WhatsApp Icon
MANTAB 2026 Berakhir, Puluhan Siswa MI Maarif NU 01 Maribaya Praktik Langsung Simulasi Penanggulangan Bencana

Memasuki hari terakhir pelaksanaan Madrasah Tanggap Bencana (MANTAB) pada Rabu (15/7/2026), seluruh peserta mengikuti simulasi penanggulangan bencana yang dipandu langsung oleh tim dari BPBD Kabupaten Purbalingga. Simulasi ini menjadi puncak rangkaian kegiatan setelah para siswa memperoleh berbagai materi mengenai mitigasi dan kesiapsiagaan bencana selama dua hari sebelumnya.

Dalam simulasi tersebut, para siswa mempraktikkan langkah-langkah penyelamatan diri saat terjadi bencana sesuai prosedur yang telah dipelajari. Kegiatan diawali dengan penyampaian skenario bencana, dilanjutkan dengan bunyi tanda peringatan sebagai isyarat dimulainya evakuasi. Dengan tertib dan didampingi para guru serta fasilitator, siswa bergerak menuju titik kumpul melalui jalur evakuasi yang telah ditentukan. Seluruh rangkaian simulasi dilaksanakan secara sistematis agar peserta memahami tindakan yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat.

Selain melatih kecepatan dan ketepatan dalam proses evakuasi, simulasi ini juga bertujuan membangun sikap tenang, disiplin, serta kemampuan bekerja sama saat menghadapi bencana. Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap arahan dari instruktur dan aktif mempraktikkan teknik penyelamatan diri yang benar. Melalui pengalaman belajar secara langsung, siswa diharapkan lebih mudah memahami materi kebencanaan dibandingkan hanya melalui penyampaian teori di dalam kelas.

Tim BPBD Kabupaten Purbalingga juga memberikan evaluasi terhadap pelaksanaan simulasi serta mengingatkan pentingnya mengenali potensi risiko bencana di lingkungan sekitar. Para siswa diajak untuk selalu waspada, memahami jalur evakuasi di sekolah maupun di rumah, serta membiasakan diri menerapkan budaya aman dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala MI Ma'arif NU 01 Maribaya menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Purbalingga, dan BPBD Kabupaten Purbalingga atas terselenggaranya program MANTAB. Menurutnya, kegiatan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi para siswa karena tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter tangguh, disiplin, dan peduli terhadap keselamatan diri maupun orang lain.

Berakhirnya kegiatan Madrasah Tanggap Bencana (MANTAB) di MI Ma'arif NU 01 Maribaya menjadi langkah nyata dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan sekolah. Melalui kolaborasi antara BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Purbalingga, dan BPBD Kabupaten Purbalingga, diharapkan para siswa mampu menjadi generasi yang lebih siap, tanggap, dan memiliki kepedulian terhadap upaya pengurangan risiko bencana, sehingga dapat mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.

16/07/2026 | Kontributor: Admin
Bersama BAZNAS ada Setitik Harapan untuk Mbah Minem

Di sudut sederhana Desa Gemuruh, Padamara, berdiri sebuah gubuk rapuh yang nyaris roboh dimakan usia. Dindingnya lapuk, atapnya bocor, dan lantainya jauh dari kata nyaman. Di tempat itulah Mbah Sarminem (60), yang akrab disapa Mbah Minem, menjalani hari-harinya seorang diri tanpa pendamping hidup maupun anak yang tinggal bersamanya.

Usia senja yang seharusnya diisi dengan ketenangan justru menjadi masa yang penuh ujian bagi Mbah Minem. Selain harus bertahan hidup dalam keterbatasan, ia juga berjuang melawan penyakit kanker hidung yang dideritanya. Kondisinya semakin berat karena selama ini ia tidak memiliki jaminan kesehatan apa pun. Keterbatasan pengetahuan dan tidak pernah mengurus administrasi kependudukan membuatnya tidak terdaftar dalam program perlindungan kesehatan yang seharusnya dapat membantunya.

Saat harus menjalani perawatan di rumah sakit, Mbah Minem dihadapkan pada kenyataan yang tidak mudah. Tagihan biaya pengobatan yang mencapai lebih dari Rp7 juta menjadi beban yang mustahil ia tanggung seorang diri. Bagi seseorang yang bahkan tidak memiliki penghasilan tetap, angka tersebut terasa seperti tembok tinggi yang sulit dilalui.

Namun di tengah kesulitan itu, kepedulian hadir membawa harapan. Melalui kolaborasi antara BAZNAS, Pemerintah Desa, dan pihak rumah sakit tempat Mbah Minem dirawat, biaya pengobatan tersebut akhirnya dapat diselesaikan. Langkah kecil yang menjadi penyelamat besar bagi seorang lansia yang sedang berjuang mempertahankan hidupnya.

Perjuangan Mbah Minem ternyata tidak berhenti pada persoalan kesehatan. Tempat tinggal yang selama ini ia huni pun sangat memprihatinkan dan jauh dari standar kelayakan. Gubuk reyot yang menjadi tempat berlindung dari panas dan hujan sudah tidak lagi mampu memberikan rasa aman. Lebih memilukan lagi, Mbah Minem tidak memiliki tanah maupun harta benda. Selama ini ia hanya menumpang tinggal di sebidang tanah milik saudaranya.

Melihat kondisi tersebut, BAZNAS turut memberikan bantuan rehabilitasi rumah agar Mbah Minem dapat memiliki tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan nyaman untuk menjalani masa tuanya. Bagi sebagian orang, rumah mungkin hanya sebuah bangunan. Namun bagi Mbah Minem, rumah yang layak adalah harapan baru, tempat beristirahat dengan tenang setelah melewati begitu banyak ujian hidup.

Kisah Mbah Minem mengingatkan kita bahwa masih banyak saudara-saudara kita yang hidup dalam keterbatasan dan membutuhkan uluran tangan. Kehadiran zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar bantuan materi, melainkan juga wujud kasih sayang dan kepedulian yang mampu mengembalikan harapan bagi mereka yang hampir kehilangan harapan.

Di balik senyum sederhana Mbah Minem hari ini, tersimpan doa-doa tulus yang mungkin tidak terdengar oleh manusia, tetapi sangat berharga di hadapan Allah SWT. Semoga setiap kebaikan yang diberikan kepada mereka yang membutuhkan menjadi jalan keberkahan bagi seluruh pihak yang telah peduli dan membantu.

 

14/07/2026 | Kontributor: Admin
BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Purbalingga Gelar Madrasah Tanggap Bencana di MI Maarif NU 01 Maribaya

Purbalingga – BAZNAS RI berkolaborasi dengan BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyelenggarakan kegiatan Madrasah Tanggap Bencana (MANTAB) di MI Ma'arif NU 01 Maribaya, Desa Maribaya, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, pada Senin (13/7/2026). Program ini diikuti oleh 48 siswa dari kelas IV hingga kelas VI dan akan berlangsung selama tiga hari, hingga Rabu (15/7/2026).

Kegiatan MANTAB merupakan program edukasi kebencanaan yang bertujuan membangun budaya sadar bencana di lingkungan madrasah. Melalui kegiatan ini, para siswa dibekali pengetahuan mengenai berbagai potensi bencana, langkah-langkah mitigasi, cara menyelamatkan diri saat terjadi bencana, serta pentingnya membangun kesiapsiagaan sejak usia dini.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Sekretaris Badan Penanggulanagan Bencana, Aris Mulyanto. Dalam sambutannya, Aris menyampaikan bahwa pendidikan kebencanaan perlu ditanamkan sejak dini agar anak-anak memiliki pengetahuan, keterampilan, dan keberanian dalam menghadapi situasi darurat.

