipadukan dengan dukungan modern diharapkan mampu menciptakan pertanian yang berkelanjutan dan mandiri. Musim tanam kali ini membawa harapan baru — bukan hanya bagi Bapak Wiryo dan Gapoktan Citra, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Desa Cilapar yang menggantungkan hidup dari hasil bumi.
BERITA30/07/2025 | Admin
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Purbalingga.

Lihat Daftar Rekening →