"Anak-anak merupakan kelompok yang rentan ketika terjadi bencana. Oleh karena itu, pendidikan kebencanaan harus diberikan sejak usia sekolah agar mereka memahami langkah penyelamatan diri, mampu mengenali potensi bahaya di lingkungan sekitar, serta dapat menjadi agen penyebar informasi kesiapsiagaan bagi keluarga dan masyarakat," ujarnya.

Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Sudijanto, mengatakan bahwa program Madrasah Tanggap Bencana merupakan wujud komitmen BAZNAS dalam mendukung terciptanya satuan pendidikan yang aman dan tangguh terhadap bencana.

"BAZNAS tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan saat bencana terjadi, tetapi juga mendorong upaya pengurangan risiko melalui edukasi dan peningkatan kapasitas masyarakat. Kami berharap para siswa memiliki bekal pengetahuan yang cukup sehingga mampu melindungi diri sendiri maupun membantu orang lain ketika menghadapi kondisi darurat," tutur Sudijanto.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai materi dan praktik yang dikemas secara interaktif, mulai dari pengenalan jenis-jenis bencana, simulasi evakuasi, penyusunan jalur evakuasi, pembentukan budaya aman di lingkungan sekolah, hingga latihan tanggap darurat bersama para fasilitator.

Melalui program Madrasah Tanggap Bencana (MANTAB), BAZNAS RI bersama BAZNAS Kabupaten Purbalingga berharap dapat meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan kesiapsiagaan warga sekolah terhadap potensi bencana. Dengan demikian, madrasah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi lingkungan pendidikan yang aman, tangguh, dan mampu meminimalkan risiko bencana bagi seluruh warga sekolah.

 

13/07/2026 | Kontributor: Admin
Kursi Roda untuk Mbah Wayem, Wujud Kepedulian Zakat Membantu Lansia Tetap Beraktivitas

Purbalingga – Zakat yang ditunaikan melalui BAZNAS Kabupaten Purbalingga terus diwujudkan menjadi program-program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Salah satunya melalui bantuan alat bantu jalan berupa kursi roda bagi lansia dan warga kurang mampu yang mengalami keterbatasan mobilitas. Program ini menjadi bentuk kepedulian terhadap kelompok rentan agar tetap dapat beraktivitas dengan lebih mudah, aman, dan mandiri dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Salah satu penerima manfaat adalah Mbah Wayem (75), warga Desa Karangnangka, Kecamatan Bukateja. Di usia senjanya, Mbah Wayem mengalami kesulitan untuk berjalan dan beraktivitas sehingga mobilitas sehari-hari menjadi sangat terbatas.

Melalui usulan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa Karangnangka, BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyalurkan bantuan satu unit kursi roda kepada Mbah Wayem. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung pada Jumat (10/7/2026) di kediaman Mbah Wayem oleh UPZ Desa Karangnangka, didampingi Kepala Desa Karangnangka bersama perwakilan BAZNAS Kabupaten Purbalingga.

Bantuan kursi roda ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi Mbah Wayem dalam melakukan aktivitas sehari-hari, mengurangi ketergantungan kepada orang lain, serta meningkatkan kualitas hidup di masa lanjut usia. Kehadiran alat bantu mobilitas juga menjadi bentuk kepedulian terhadap lansia agar tetap dapat menjalani aktivitas dengan lebih layak dan bermartabat.

Program bantuan alat bantu jalan merupakan salah satu bentuk pendayagunaan zakat yang disalurkan BAZNAS Kabupaten Purbalingga kepada masyarakat yang termasuk dalam golongan penerima zakat (mustahik). Melalui pengelolaan zakat yang amanah, profesional, dan tepat sasaran, dana zakat dapat menghadirkan manfaat nyata bagi mereka yang membutuhkan, mulai dari bantuan kesehatan, pendidikan, kemanusiaan, hingga pemberdayaan ekonomi.

BAZNAS Kabupaten Purbalingga mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi agar pengelolaannya lebih optimal, transparan, dan memiliki dampak yang lebih luas. Zakat yang disalurkan melalui BAZNAS tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga menjadi ikhtiar bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi beban kaum dhuafa, serta menghadirkan keberkahan bagi muzaki dan penerima manfaat.

Semakin banyak zakat yang ditunaikan melalui BAZNAS, semakin banyak pula masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya, sehingga semangat gotong royong dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di Kabupaten Purbalingga.

 

10/07/2026 | Kontributor: Admin
BAZNAS Purbalingga dan MWCNU Bukateja Tingkatkan Kapasitas Pelaku UMKM Kuliner Melalui Pelatihan Bidang Boga

Purbalingga – BAZNAS Kabupaten Purbalingga berkolaborasi dengan MWCNU Bukateja menyelenggarakan pelatihan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bidang boga selama dua hari, Sabtu–Ahad, 4–5 Juli 2026, di Gedung Workshop MWCNU Bukateja. Kegiatan ini diikuti oleh para pegiat kuliner dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Bukateja sebagai upaya meningkatkan keterampilan sekaligus mendorong tumbuhnya usaha kuliner yang lebih produktif dan berdaya saing.

Selama pelatihan, peserta memperoleh materi praktik pembuatan berbagai produk olahan yang memiliki nilai jual, meliputi roti manis, kroket kentang, dan pie buah. Materi disusun agar mudah diterapkan oleh peserta, baik yang telah memiliki usaha maupun yang baru akan merintis usaha di bidang kuliner.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pelaku UMKM, memperluas peluang usaha, menambah variasi produk yang dipasarkan, serta mendorong lahirnya wirausaha mandiri yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kabupaten Purbalingga dalam memberdayakan masyarakat melalui program ekonomi produktif, sehingga zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga menjadi sarana menciptakan kemandirian ekonomi mustahik dan masyarakat.

Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Sudijanto, mengatakan bahwa penguatan kapasitas pelaku usaha merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kami berharap pelatihan ini tidak berhenti pada proses belajar saja, tetapi mampu melahirkan produk-produk kuliner yang berkualitas dan memiliki daya saing di pasar. BAZNAS ingin zakat dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan melalui pemberdayaan ekonomi sehingga masyarakat semakin mandiri dan usahanya terus berkembang," ujar Sudijanto.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi UKM Kabupaten Purbalingga yang diwakili oleh Kepala Bidang Usaha Mikro, Wasis Pambudi, mengapresiasi sinergi antara BAZNAS Kabupaten Purbalingga dan MWCNU Bukateja dalam mendukung pengembangan UMKM.

"Pelatihan seperti ini sangat penting karena pelaku UMKM tidak hanya membutuhkan modal, tetapi juga peningkatan keterampilan, inovasi produk, dan semangat untuk terus berkembang. Kami berharap peserta mampu mengembangkan ilmu yang diperoleh menjadi usaha yang berkelanjutan dan mampu menciptakan peluang ekonomi di lingkungannya," ungkap Wasis.

Melalui kolaborasi ini, BAZNAS Kabupaten Purbalingga bersama MWCNU Bukateja berharap semakin banyak pelaku UMKM yang memiliki keterampilan, inovasi, dan kepercayaan diri untuk mengembangkan usahanya. Dengan demikian, sektor usaha mikro di Kabupaten Purbalingga dapat terus tumbuh, membuka lapangan pekerjaan, serta memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

06/07/2026 | Kontributor: Admin

Berita Terbaru

TAK MALU BERJUALAN TAK LELAH MELANGKAH BAZNAS BANTU RINGANKAN LANGKAH TUSLINA
TAK MALU BERJUALAN TAK LELAH MELANGKAH BAZNAS BANTU RINGANKAN LANGKAH TUSLINA
Langkah kakinya menyusuri jalanan perumahan demi perumahan di Purbalingga. Setiap pagi, Tuslina (31) memanggul semangat di pundaknya, menjajakan aneka kue dan jajan pasar. Tak peduli panas atau hujan, ia tempuh jarak berkilo-kilometer dengan berjalan kaki, berkeliling membawa dagangan demi menopang ekonomi keluarga. Tuslina bukanlah perempuan yang mudah menyerah. Dengan keterbatasan yang dimiliki, ia tetap tegar menjalani hari-harinya sebagai penjual keliling. Kue-kue itu ia bawa dalam keranjang besar. “Saya tidak malu berjualan keliling, ini saya lakukan demi membantu ekonomi keluarga,” ujar Tuslina dengan mata berkaca-kaca. Suaminya hanya bekerja sebagai kuli, penghasilan hariannya pun belum tentu mencukupi kebutuhan mereka. Keinginan Tuslina tidaklah muluk -muluk, ia hanya ingin sepeda ontel untuk memudahkan ia dalam berkeliling. Kisah perjuangan Tuslina mengetuk hati banyak pihak, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga. Melalui Program Purbalingga Peduli, BAZNAS menyerahkan bantuan berupa sepeda ontel untuk memudahkan Tuslina dalam menjalankan aktivitas berjualannya. Kini, sepeda itu menjadi teman setia Tuslina. Ia tak lagi harus menahan lelah berjalan jauh, karena sepeda ontel pemberian para muzakki ini membantunya bergerak lebih cepat dan menjangkau lebih banyak pembeli. BAZNAS Kabupaten Purbalingga percaya bahwa setiap zakat yang dikelola dan disalurkan dengan tepat bisa menjadi harapan baru bagi mereka yang sedang berjuang. Dan melalui bantuan ini, BAZNAS tidak hanya memberikan alat transportasi, tetapi juga menyemai semangat dan harapan bagi seorang ibu muda yang gigih, bernama Tuslina.
BERITA30/07/2025 | Admin
GAPOKTAN CITRA PURBALINGGA, BUKTI NYATA PERTANIAN MODERN BERPADU KEARIFAN LOKAL
GAPOKTAN CITRA PURBALINGGA, BUKTI NYATA PERTANIAN MODERN BERPADU KEARIFAN LOKAL
Musim tanam kedua tahun ini dimulai dengan semangat baru oleh Gapoktan Citra, kelompok tani binaan BAZNAS yang berada di Desa Cilapar, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga. Dalam kegiatan ini, para petani kembali menanam padi varietas Inpari 32 yang dikenal memiliki ketahanan tinggi terhadap penyakit dan hasil panen yang optimal. Salah satu anggota kelompok tani, Margo Utrimo, memimpin proses tanam secara tradisional dengan metode tanam mundur dan pencaplakan. Meskipun menggunakan teknik lama, cara ini terbukti efektif dalam menciptakan barisan tanaman yang lebih rapi dan teratur, sehingga mempermudah pemeliharaan dan berpotensi meningkatkan produktivitas hasil pertanian. BAZNAS melalui program pemberdayaan petani terus mendorong praktik-praktik pertanian yang ramah lingkungan dan sesuai kearifan lokal, namun tetap produktif. Diharapkan, dengan pendampingan yang berkelanjutan, para petani tidak hanya mampu meningkatkan hasil panen, tetapi juga merasakan peningkatan kesejahteraan yang nyata. Kegiatan musim tanam kedua ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara petani, masyarakat, dan BAZNAS mampu menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan di sektor pertanian.
BERITA29/07/2025 | Admin
BAZNAS PURBALINGGA BANTU 25 SISWA YATIM PIATU DAN DHUAFA DI SMPN 2 PENGADEGAN WUJUD KEPEDULIAN UNTUK MASA DEPAN BANGSA
BAZNAS PURBALINGGA BANTU 25 SISWA YATIM PIATU DAN DHUAFA DI SMPN 2 PENGADEGAN WUJUD KEPEDULIAN UNTUK MASA DEPAN BANGSA
Purbalingga - Suasana haru menyelimuti halaman SMPN 2 Pengadegan saat 25 siswa yatim piatu dan dhuafa menerima bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Bantuan yang disalurkan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sekolah ini sebesar Rp200.000 per siswa, menjadi secercah cahaya bagi mereka yang tengah menghadapi tantangan hidup di usia yang masih belia. Program ini merupakan bentuk nyata kepedulian BAZNAS terhadap keberlangsungan pendidikan siswa kurang mampu, agar mereka tetap semangat belajar dan tidak merasa sendiri. Kepala SMPN 2 Pengadegan, Fitriani Tri Rahayu, S.Pd., menyampaikan apresiasinya atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh BAZNAS. “Terima kasih Baznas, bantuan ini tentunya sangat bermanfaat untuk para murid kami," ujarnya. Melalui program ini, BAZNAS berharap semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya berbagi, terutama dalam mendukung pendidikan anak-anak yatim dan dhuafa yang merupakan generasi penerus bangsa. Bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban mereka, sekaligus memupuk semangat untuk terus mengejar cita-cita. SMPN 2 Pengadegan sendiri aktif menjadi bagian dari gerakan zakat di lingkungan pendidikan, melalui pembentukan UPZ sekolah yang menjadi jembatan antara muzaki dan penerima manfaat. Semoga langkah kecil ini menjadi awal dari perubahan besar dalam kehidupan mereka.
BERITA28/07/2025 | Admin
SANG GURU NGAJI PENJUAL ES ITU KINI TAK LAGI KHAWATIR TEMPAT BERTEDUH
SANG GURU NGAJI PENJUAL ES ITU KINI TAK LAGI KHAWATIR TEMPAT BERTEDUH
Purbalingga — Senyum haru menghiasi wajah Bapak Nur Rofik (35), seorang warga Desa Karanganyar, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga, saat rumah sederhananya direnovasi melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari BAZNAS Purbalingga. Bapak Nur Rofik dikenal sebagai sosok pekerja keras. Setiap hari, ia mengayuh roda kehidupan dengan menjajakan es keliling menggunakan sepeda motor tua. Di tengah panas terik dan lelahnya jalanan, semangatnya tak pernah padam. Semua ia lakukan demi menghidupi keluarga dan mempertahankan rumah yang telah lama berdiri dengan kondisi seadanya. Selain itu, Bapak Nur Rofik juga merupakan guru ngaji di TPQ sekitar tempat tinggalnya. Ia dengan sabar mengajarkan baca tulis Al Qur’an kepada para santri di sekitar rumahnya. Tidak ada tarif. Tidak ada biaya. Ia mengajar dengan penuh keikhlasan dan kesabaran. Rumah kecilnya yang dahulu berdinding bambu dan berlantai tanah kini perlahan berubah. Bantuan dari BAZNAS Purbalingga bukan hanya membenahi atap dan tembok, tetapi juga membawa harapan baru bagi keluarga kecil ini. "Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Tidak menyangka akan dibantu seperti ini. Rumah ini sangat berarti bagi kami," ucap Bapak Nur Rofik dengan mata berkaca-kaca, tak kuasa menahan haru. Program RTLH ini menjadi bentuk nyata kepedulian BAZNAS terhadap masyarakat kecil yang selama ini hidup dalam keterbatasan. Tidak hanya memberikan bantuan fisik berupa perbaikan rumah, namun juga memberikan dorongan moral bagi masyarakat seperti Bapak Nur Rofik agar terus semangat menjalani kehidupan. Kisah Bapak Nur Rofik adalah potret ketulusan dan keikhlasan dalam mencari nafkah. Semangatnya menjadi inspirasi bagi banyak orang, bahwa dalam kesederhanaan pun, seseorang bisa tetap bermartabat dan penuh harapan. Semoga langkah BAZNAS ini terus memberi cahaya bagi mereka yang membutuhkan, dan semoga Bapak Nur Rofik diberi kesehatan dan rezeki yang berlimpah untuk melanjutkan perjuangan hidupnya.
BERITA28/07/2025 | Admin
BAZNAS PURBALINGGA LAKUKAN ASSESSMENT TERHADAP BAPAK AHMAD SUROSO, DEMI TEPAT SASARAN PENYALURAN ZAKAT
BAZNAS PURBALINGGA LAKUKAN ASSESSMENT TERHADAP BAPAK AHMAD SUROSO, DEMI TEPAT SASARAN PENYALURAN ZAKAT
Purbalingga – Sebagai bentuk komitmen untuk memastikan bantuan zakat tersalurkan tepat sasaran, BAZNAS Kabupaten Purbalingga melakukan assessment langsung ke rumah Bapak Ahmad Suroso, warga Desa Binangun, Kecamatan Mrebet. Bapak Ahmad Suroso adalah sosok pejuang keluarga. Di tengah kondisinya sebagai pasien cuci darah yang harus menjalani pengobatan rutin, ia tetap berusaha menjadi tulang punggung bagi keluarganya. Beban berat kian terasa ketika satu-satunya anaknya baru saja mengalami kecelakaan dan membutuhkan perhatian lebih. Kondisi ini menggugah kepedulian BAZNAS. Melalui proses assessment yang dilakukan oleh tim lapangan, BAZNAS meninjau langsung kondisi sosial, ekonomi, dan kesehatan keluarga Bapak Ahmad Suroso. Assessment ini merupakan langkah penting agar zakat yang dititipkan oleh para muzaki (pemberi zakat) dapat digunakan secara tepat, menyentuh mereka yang benar-benar membutuhkan. “Assessment bukan hanya formalitas, tapi bentuk tanggung jawab kami dalam menjaga amanah para muzaki. Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah zakat benar-benar menjadi solusi bagi mustahik seperti Bapak Ahmad Suroso,” ujar salah satu petugas BAZNAS saat di lokasi. Kondisi rumah sederhana, beban biaya pengobatan, serta tanggungan keluarga menjadi poin penting dalam proses ini. Data dan informasi yang dikumpulkan akan menjadi dasar dalam menentukan bentuk bantuan yang paling tepat. BAZNAS berharap bantuan yang nantinya diberikan tidak hanya meringankan beban ekonomi, tetapi juga menjadi penguat semangat bagi keluarga Bapak Ahmad Suroso dalam menghadapi ujian kehidupan. Langkah ini adalah cermin dari semangat kebersamaan, bahwa zakat bukan sekadar kewajiban, melainkan jembatan harapan yang bisa menguatkan mereka yang sedang terpuruk.
BERITA28/07/2025 | Admin
BAZNAS PURBALINGGA BANTU BAPAK ROMLI, PEJUANG USIA SENJA YANG JALANI CUCI DARAH
BAZNAS PURBALINGGA BANTU BAPAK ROMLI, PEJUANG USIA SENJA YANG JALANI CUCI DARAH
Purbalingga, Juli 2025 Di usia 87 tahun, Bapak Romli Prapto Harsono, warga Desa Bancar, masih terus berjuang melawan sakit yang menggerogoti tubuhnya. Beliau harus menjalani cuci darah secara rutin, sekaligus proses lepas pen di RS Siaga Medika Purbalingga. Di tengah segala keterbatasan, beliau tak sendiri. Ada cinta dan pengorbanan yang luar biasa dari sang istri dan anak tercinta, yang bahu-membahu merawat beliau dengan penuh kesabaran dan kasih. Melihat perjuangan keluarga ini, BAZNAS Kabupaten Purbalingga tergerak untuk hadir memberi bantuan. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban biaya pengobatan dan menjadi dukungan moral bagi keluarga yang telah menunjukkan arti sesungguhnya dari kasih dan ketulusan. Kondisi kesehatan Bapak Romli yang makin menurun tak menghalangi semangat keluarganya untuk terus membersamai. Mereka adalah gambaran nyata bahwa cinta dan gotong royong dalam keluarga adalah kekuatan yang tak tergantikan. BAZNAS Purbalingga percaya bahwa setiap tetes zakat yang dititipkan mampu menjadi lentera harapan. Dan hari ini, lentera itu menerangi jalan keluarga Bapak Romli, menghadirkan senyum di tengah duka, harapan di tengah sakit. Semoga Allah memberi kesembuhan, ketabahan, dan keberkahan bagi keluarga Bapak Romli dan semua muzakki yang telah mempercayakan zakatnya.
BERITA28/07/2025 | Admin
ANTARA AIR MATA, DOA, DAN HARAPAN PERJALANAN ZASKIA MELAWAN SAKIT, CINTA IBU, DAN ULURAN TANGAN BAZNAS
ANTARA AIR MATA, DOA, DAN HARAPAN PERJALANAN ZASKIA MELAWAN SAKIT, CINTA IBU, DAN ULURAN TANGAN BAZNAS
Purbalingga - Delapan tahun bukan waktu yang singkat. Delapan tahun pula Zaskia, gadis berusia 16 tahun asal Banjarsari, menguatkan hati dan raganya menghadapi cobaan berat: leukemia yang tak kunjung reda. Di usianya yang seharusnya diwarnai tawa riang dan cita-cita masa depan, Zaskia justru harus berkawan erat dengan jarum infus, obat-obatan, dan ruang perawatan rumah sakit. Namun ia tak sendiri. Di sampingnya selalu ada sang ibu, sosok luar biasa yang tak pernah lelah, tak pernah mengeluh, dan tak pernah meninggalkan harapan meski dalam kepedihan terdalam. Hari-hari mereka dilalui dengan penuh pengorbanan dan keikhlasan—menempuh perjalanan dari Banjarsari ke RS Margono Soekarjo Purwokerto, bahkan setiap pekan menyeberangi batas kota menuju RSUP Sardjito Yogyakarta, hanya demi satu hal: kesembuhan Zaskia. Bersama mereka, hadir pula Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga. Lembaga ini bukan hanya menjadi penyedia bantuan, tapi menjadi sahabat seperjalanan. BAZNAS membersamai Zaskia dan ibunya dalam sunyi dan peluh perjuangan selama 8 tahun. Setiap tangis yang ditahan, setiap doa yang dipanjatkan di tengah malam—semuanya disaksikan, dirangkul, dan dikuatkan. Zaskia, gadis kuat yang tak pernah mengeluh, akhirnya berpulang dalam damai pada Jumat, 25 Juli 2025 di RSUP Sardjito Yogyakarta. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tapi juga meninggalkan jejak semangat, ketegaran, dan cinta yang tak ternilai. Ia telah berjuang sekuat tenaga. Ia telah mengajarkan banyak orang tentang arti bersabar, tentang ikhlas menerima takdir, dan tentang kekuatan seorang ibu yang tiada tandingannya. Semoga Allah SWT menerima semua amal kebaikan Zaskia, mengangkat derajatnya di sisi-Nya, dan memberikan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan. Perjalanan panjang ini bukan akhir, tetapi awal dari kisah keabadian yang penuh cinta dan pengorbanan. Selamat jalan, Zaskia. Kau telah menjadi cahaya dalam gelap, dan semangatmu akan tetap hidup dalam hati kami.
BERITA25/07/2025 | Admin
BAZNAS PURBALINGGA BANTU DUA SISWA YATIM PIATU DHUAFA SMPN 4 KEMANGKON
BAZNAS PURBALINGGA BANTU DUA SISWA YATIM PIATU DHUAFA SMPN 4 KEMANGKON
Kemangkon, 25 Juli 2025 Di tengah perjuangan hidup tanpa kehadiran orang tua, dua siswa yatim piatu dari SMP Negeri 4 Kemangkon terus berusaha mengejar cita-cita mereka. Keduanya berasal dari keluarga dhuafa dan menjalani hari-hari penuh keterbatasan, namun tetap semangat menuntut ilmu. Melihat kondisi ini, BAZNAS Kabupaten Purbalingga hadir memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan anak-anak kurang mampu. Bantuan diserahkan langsung pada Jumat, 25 Juli 2025, sebagai wujud nyata dukungan untuk meringankan beban mereka dan memberi harapan baru dalam menapaki masa depan. Dalam tangis haru dan senyum syukur, kedua siswa menerima bantuan tersebut. Bagi mereka, ini bukan sekadar materi—melainkan bukti bahwa masih ada tangan-tangan baik yang peduli dan tak membiarkan mereka berjuang sendiri. Semoga dengan bantuan ini, semangat belajar mereka semakin menyala, dan kelak mereka dapat menjadi generasi penerus yang tangguh dan membawa kebaikan bagi sesama. BAZNAS Purbalingga terus berkomitmen menebar manfaat zakat untuk mereka yang membutuhkan. Karena setiap rupiah yang dititipkan, adalah bagian dari harapan yang kita bangun bersama.
BERITA25/07/2025 | Admin
MENYALAKAN ASA MEWUJUDKAN CITA BAZNAS BANTU SISWA YATIM DAN DHUAFA DI SMPN 2 KALIMANAH
MENYALAKAN ASA MEWUJUDKAN CITA BAZNAS BANTU SISWA YATIM DAN DHUAFA DI SMPN 2 KALIMANAH
Purbalingga – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga kembali menyalurkan bantuan pendidikan bagi siswa yatim, piatu, dan dhuafa. Kali ini, bantuan diserahkan kepada 17 siswa SMPN 2 Kalimanah melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) SMPN 2 Kalimanah dengan total nilai sebesar Rp3.400.000. Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Purbalingga dalam mendukung akses pendidikan yang merata, terutama bagi siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu. Bantuan ini disambut gembira oleh para penerima. Beberapa siswa mengaku sangat bersyukur dan merasa terbantu untuk memenuhi kebutuhan sekolah, seperti membeli perlengkapan belajar hingga biaya transportasi. "Alhamdulillah, saya senang sekali dapat bantuan ini. Uangnya akan saya gunakan untuk beli sepatu dan buku," ujar salah satu siswa penerima bantuan dengan wajah penuh semangat. Kepala SMPN 2 Kalimanah, turut menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian BAZNAS Purbalingga terhadap siswa-siswinya. "Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Purbalingga atas bantuan yang diberikan. Bantuan ini tidak hanya meringankan beban orang tua, tetapi juga menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk terus belajar dan berprestasi meski dalam keterbatasan," ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa keberadaan UPZ di sekolah menjadi jembatan kebaikan yang sangat bermanfaat dan berharap program seperti ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan. Melalui zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara profesional, BAZNAS Kabupaten Purbalingga bertekad untuk terus hadir sebagai lembaga yang mendukung kemajuan pendidikan serta menebarkan harapan bagi masa depan generasi muda.
BERITA25/07/2025 | Admin
BERSAMA WUJUDKAN MIMPI ANAK BANGSA BAZNAS SALURKAN BANTUAN PENDIDIKAN DI SMPN 1 PADAMARA
BERSAMA WUJUDKAN MIMPI ANAK BANGSA BAZNAS SALURKAN BANTUAN PENDIDIKAN DI SMPN 1 PADAMARA
Tak ada yang lebih membahagiakan selain melihat senyum anak-anak yang tetap semangat belajar, meski hidup dalam keterbatasan. Inilah semangat yang ingin dijaga dan terus diperjuangkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga. Sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan anak-anak yatim piatu dan dhuafa, BAZNAS Purbalingga menyalurkan bantuan kepada 13 siswa SMPN 1 Padamara sebesar 2,5 juta rupiah melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sekolah tersebut. Bantuan ini diberikan untuk menunjang kebutuhan dasar siswa selama menempuh pendidikan, sekaligus menjadi penyemangat agar mereka tak kehilangan harapan di tengah himpitan ekonomi. Para penerima bantuan adalah anak-anak yang kehilangan orang tua, hidup dalam kesederhanaan, dan tak jarang harus berjuang lebih keras dibanding teman-teman sebayanya. Bantuan dari BAZNAS mencakup kebutuhan sehari-hari seperti perlengkapan sekolah, alat tulis, tas, hingga uang saku. Bantuan ini juga dimaksudkan untuk meringankan beban keluarga asuh atau wali yang selama ini merawat mereka dengan penuh kasih meski dengan keterbatasan ekonomi. Ketua BAZNAS Purbalingga, H. Soedijanto, S.Sos., M.Si menyampaikan bahwa program ini adalah bagian dari komitmen lembaga dalam menjaga asa pendidikan anak-anak mustahik agar tidak terputus hanya karena faktor biaya. "Kami percaya bahwa pendidikan adalah pintu masa depan. Anak-anak ini adalah generasi penerus bangsa, dan sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga semangat mereka tetap menyala. Bantuan ini adalah bentuk kasih sayang dari para muzakki yang menitipkan hartanya melalui BAZNAS," ujar beliau. Kepala SMPN 1 Padamara juga mengapresiasi bantuan ini, yang menurutnya sangat membantu siswa-siswi yang selama ini berjuang dalam diam. "Mereka bukan hanya butuh fasilitas, tapi juga butuh disemangati dan dirangkul. Terima kasih kepada BAZNAS dan semua pihak yang terus mendukung langkah mereka," ucapnya haru. Semoga bantuan ini menjadi lentera bagi anak-anak tersebut, menguatkan langkah kecil mereka menuju masa depan yang lebih cerah, dan menjadi amal jariyah bagi para muzakki yang telah peduli.
BERITA24/07/2025 | Admin
DARI PELUH MENJADI BERKAH RUMAH PAK KHOERON KINI LEBIH LAYAK BERKAT CINTA SESAMA
DARI PELUH MENJADI BERKAH RUMAH PAK KHOERON KINI LEBIH LAYAK BERKAT CINTA SESAMA
Di balik senyum sederhana dan tangan yang penuh luka kerja, tersimpan kisah perjuangan seorang ayah yang tak pernah lelah mengupayakan yang terbaik bagi keluarganya. Adalah Pak Khoeron (45), warga Desa Karanganyar, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga, yang menjalani hari-harinya sebagai pekerja serabutan demi menghidupi istri dan dua anaknya. Pak Khoeron bukan pekerja kantoran atau pegawai tetap. Ia bekerja dengan hati dan tenaga, menjalani apa pun yang halal untuk menyambung hidup. Kadang ia menambal ban motor, memperbaiki kompor rusak milik tetangga, mencari rumput untuk kambing yang bukan miliknya, bahkan membantu menanam palawija di ladang warga lain. Semua itu ia lakukan dengan ikhlas, tanpa pernah mengeluh, demi memastikan anak-anaknya bisa tetap sekolah dan istrinya bisa memasak meski dengan bahan seadanya. Dengan penghasilan yang tak menentu, rumah sederhana yang ia tempati bersama keluarga pun jauh dari kata layak. Dindingnya rapuh, atapnya bocor, dan lantainya tanah. Namun, bagi Pak Khoeron, rumah itu adalah tempat berteduh dari hujan, panas, dan letih—tempat di mana harapan dan doa terus ia panjatkan setiap malam. Melihat kondisi tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga tergerak untuk memberikan bantuan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi Pak Khoeron. Bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian terhadap para pejuang nafkah seperti beliau, yang meski hidup dalam keterbatasan, tetap gigih menjaga kehormatan dengan bekerja keras tanpa mengandalkan belas kasihan. Kini, rumah Pak Khoeron mulai bertransformasi menjadi hunian yang lebih layak, aman, dan sehat untuk ditinggali. Atapnya diperbaiki, dindingnya diperkuat, dan lantainya dirapikan. Senyum bahagia tak bisa disembunyikan dari wajah Pak Khoeron dan keluarganya. “Terima kasih BAZNAS, saya tak menyangka rumah saya bisa seperti ini. Semoga kebaikan ini dibalas Allah dengan pahala berlipat,” ujar Pak Khoeron haru, sembari memandangi rumahnya yang kini tampak lebih kokoh. Kisah Pak Khoeron adalah potret nyata bahwa masih banyak keluarga di sekitar kita yang membutuhkan uluran tangan. BAZNAS Purbalingga terus berkomitmen untuk menjadi jembatan kebaikan, membantu mereka yang terpinggirkan agar kembali berdiri tegak dan merasakan nikmatnya hidup yang lebih layak.
BERITA24/07/2025 | Admin
TNI DAN BAZNAS GOTONG ROYONG BEDAH RUMAH HARAPAN BARU UNTUK BAPAK SARENGAT
TNI DAN BAZNAS GOTONG ROYONG BEDAH RUMAH HARAPAN BARU UNTUK BAPAK SARENGAT
Di tengah semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, Tim BAZNAS Kabupaten Purbalingga bersama jajaran TNI bahu-membahu melaksanakan giat gotong royong bedah rumah milik Bapak Sarengat, warga Desa Tumanggal, Kecamatan Pengadegan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang bersinergi dalam gelaran TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Tahun 2025. Rumah Bapak Sarengat sebelumnya berdinding papan yang telah rapuh, dengan atap yang bocor dan lantai tanah. Kini, rumah tersebut mulai bertransformasi menjadi tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan sehat berkat kolaborasi antara BAZNAS dan TNI. Bapak Sarengat, seorang penjual gorengan, tak kuasa menahan haru saat melihat rumahnya mulai diperbaiki. “Saya bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS dan TNI. Ini adalah berkah yang tak pernah saya bayangkan,” ucap beliau dengan mata berkaca-kaca. Program ini menjadi wujud nyata peran BAZNAS dalam meningkatkan kesejahteraan mustahik melalui sinergi lintas lembaga. Lebih dari sekadar bantuan fisik, kegiatan ini juga menumbuhkan semangat gotong royong, mempererat hubungan sosial, serta menghidupkan kembali nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.
BERITA23/07/2025 | Admin
SETITIK HARAPAN DARI RODA KEBAIKAN, BAZNAS PURBALINGGA SERAHKAN BANTUAN KURSI RODA UNTUK BAPAK SUTIYONO
SETITIK HARAPAN DARI RODA KEBAIKAN, BAZNAS PURBALINGGA SERAHKAN BANTUAN KURSI RODA UNTUK BAPAK SUTIYONO
Purbalingga – Senyuman haru terpancar dari wajah Bapak Sutiyono (65), warga Desa Toyareka, saat menerima bantuan kursi roda dari BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Di usianya yang tak lagi muda, dengan kondisi fisik yang semakin melemah, serta sakit stroke yang dideritanya membuat mobilitas menjadi tantangan tersendiri baginya. Namun hari itu, bantuan yang datang bukan hanya berupa kursi roda, melainkan juga semangat baru untuk menjalani hari-hari dengan lebih layak dan bermartabat. Bantuan kursi roda ini diserahkan langsung oleh tim BAZNAS Purbalingga sebagai bagian dari program kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya warga yang mengalami keterbatasan fisik. Bantuan ini bukan hanya alat bantu gerak, tetapi juga simbol hadirnya kepedulian dan cinta dari sesama. "Kami berharap kursi roda ini dapat membantu aktivitas Bapak Sutiyono dan menjadi penyemangat untuk tetap menjalani kehidupan dengan optimisme," ujar perwakilan dari BAZNAS Purbalingga, Amin Nur Rokhim. Bapak Sutiyono menyampaikan rasa syukurnya dengan mata berkaca-kaca. Selama ini, ia harus bergantung pada keluarga untuk berpindah tempat, dan kini dengan adanya kursi roda, ia merasa lebih mandiri dan tidak terlalu merepotkan orang di sekelilingnya. BAZNAS Purbalingga terus berkomitmen untuk menyalurkan amanah zakat, infak, dan sedekah dari para muzakki kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, agar kebaikan terus berputar seperti roda—membawa harapan dan perubahan.
BERITA22/07/2025 | Admin
SETITIK HARAPAN DARI RODA KEBAIKAN, BAZNAS PURBALINGGA SERAHKAN BANTUAN KURSI RODA UNTUK BAPAK SUTIYONO
SETITIK HARAPAN DARI RODA KEBAIKAN, BAZNAS PURBALINGGA SERAHKAN BANTUAN KURSI RODA UNTUK BAPAK SUTIYONO
Purbalingga – Senyuman haru terpancar dari wajah Bapak Sutiyono (65), warga Desa Toyareka, saat menerima bantuan kursi roda dari BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Di usianya yang tak lagi muda, dengan kondisi fisik yang semakin melemah, serta sakit stroke yang dideritanya membuat mobilitas menjadi tantangan tersendiri baginya. Namun hari itu, bantuan yang datang bukan hanya berupa kursi roda, melainkan juga semangat baru untuk menjalani hari-hari dengan lebih layak dan bermartabat. Bantuan kursi roda ini diserahkan langsung oleh tim BAZNAS Purbalingga sebagai bagian dari program kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya warga yang mengalami keterbatasan fisik. Bantuan ini bukan hanya alat bantu gerak, tetapi juga simbol hadirnya kepedulian dan cinta dari sesama. "Kami berharap kursi roda ini dapat membantu aktivitas Bapak Sutiyono dan menjadi penyemangat untuk tetap menjalani kehidupan dengan optimisme," ujar perwakilan dari BAZNAS Purbalingga, Amin Nur Rokhim. Bapak Sutiyono menyampaikan rasa syukurnya dengan mata berkaca-kaca. Selama ini, ia harus bergantung pada keluarga untuk berpindah tempat, dan kini dengan adanya kursi roda, ia merasa lebih mandiri dan tidak terlalu merepotkan orang di sekelilingnya. BAZNAS Purbalingga terus berkomitmen untuk menyalurkan amanah zakat, infak, dan sedekah dari para muzakki kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, agar kebaikan terus berputar seperti roda—membawa harapan dan perubahan.
BERITA22/07/2025 | Admin
MELALUI UPZ SEKOLAH, BAZNAS BANTU 30 SISWA YATIM DAN DHUAFA SMPN 1 KARANGANYAR
MELALUI UPZ SEKOLAH, BAZNAS BANTU 30 SISWA YATIM DAN DHUAFA SMPN 1 KARANGANYAR
Purbalingga – Suasana haru menyelimuti SMP Negeri 1 Karanganyar saat Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sekolah menyerahkan bantuan untuk 30 siswa yatim piatu dan dhuafa, Senin (21/7/2025). Bantuan senilai 6 juta rupiah ini merupakan hasil kolaborasi penuh kepedulian antara UPZ SMPN 1 Karanganyar dan BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Bantuan ini menjadi setitik cahaya harapan bagi siswa-siswa yang selama ini berjuang keras menuntut ilmu di tengah keterbatasan. Di balik seragam sederhana dan senyum tulus mereka, tersimpan cerita tentang kehilangan orang tua dan perjuangan hidup yang tak mudah. Pengurus UPZ SMPN 1 Karanganyar, Pak Azis menyampaikan bahwa bantuan ini disalurkan sebagai bentuk cinta dan dukungan nyata terhadap siswa-siswa yang membutuhkan. “Ini adalah wujud kehadiran kami untuk anak-anak hebat yang tetap semangat meski dalam keterbatasan. Semoga ini bisa meringankan beban mereka, sekaligus menyemangati mereka untuk terus belajar dan bermimpi besar,” ujarnya. Para siswa penerima bantuan, meski tak banyak bicara, menunjukkan rasa syukur yang mendalam. Bantuan yang mereka terima bisa dimanfaatkan untuk membeli perlengkapan sekolah, membayar kebutuhan harian, atau sekadar membantu meringankan beban keluarga di rumah. BAZNAS Purbalingga berharap semangat berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah bisa terus tumbuh di kalangan pelajar dan tenaga pendidik. Dengan membangun kesadaran sejak dini, generasi muda tak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki empati dan semangat gotong royong yang kuat. Semoga langkah kecil dari SMPN 1 Karanganyar ini menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain, dan membawa keberkahan bagi seluruh pihak yang telah terlibat.
BERITA22/07/2025 | Admin
DI BALIK KASIH TANPA BATAS SRI MULYATI, BAZNAS HADIR BAWA CAHAYA UNTUK IBU SUTI
DI BALIK KASIH TANPA BATAS SRI MULYATI, BAZNAS HADIR BAWA CAHAYA UNTUK IBU SUTI
Purbalingga – Di sebuah rumah sederhana di Desa Majapura, Kecamatan Bobotsari, hidup seorang perempuan tua bernama Ibu Suti (72), yang sejak lama hanya mampu terbaring lemah di atas kasur karena sakit menahun yang dideritanya. Tubuhnya sudah tak kuat menopang beban usia dan penyakit, membuat setiap harinya ia harus bergantung pada perawatan dan kasih sayang dari putrinya, Sri Mulyati. Dengan penuh kesabaran, Sri Mulyati merawat ibunya siang dan malam. Di tengah keterbatasan ekonomi, ia tetap teguh menjaga ibunya seorang diri. Pekerjaan serabutan dan penghasilan tak menentu membuat kehidupan mereka berjalan sangat berat. BAZNAS Kabupaten Purbalingga hadir memberikan bantuan biaya hidup sebagai bentuk perhatian dan empati kepada Ibu Suti dan keluarganya. Bantuan ini diserahkan langsung ke kediaman mereka oleh tim dari BAZNAS, sebagai wujud nyata bahwa uluran tangan kebaikan masih ada bagi mereka yang membutuhkan. “Kami hadir untuk sedikit meringankan beban Bu Suti dan Mbak Sri Mulyati. Ini bukan hanya sekadar bantuan materi, tapi juga bentuk kepedulian kami agar mereka tidak merasa sendiri dalam menghadapi ujian hidup ini,” ujar salah satu perwakilan dari BAZNAS Purbalingga, Andi Wibowo. Sri Mulyati tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan rasa syukur yang mendalam. “Terima kasih banyak kepada BAZNAS. Saya nggak nyangka masih ada yang peduli sama kami. Ini sangat berarti untuk kami, terutama untuk kebutuhan harian Ibu,” ungkapnya lirih. Kisah Ibu Suti adalah potret nyata bagaimana hidup dalam keterbatasan bisa dijalani dengan ketabahan. BAZNAS Purbalingga berharap bantuan ini bisa menjadi penyemangat bagi Sri Mulyati dan menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap mereka yang tengah diuji oleh sakit dan kesulitan hidup.
BERITA22/07/2025 | Admin
KEBAHAGIAAN BAPAK SARENGAT BUKTI NYATA KOLABORASI BAZNAS DAN TNI DI TMMD TUMANGGAL
KEBAHAGIAAN BAPAK SARENGAT BUKTI NYATA KOLABORASI BAZNAS DAN TNI DI TMMD TUMANGGAL
Purbalingga — Haru dan syukur terpancar dari wajah Bapak Sarengat, seorang penjual gorengan keliling yang kini dapat bernafas lega karena rumah tinggalnya yang sepetak akan direhab menjadi tempat tinggal yang lebih layak dan aman untuk keluarganya. Melalui program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), BAZNAS Kabupaten Purbalingga turut meringankan beban hidup keluarga kecil ini. Bapak Sarengat tinggal bersama istri dan dua anaknya di sebuah rumah sepetak sudah rapuh dan tak lagi layak huni. Sang istri sehari-hari mengurus rumah dan anak-anak, sementara beliau berkeliling kampung menjajakan gorengan untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Anak pertama mereka masih duduk di bangku sekolah dasar, sementara si bungsu baru berusia 4 bulan dan masih sangat membutuhkan perhatian serta lingkungan yang aman. Rumah mereka yang lama sudah banyak rusak, atap bocor, dinding lapuk, dan lantai tanah yang tak jarang tergenang saat hujan turun. Dalam kondisi seperti itu, keluarga kecil ini tetap bertahan dengan penuh kesabaran. Namun kini, harapan baru mulai tumbuh. Bantuan rehab rumah dari BAZNAS Purbalingga menjadi angin segar yang menguatkan langkah mereka menatap masa depan yang lebih baik. “Kami tidak pernah menyangka, rumah ini bisa diperbaiki seperti ini. Terima kasih BAZNAS dan TNI. Semoga Allah membalas kebaikan panjenengan (Anda-red) semua,” ucap Bapak Sarengat dengan mata berkaca-kaca. Program bantuan RTLH ini menjadi bukti nyata bahwa zakat, infak, dan sedekah yang dikelola dengan baik bisa menjadi jalan kebaikan untuk mengangkat martabat sesama. BAZNAS Purbalingga terus berkomitmen menjangkau masyarakat prasejahtera, agar mereka juga bisa hidup lebih layak, sehat, dan bermartabat. Mari terus bersinergi dalam kebaikan. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, akan sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan.
BERITA21/07/2025 | Admin
HARI KEDUA PELATIHAN UMKM BOGA BAZNAS PURBALINGGA, PESERTA ANTUSIAS PRAKTIK BUAT ROTI DAN JAJANAN PASAR
HARI KEDUA PELATIHAN UMKM BOGA BAZNAS PURBALINGGA, PESERTA ANTUSIAS PRAKTIK BUAT ROTI DAN JAJANAN PASAR
Purbalingga – Memasuki hari kedua, pelatihan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bidang usaha boga yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga, Jumat–Sabtu, 18–19 Juli 2025, semakin semarak. Bertempat di aula BAZNAS, para peserta yang merupakan mustahik produktif dari berbagai wilayah di Purbalingga tampak antusias mengikuti sesi praktik pembuatan aneka produk kuliner. Jika pada hari pertama peserta dibekali materi kewirausahaan dari narasumber Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Purbalingga, maka di hari kedua, Sabtu (19/7), peserta langsung terjun ke dapur untuk praktik membuat berbagai jenis olahan makanan. Di antaranya roti manis yang empuk dan lembut, serta jajanan pasar favorit seperti sosis solo dan onde-onde. Dengan penuh semangat, peserta mengikuti setiap tahap proses, mulai dari menyiapkan bahan, mengolah adonan, hingga teknik memasak dan penyajian. Kegiatan ini tidak hanya memberikan keterampilan praktis, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan diri bagi para mustahik untuk mengembangkan usaha boga secara mandiri di lingkungan masing-masing. BAZNAS Kabupaten Purbalingga berharap, melalui pelatihan ini, para peserta dapat meningkatkan kapasitas usaha mereka, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Pelatihan ini menjadi salah satu bentuk komitmen BAZNAS dalam mendukung kemandirian ekonomi mustahik menuju muzaki.
BERITA19/07/2025 | Admin
BAZNAS PURBALINGGA GELAR PELATIHAN UMKM BOGA DORONG MUSTAHIK PRODUKTIF KEMBANGKAN USAHA KULINER
BAZNAS PURBALINGGA GELAR PELATIHAN UMKM BOGA DORONG MUSTAHIK PRODUKTIF KEMBANGKAN USAHA KULINER
Purbalingga – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga menggelar pelatihan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bidang usaha boga, yang digelar selama dua hari, Jumat hingga Sabtu (18–19 Juli 2025), bertempat di Aula BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Pelatihan ini diikuti oleh para mustahik produktif dari berbagai wilayah di Kabupaten Purbalingga yang memiliki ketertarikan dan potensi dalam bidang kuliner. Melalui pelatihan ini, BAZNAS berharap dapat menumbuhkan kemandirian ekonomi mustahik serta meningkatkan kualitas dan daya saing produk usaha mereka, khususnya dalam olahan roti manis dan jajan pasar. Kegiatan pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Purbalingga, Endi Astono, S.Sos. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS atas inisiatif pelatihan yang selaras dengan program pemerintah daerah dalam mendukung pertumbuhan pelaku usaha kecil dan menengah. "Hari ini, kita tidak hanya berbicara soal keterampilan membuat makanan, tapi juga tentang membangun keberanian dan daya saing. Para mustahik memiliki potensi besar jika dibekali dengan ilmu dan semangat berwirausaha," ujar Endi Astono. Pada hari pertama, peserta dibekali materi dasar hingga lanjutan oleh para narasumber profesional, yaitu Adi Purwanto, S.S., M.Si, Sugeng Riyanto, SE, MM, dan Basuki, S.P. Ketiganya merupakan praktisi sekaligus pendamping UMKM yang telah berpengalaman dalam pengembangan produk kuliner lokal dan strategi pemasaran. Materi yang diberikan mencakup teknik pembuatan roti manis, jajan pasar yang higienis, inovatif, serta pengemasan yang menarik, hingga strategi pemasaran digital agar produk dapat menembus pasar lebih luas. Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, H. Soedijanto, S.Sos., M.Si, dalam kesempatan terpisah menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program Pemberdayaan Ekonomi Mustahik yang secara berkelanjutan dilaksanakan BAZNAS. "Tujuan kami sederhana tapi berdampak: dari mustahik menjadi muzakki. Kami ingin para peserta mampu mandiri, naik kelas, dan kelak bisa menjadi donatur yang membantu sesama," ujarnya. BAZNAS Purbalingga terus mendorong transformasi mustahik menjadi pelaku usaha mandiri. Melalui pelatihan boga ini, diharapkan tercipta wirausaha baru di sektor kuliner yang mampu bersaing di pasar lokal hingga nasional.
BERITA18/07/2025 | Admin
SINERGI TNI DAN BAZNAS WUJUDKAN KEPEDULIAN UMAT LEWAT PEMBENTUKAN UPZ DI KODIM 0702 PURBALINGGA
SINERGI TNI DAN BAZNAS WUJUDKAN KEPEDULIAN UMAT LEWAT PEMBENTUKAN UPZ DI KODIM 0702 PURBALINGGA
Purbalingga - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga menggelar kegiatan sosialisasi pembentukan dan penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan Kodim 0702/Purbalingga pada Kamis (17/07/2025). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Komandan Kodim 0702/Purbalingga, Letkol Inf Untung Iswahyudi, S.Sos., M.Hum., M.Han., beserta jajaran prajurit dan staf Kodim. Acara diawali dengan tausiyah yang menggugah semangat berbagi, disampaikan oleh KH Mashudi Munir AH, Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Dalam tausiyahnya, KH Mashudi menekankan pentingnya zakat sebagai instrumen penyucian harta dan penyeimbang sosial dalam masyarakat. Dalam sambutannya, Komandan Kodim Letkol Inf Untung Iswahyudi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan pentingnya kesadaran kolektif untuk berzakat sebagai bentuk kepedulian sosial. “Ini adalah langkah bersama untuk membangun kesadaran berzakat, sebagai bentuk tanggung jawab kita terhadap sesama yang membutuhkan. Saya mendukung penuh sinergi Kodim dan BAZNAS untuk kebaikan umat,” ungkapnya. Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, H Soedijanto, S.Sos., M.Si, dalam paparannya menjelaskan bahwa BAZNAS merupakan lembaga resmi pemerintah yang diberi amanah untuk mengelola zakat, infak, dan sedekah. “BAZNAS siap menyalurkan dana umat dengan prinsip aman syar’i, aman regulasi, dan aman NKRI. Setiap rupiah dana zakat akan dikelola secara profesional, transparan, dan tepat sasaran,” tegasnya. Sosialisasi ini juga menghadirkan Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Purbalingga, H Sukarman, S.Ag, yang membawakan materi utama. Dalam penyampaiannya, H Sukarman menekankan bahwa zakat merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang hartanya telah mencapai nisab. “Zakat adalah ibadah yang tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga membawa keberkahan dalam kehidupan. Dengan berzakat, kita turut membantu menciptakan keadilan sosial,” terangnya. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung aktif dan hangat. Para peserta antusias mengajukan berbagai pertanyaan seputar zakat dan pengelolaan dana di lingkungan TNI. Suasana akrab dan interaktif tersebut memperkuat sinergi antara BAZNAS dan aparat TNI dalam upaya membangun kesadaran dan budaya zakat di tengah masyarakat. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan terbentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan Kodim 0702/Purbalingga sebagai langkah nyata mendekatkan pelayanan zakat kepada muzakki serta memperluas dampak zakat bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA17/07/2025 | Admin
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Purbalingga.

Lihat Daftar Rekening →